Pada bagian ini dikemukakan tinjauan secara umum tentang keberhasilan/ kegagalan, permasalahan dan kendala utama serta strategi pemecahan masalah.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 10
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
2.1. RENCANA STRATEGISBerdasarkan Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Rencana Strategis disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan dalam penyelenggaraan pembangunan daerah. Pada hakekatnya penyusunan Rencana Strategis merupakan upaya untuk menyelaraskan visi dan misi pemerintah daerah dengan potensi, peluang dan kendala yang dihadapi dalam upaya meningkatkan akuntabilitas kinerja melalui tahapan implementasi untuk menuju tujuan akhir yang hendak dicapai.
Terhitung sejak 1 Januari 2017 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu terbentuk berdasarkan Perda Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah mempunyai tugas penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Bidang Penanaman Modal dan Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan.
Rencana strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu merupakan dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah yang penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kabupaten Badung guna mendukung pencapaian Visi pembangunan Kabupaten Badung Tahun 2016-2021 yaitu “Memantapkan
Arah Pembangunan Badung Berlandaskan Tri Hita Karana Menuju Masyarakat yang Maju, Damai dan Sejahtera.”
Untuk mewujudkan visi tersebut disusun 9 (Sembilan) misi yang harus dilaksanakan. Sesuai dengan tujuan RPJMD Kabupaten Badung, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu bersama-sama Perangkat Daerah Penyelenggara Pelayanan Publik lain mengampu misi kedua yaitu:
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN BADUNG 2020
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 11
“Memantapkan kualitas pelayanan publik melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi.”
Dalam upaya mencapai tujuan dari misi kedua RPJMD yang berupa
pemantapan kualitas pelayanan publik melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi diuraikan dalam sasaran dan indikator kinerja di bawah ini:
Tabel 2.1.
Tujuan Misi kedua RPJMD Kabupaten Badung Tahun 2016-2021
Tujuan Sasaran
Indikator Kinerja Sasaran/Utama
Target Kinerja Sasaran/Utama Th 2016 Th 2017 Th 2018 Th 2019 Th 2020 Th 2021 1 Terwujudny a kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik Meningkatnya hasil survey kepuasan masyarakat Interpretasi hasil survey kepuasan
masyarakat baik baik baik baik Baik sangat
baik Meningkatnya pelayanan publik yang transparan, cepat dan mudah Persentase penyelenggara pelayanan publik berkategori baik 44 % 50 % 59 % 68 % 77 % 86 %
Sebagaimana Tabel 2.1 diatas diuraikan salah satu tujuan dari Misi kedua RPJMD Kabupaten Badung 2016-2021 yang diampu oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang dijadikan pedoman dalam menyusun Rencana Strategis pelaksanaan program dan kegiatan melalui proses yang sistematis dan berkelanjutan.
Untuk mewujudkan Misi yang diuraikan diatas, maka disusun 3 (tiga) sasaran strategis dan 7 (tujuh) Indikator Kinerja Utama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu seperti tabel berikut:
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 12
Tabel 2.2
Indikator Kinerja Utama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung
NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA
I Meningkatnya Pertumbuhan Investasi
1. Persentase Realisasi Investasi 2. Persentase permasalahan
PMA/PMDN yang difasilitasi II Meningkatnya kepuasan
masyarakat terhadap pelayanan publik di bidang
perizinan dan non perizinan
3. Persentase izin dan non izin yang terbit tepat waktu
4. Persentase layanan perizinan dan non perizinan yang berbasis teknologi informasi komunikasi III Meningkatkan kapasitas dan
integritas aparatur dalam penyelenggaran pelayanan prima
5. Persentase penerapan sistem manajemen mutu pelayanan prima
6. Persentase aparatur yang berkompeten
7. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti
Hubungan antara Tujuan, Sasaran Jangka Menengah dan Target Pencapaian Daerah dapat diuraikan sebagai berikut:
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN BADUNG 2020
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 13
Tabel 2.3
