Dalam bab ini diuraikan kesimpulan dari seluruh sajian LAKIP serta harapan adanya koreksi untuk peningkatan kinerja Pengadilan Negeri Kuala Kurun di masa mendatang.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2020 16
A. Rencana Strategis Tahun 2020 – 2024
Rencana Kinerja Tahunan adalah penjabaran dari Rencana Strategis (Renstra) yang penyusunan rencananya di setiap awal tahun anggaran. Untuk menetapkan target kinerja maka tidak terlepas core bussines Peradilan Umum yaitu menerima,
memeriksa, dan memutus perkara, sehingga apa saja yang harus dilaksanakan yang
didukung oleh jumlah anggaran yang mencukupi dan berimbang untuk menyelesaikan perkara yang diterima dari para pencari keadilan sampai menjadi putusan yang seadil adilnya.
Selanjutnya untuk memberikan arah dan sasaran yang jelas serta sebagai pedoman dan tolok ukur kinerja Pengadilan Negeri Kuala Kurun diselaraskan dengan arah kebijakan dan program Mahkamah Agung yang disesuaikan dengan rencana pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPN) Nasional 2005 – 2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019, sebagai pedoman dan pengendalian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan Pengadilan dalam mencapai visi dan misi serta tujuan organisasi. Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan untuk mewujudkan tercapainya tugas pokok dan fungsi Pengadilan Negeri Kuala Kurun. Adapun visi dari Pengadilan Negeri Kuala Kurun adalah: “Terwujudnya Pengadilan Negeri Kuala Kurun yang Agung”
Untuk mencapai visi tersebut, Pengadilan Negeri Kuala Kurun menetapkan misi yang menggambarkan hal yang harus dilaksanakan, yaitu :
Visi dan Misi Pengadilan Negeri Kuala Kurun
V i s i
Visi Pengadilan Negeri Kuala Kurun mengacu pada Visi Mahkamah Agung RI yang berhasil dirumuskan pada kesimpulan Rakernas Mahakamah Agung beberapa tahun lalu tepatnya pada 10 September 2009 dan masih ditetapkan pada rakernas berikutnya.
Melalui visi ini, ingin menjadikan Pengadilan Negeri Kuala Kurun sebagai Institusi yang dihormati, dimana didalamnya dikelola oleh hakim dan pegawai yang memiliki kemuliaan dan kebesaran serta keluhuran sikap dan jiwa dalam melaksanakan tugas pokoknya, yaitu memutus perkara. Visi Badan Peradilan
BAB II
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2020 17 tersebut di atas, dirumuskan dengan merajuk pada Pembukaan UUD 1945, terutama
alinea kedua dan alinea keempat, sebagai tujuan Negara Republik Indonesia. Visi merupakan harapan dan cita-cita Pengadilan Negeri Kuala Kurun khususnya dan Mahkamah Agung pada umumnya. Untuk mewujudkan Visi tersebut, maka perlu peningkatan Sumber Daya Manusia baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Serta sarana dan prasarana pendukung yang memadai.
Misi
Untuk Visi dari suatu organisasi, maka perlu dijabarkan dalam bentuk Misi yang harus dijalankan. Adapun Misi Pengadilan Negeri Kuala Kurun, sesuai dengan misi Mahkamah Agung Republik Indonesia, yaitu :
1. Menjaga kemandirian Pengadilan Negeri Kuala Kurun.
2. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan.
3. Meningkatkan kualitas kepemimpinan Pengadilan Negeri Kuala Kurun.
4. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi Pengadilan Negeri Kuala Kurun.
