Bab II Landasan Teori
B. Penjelasan tentang frekuensi mengakses Friendster
orang lain. Orang tersebut akan cenderung mengkuatirkan berbagai hal yang belum terjadi dan hal perilaku tersebut akan mendorong seseorang untuk membatasi diri terhadap lingkungan sosial yang sehat.
c. Perasaan rendah diri
Perasaan minder dapat terwujud dalam perasaan malu dan pesimis. Perasaan ini akan membatasi kontak sosial. Tetapi pada dasarnya membutuhkan kontak sosial tersebut. Oleh karena itu Perasaan-perasaan tersebut ibarat seperti penjara bagi individu itu. Maksudnya adalah dimana individu itu ingin bebas dan memiliki kontak sosial namun merasa tidak mampu. Oleh karena itu orang tersebut tidak leluasa didalam membina hubungan sosial, dan akibatnya menjadikan orang bersikap kaku dan berakhir pada perasaan kesepian
B. Penjelasan tentang frekuensi mengakses Friendster 1. Pengertian tentang frekuensi mengakses
Menurut Kamus Besar Indonesia, arti kata frekuensi adalah kekerapan, jarang kerapnya. Menurut Chaplin(2000) dalam Kamus Besar Psikologi,
Frequency(Frekuensi) adalah jumlah putaran setiap detik atau gelombang suara, jumlah atau bilangan suatu skor, atau jumlah terjadinya gejala.
Menurut Kamus Besar Indonesia, arti kata mengakses yang berasal dari kata Akses adalah jalan untuk memasuki suatu tempat, jalan masuk satu-satunya.
11
Frekuensi mengakses yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah durasi mengakses (Friendster) dalam kurun waktu 1 minggu dengan satuan Jam.
2. Pengertian tentang perilaku berinternet
Internet adalah suatu jaringan informasi komputer yang berkembang pesat saat ini. Internet merupakan sistem informasi yang sudah dipakai diberbagai manca negara untuk mengakses informasi secara global, dengan biayanya yang lebih terjangkau, akses informasi yang tergolong cepat, dan akses informasi yang unik dan interaktif (Jordan, Hauser, Foster, 2003).
Di Tahun 1995 penggunaan internet sebatas browsing, messaging/ Email, dan chatting. Dari ketiganya yang paling populer adalah ruang
chatting, yaitu tempat didalam internet dimana seseorang dapat melakukan interaksi percakapan secara real-time dengan cara mengetikkan kata-kata atau suatu hal yang ingin dipercakapkan dari seseorang kepada yang lain. Program yang digunakan untuk melakukan chatting diawali dengan IRC (internet Relay Chat). Dari program tersebut para web designer mulai mengembangkan
chatting room di berbagai homepage.
Pada Tahun 2002 Penggunaan internet mulai berkembang lagi dengan adanya social network service. Layanan ini memiliki prinsip kesamaan dengan kehidupan sosial didunia nyata, yaitu prinsip lingkaran pertemanan dimana seseorang dapat membangun jaringan sosial terhadap komunitas tertentu atau orang lain. Dengan kata lain kita dapat membangun komunitas di dalam dunia
12
maya. Salah satu homepage yang paling populer untuk layanan ini adalah Friendster.com (www.wikipedia.com).
Social network service ini dapat meminimalkan beberapa hal yang menyebabkan orang tertolak dalam dunia nyata. Diener, Wolsic, dan Fujita (1995) menyatakan bahwa seseorang yang memiliki daya tarik fisik akan dipersepsikan oleh orang-orang pada umumnya memiliki kepribadian yang baik dan cenderung lebih diterima secara sosial. Sebaliknya orang yang tidak memiliki daya tarik fisik dipandang kurang memiliki pribadi yang baik dan cenderung kurang diterima oleh masyarakat. Faktor daya tarik fisik ataupun perilaku dan sikap yang tidak sesuai dengan keinginan orang lain dapat menyebabkan seseorang tertolak didunia nyata (Ermida, 2001).
3. Definisi Friendster
Friendster adalah suatu website yang bergerak di bidang social network service. Website merupakan suatu sofware atau program yang dibangun diatas dokumen-dokumen maupun perintah-perintah Hyper Text Markup Language atau disingkat HTML, gambar-gambar, dan script
pemrogramannya yang dapat divisualisasikan melalui internet (Agung, 2001). Umumnya website memiliki alamat yang ditulis dalam bentuk seperti : http://www.namadomain.ext.
Website Friendster dibuat di California, tepatnya di Mountain View oleh Jonathan Abrams pada tahun 2002 dan ia pemilik website tersebut secara pribadi. Friendster menggunakan prinsip lingkaran pertemanan untuk membangun jaringan sosial seseorang pada suatu komunitas pada dunia maya.
13
Friendster dipadang sebagai social network service peringkat atas pada tahun April 2004 hingga kini. Friendster umumnya dipakai untuk berkomunikasi antara seseorang dengan yang lain. Orang-orang tersebut harus mendaftarkan diri dahulu untuk menjadi anggotanya. Friendster
beranggotakan orang-orang yang tergolong dewasa awal, yaitu usia antara 21 hingga 31 tahun di negara Eropa, Amerika Utara, dan Asia. Namun keanggotaan tersebut tidak secara akurat didefinisikan. Banyak pengguna yang tidak menuliskan secara tepat daerah ataupun negaranya saat mendaftar, dan sebagai faktanya justru banyak anggotanya yang masih berumur belasan tahun dan para remaja khususnya dari Asia Tenggara seperti India, Singapore, Malaysia, Filipina, dan Indonesia (www.wikipedia.com).