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung
No. TUJUAN SASARAN INDIKATOR
SASARAN
TARGET KINERJA SASARAN TAHUN 2017 2018 2019 2020 2021 1 Terwujudnya pelayanan prima sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat dalam bidang penanaman modal, perizinan dan non perizinan 1. Meningkatnya pertumbuhan investasi 1. Persentase realisasi investasi 82% 85% 87% 90% 95% 2. Persentase permasalahan PMA/PMDN yang difasilitasi 100% 100% 100% 100% 100% 2. Meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di bidang perizinan dan non perizinan
3. Persentase izin dan non izin yang terbit tepat waktu 91% 92% 94% 96% 98% 4. Persentase layanan perizinan dan non perizinan yang berbasis teknologi informasi komunikasi 33% 55% 66% 77% 88% 3. Meningkatkan kapasitas dan integritas aparatur dalam penyelenggaraan pelayanan prima 5. Persentase penerapan sistem manajemen mutu pelayanan prima 20% 47% 55% 65% 77% 6. Persentase aparatur yang berkompeten 45% 60% 75% 80% 95% 7. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti 100% 100% 100% 100% 100%
Sesuai dengan perubahan nomenklatur kelembagaan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu tidak hanya fokus pada sasaran peningkatan kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan melainkan lebih luas pada bidang urusan penanaman modal. Ketiga sasaran yang diupayakan terwujud pada dasarnya adalah saling terkait, bersinergi dalam mewujudkan tujuan. Ketiga sasaran tersebut merupakan aspek perencanaan, aspek proses, dan aspek sumber daya manusia.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 14 Pemetaan target kinerja sasaran per tahun secara bertahap dan berkelanjutan diyakini mampu meningkatkan kualitas Pelayanan Publik secara signifikan dan berpengaruh langsung terhadap pencapaian indikator kinerja misi kedua RPJMD Kabupaten Badung.
2.2. RENCANA KINERJA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU TAHUN 2020.
Tabel 2.4
Rencana Kinerja Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung Tahun 2020
No. SASARAN INDIKATOR SASARAN TARGET
TAHUN 2020 1
2
3
Meningkatnya
pertumbuhan investasi 1. Persentase realisasi investasi 90% 2. Persentase permasalahan
PMA/PMDN yang difasilitasi 100% Meningkatnya
kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di bidang perizinan dan non perizinan
3. Persentase izin dan non izin yang
terbit tepat waktu 96%
4. Persentase layanan perizinan dan non perizinan yang berbasis
teknologi informasi komunikasi 77% Meningkatkan kapasitas dan integritas aparatur dalam penyelenggaraan pelayanan prima
5. Persentase penerapan sistem
manajemen mutu pelayanan prima 65% 6. Persentase aparatur yang
berkompeten 80%
7. Persentase pengaduan masyarakat
yang ditindaklanjuti 100% 2.2.1. Alokasi Anggaran
Pada Tahun Anggaran 2020 sebagaimana tertuang dalam Rencana
Strategis dan Indikator Kinerja Utama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung Tahun 2016-2021, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu melaksanakan 11 Program yang
terdiri dari 52 Kegiatan. Yang merupakan Program Utama dan Prioritas adalah 7 Program dengan 30 Kegiatan. Keseluruhan program dan kegiatan dialokasikan
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN BADUNG 2020
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 15 Langsung sebesar Rp. 19.584.115.025,00 dan Belanja Langsung sebesar Rp. 5.565.688.071,00 seperti diuraikan pada Tabel 2.5 di bawah ini.
Tabel 2.5
Alokasi Anggaran Belanja Tahun Anggaran 2020
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung
No Uraian Anggaran
I PENDAPATAN Rp. 14.494.180.000,00
Pendapatan Asli Daerah
1. Hasil Retribusi Daerah
2. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah
Rp. 14.494.180.000,00 Rp. 14.494.180.000,00 Rp. 0,00
II BELANJA Rp. 25.149.803.096,00
Belanja Tidak Langsung Belanja Langsung
a. Belanja Pegawai
b. Belanja Barang dan Jasa c. Belanja Modal Rp. 19.584.115.025,00 Rp. 5.565.688.071,00 Rp. 19.978.877.025,00 Rp. 5.155.926.071,00 Rp. 15.000.000,00
2.3. PENETAPAN KINERJA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU
SATU PINTU KABUPATEN BADUNG TAHUN 2020
Penetapan Kinerja merupakan amanat Inpres Nomor 5 Tahun 2004 dan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : SE/31/M.PAN/12/2004 tentang Penetapan Kinerja. Penetapan Kinerja sendiri pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dikelolanya.
Tujuan khusus Penetapan Kinerja adalah untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja sebagai wujud nyata komitmen antara Kepala Perangkat Daerah dengan Bupati, sebagai dasar penilaian
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 16 keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi, menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja dan sebagai dasar pemberian reward atau penghargaan dan sanksi.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung telah membuat Penetapan Kinerja tahun 2020 sesuai dengan kedudukan, tugas dan fungsi yang ada. Penetapan Kinerja ini merupakan tolok ukur evaluasi akuntabilitas kinerja pada akhir tahun 2020. Penetapan Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung tahun 2020 disusun berdasarkan Rencana Kinerja Tahun 2020 yang telah ditetapkan.
Dalam mewujudkan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2020, maka telah direncanakan kinerja program dan kegiatan untuk pencapaian target dan sasaran seperti di bawah ini:
Untuk pencapaian Sasaran Strategis 1:
Mewujudkan Pertumbuhan Investasi, dilaksanakan dengan cakupan kegiatan
meliputi:
• Pembinaan dan Fasilitasi Penyelesaian Permasalahan Penanaman Modal di Kabupaten Badung;
• Pemantauan dan Pengawasan Penanaman Modal di Kabupaten Badung;
• Pemberdayaan Usaha Daerah di Bidang Penanaman Modal
• Sosialisasi Tata Cara Pengisian Laporan Kegiatan Penanaman Modal Secara Online
• Penyusunan Rencana Usulan Potensi Penanaman Modal • Penyusunan Sistem Informasi Penanaman Modal
• Pemberdayaan UMKM Melalui Kemitraan Usaha Bagi Pelaku UMKM • Penyusunan Kajian Rencana Integrasi Perizinan dan Modal Usaha
UMKM di kabupaten Badung
• Penyusunan Kajian Potensi Unggulan Investasi Sebagai Skala Prioritas Daerah di Kabupaten Badung
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN BADUNG 2020
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 17
Meningkatnya Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik di Bidang Perizinan dan Non Perizinan, dilaksanakan dengan cakupan
kegiatan meliputi:
• Verifikasi Perizinan Bidang Pelayanan Perizinan Pemerintahan dan Pembangunan;
• Penerbitan Perizinan Bidang Pelayanan Perizinan Pemerintahan dan Pembangunan;
• Evaluasi dan Pelaporan Perizinan Bidang Pelayanan Perizinan Pemerintah dan Pembangunan;
• Verifikasi Perizinan Bidang Pelayanan Perizinan Ekonomi; • Penerbitan Perizinan Bidang Pelayanan Perizinan Ekonomi; • Evaluasi dan Pelaporan Perizinan Bidang Pelayanan Perizinan
Ekonomi;
• Verifikasi Perizinan Kesra dan Nonperizinan Bidang Pelayanan Perizinan Kesra dan Nonperizinan
• Penerbitan Perizinan Kesra dan Nonperizinan Bidang Pelayanan Perizinan Kesra dan Nonperizinan
• Evaluasi dan Pelaporan Perizinan Kesra dan Nonperizinan Bidang Pelayanan Perizinan Kesra dan Nonperizinan
• Pelayanan Pengaduan Perizinan di Kabupaten badung
• Monitoring dan Evaluasi Pengaduan Pelayanan Perizinan di Kabupaten Badung
• Publikasi Pelayanan Perizinan dan Nonperizinan di Kabupaten Badung • Pemutakhiran Data Website Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu
• Pemutakhiran Data Base Perizinan Kabupaten Badung; dan
• Pemeliharaan Sistem Informasi Manajemen Perizinan Kabupaten Badung.
• Penyusunan Data Statistik Penanaman Modal Perizinan dan Non Perizinan di Kabupaten Badung
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 18 • Kajian dan Penyusunan Produk-produk Hukum Perizinan dan
Nonperizinan di Kabupaten Badung Untuk pencapaian Sasaran Stategis 3:
Meningkatkan Kapasitas dan Integritas Aparatur Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Prima , dilaksanakan dengan cakupan kegiatan meliputi:
• Penyelenggaraan Pelayanan Prima Peizinan dan Nonperizinan pada DPMPTSP
• Bantuan Teknis Pelayanan Perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
• Pemeliharaan Sistem Manajemen Mutu;ISO 9001;2015 dan Pendampingan Penyusunan Dokumen ISO 37001
• Koordinasi dan Evaluasi Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik Kabupaten Badung
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 19
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
3.1. CAPAIAN KINERJA ORGANISASISecara umum Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung telah dapat melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Badung Tahun 2016 – 2021. Upaya dimaksud dilaksanakan melalui tiga sasaran strategis dan tujuh indikator kinerja, sebagaimana telah ditetapkan dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung.
Pengukuran tingkat capaian kinerja dilakukan melalui perbandingan antara target kinerja yang telah ditetapkan dalam penetapan kinerja tersebut dibandingkan dengan realisasi yang dicapai. Perbandingan target dan realisasi tersebut ditabulasikan sehingga diperoleh persentase capaian kinerja dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Pencapaian sasaran-sasaran strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.1
Pengukuran Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung Tahun 2020
Sasaran Strategis I
Meningkatnya Pertumbuhan Investasi
No. Indikator Target Realisasi capaian
1 2
Persentase Realisasi Investasi Persentase permasalahan PMA/PMDN yang difasilitasi
90,00 % 100,00 % 116,94% 100,00 % 129,93 % 100,00 %
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN BADUNG 2020
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 20
Sasaran Strategis II
Meningkatnya Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik di Bidang Perizinan dan Non Perizinan
No. Indikator Target Realisasi capaian
1 2
Persentase izin dan non izin yang terbit tepat waktu Persentase layanan perizinan dan non perizinan yang berbasis teknologi informasi dan
komunikasi 96 ,00 % 77.00 % 100,00 % 88,88 % 104,16 % 115,43 %
Sasaran Strategis III
Meningkatkan Kapasitas dan Integritas Aparatur Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Prima
No. Indikator Target Realisasi capaian
1
2 3
Persentase penerapan sistem manajemen mutu pelayanan prima
Persentase aparatur yang berkompeten
Persentase pengaduan
masyarakat yang ditindaklanjuti
65,00 % 80,00 % 100,00 % 66,66 % 83,33 % 100 ,00 % 102,55 % 104,16 % 100,00 %
ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA
Analisis atas pencapaian kinerja pelaksanaan program dan kegiatan selama tahun 2020, sesuai dengan Dokumen Penetapan Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung dan Indikator Kinerja Utama (IKU) secara rinci dapat dilihat sebagai berikut :
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 21 Pencapaian target kinerja atas sasaran 1 dengan 2 indikator capaian seperti berikut :
Tabel 3.2
Capaian Sasaran Strategis I
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
No. Indikator Target Realisasi capaian
1 2
Persentase Realisasi Investasi Persentase Permasalahan PMA/PMDN yang difasilitasi
90,00 % 100,00 % 116,94 % 100,00 % 129,93 % 100,00 %
Analisa Capaian Kinerja Sasaran Strategis 1: 1. Persentase Realisasi Investasi
• Pengertian dari Realisasi Investasi adalah jumlah nilai investasi yang terealisasi, dibagi nilai rencana investasi yang direncanakan pada tahun bersangkutan untuk mendapatkan persentase dikalikan 100%.
• Nilai investasi yang terealisasi diperoleh dari laporan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), Izin Operasional (IO) dan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang merepresentasikan terealisasinya investasi. Sedangkan nilai rencana investasi diperoleh dari total nilai investasi PMA/PMDN dipresentasikan dari total nilai investasi pada Nomor Induk Berusaha (NIB).
• Pada tahun 2020 target capaian adalah 90%. Maksudnya adalah, nilai realisasi investasi (dari nilai izin operasional) dibagi nilai rencana investasi dari Nomor Induk Berusaha (NIB) dikalikan 100%.
• Realisasi dari indikator Persentase Realisasi Investasi pada tahun 2020 adalah sebesar 116,94 % diuraikan sebagai berikut:
Sasaran Strategis 1
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN BADUNG 2020
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 22 Nilai Rencana Investasi yang masuk pada tahun 2020 :
Nilai rencana PMDN tahun 2020 : Rp. 4.518.907.019.800,00 Nilai rencana PMA tahun 2020 : Rp. 4.806.249.831.108,00
Total nilai rencana investasi : Rp. 9.325.156.850.908,00
Sedangkan nilai realisasi investasi tahun 2020 adalah sebagai berikut: Nilai realisasi Investasi PMDN tahun 2020 : Rp. 10.047.121.554.611,00 Nilai realisasi Investasi PMA tahun 2020 : Rp. 857.997.667.518,00
Total nilai realisasi investasi : Rp. 10.905.119.222.129,00
10.905.119.222.129,00
N = x 100%
9.325.156.850.908,00 N = 116,94 %
• Berdasarkan target investasi yang telah ditetapkan dalam RPJMD 2016-2021, pada tahun 2020 dipasang target sebesar 90%, dengan capaian sebesar 129,93%. Hal ini dapat diartikan bahwa realisasi investasi tahun 2020 telah melampaui 100% dari target yang ditetapkan dengan realisasi sebesar 116,94%. Jika dibandingkan dengan realisasi investasi tahun 2019 capaian realisasi investasi tahun 2020 sama-sama melampaui target diatas 100 %.
• Peningkatan realisasi Investasi di Kabupaten Badung pada Tahun 2020 di era pandemi covid 19 ini cukup signifikan, hal ini terbukti dari masih adanya kepercayaan investor baik PMDN maupun PMA dalam menanamkan modalnya di Kabupaten Badung. Walau disisi lain pertumbuhan ekonomi Bali turun tajam yang disebabkan pandemi covid 19 yang berdampak negative terhadap perekonomian daerah secara keseluruhan. Namun demikian kegiatan investasi tetap mendapat dukungan oleh pemerintah pusat dengan dikeluarkannya kebijakan yang pro investasi, yaitu telah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik yang memberikan kemudahan masyarakat dalam memperoleh perizinan berusaha. Bila dibandingkan dengan realisasi investasi pada tahun 2019 yaitu sebesar Rp. 8.477.415.319.008,00 sedangkan realisasi pada tahun 2020 sebesar Rp.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 23 10.905.119.222.129,00 meningkat sebesar 77,74% dari realisasi tahun sebelumnya, dengan peningkatan sebesar Rp. 2.427.703.903.121,00.
2. Persentase Permasalahan PMA/PMDN Yang Difasilitasi
• Permasalahan PMA/PMDN yang difasilitasi maksudnya adalah permasalahan yang dihadapi oleh penanam modal yang ditemukan dilapangan saat pemantauan khususnya di bidang perizinan dan selanjutnya difasilitasi penyelesaian masalahnya oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. • Persentase permasalahan PMA/PMDN diuraikan dengan formula, permasalahan
PMA/PMDN yang difasilitasi dibagi jumlah keseluruhan PMA/PMDN yang bermasalah dari hasil pemantauan dikalikan 100 %.
• Pada Tahun 2020 target capaian dari Indikator ini adalah sebesar 100 %. Maksudnya adalah 100 % dari keseluruhan permasalahan PMA/PMDN hasil pemantauan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu seluruhnya dapat difasilitasi.
• Hasil capaian dari Indikator ini telah mencapai 100% atau sebanyak 35 PMA/PMDN yang permasalahannya telah mendapat fasilitas. Pencapian tahun ini sama dengan pencapaian tahun 2019 yaitu sama-sama telah mencapai 100%. • Realisasi dari Indikator Persentase permasalahan PMA/PMDN yang difasilitasi
pada Tahun 2020 dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Telah dilaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap 35 penanam modal dari 35 penanam modal yang ditargetkan pada tahun 2020. Bila dibandingkan dengan tahun 2019 dengan target 150 penanam modal, telah dilaksanakan pemantauan dan pengawasan penamaman modal 100%. Penurunan target ini disebabkan oleh adanya refocusing anggaran akibat adanya pandemi covid 19.
2. Terhadap 35 perusahaan tersebut diberikan workshop tentang penanaman modal dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN BADUNG 2020
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 24 prosedur dan mekanisme pengurusan tenaga kerja asing, kewajiban melakukan Pelaporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
Pencapaian target kinerja atas sasaran 2 Meningkatnya Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Publik di Bidang Perizinan dan Non Perizinan diukur dengan 2 (dua) indikator, adapun capaiannya diuraikan sebagai berikut:
Tabel 3.3
Capaian Sasaran Strategis 2
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
No. Indikator Target Realisasi capaian
1 2
Persentase Izin dan Non Izin yang terbit tepat waktu
Persentase Layanan Perizinan dan Non Perizinan yang berbasis teknologi informasi komunikasi
96,00 % 77,00 % 100,00 % 88,88 % 104,16 % 115,43 %
Analisa Capaian Kinerja Sasaran Strategis 2:
1. Persentase Izin dan Non Izin Yang Terbit Tepat Waktu
• Pengertian dari izin dan non izin yang terbit tepat waktu adalah jumlah izin yang terbit tepat waktu sesuai Standar Pelayanan yaitu maksimal 5 hari kerja.