Penjelasan keempat misi Badan Peradilan yang digagas, dalam rangka memastikan “Terwujudnya Badan Peradilan Yang Agung” adalah sebagai berikut :
a. Menjaga Kemandirian Badan Peradilan
Syarat utama terselenggaranya suatu proses peradilan yang obyektif adalah adanya kemandirian lembaga yang menyelenggarakan peradilan, yaitu kemandirian badan peradilan sebagai sebuah lembaga (kemandirian instutional), serta kemandirian hakim dalam menjalankan fungsinya (kemandirian individual/fungsional). Kemandirian menjadi kata kunci dalam usaha melaksanakan tugas pokok dan fungsi badan peradilan secara efektif. Sebagai konsekuensi dari penyatuan atap, dimana badan peradilan telah mendapatkan kewenangan atas urusan organisasi, administrasi dan finansial (konsep satu atap), maka fungsi perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan organisasi, administrasi dan finansial seluruh badan peradilan di Indonesia harus dijalankan secara baik. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengganggu pelaksanaan tugas kekuasaan kehakiman yang diembannya. Hal penting lain yang perlu diperjuangkan adalah kemandirian pengelolaan anggaran berbasi kinerja dan penyediaan sarana pendukung dalam bentuk alokasi yang pasti dari APBN. Kebutuhan adanya kepastian ini untuk memberikan jaminan penyelenggaraan pengadilan diseluruh Indonesia. Selain kemandirian Instutional, kemandirian
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2020 18 badan peradilan juga mengandung aspek kemandirian hakim untuk memutus
(kemandirian individual/fungsional) yang terkait erat dengan tujuan penyelenggaraan peradilan. Tujuan penyelenggaraan peradilan yang dimaksud adalah untuk menjamin adanya pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil setiap manusia. Selain itu juga perlu dibangun pemahaman dan kemampuan yang setara diantara hakim mengenai masalah-masalah hukum yang berkembang.
b. Memberikan Pelayanan Hukum yang Berkeadilan kepada Pencari Keadilan Tugas badan peradilan adalah menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Oleh karenanya orientasi perbaikan yang dilakukan oleh Mahkamah Agung harus mempertimbangkan kepentingan pencari keadilan dalam memperoleh keadilan. Dengan demikian adalah keharusan bagi setiap badan peradilan untuk meningkatkan pelayanan publik dan memberikan jaminan proses peradilan yang adil. Keadilan, bagi para pencari keadilan pada dasarnya merupakan suatu nilai yang subyektif, karena adil menurut satu pihak belum tentu adil bagi pihak lain. Penyelenggaraan peradilan atau penegakan hukum harus dipahami sebagai sarana untuk menjamin adanya suatu proses yang adil, dalam rangka menghasilkan putusan yang mempertimbangkan kepentingan (keadilan menurut) kedua belah pihak. Perbaikan yang dilakukan oleh Mahkamah Agung, selain menyentuh aspek yudisial, yaitu substansi putusan yang dapat dipertanggung jawabkan, juga akan meliputi peningkatan pelayanan administratif sebagai penunjang berjalannya proses yang adil. Sebagai contoh adalah adanya pengumuman jadwal sidang secara terbuka dan pemberian salinan putusan, sebagai bentuk jaminan akses bagi pencari keadilan.
c. Meningkatkan Kualitas Kepemimpinan Badan Peradilan
Kualitas kepemimpinan badan peradilan akan menentukan kualitas dan kecepatan pergerakan perubahan badan peradilan. Dalam sistem satu atap, peran pimpinan badan peradilan, selain menguasai aspek teknis yudisial, diharuskan juga mampu merumuskan kebijakan-kebijakan non teknis (yudisial). Terkait aspek yudisial, seorang pimpinan pengadilan bertanggungjawab untuk menjaga adanya kesatuan hukum di pengadilan yang dipimpinnya. Untuk area non-teknis, secara operasional, Pimpinan badan peradilan dibantu oleh pelaksana urusan administrasi. Dengan kata lain Pimpinan badan peradilan harus memiliki kompetensi yudisial dan nonyudisial. Demi terlaksananya upaya-upaya tersebut, Mahkamah Agung akan menitikberatkan peningkatan kualitas
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2020 19 kepemimpinan badan peradilan dengan membangun dan mengembangkan
kompetensi teknis yudisial dan nonyudisial.
d. Meningkatkan Kredibilitas dan Transparansi Badan Peradilan
Kredibilitas dan transparansi badan peradilan merupakan faktor penting untuk mengembalikan kepercayaan pencari keadilan kepada badan peradilan. Upaya menjaga kredibilitas akan dilakukan dengan mengefektifkan sistem pembinaan, pengawasan, serta publikasi putusan-putusan yang dapat dipertanggngjawabkan. Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, adanya pengelolaan organisasi yang terbuka, juga akan membangun kepercayaan pengemban kepentingan di dalam badan peradilan itu sendiri. Melalui keterbukaan informasi dan pelaporan internal, personil peradilan akan mendapatkan kejelasan mengenai jenjang karir, kesempatan pengembangan diri dengan pendidikan dan pelatihan, serta penghargaan atau pun hukuman yang mungkin mereka dapatkan. Terlaksananya prinsip transparans, pemberian perlakuan yang setara, serta jaminan proses yang jujur dan adil, hanya dapat dicapai dengan usaha para personil peradilan untuk bekerja secara profesional dan menjaga integritasnya.
Motto
Selain Visi dan Misi diatas, guna meningkatkan semangat budaya kerja Pengadilan Negeri Kuala Kurun juga telah mempunyai Motto yang dituangkan dalam kalimat “PASTI” yang merupakan kepanjangan atau penjabaran dari : (Profesional, Adil, Sistematis, Transparan, Inovatif)
Tujuan dan Sasaran Strategis
Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, selanjutnya dirumuskan tujuan strategis Pengadilan Negeri Kuala Kurun.
Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan visi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sampai 5 (lima) tahun. Oleh karena itu, setiap tujuan strategis yang ditetapkan memiliki indikator kinerja (performance indicator) yang terukur. Dengan diformulasikan tujuan strategis Pengadilan Negeri Kuala Kurun akan dapat secara tepat mengetahui apa yang harus dilaksanakan oleh organisasi dalam memenuhi visi misinya untuk kurun waktu satu sampai dengan lima tahun ke depan dan memungkinkan untuk mengukur sejauh mana visi dan misi organisasi telah dicapai mengingat tujuan strategis dirumuskan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2020 20 berdasarkan visi dan misi dari organisasi. Adapun tujuan yang hendak dicapai
Pengadilan Negeri Kuala Kurun adalah sebagai berikut: 1. Terwujudnya kepercayaan publik atas layanan peradilan; 2. Terwujudnya dukungan pelaksanaan tugas Mahkamah Agung;
Dan tujuan strategis diatas dijabarkan dalam bentuk indikator kinerja sebagai berikut :
Tabel 2.1. Indikator Kinerja
No Tujuan Indikator Kinerja Target
1 Terwujudnya Kepercayaan Publik atas layanan Pengadilan Negeri Kuala Kurun
Persentase perkara yang diselesaikan tepat waktu
90%
Persentase perkara yang diselesaikan melalui pembebasan biaya / Prodeo
0%
Persentase perkara yang diselesaikan melalui siding keliling/Zitting Plats
0%
Persentase perkara yang terlayani melalui Posbakum
100%
Persentase kepuasan para pencari keadilan terhadap layanan peradilan
95%
Nilai Akreditasi Penjaminan Mutu Pengadilan Negeri Kuala Kurun
A
2 Terwujudnya dukungan pelaksanaan tugas Mahkamah Agung
Persentase pelaksanaan
pengawasan kinerja pada Pengadilan Negeri Kuala Kurun
100%
Persentase Jumlah SDM yang mengikuti pelatihan Teknis dan Administrasi umum 60% Persentase transparansi Pengelolaan Keuangan 100% Persentase transparansi Pengelolaan Aset 100%
Sasaran adalah penjabaran dari tujuan terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai dalam rentang waktu tahun 2020 sampai dengan tahun 2024. Sesuai dengan arah pembangunan bidang hokum yang tertuang dalam RPJMN Tahun 2020-2024 serta
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2020 21 dalam rangka mewujudkan Visi Terwujudnya Badan Peradilan yang Agung, maka
Mahkamah Agung telah menetapkan sasaran strategis sebagaimana termuat dalam Rencana Strategis (RENSTRA) Mahkamah Agung 2020-2024.