Friendster mulai menambahkan layanan Blog yang bekerja sama dengan layanan Six Apart’s Typepad. Blog merupakan suatu bentuk website
yang biasanya tersusun secara teratur dan kronologis, dengan susunan tampilan yang paling baru dan memudahkan para penggunanya dalam pengelolaan-nya. Blog umumnya ditulis dan di-update secara teratur dan sering kali memiliki topik tertentu untuk di informasikan antara seseorang dengan anggota yang lain didalam komunitas blog tersebut. Biasanya komunitas blog Friendster memiliki keterikatan kuat dan menjadikan blog
tersebut sebagai tempat berinteraksi, berbagi saran dan ide, dan memperoleh teman. (Kindarto, 2006). Friendster merupakan web site blog yang memiliki sistem manajemen yang mudah dalam pengoperasiannya.
14
Pada Bulan Oktober 2005, Friendster juga membina kerjasama dengan
Grouper Network yang memungkinkan membuat berbagai kelompok peer. Setiap peer dapat berkomunikasi dengan kelompok peer yang lainnya untuk berbagi data ataupun informasi. Peer merupakan suatu kelompok didalam lingkungan sosial yang biasanya berjumlah lima orang dan terdiri dari kelompok pria dan wanita. Pada bulan yang sama Friendster juga memulai menambah beberapa karakteristik pada website-nya, yaitu para anggotanya dapat memasukan foto album dan menemukan profile anggotanya yang lainnya secara cepat dan mudah (www.wikipedia.com).
4. Faktor penyebab Frekuensi mengakses Friendster
Lingkungan sosial cenderung menilai orang dari fisik pada awal pertemuan. Orang yang memiliki daya tarik fisik yang baik biasanya dianggap memiliki kepribadian yang baik juga. Begitu sebaliknya bila penampilan fisik seseorang yang kurang baik akan dipandang juga memiliki kepribadian yang kurang baik (Ermida, 2001). Orang yang kesepian adalah orang yang cenderung rendah diri. Akibatnya orang kesepian akan memanifestasikan sikap kaku didalam pergaulannya secara langsung. Sikap kaku itu dapat terwujud dengan penapilan fisik yang tidak menarik, dan tidak percaya diri.
Didalam Friendster ini seorang yang kesepian dapat terbantu dalam proses proses afiliasinya terhadap orang lain, karena daya tarik fisik dan sikap kaku itu dapat disamarkan, karena proses afiliasinya tidak secara langsung. Oleh karena itu hal tesebut dapat meminimalkan ketertolakan fisik dari pihak lawan bicara.
15
Friendster menjadi banyak diminati karena selalu up to date, dan banyak para penggunanya yang berasal dari Asia khusunya Indonesia. Oleh karena itu faktor ini memungkinkan orang kesepian untuk menjalin relasi dengan mudah karena bahasa tidak menjadi kendala. Orang kesepiaanpun dapat menggunakan Friendster ini sebagai tempat untuk mencurahkan isi hatinya. Karena Friendster kini memiliki fasilitas yang sudah dikembangkan, yaitu fasilitas untuk mencurahkan isi hati seperti BLOG dan Bulletin Board.
Dinamika diatas didasari oleh penelitian sebelumnya oleh Ermida(2001) yang juga dikaitkan dengan definisi Friendster. Dari dinamika tersebut maka dapat dikategorikan faktor penyebab orang kesepian mengakses
Friendster, sebagai berikut :
a. Faktor ketertolakan daya tarik fisik
Didalam layanan jaringan sosial maya ini faktor daya tarik fisik dan perilaku ini dapat diminimalkan pengaruhnya sehingga orang-orang akan lebih mudah diterima maupun memperoleh dukungan dari orang lain, sebab pertemuan mereka tidak secara langsung atau face-to-face.
b. Faktor kebutuhan untuk berafiliasi
Maslow menyatakan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk dicintai atau berafiliasi terhadap orang lain (Schultz, 1991). Social network service ini mampu memberikan kesempatan pada seseorang untuk berafiliasi dengan orang lain. Dengan adanya wadah ini maka terbentuk lah perilaku seseorang untuk berafiliasi secara cyber. Dan hal ini membentuk suatu
16
fenomena baru, yaitu pergeseran gaya hidup dari afiliasi didalam dunia nyata menjadi afiliasi dunia cyber.
c. Faktor perkembangan Friendster
Friendster memiliki banyak para pengguna di Asia, khususnya Indonesia. Oleh karena banyaknya para pengguna, Friendsterpun berkembang dari Web Personal menjadi web social network service yang memungkinkan para penggunanya memasang foto, dan menulis artikel yang di kehendaki. Perkembangan selanjutnya Friendster memunculkan layanan dimana para penggunanya dapat memodifikasi seting tampilan social networknya sesuai keinginannya sendiri. Dengan kemajuannya ini maka bertambah juga para peminatnya.
C. Hubungan antara Kesepian dengan Perilaku mengakses Internet