Dasar
Hukum A.1 Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
5. Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 217/PMK.05/2015 tanggal 2 Desember 2015, tentang Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Nomor 13 tentang Penyajian Laporan Keuangan Badan Layanan Umum 7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 215/PMK.05/2016 tanggal 30 Desember
2016, tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 213/PMK.05/2013 Tentang Sistem Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat;
8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 220/PMK.05/2016 tanggal 30 Desember 2016, tentang Sistem Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum;
9. Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 222/PMK.05/2016 tanggal 30 Desember 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 177/PMK.05/2015 Tentang Pedoman Penyusunan Dan Penyampaian Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga
10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 225/PMK.05/2016 tentang Penerapan Sistem Akuntansi Pemerintah berbasis Akrual pada Pemerintah Pusat;
11. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan No. 62/PB/2009 Tentang Tata Cara Penyajian Informasi Pendapatan dan Belanja Secara Akrual pada Laporan.
12
Profil dan Rencana Strategis
A.2. PROFIL DAN KEBIJAKAN TEKNIS UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) adalah perguruan tinggi negeri tertua di Aceh. Berdiri pada tanggal 2 September 1961 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 11 tahun 1961, tanggal 21 Juli 1961. Pendirian Unsyiah dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia, nomor 161 tahun 1962, tanggal 24 April 1962 di Kopelma Darussalam, Banda Aceh. Unsyiah berkedudukan di Ibukota Provinsi Aceh dengan kampus utama terletak di Kota Pelajar Mahasiswa (Kopelma) Darussalam, Banda Aceh. Universitas Syiah Kuala telah ditetapkan sebagai instansi pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) semenjak tanggal 2 Mei 2018 berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 361/KMK.05/2018 Tentang Penetapan Universitas Syiah Kuala pada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.
Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi, Unsyiah memiliki fungsi yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik untuk kebutuhan lokal, nasional maupun regional. Sebagai universitas Jantung Hati Rakyat Aceh yang mengutamakan mutu, Unsyiah mengintegrasikan nilai-nilai universal, nasional, dan lokal untuk melahirkan sumberdaya manusia yang memiliki keselarasan dalam antara IPTEK dan IMTAQ. Keseimbangan diantara keduanya menjadi komponen utama dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, berbudi pekerti, menjunjung tinggi etika, estetika serta berakhlak mulia.
Diawali dengan pembentukan Yayasan Dana Kesejahteraan Aceh (YDKA) pada tanggal 21 April 1958 yang dibentuk untuk mengadakan pembangunan dalam bidang rohani dan jasmani guna mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi masyarakat. YDKA menyusun program antara lain (a) Mendirikan perkampungan pelajar/ mahasiswa di ibukota provinsi dan setiap kota kabupaten dalam wilayah Nanggroe Aceh Darussalam, (b) Mengusahakan berdirinya satu Universitas untuk daerah Nanggroe Aceh Darussalam. Selaras dengan ide tersebut, tanggal 29 Juni 1958, Penguasa perang Daerah Istimewa Aceh
membentuk KOMISI PERENCANA DAN PENCIPTA KOTA
PELAJAR/MAHASISWA. Komisi yang dipandang sebagai saudara kandung YDKA ini mempunyai tugas sebagai komisi pencipta, badan pemikir, dan inspirasi bagi
13
YDKA, sehingga komisi ini dipandang sebagai modal utama pembangunan perkampungan pelajar/mahasiswa.
Visi Universitas Syiah Kuala
Visi Universitas Syiah Kuala adalah menjadi universitas yang inovatif, mandiri, dan terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, humaniora, olahraga, dan seni sehingga menghasilkan lulusan berkualitas yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika.
Misi Universitas Syiah Kuala
1. Menyelenggarakan tridarma perguruan tinggi untuk mendukung pembangunan daerah, nasional, dan internasional berbasis sumberdaya lokal.
2. Meningkatkan kualitas akademik untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi.
3. Menerapkan manajemen mutu terpadu dibidang pendidikan melalui penerapan prinsip transparansi, partisipatif, efisien, dan produktif.