• Persentase ini didapat dari jumlah izin dan non izin yang terbit tepat waktu dibagi jumlah izin dan non izin yang terbit dikalikan 100 %.
• Pada tahun 2020 target dari indikator ini adalah sebesar 96 %. Maksudnya 96 % dari jumlah izin dan non izin yang diterbitkan diproses dalam jangka waktu tidak lebih dari 5 hari kerja.
• Capaian dari Indikator Persentase Izin dan Non Izin yang terbit tepat waktu pada tahun 2020 adalah sebesar 104,16 %.
Sasaran Strategis 2
Meningkatnya Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik di
Bidang Perizinan dan Non Perizinan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 25 • Apabila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2019 nampaknya telah
sama-sama mencapai diatas rata-rata atau telah melampaui 100%. Jadi capaian target pada indikator persentase izin dan non izin terbit tepat waktu adalah sebesar 104,16 % yang diperoleh dari perbandingan target terhadap capaian, hal ini dapat diuraikan pada tabel sebagai berikut:
Tabel 3.4
Persentase Izin Terbit Tepat Waktu per Bidang
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tahun 2020
No Bidang Izin Terbit
Tepat Waktu Izin Terbit Persentase 1 Bidang Pelayanan Perizinan Kesra dan Non Perizinan 3.019 3.019 100 %
2 Bidang Pelayanan Perizinan Pemerintahan Pembangunan 2.217 2.217 100 %
3 Bidang Pelayanan Perizinan Ekonomi 1.448 1.448 100 %
Total 6.684 6.684 100 %
2. Persentase Layanan Perizinan dan Non Perizinan yang Berbasis Teknologi Informasi Komunikasi
• Layanan Perizinan dan Non Perizinan yang Berbasis Teknologi Informasi Komunikasi maksudnya adalah aplikasi yang dibangun berkaitan dengan penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan, secara sistematis dan terukur mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pelayanan. Dalam
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN BADUNG 2020
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 26 rancangan awal akan dibangun 9 aplikasi yang terintegrasi dalam 1 portal dan Sistem Informasi Manajemen.
• Persentase Layanan Perizinan dan Non Perizinan yang Berbasis Teknologi Informasi Komunikasi, didapat dari Jumlah Layanan Perizinan dan Non Perizinan (aplikasi) berbasis teknologi Informasi yang telah terbangun, dibagi Jumlah rencana keseluruhan layanan perizinan dan non perizinan berbasis teknologi informasi (9 aplikasi) dikalikan 100 %.
• Pada tahun 2020 target indikator ini adalah sebesar 77%. Maksudnya adalah 77% dari keseluruhan jumlah layanan perizinan dan non perizinan berbasis (aplikasi) teknologi informasi yang terbangun pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung.
• Pada Indikator ini pencapaian sudah memenuhi target yang ditetapkan yaitu sebesar 115,43 % atau telah terbangun dan diterapkan sebanyak 8 aplikasi dari 9 aplikasi yang direncanakan. Bila dibandingkan dengan tahun 2019 ada peningkatan sejumlah 2 aplikasi, dari 6 aplikasi menjadi 8 aplikasi yang telah terbangun dan diterapkan ditahun 2020. Sehingga di tahun ini mengalami peningkatan sebesar 15.43 %.
• Adapun aplikasi yang dibangun dan diterapkan meliputi:
1. LAPERON adalah pelayanan perizinan online yang dikembangkan dari aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) existing yang telah dipergunakan pada tahun 2018.
2. ANTREAN ONLINE, merupakan aplikasi yang dikembangkan dengan tujuan untuk memberikan kemudahan pada pemohon perizinan dan non perizinan dalam menjadwalkan kedatangan dan mengefektifkan waktu saat antre mengurus izin.
3. SIAP LAPOR (Sistem Informasi Advokasi Pengaduan dan Pelaporan) merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk meningkatkan akses terhadap pelayanan pengaduan dan pelaporan yang dapat diakses melalui aplikasi berbasis Web, sehingga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 27 menyampaikan pengaduan dan pelaporan kepada Pemerintah Kabupaten badung sebagai feddback atas penyelenggaraan pelayanan tanpa harus datang, akan tetapi cukup diakses melalui telepon selular atau gadget dari mana dan dimana saja.
4. APLIKASI PENGENDALIAN INTERNAL BERBASIS WEB, digunakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung