DATA UJI ARTIKEL 1. Kebakaran Hutan di Indonesia
10. Pentingnya Hutan Mangrove bagi Lingkungan Hidup
Hutan mangrove merupakan sekumpulan pepohonan yang tumbuh di area sekitar garis pantai yang dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut serta berada pada tempat yang mengalami akumulasi bahan organik dan pelumpuran. Hutan mangrove yang juga biasa dikenal dengan sebutan hutan bakau ini merupakan sebuah ekosistem yang bersifat khas karena adanya aktivitas daur penggenangan oleh pasang surut air laut. Pada habitat ini hanya pohon mangrove atau bakau yang mampu bertahan hidup dikarenakan proses evolusi serta adaptasi yang telah dilewati oleh tumbuhan mangrove.
Hutan mangrove memiliki fungsi yang sangat besar bagi lingkungan hidup kita diantarnya yakni, 1) sebagai tumbuhan yang mampu menahan arus air laut yang mengikis daratan pantai, dengan kata lain tumbuhan mangrove mampu untuk menahan air laut agar tidak mengikis tanah di garis pantai. 2)Sebagaimana fungsi tumbuhan yang lain, mangrove juga memiliki fungsi sebagai penyerap gas karbondioksida (CO2) dan penghasil oksigen (O2). 3)Hutan mangrove memiliki peran sebagai tempat hidup berbagai macam biota laut seperti ikan-ikan kecil untuk berlindung dan mencari makan. Selain binatang laut, bagi hutan mangrove yang ruang lingkupnya cukup besar sering terdapat jenis binatang darat di dalamnya seperti kera dan burung.
Dari beberapa fungsi hutan bakau yang telah dipaparkan di atas, tentunya hal yang paling esensial bagi kelangsungan hidup kita adalah fungsi hutan
A-15 mangrove sebagai penghasil oksigen (O2) dan penyerap gas karbondioksida serta sebagai pencegahan abrasi. Rusaknya hutan mangrove dapat mengakibatkan hilangnya fungsi-fungsi di tersebut. Bayangkan jika hutan rusak, tak ada lagi sesuatu yang mampu menghasilkan oksigen (O2) untuk kita bernapas, tidak adalagi sesuatu yang dapat menyerap gas (CO2) yang merupakan gas racun dan berbahaya bagi tubuh manusia, serta tak ada lagi suatu pertahanan kokoh yang mampu menahan laju abrasi.
Saat ini keadaan hutan mangrove di sepanjang pesisir pantai Indonesia begitu memperihatinkan. Sebagian besar rusak dan diantaranya habis akibat aktivitas penebangan dan lain-lain. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi kelestarian lingkungan hidup kita.
Mengingat begitu pentingnya hutan mangrove bagi kelangsungan lingkungan hidup kita, perlu adanya solusi untuk penanggulangan masalah yang selama ini terjadi pada hutan mangrove. Solusi yang dapat kita lakukan diantaranya yakni, 1)perlu adanya lahan konservasi terhadap hutan mangrove dalam rangka penjagaan dan pelestarian hutan agar fungsi-fungsi mangrove dapat dioptimalkan sebaik mungkin. 2)Melakukan reboisasi atau penanaman kembali terhadap hutan mangrove yang telah rusak. Dalam hal ini perlu adanya keterlibatan antara pemerintah dan warga secara teknis dalam pelaksanaan reboisasi. 3)Perlu adanya manajemen tata ruang yang baik terhadap wilayah pesisir pantai berhutan mangrove, sehingga dapat berpotensi ekonomis dalam hal pariwisata. Provit yang diperoleh dari wisata alam ini dapat digunakan untuk keterbutuhan pelestarian mangrove. 4)Perlu adanya penyuluhan dalam rangka memahamkan masyarakat terhadap pentingnya kelestarian hutan mangrove bagi lingkungan hidup. 5)Sanksi hukum yang tegas terhadap siapapun yang merusak kelestarian hutan mangrove.
Kelestarian lingkungan hidup amatlah penting bagi kita. Menjaga mangrove merupakan bagian dari tindakan nyata atas kepedulian kita terhadap lestarinya alam dan kehidupan. Mulai dari diri sendiri, marilah jaga lingkungan demi hidup dan kehidupan.
A-16 11. Kabut Asap, Bencana ataukah Disengaja?
Saat ini tanah air kita sedang ditimpa sebuah masalah, yaitu kepungan kabut asap yang mengganggu dan menyebabkan permasalahan yang pelik di tanah Palembang, Riau, dan Kalimantan. Bahkan kabut asap itu telah mengganggu penglihatan manusia yang hanya memiliki jarak pandang 5 meter saja. Bahkan kabut asap ini sudah melewati batas normal sehingga sudah menjadi racun berbahaya di udara yang terus menerus terhirup oleh saudara suadara kita. Akibatnya, sudah banyak masyarkat yang terkena dampaknya, salah satunya adalah banyak masyarakat terjangkit penyakit ISPA yang menyerang alat pernafasan mereka.
Kabut asap tersebut berasal dari hutan-hutan yang terbakar di musim kemarau ini. Hal ini dikarenakan jenis lahan gambut di daerah sana, membuat hutan di Palembang, Riau, dan sebagian Pulau Kalimantan mudah terbakar. Bahkan hampir setiap tahun hutan itu terbakar dan mengirimkan asap-asapnya hingga ke negara tetangga.
Bila kita cari akar permasalahannya, apakah benar kabut asap ini hanya bencana alam ataukah ada konspirasi di dalamnya. Jika kita berfikir menggunakan logika, bagaimana bisa hutan yang luas tersebut terbakar dalam waktu yang sangat cepat dengan sendirinya. Selain itu, bagaimana bisa banyak sekali di temukan titk-titik api yang tersebar luas di dalam hutan tersebut dalam waktu yang sangat singkat.
Nah, dari sini sebenarnya kita sudah bisa mengetahui bahwa ada dalang dibalik semua kejadian ini. Meskipun kita tidak bisa secara gamblang menunjuk salah satu pihak sebagai pelakunya. Namun, mari kita pikirkan kembali, siapakah yang mendapatkan keuntungan jika hutan itu terbakar? Tentunya perusahaan-perusahaan yang memiliki hak pengelolaan hutanlah yang mendapatkan keuntungan itu. Jika hutan terbakar, mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya yang besar untuk membuka hutan dan akhirnya membakarnya adalah pilihan yang paling tepat buat mereka.
Fakta yang ada tersebut seharusnya sudah cukup untuk dijadikan bukti siapa dalang di balik terbakarnya hutan ini. Mereka pasti dengan sengaja
A-17 membakar hutan demi kepentingan pribadi mereka sendiri tanpa memikirkan dampaknya. Padahal, hutan yang mereka gunakan adalah milik negara yang artinya miliki masyarakat pula.
Akibat dari perbuatan mereka itu banyak sekali kerugian-kerugian yang diterima oleh masyarakat bahkan oleh Indonesia. Di satu sisi, masyarakat menjadi terganggu karena setiap hari mereka menghirup racun yang ada. Di sisi lain, wajah pemerintah Indonesia ikut tercoreng karena dianggap tidak becus dalam mengatasi kebakaran hutan.
Sudah semestinya kita sebagai masyarakat yang dirugikan tidak tinggal diam melihat masalah seperti ini. Kita harus menuntut pemerintah untuk melakukan tindakan yang nyata dalam mengatasi bencana ini. Karena jika tidak di atasi, maka kasus kebakaran hutan ini akan semakin meluas dan menimbulkan korban yang lebih banyak.
Berdasarkan fakta-fakta yang telah disampaikan di atas, sudah jelas bahwa kasus kebakaran hutan ini bukanlah bencana alam semata, melainkan ulah dari orang-orang yang tidak bertangung jawab. Oleh karena itu, pemerintah harus cepat mengambil tindkan untuk mengatasi ini semua. Dimulai dari melakukan tindakan memadamkan api, mengobati masyarakat yang terkena dampaknya, dan memberikan sangsi yang tegas kepada para pelaku pembakaran hutan. Yaitu dengan mencabut hak ijin pengelola hutan bagi perusahaan dan memenjarakan aktor penting di balik bencana ini.
12. Fenomena Air Laut Terpisah di Jembatan Suramadu Biasa