• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cukup Siapkah Kita?

D. Babak Baru Program Jaminan Pensiun Oleh BPJS Ketenagakerjaan

6. Pentahapan Implementasi

Berdasarkan hasil riset dan pertimbangan-pertimbangan yang ada, ada beberapa opsi yang dapat dilakukan agar Program Jaminan Pensiun yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan dapat berjalan dengan efektif dan tepat sasaran sesuai dnegan spiritnya. Opsi-opsi tersebut adalah:

1. Pentahapan atas implementasi Jaminan Pensiun paling lambat pada tahun 2019.

Pelaksanaan Jaminan Pensiun pada tanggal 1 Juli 2015 mendatang merupakan program prematur dimana baik tidak ada kesiapan baik dari sistem ataupun dari pihak penyelenggaranya. Sehingga dengan

Strategic Studies Yang Dilakukan Oleh ATC Pusat Studi Apindo-DPN APINDO 2015 135 menunda waktu pelaksanaan Program Jaminan Pensiun hingga tahun 2019 sebagaimana telah ditetapkan pada awalnya, akan memberikan sedikit waktu bagi Pemerintah untuk mempersiapkan dan mematangkan sistem pelaksanaan, serta bagi Pengusaha sebagai pihak yang akan turut mengiur untuk mempersiapkan perusahaannya agar ketika nanyi program berlangsung tidak akan mempengaruhi keadaan bisnis yang telah berkembang.

2. Pentahapan terkait dengan besar kecilnya perusahaan sebagai peserta Jaminan Pensiun.

Sistem Jaminan Pensiun saat ini yang mewajibkan seluruh perusahaan baik dengan skala besar hingga skala mikro, serta menyamaratakan besar premi yang harus dibayar adalah kebijakan yang tidak dewasa.

Mengingat Indonesia sebagai negara besar yang sedang berkembang dengan beragamnya jenis usaha, rumitnya hubungan industrial yang ada, dan fokus pemerintah untuk meningkatkan kondisi perekonomian negara, seharusnya Program Jaminan Pensiun dilaksanakan secara bertahap dimana dilaksanakan terlebih dahulu kepada Perusahaan dengan skala menengah-besar, lalu dilanjutkan dengan pelaksanaan oleh usaha skala kecil-mikro setelah pelaksanaan Program Jaminan Pensiun oleh perusahaan sedang-besar telah berjalan dengan baik.

3. Pentahapan terkait kriteria perusahaan yang akan menjadi anggota Jaminan Pensiun.

Besarnya kemungkinan doble cost yang akan dikeluarkan perusahaan yang menjadi peserta dana pensiun DPLK/DPPK apabila Program Pensiun BPJS Ketenagakerjaan dilaksanakan akan benar-benar mempengaruhi stabilitas bisnis perusahaan, bahkan negara. Oleh karena itu, seharusnya program jaminan pensiun dapat diliaksanakan khusus perusahaan-perusahaan yang bukan merupakan peserta dana pensiun DPLK/DPPK sehingga tidak ada perusahaan yang double cost.

Strategic Studies Yang Dilakukan Oleh ATC Pusat Studi Apindo-DPN APINDO 2015 136 Agar tujuan mulia penyelenggaraan program jaminan penisun SJSN tercapai secara optimal, maka implementasinya harus disikapi secara beojaksana dengan mempertimbangkan berbagai aspek kepentingan nasional lainnya. Slaah satunya adalah dengan memperhatikan sistem penyelenggaraan program pensiun yang telah ada saat ini yang didasarkan pada UU Dana Penisun.

Pelaksanaan program jaminan pensiun SJSN yang bersifat wajib, secara otomatis akan mempengaruhi sturktur dan tingkat biaya bagi pemberi kerja.

Walaupun di sisi lain program ini juga akna membangun kekuatan ekonomi nasional dan hasil pemupukan dananya. Adanya tambahan biaya tersbeut dapat menyebabkan pemberi kerja bereaksi dengan menata ulang program kesejahteraan yang disediakan bagi karyawannya untuk meminimalisir biaya yang dikeluarkan untuk program tersebut.

Dalam konteks tersebut, bagi pemberi kerja yang sebelumnya telah memiliki program pensiun sukarela akan sangat mungkin mengakhiri program pensiunnya demi memenuhi kewajiban mengikuti program pensiun SJSN. Padahal, bisa jadi program pensiun yang dimiliki saat ini memberikan manfaat pensiun yang lebih baik bagi karyawannya.

Karenanya, harmonisasi terhadap pengaturan sistem pensiun secara menyeluruh merupakan suatu keharusan agar program yang dijalankan berdampak positif bagi seluruh masyarakat.

Strategic Studies Yang Dilakukan Oleh ATC Pusat Studi Apindo-DPN APINDO 2015 137

OPPORTUNITY

Saat ini Indonesia telah mencapai tahap yang sangat penting di dalam usaha untuk memberikan manfaat jaminan sosial kepada seluruh pekerjanya dan dalam mereformasi sistem jaminan nasionalnya sehingga sistem tersebut dapat bekerja lebih baik untuk pekerja yang menjadi peserta sistem tersebut. Akan tetapi sistem jaminan sosial yang ada, terlebih sistem jaminan pensiun yang rencananya akan dilaksanakan efektif pada tanggal 1 Juli mendatang dinilai masih jauh dari kata siap, baik dari segi kesiapan mental penanggung jawab dan pihak-pihak terkait, segi regulasi, dan juga kemantapan sistem yang akan dilaksanakan.

Berkaca pada kenyataan yang ada, karena masih banyak sistem dari jaminan pensiun yang harus dibenahi bersama, Apindo menilai bahwa masa berlaku program jaminan pensiun harus ditunda demi kemaslahatan bersama. Pasalnya, ketidaksiapan program jaminan pensiun ini akan berdampak sistemik dan domino yang berujung pada memburuknya kesinambungan fiskal pemerintah. Program ini pun juga tidak mempertimbangkan proyeksi penuaan penduduk Indonesia dalam waktu dekat yang akan menambah beban fiskal pemerintah, dan juga tidak mempertimbangkan kemungkinan tata kelola program yang lemah. Faktor-faktor tersebut akan membahayakan prospek hari tua pekerja, dan kemungkinan akan membawa mereka ke jurang kemiskinan pada saat mereka mencapai usia pensiun.

Sistem Jaminan Pensiun seharusnya berfungsi secara berkelanjutan sebagai tabungan, redistribusi, dan instrumen asuransi. Disamping itu, seharusnya sistem jaminan pensiun yang spiritnya adalah sebagai dasar dari penghasilan rakyat di usia tidak produktif seharusnya tidak pula membebankan pihak lain, yang dalam hal ini adalah perusahaan.

Spirit yang baik dan konsep perbaikan yaitu memperluas jangkauan sistem pensiun, baik kepada pekerja sektor formal maupun sektor informal di Indonesia, seharusnya juga diimbangi oleh tindakan-tindakan yang bertujuan untuk mereformasi sistem tersebut dengan mengembangkan kompetensi dan mengundang partisipasi sektor swasta untuk ikut membantu pengadaan jaminan pensiun. Apabila hal tersebut dapat terlaksana dengan baik,

Strategic Studies Yang Dilakukan Oleh ATC Pusat Studi Apindo-DPN APINDO 2015 138 kita patut berharap bahwa bangsa Indonesia akan menjadi sebah bangsa yang bahagia dan sejahtera sepertu yang telah dicita-citakan oleh para pendiri negara pada saat negara ini diproklamasikan.

Note : fakta fakta tentang jaminan pensiun dan penutup

Strategic Studies Yang Dilakukan Oleh ATC Pusat Studi Apindo-DPN APINDO 2015 139