Sasaran strategis yang akan dicapai Pengadilan Negeri Kuala Kurun adalah sebagai berikut :
1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel 2. Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara
3. Meningkatnya Akses Peradilan Bagi Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan 4. Meningkatnya Kepatuhan Terhadap Putusan Pengadilan
Terdapat penambahan pada sasaran strategis “Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara” indikator kinerja utama “Persentase salinan putusan yang diterima oleh para pihak tepat waktu” dengan target tahun 2021 adalah “90%”, sesuai dengan Renstra Mahkamah Agung tahun 2020-2024.
Secara lebih rinci sasaran dan indikator kinerja tersebut dapat dijabarkan dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 2.2. Penjabaran Sasaran dan Indikator Kinerja
No Kinerja Utama Indikator Kinerja Utama Target
(%)
1 Terwujudnya proses
peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel
Persentase Sisa Perkara yang diselesaikan :
- Perdata - Pidana
90 90 Persentase perkara yang
diselesaikan tepat waktu : - Perdata
- Pidana
90 90 Persentase perkara yang tidak
mengajukan upaya hukum : - Banding - Kasasi - PK 70 70 70 Persentase perkara pidana anak
yang diselesaikan melalui Diversi
1
Indeks responden pencari keadilan yang puas terhadap
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2020 22
layanan peradilan
2 Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara
Persentase salinan putusan yang diterima oleh para pihak tepat waktu
90
Persentase perkara yang diselesaikan melalui Mediasi
2
Persentase berkas perkara yang diajukan banding, kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu
100
Persentase putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah diputus
90
3 Meningkatnya akses
peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan
Persentase perkara prodeo yang diselesaikan
0
Persentase perkara yang diselesaikan di luar gedung pengadilan
0
Persentase pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat
layanan bantuan hukum
(Posbakum)
100
4 Meningkatnya kepatuhan
terhadap putusan
pengadilan
Persentase putusan perkara perdata yang ditindaklanjuti (Dieksekusi)
5
B. Rencana Kinerja Tahun 2020
Rencana Kinerja Tahunan adalah penjabaran dari Rencana Strategis (Renstra) yang penyusunan rencananya di setiap awal tahun anggaran. Untuk menetapkan target kinerja maka tidak terlepas core bussines Peradilan Umum yaitu menerima,
memeriksa, dan memutus perkara, sehingga apa saja yang harus dilaksanakan yang
didukung oleh jumlah anggaran yang mencukupi dan berimbang untuk menyelesaikan perkara yang diterima dari para pencari keadilan sampai menjadi putusan yang seadil
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2020 23 adilnya. Untuk tahun 2020 Pengadilan Negeri Kuala Kurun menetapkan rencana kinerja
tahunan sebagai berikut :
Tabel : 2.3. Rencana Kinerja Tahun 2020 Pengadilan Negeri Kuala Kurun
C. Perjanjian Kinerja Tahun 2020
Perjanjian Kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Penetapan Kinerja ini merupakan tolok ukur evaluasi akuntabilitas kinerja pada akhir tahun 2020. Sasaran-sasaran yang akan dicapai oleh Pengadilan Negeri
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel
a. Persentase sisa perkara yang diselesaikan :
- Perdata - Pidana
90% 90% b. Persentase perkara yang diselesaikan
tepat waktu : - Perdata - Pidana
90% 90% c. Persentase Putusan Perkara yang
Tidak Mengajukan Upaya Hukum :
Banding Kasasi PK 70% 70% 70%
d. Persentase Perkara Pidana Anak yang diselesaikan secara Diversi
1%
e. Index Kepuasan Pencari Keadilan 95%
2. Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara
a. Persentase salinan putusan yang dikirim kepada para pihak tepat waktu
90%
b. Persentase Perkara yang diselesaikan melalui Mediasi
2% c. Persentase berkas perkara yang
dimohonkan Banding, Kasasi dan PK yang diajukan secara lengkap dan tepat waktu
100%
d. Persentase putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah perkara diputus
90%
3. Meningkatnya akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan
a. Persentase perkara prodeo yang diselesaikan
0%
b. Persentase perkara yang diselesaikan di luar gedung pengadilan
0%
c. Persentase pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat layanan bantuan hukum (Posbakum)
100%
4. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan
Persentase putusan perkara perdata yang ditindaklanjuti (dieksekusi)
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2020 24 Kuala Kurun tahun 2020 yang dinyatakan dalam penetapan sasaran kinerja 2020,
dengan menyesuaikan hasil dari Indikator Kinerja Utama dapat diperinci sebagai berikut :
Tabel : 2.4. Perjanjian Kinerja Tahun 2020 Pengadilan Negeri Kuala Kurun
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
% 1. Terwujudnya Proses
Peradilan yang Pasti, Transparan, dan Akuntabel
Persentase Sisa Perkara Perdata yang Diselesaikan
90
2. Persentase Sisa Perkara Pidana yang
Diselesaikan
90
3. Persentase Perkara Perdata yang
Diselesaikan Tepat Waktu
90
4. Persentase perkara pidana yang
diselesaikan tepat waktu
90
5. Persentase Perkara yang Tidak
Mengajukan Upaya Hukum Banding
70
6. Persentase Perkara Yang Tidak
Mengajukan Upaya Hukum Kasasi
70
7. Persentase perkara yang Tidak
Mengajukan Upaya Hukum Peninjauan Kembali
70
8. Persentase Perkara Pidana Anak yang
Diselesaikan dengan Diversi
1
9. Index Kepuasan Pencari Keadilan 95
10. Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara
Persentase Salinan Putusan Perkara Perdata yang dikirim kepada Para Pihak tepat waktu
90
11. Persentase Salinan Putusan Perkara
Pidana yang dikirim kepada Para Pihak Tepat Waktu
90
12. Persentase Perkara yang Diselesaikan
Melalui Mediasi
2
13. Persentase Berkas Perkara yang
Dimohonkan Banding, Kasasi, dan PK yang Diajukan Secara Lengkap dan Tepat Waktu
100
14. Persentase Putusan Perkara yang
Menarik Perhatian Masyarakat yang Dapat Diakses Secara Online dalam Waktu 1 Hari Setelah Putus
90
15. Meningkatnya Akses Peradilan bagi Masyarakat Miskin
Persentase Perkara Prodeo yang Diselesaikan
0
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2020 25 dan Terpinggirkan di Luar Gedung Pengadilan
17. Persentase Pencari Keadilan Golongan
Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Posbakum)
100
18. Meningkatnya
Kepatuhan terhadap Putusan Pengadilan
Persentase Putusan Perkara Perdata yang Ditindak lanjuti (Dieksekusi)
5
Kegiatan :
1. Pembinaan administrasi dan pengelolaan keuangan Badan Urusan Administrasi.
Rp. 2.937.858.000 2. Pengadaan Sarana dan Prasarana di
Lingkungan Mahkamah Agung RI.
Rp. 5.028.550.000 3. Peningkatan Manajemen Peradilan Umum. Rp. 63.700.000 TOTAL ANGGARAN KEGIATAN TAHUN 2020 Rp. 8.030.108.000
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2020 26
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2020
A. Capaian Kinerja Tahun 2020Akuntabilitas Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam perumusan perencanaan strategis suatu organisasi. Pengukuran Kinerja adalah proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan/kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi dan misi organisasi. Pengukuran kinerja merupakan suatu metode untuk menilai kemajuan yang telah dicapai dibandingkan dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.
Pengukuran kinerja tidak dimaksudkan sebagai mekanisme untuk memberikan reward/punishment, melainkan sebagai alat komunikasi dan alat manajemen untuk memperbaiki kinerja organisasi. Pengukuran tingkat capaian kinerja Pengadilan Negeri Kuala Kurun tahun 2020, dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan dengan realisasinya, sehingga terlihat apakah sasaran yang telah ditetapkan tercapai atau tidak.
Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian target kinerja, namun demikian terdapat juga beberapa target yang belum tercapai dalam tahun 2020. Secara umum, dari hasil pengukuran tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam tahun 2020 Pengadilan Negeri Kuala Kurun dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi telah dapat mencapai keberhasilan yang dapat ditunjukkan dari pencapaian sebagian besar target indikator kinerja sasaran strategis yang telah ditetapkan telah dicapai tahun 2020. Namun demikian disisi lain masih terdapat sebagian kecil dari target indikator kinerja sasaran strategis yang ditetapkan, masih belum mencapai target pencapaian 2020. Maka hal itu, akan diupayakan agar pencapaiannya dapat ditingkatkan pada tahun 2021.
Tahun 2020 Pengadilan Negeri Kuala Kurun menetapkan 4 (empat) sasaran yang akan dicapai. Ke empat sasaran tersebut selanjutnya diukur dengan mengaplikasikan 18 (delapan belas) indikator kinerja, realisasi pada akhir tahun 2020, sebagai berikut :
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2020 27 Tabel : 3.1. Pengukuran Kinerja
Pengadilan Negeri Kuala KurunTahun 2020
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel
a. Persentase sisa perkara yang diselesaikan : - Perdata - Pidana 90% 90% 100% 100% 111,1% 111,1%
b. Persentase perkara yang diselesaikan tepat waktu : - Perdata - Pidana 90% 90% 97,5% 100% 108% 111,1% c. Persentase Putusan Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum : Banding Kasasi PK 70% 70% 70% 96,33% 96,33% 100% 137,6% 137,6% 142% d. Persentase Perkara Pidana
Anak yang diselesaikan
secara Diversi 1% 0% 0%
e. Index Kepuasan Pencari Keadilan 95% 100% 105,2 % 2. Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara a. Persentase salinan putusan yang dikirim kepada para pihak tepat waktu
90% 100% 111,1%
b. Persentase Perkara yang diselesaikan melalui Mediasi
2% 0% 0%
c. Persentase berkas perkara yang dimohonkan Banding, Kasasi dan PK yang diajukan secara lengkap dan tepat waktu
100% 100% 100%
d. Persentase putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah perkara diputus
90% 100% 111,1%
3. Meningkatnya akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan
a. Persentase perkara prodeo yang diselesaikan
0% 0% 0%
b. Persentase perkara yang diselesaikan di luar gedung pengadilan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2020 28
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
c. Persentase pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat layanan bantuan hukum (Posbakum) 100% 100% 100% 4. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan
Persentase putusan perkara perdata yang ditindaklanjuti (dieksekusi)
5% 0% 0%
*
Capaian :Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing indikator kinerja pada tiap sasaran strategis :
Sasaran 1 : Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel
Sasaran ini dimaksudkan untuk menggambarkan efektifitas dan efisiensi penyelenggaran penyelesaian perkara di Pengadilan Negeri Kuala Kurun. Indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran ini meliputi 5 (lima) indikator. Pencapaian target indikator kinerja sasaran ini pada tahun 2020, dapat digambarkan sebagai berikut :
Realisasi
X 100% Target
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2020 29 Tabel : 3.2.
Terwujudnya Proses Peradilan Yang Pasti, Transparan dan Akuntabel
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel
a. Persentase sisa perkara yang diselesaikan : - Perdata - Pidana 90% 90% 100% 100% 111,1% 111,1%
b. Persentase perkara yang diselesaikan tepat waktu : - Perdata - Pidana 90% 90% 97,5% 100% 108% 111,1% c. Persentase Putusan Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum : Banding Kasasi PK 70% 70% 70% 96,33% 96,33% 100% 137,6% 137,6% 142% d. Persentase Perkara Pidana
Anak yang diselesaikan
secara Diversi 1% 0% 0%
e. Index Kepuasan Pencari Keadilan
95% 95% 100%
RATA-RATA CAPAIAN KINERJA 118,6%
Analisis atas capaian indikator-indikator kinerja sasaran ini sebagai berikut: Sasaran 1
Indikator kinerja ke - 1: Persentase sisa perkara yang diselesaikan.
- Persentase sisa perkara yang diselesaikan adalah perbandingan jumlah sisa perkara yang diselesaikan dengan jumlah sisa perkara yang harus diselesaikan.
- Indikator ini bertujuan untuk mengetahui kinerja penyelesaian sisa perkara di tahun 2020.
- Sisa perkara adalah perkara yang belum diputus pada saat periode pelaporan dilakukan
Sasaran 1 - Indikator kinerja ke-1
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2020 30 Sisa perkara adalah jumlah perkara yang belum selesai di tahun sebelumnya.
Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah sisa perkara yang harus diselesaikan dengan jumlah sisa perkara yang harus diselesaikan.
Tabel 3.3:
Persentase Sisa Perkara Yang Diselesaikan
Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
2020 2019
a. Persentase sisa perkara yang diselesaikan : - Perdata - Pidana 90% 90% 100% 100% 111,1% 111,1% 108% 105% Grafik 3.1.
Capaian Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel Tahun 2019-2020 101% 102% 103% 104% 105% 106% 107% 108% 109% 110% 111% 112% 2019 2020 Perdata Pidana
Sasaran 1 - Indikator kinerja ke-1
Persentase Sisa Perkara Yang Diselesaikan
Sisa perkara adalah jumlah perkara yang belum selesai di tahun sebelumnya. Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah sisa perkara yang harus diselesaikan dengan jumlah sisa perkara yang harus diselesaikan.
Grafik diatas menggambarkan setiap tahun Pengadilan Negeri Kuala Kurun terus berupaya melakukan peningkatan produktifitas penyelesaian perkara, terbukti rentang capaian selama 2 (dua) tahun melebihi 100%. Hal ini menunjukan adanya konsistensi kinerja Pengadilan Negeri Kuala Kurun dalam mewujudkan peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2020 31 Tabel : 3.4.
Persentase Sisa Perkara Yang Diselesaikan Tahun 2019-2020
Tahun Jenis Perkara Sisa Perkara Yang Harus Diselesaikan Sisa Perkara Yang Diselesaikan
Target Realisasi Capaian
2020 Perdata 7 7 90% 100% 111,1%
Pidana 3 3 90% 100% 111,1%
2019 Perdata 4 4 80% 100% 125%
Pidana 2 2 90% 100% 111,1%
Sisa perkara pidana tahun 2019 adalah sebanyak 2 perkara dan perkara perdata 4 perkara Dari jumlah tersebut telah diselesaikan semuanya di tahun 2020, sehingga jumlah capaian untuk indikator persentase sisa perkara yang diselesaikan tahun 2020 sebesar 111,1%.
(Analisa tercapai atau tidak tercapai) :
- Pada tahun 2020, realisasi penyelesaian sisa perkara pidana, perdata mencapai 111,1%. Adanya sisa perkara pada tahun sebelumnya sering disebabkan karena perkara yang masuk pada akhir tahun, dan tidak dapat diselesaikan pada tahun