4. Memperkuat dan memperluas jaringan kerjasama institusional dalam rangka mengembangkan dan melestarikan temuan ilmu pengetahuan, teknologi, humaniora, olahraga dan seni.
5. Mewujudkan universitas yang mandiri.
Dalam rangka mencapai visi dan misi Universitas Syiah Kuala, maka dirumuskan dalam bentuk yang lebih terarah dan operasional berupa perumusan tujuan strategis, dalam rangka memecahkan permasalahan yang dihadapi untuk mewujudkan visi dan misi, maka tujuan strategis yang harus dicapai adalah: 1. Menjadi universitas yang bermutu di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat; 2. Menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menyelesaikan masalah-masalah kekinian yang muncul dalam masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, keimanan, dan ketaqwaan; 3. Memberikan pelayanan yang maksimal bagi seluruh stakeholders; 4. Menjadi universitas yang akuntabel mencirikan good governance; 5. Menjadi mitra (partner
in progress) bagi pembangunan daerah, nasional dan internasional; dan 6.
Menjadi universitas mandiri.
14
ditetapkan ukuran indikator tujuan tersebut secara kuantitatif.
Tujuan strategis tersebut akan dicapai dalam 4 (empat) sasaran strategis sesuai dengan permasalahan-permasalahan yang harus diselesaikan dalam kurun waktu 2015-2019. Sasaran strategis tersebut adalah: 1. Meningkatnya kualitas pembelajaran; 2. Meningkatnya relevansi, produktivitas dan daya saing hasil penelitian dan pengabdian pada masyarakat; 3. Meningkatnya kualitas kegiatan kemahasiswaan; dan 4. Revitalisasi pendukung Tridarma Perguruan Tinggi. Dalam mengemban mandat penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi, disusun struktur organisasi dengan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 48 Tahun 2015 sebagaimana diubah dengan Permenristekdikti No. 124 tahun 2016, sebagai berikut:
1. Dewan Penyantun adalah kelengkapan Universitas Syiah Kuala yang bertugas dan bertanggung jawab untuk ikut serta mengasuh dan membantu memecahkan permasalahan Universitas;
2. Senat merupakan organ yang menjalankan fungsi penetapan dan pertimbangan pelaksanaan kebijakan akademik;
3. Pimpinan Universitas Syiah Kuala yang terdiri dari Rektor dan para Wakil Rektor adalah penanggung jawab utama yang, di samping melaksanakan arahan dan kebijakan umum, mempunyai wewenang untuk menetapkan peraturan, norma, dan tolok ukur penyelenggaraan pendidikan tinggi atas dasar keputusan Senat Universitas;
4. Satuan Pengawas Internal merupakan organ yang menjalankan fungsi pengawasan non-akademik;
5. Fakultas dan Program Pascasarjana merupakan unsur pelaksana akademik yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Rektor. Fakultas dan Program Pascasarjana terdiri dari dua belas fakultas meliputi 15 program studi Diploma, 63 program studi Sarjana, 26 program studi Magister, tiga program studi Doktor, enam program Profesi serta sembilan program studi Spesialis dan Program Pascasarjana meliputi enam program studi magister dan empat program studi doktor;
6. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan unsur pelaksana akademik Universitas Syiah Kuala yang bertugas melaksanakan koordinasi, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
15
7. Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu merupakan unsur pelaksana akademik Universitas Syiah Kuala yang bertugas melaksanakan koordinasi, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kegiatan peningkatan pengembangan pendidikan dan penjaminan mutu. 8. Biro unsur pelaksana administrasi Unsyiah yang menyelenggarakan
pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh unsur di lingkungan Unsyiah.
9. UPT Perpustakaan merupakan unit pelaksana teknis di bidang perpustakaan.
10. UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan unit pelaksana teknis di bidang pengembangan dan pengelolaan sistem dan teknologi informasi dan komunikasi;
11. UPT Bahasa merupakan unit pelaksana teknis di bidang pengembangan pembelajaran bahasa dan layanan kebahasaan;
12. UPT Laboratorium Terpadu merupakan unit pelaksana teknis di bidang layanan laboratorium di lingkungan Unsyiah;
13. UPT Mitigasi Bencana merupakan unit pelaksana teknis di bidang mitigasi kebencanaan
Sebagai upaya meningkatkan kemandirian, dalam rangka menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU), Universitas Syiah Kuala mengoptimalkan tiga rumah Sakit yang dimiliki dalam Proses Pengesahan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT), yaitu Rumah Sakit Prince of Nayef (RSPN), Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM), dan Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Prof. Dr. Noerjanto. Universitas Syiah Kuala juga sedang mengusulkan pendirian Rumah Sakit Pendidikan.
Sedangkan susunan Dewan Pengawas PK-BLU Universitas Syiah Kuala sesuai Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 314/M/KPT/2019 tanggal 15 Januari 2019 sebagai berikut:
a. Hotmatua Daulay; b. Abdi A. Wahab; c. Kurniawan Nizar.
16
Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2018 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Universitas Syiah Kuala. Laporan Keuangan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga.
SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). SAI dirancang unutk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas dan Laporan Perubahan Saldo Awal. Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap, persediaan, dan aset lainnya untuk penyusunan neraca dan laporan barang milik Negara serta laporan manajerial lainnya.
Basis Akuntansi
A.3. Basis Akuntansi
Penyusunan Laporan Keuangan Universitas Syiah Kuala dilakukan berdasarkan kebijakan akuntansi Badan Layanan Umum sesuai dengan SAP berbasis akrual. Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayarkan. Sedangkan basis kas adalah basis akuntansi yang yang mengakui pengaruhi transaksi atau peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. Hal ini sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.
Dasar Pengukuran
A.4. Dasar Pengukuran
Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan setiap pos dalam laporan keuangan. Dasar pengukuran yang diterapkan Universitas Syiah Kuala dalam penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan adalah dengan menggunakan nilai perolehan historis.
Aset dicatat sebesar pengeluaran/penggunaan sumber daya ekonomi atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset tersebut. Kewajiban dicatat sebesar nilai wajar sumber daya ekonomi yang digunakan
17
pemerintah untuk memenuhi kewajiban yang bersangkutan.
Pengukuran pos-pos laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah. Transaksi yang menggunakan mata uang asing dikonversi terlebih dahulu dan dinyatakan dalam mata uang rupiah.
Kebijakan Akuntansi
A.5. Kebijakan Akuntansi
Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2018 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Disamping itu, dalam penyusunannya telah diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan. Kebijakan akuntansi merupakan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi-konvensi, aturan-aturan, dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
Sesuai dengan Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor S-5/PB/2019 Tanggal 4 Januari 2019 Universitas Syiah Kuala Universitas Syiah Kuala selaku satker BLU yang baru pertama kali menyusun dan menyampaikan Laporan Keuangan BLU sesuai PSAP 13 di Tahun 2018, menyajikan komponen Laporan Keuangan BLU tahun 2018 dengan membandingkan Laporan Keuangan BLU tahun 2018 dan tahun 2017 dengan ketentuan sebagai berikut:
a. LRA sampai dengan 31 Desember 2018 disajikan secara komparasi dengan LRA tahun anggaran 2017 audited (sebelum menjadi Satker BLU); b. LPSAL sampai dengan 31 Desember 2018 disajikan secara komparasi
tanpa penyajian angka di tahun 2017;
c. LO sampai dengan 31 Desember 2018 disajikan secara komparasi tanpa penyajian angka di tahun 2017;
d. LPE sampai dengan 31 Desember 2018 disajikan secara komparasi tanpa penyajian angka di tahun 2017;
e. Neraca sampai dengan 31 Desember 2018 disajikan secara komparasi dengan Neraca tahun anggaran 2017 audited;
f. LAK sampai dengan 31 Desember 2018 disajikan secara komparasi tanpa penyajian angka di tahun 2017;
Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Universitas Syiah Kuala adalah sebagai berikut:
18
LRA Pendapatan LRA BLU diakui pada saat pendapatan kas yang diterima BLU diakui sebagai pendapatan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan umum.
Akuntansi pendapatan-LRA dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).
Pendapatan-LRA disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan dalam Laporan Realisasai Anggaran.
Pendapatan-LO
(2) Pendapatan- LO
Pendapatan-LO adalah hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah ekuitas dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan dan tidak perlu dibayar kembali.
Pendapatan-LO diakui pada saat:
i. Timbulnya hak atas pendapatan atau timbulnya hak untuk menagih pendapatan yang diperoleh berdasarkan peraturan perundang-undangan atau timbulnya hak untuk menagih imbalan atas suatu pelayanan yang telah selesai diberikan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
ii. Direalisasi, yaitu adanya aliran masuk sumber daya ekonomi atas pendapatan atau adanya hak yang telah diterima oleh pemerintah tanpa terlebih dahulu adanya penagihan.
Akuntansi pendapatan-LO dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).
Pendapatan disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan pada Laporan Operasional.
Belanja (3) Belanja
Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam peride tahun anggaran yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah.
Akuntansi belanja dilaksanakan berdasarkan azas bruto, dicatat dan disajikan berdasarkan nilai nominal yang dikeluarkan dan tercantum dalam dokumen pengeluaran yang sah.
19
BLU disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan umum.
Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan perbendaharaan Negara (KPPN).
Belanja disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan selanjutnya klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi akan diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
Belanja disajikan menurut klasifikasi jenis belanja dalam Laporan Realisasi Anggaran.
Beban (4) Beban
Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam periode pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban.
Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban; terjadinya konsumsi aset; terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa.
Beban disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan selanjutnya klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
Aset (5) Aset
Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. Dalam pengertian aset ini tidak termasuk sumber daya alam seperti hutan, kekayaan di dasar laut, dan kandungan pertambangan. Aset diakui pada saat diterima atau pada saat hak kepemilikan berpindah.
Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Aset Tetap, Piutang Jangka Panjang dan Aset Lainnya.
20
Aset Lancar Aset Lancar
Suatu aset diklasifikasikan sebagai aset lancar jika diharapkan segera untuk dapat direalisasikan atau dimiliki untuk dipakai atau dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan.
Aset Lancar terdiri dari: 1. Kas dan Setara Kas (Kas di Bendahara Pengeluaran, Kas Lainnya dan Setara Kas dan Kas pada Badan Layanan Umum); 2. Investasi Jangka Pendek Badan Layanan Umum 3. Belanja Dibayar di Muka (Prepaid); 4. Pendapatan yang Masih Harus Diterima; 5. Piutang; 6. Persediaan.
Kas dan Setara Kas pada neraca BLU merupakan kas yang berasal dari pendapatan Universitas Syiah Kuala baik yang telah dan yang belum diakui oleh unit yang memiliki fungsi perbendaharaan umum.
Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. Kas dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca.
Kas dan setara kas disajikan di laporan posisi keuangan (neraca) pada urutan pertama dalam kelompok aset lancar.
Investasi Jangka Pendek merupakan bagian dari Kas dan Bank BLU yang sudah disahkan yang dialihkan penggunaannya untuk tujuan investasi jangka pendek dengan masa jatuh tempo 3-12 bulan sejak tanggal perolehan investasi termasuk didalamnya investasi dengan masa jatuh tempo kurang dari 3 bulan dengan klausul ARO (Automatic Roll Over).
Investasi Jangka Pendek disajikan di neraca pada kelompok aset lancar.
Belanja Dibayar di Muka (Prepaid) merupakan pengeluaran Universitas Syiah Kuala yg telah dibayarkan dari Rekening Kas Umum Negara & membebani pagu anggaran, namun barang/jasa/fasilitas dari pihak ketiga belum diterima/dinikmati Universitas Syiah Kuala.
Belanja Dibayar di Muka (Prepaid) disajikan di neraca pada kelompok aset lancar.
Pendapatan yang Masih Harus Diterima merupakan pendapatan yang sampai dengan tanggal pelaporan belum diterima oleh Universitas Syiah Kuala karena adanya tunggakan pungutan pendapatan dan transaksi lainnya yang menimbulkan hak tagih satuan kerja/pemerintah dalam rangka
21
pelaksanaan kegiatan pemerintahan.
Pendapatan yang Masih Harus Diterima pada Universitas Syiah Kuala merupakan pendapatan sewa dan pendapatan uang Sumbangan Penunjang Pendidikan (SPP) yang belum diterima dari mahasiswa dan masa perkuliahan sedang berjalan.
Pendapatan yang Masih Harus Diterima disajikan di neraca pada kelompok aset lancar.
Piutang merupakan hak atau pengakuan pemerintah atas uang atau jasa terhadap pelayanan yang telah diberikan dan belum diselesaikan pembayaran atau serah terimanya hingga tanggal jatuh tempo.
Piutang dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai rupiah piutang yang belum dilunasi.
Pada Universitas Syiah Kuala piutang merupakan piutang dari pendapatan pendidikan, yaitu piutang yang timbul dari jasa pendidikan berupa pendapatan uang SPP.
Piutang SPP diakui saat mahasiswa telah mengikuti kegiatan akademik namun belum dilakukan pembayaran hingga tanggal jatuh tempo.
Tanggal jatuh tempo merupakan batas akhir seluruh jasa layanan pendidikan untuk 1 (satu) periode tertentu selesai diberikan.
Piutang disajikan dalam neraca pada nilai yang dapat direalisasikan (net realizable value). Hal ini diwujudkan dengan membentuk penyisihan piutang tak tertagih. Penyisihan tersebut didasarkan atas kualitas piutang yang ditentukan berdasarkan jatuh tempo dan upaya penagihan yang dilakukan oleh Universitas Syiah Kuala. Kriteria kualitas piutang disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Kriteria Kualitas Piutang
Kualitas Piutang Uraian Penyisihan
Lancar Belum dilakukan pelunasan s.d. tanggal jatuh tempo yang
ditetapkan 0.5%
Kurang Lancar Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan pertama
tidak dilakukan pelunasan 10%
Diragukan Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Kedua
tidak dilakukan pelunasan 50%
Macet 1. 2.
Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan
Piutang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN)
22
Penyajian transaksi penyisihan piutang dilakukan pada akhir periode pelaporan.
Piutang disajikan dalam neraca sesuai dengan nilai bersih.
Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional Universitas Syiah Kuala, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.
Persediaan mencakup barang habis pakai, barang tak habis pakai dan barang bekas pakai.
Persediaan diakui saat:
- Potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh Universitas Syiah Kuala dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal;
- Diterima atau hak kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah, dokumen sumber untuk mencatat transaksi persediaan masuk adalah kuitansi pembayaran dan atau Surat Perintah Membayar (SPM)/Surat Perintah Pengesahan Pendapatan dan Belanja BLU (SP3B BLU), serta Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D)/ Surat Pengesahan Pendapatan dan Belanja BLU (SP2B BLU).
Nilai persediaan dicatat berdasarkan hasil inventarisasi fisik pada tanggal neraca dikalikan dengan:
o harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan pembelian; o harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;
o harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya.
Universitas Syiah Kuala menggunakan alat bantu aplikasi persediaan dalam mencatat dan menatausahakan barang persediaan. Aplikasi ini diwajibkan untuk dipakai di seluruh unit kerja yang berada di bawah koordinasi dengan Eselon I. Karakteristik aplikasi ini adalah menggunakan harga pembelian terakhir untuk menghitung nilai akhir persediaan.
23
Aset Tetap Aset Tetap
Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan Universitas Syiah Kuala atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
Suatu aset diakui sebagai aset tetap apabila memenuhi kriteria: o Berwujud;
o Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan; o Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal;
o Tidak dimaksudkan untuk dijual atau dibagikan kepada masyarakat, tetapi digunakan dalam kegiatan operasional Universitas Syiah Kuala dan kegiatan operasional pihak lain selama hak kepemilikan tidak berpindah tangan.
Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum kapitalisasi sesuai dengan PMK Nomor 181/PMK.06/2016 sebagai berikut:
Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp1.000.000 (satu juta rupiah);
Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah);
Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di atas, diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk