• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENUTUP Kesimpulan

Dalam dokumen Alasan Pemilihan Obyek (Halaman 38-48)

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Perilaku cyberloafing terhadap motivasi berprestasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak.

Hal tersebut dapat diartikan bahwa tidak ada pengaruh cyberloafing terhadap motivasi berprestasi. Jadi meskipun mahasiswa menggunakan handphone waktu jam kuliah dengan wifi universitas atau fakultas tidak mempengaruhi motivasi mereka untuk berprestasi.

2. Self control tidak dapat bertindak sebagai variabel moderasi terhadap pengaruh cyberloafing dengan motivasi berprestasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak. Self control disini bukan variabel moderating tapi hanya bisa dijadikan sebagai variabel bebas. Hal tersebut dapat diartikan bahwa dengan hadirnya self control tidak dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara cyberloafing dengan motivasi berprestasi pada mahasiswa.

52 Implikasi

Implikasi Teoritis

1. Cyberloafing tidak mempunyai pengaruh terhadap motivasi berprestasi mahasiswa. Mahasiswa membutuhkan motivasi berprestasi untuk menempuh pendidikanya pada masa perkuliahan khususnya meraih prestasi yang diinginkan. Perilaku cyberloafing kaitannya dengan penggunaan internet dikelas jika penggunaanya masih tahap wajar artinya mampu memadukan dengan kehidupan nyata tidaklah berdampak negatif (Suler, 1996).

2. Self control tidak dapat bertindak sebagai variabel moderasi terhadap pengaruh cyberloafing dengan motivasi berprestasi. Mahasiswa yang memiliki tingkat self control yang Tinggi cenderung tidak melakukan perilaku cyberloafing dan sebaliknya (Ozler & Polat, 2012). Dalam hal ini berarti rata-rata mahasiswa Manajemen FEB UKSW memiliki tingkat self control yang tinggi, Sehingga mahasiswa sudah bisa mengontrol dirinya ke arah yang positif dan jarang melakukan cyberloafing, jadi self control tidak bisa memperkuat atau memperlemah perilaku cyberloafing terhadap motivasi berprestasi mahasiswa.

Implikasi Praktis

1. Hasil penelitian ini memberikan gambaran cyberloafing, motivasi berprestasi dan self control pada mahasiswa manajemen FEB UKSW.

Meskipun mahasiswa menggunakan smartphone saat pelajaran tetapi motivasi mereka untuk berprestasi tidaklah berubah. Sehingga para pengajar dapat mempertimbangkan peraturan penggunaan smartphone dikelas, seperti diperbolehkan menggunakan smartphone untuk hal penting saja atau tidak perlu memberikan larangan penggunaan smartphone dikelas. Kemudian pengajar tidak perlu mengkhawatirkan dampak negatif jika mahasiswa melakukan cyberloafing dikelas, hal ini dikarenakan self control yang dimiliki mahasiswa manajemen tinggi dan bisa membedakan perbuatan positif dan negatif bagi mereka.

53 Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini telah diusahakan dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur ilmiah, namun demikian masih memiliki keterbatasan yaitu:

1. Peneliti kurang mempertimbangkan penggunaan internet mahasiswa era milenial dengan penggunaan internet generasi sebelumnya dalam konteks multi-tasking. Prensky (2001) mencatat bahwa generasi baru peserta didik (1982 dan kemudian) telah mengembangkan bahasa yang berbeda untuk diri mereka sendiri, dengan gagasan multi-tasking menjadi semakin penting dan ini dianggap sebagai perilaku normal.

2. Adanya keterbatasan penelitian dengan menggunakan kuesioner yaitu terkadang jawaban yang diberikan oleh responden tidak menunjukkan keadaan sebenarnya.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, maka saran dari penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut :

1. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti variabel lain yang memiliki pengaruh linier signifikan yang dapat mempengaruhi motivasi Berprestasi seperti Prokastinasi (sugito, 2012), burnout (Diaz, 2008) Self-efficacy, emotional intellegence (ohizu, 2014) atau kaitannya dengan perilaku cyberloafing.

2. Pada penelitian selanjutnya khususnya topik cyberloafing agar dapat mempertimbangkan kemampuan multi-tasking orang-orang generasi milenial dibandingankan generasi sebelumnya.

54 Daftar Pustaka

Astri. (2014). Pengaruh iklim organisasi terhadap perilaku cyberloafing pada karyawan PT Telekomunikasi Indonesia TBK Medan. Dipetik Februari 18, 2019, dari repository.usu: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/42189

Blanchard, A., & Henle, C. (2008). Correlates of different forms of cyberloafing: The role of norms and external locus of control. Computers in Human Behavior, 24, 1067-1084.

Diaz, R., & Zulkaida, A. (2008). Hubungan antara burnout dan motivasi berprestasi pada mahasiswa yang bekerja. isjd.pdii.lipi. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Gramedia.

Gage, N., & Berliner, D. (1991). Educational Psychology. Boston: Houghton Mifflin Company.

Garg, G., & Parimoo, D. (2014). Analysis of Achievement Motivation of Middle Level Managers in Hotel Industry of Delhi NCR. International Research Journal of Business and Management, 40-46.

Garrett, R. K., & Danziger, J. (2008). Disaffection or expected outcomes:Understanding personal Internet use during work. Journal Of Computer Mediated

Communication, vol. 13, 937-958.

Gottfredson, M. R., & Hirschi, T. (1990). A general theory of crime. Stanford: Stanford University Press.

Greenbergs, J. (1996). Managing Behavior In Organizations. nited States of America:

Prentice-Hall Inc.

Gustripa, N. (2015). Pengaruh Motivasi Berprestasi Terhadap Serious Cyberloafing di Pt.

Pos Indonesia (Persero) Kantor Regional I Medan. , Skripsi (tidak diterbitkan), Medan: Fakultas Psikologi Universitas Sumatra Utara.

Hart, J. W., Karau, S., Stasson, M., & Kerr, N. (2004). Achievement Motivation, Expected Coworker Performance, and Collective TaskMotivation: Working Hard or Hardly Working? Journal of Applied Social, 34(5), 984-1000.

Herlina Siwi, W. (2000). Hubungan Kontrol Diri dengan Kecenderungan Kecanduan Internet. Jogjakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada., Indonesian Psychologycal Journal Vol.1 No. 1.

Hermans, H. J. (1970). A Questionnaire Measure of Achievement Motivation. Journal of Applied Psychology, 54 (4), 353-363.

Liberman, Benjamín , Gwendolyn Seidman,, Katelyn , Y., McKenna, & Laura, E. (2011).

Employee Job Attitudes and Organizational Characteristics as Predictors of Cyberloafing. Computer in Human Behavior, vol. 27. 2192-2199.

55 Lim, V. (2002). The IT way of loafing on the job: Cyberloafing, neutralizing, and

organizational justice. Journal of Organizational Behavior, 23, 675- 694.

Lim, V., & Teo, T. (2005). Prevalence, perceived seriousness, justification and regulation of cyberloafing in Singapore: An exploratory study. Journal of Information and Management, 42, 1081-1093.

Luthan, F. (2005). Organizational Behaviour (10th ed.). New York: McGrawHill.

McClelland. (1987). Human Motivation. New York: Cambridge University.

Noratika, A., & Ari, F. (2017). Hubungan Self control dan Perilaku Cyberloafing Pada Pegawai Negeri Sipil. Universitas Muhammadiyah Malang, Vol 5, No 1.

Ohizu, E. C., & Okoiye, O. (2014). Self-Efficacy, Emotional Intelligence, Achievement Motivation and Work- Value Orientation as Predictors of Career Commitment of Bank Workers. Journal of Business and Management (IOSR-JBM), 16(11), 55-62.

Osland, J. S., Kolb, D., & Rubin, I. (2011). Organizational Behavior (Vol. VII). New Jersey:

Prentice Hall.

Ozler, D. E., & Polat,, G. (2012). Cyberloafing phenomenon in organizations:

Determinants and impacts. International Journal of e-Bussiness and eGovernment Studies, Vol 4, Issue 2. 1-15.

Prasad, S., Lim, V., & Chen, ,. D. (2010). Selfregulation, individual characteristics and cyberloafing. Proceedings of the 14th Pacific Asia Conference on Information Systems (hal. 159). (PACIS).

Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants part 1. On the Horizon, 9(5), 1-6.

Rakhma, & Sakina. (2018, september 24). Kompas.com, Pengguna internet di Indonesia Mencapai 143,26 juta orang, tanggal 19 februari 2018, diunduh di . Dipetik Februari 19, 2018, dari

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/02/19/161115126/tahun-2017-pengguna internet-di-indonesia-mencapai-14326-juta-orang,

Robbins, S., & Judge, T. (2008). Perilaku organisasi (terjemahan: organizational behavior). Edisi 12. Jakarta:: Salemba Empat.

Seher, O., & Sahin, G. (2017). An Investigation of the Relationship Between Cyberloafing and Academic Motivation Among University Student. Dipetik maret 20, 2019, dari Researchgate:

https://www.researchgate.net/publication/320922635_An_Investigation_of_th e_Relationship_Between_Cyberloafing_and_Academic_Motivation_among_Uni versity_Students

56 Sugito, C., & Siaputra, I. (2012). Academik Procrastination and Achievement Motivation.

. Universitas Surabaya, 27(2), 93-101.

Sugiyono. (2010). Statistik untuk penelitian. Bandung: alfabeta.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta.

Suler, J. (1996). Computer and Cyberspace Addiction (Online). Dipetik mei 27, 2019, dari Rider University: http://www1.Rider.edu/~suler/psycyber/psycyber.html.

Vitak, Jessica, Julia Crouse, & Robert LaRose. (2011). Vitak, Jessica, Julia Crouse and Robert LaRose Personal Internet use at work: Understanding Cyberslacking.

Computers in Human Behavior, Vol.27, pp.1751–1759.

Woon, Irene, M., & Loo Geok, P. (2004). Behavioral Factors Affecting Internet Abuse in the Workplace. Proceedings of the Third Annual Workshop on HCI Research in MIS. Washington, D.C.

Zulkarnain. (2002). Hubungan kontrol diri dengan kreativitas pekerja. Dipetik september 10, 2018, dari Repositori USU:

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/3494?show=full

57 LAMPIRAN 1. Hasil Uji Validitas & Reliabilitas

CYBERLOAFING

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

58

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

59

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

60 LAMPIRAN RELIABILITAS

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Cyberloafing (X)

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Motivasi Berprestasi (y)

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Self control (x2)

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

,817 11

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

,736 11

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

,736 11

61 LAMPIRAN 2 Kuesioner

KUESIONER

Dalam dokumen Alasan Pemilihan Obyek (Halaman 38-48)

Dokumen terkait