B
ANGSA Indonesia belakangan ini menunjukkan gejala kemerosotan moral yang amat parah, mulai dari kasus narkoba, kasus korupsi, ketidak adilan hukum, pergaulan bebas di kalangan remaja, pelajar, bahkan mahasiswa, maraknya kekerasan, kerusuhan, tindakan anarkhis, dan sebagainya. Semua ini mengindikasikan adanya pergeseran ke arah ketidakpastian jati diri dan karakter bangsa.Berbagai kejadian dan fenomena yang terjadi di atas semakin membuka mata kita bahwasanya diperlukan obat yang mujarrab dan ampuh untuk bisa menyelesaikan persoalan tersebut. Alasan-alasan kemerosotan moral, dekadensi kemanusiaan yang sesungguhnya terjadi tidak hanya dalam generasi muda, namun telah menjadi ciri khas abad kita, seharusnya memang membuat kita perlu mempertimbangkan kembali bagaimana sekolah mampu menyumbangkan perannya bagi perbaikan karakter.
Maka kata kunci dalam memecahkan persoalan tersebut, terletak pada upaya penanaman dan pembinaan kepribadian dan karakter, di antaranya di sekolah. Pendidikan karakter di lingkungan sekolah seharusnya membawa siswa
ke pengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata. Karena itu pendidikan karakter yang selama ini ada di lingkungan sekolah perlu segera dikaji dan dicari alternatif-alternatif solusinya, serta perlu dikembangkan secara lebih operasional sehingga mudah diimplementasikan.
Pendidikan karakter di lingkungan sekolah bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia siswa secara utuh, terpadu dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan siswa mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehinga terwujud dalam perilaku sehari-hari.
Pendidikan karakter di sekolah dapat mengacu pada delapan belas nilai karakter yang disarankan, yaitu: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.***
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Ahmadi, Abu dan Nur Ukhbiyati, 1991. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Rineka Cipta.
Ariin, HM., 1991. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi, 1995. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Asnawir, 2004. Administrasi Pendidikan. Padang: IAIN Press.
Bakhtiar, Amsal, 2010. Filsafat Ilmu. Jakarta: Raja Graindo Persada.
Bagus, Lorens, 2005. Kamus Filsafat . Jakarta: Gramedia. Basuki dan M. Miftahul Ulum, 2007. Pengantar Ilmu
Pendidikan Islam. Ponorogo: STAIN Ponorogo Press. Departemen Pendidikan Nasional, 2011. Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Echols, John M. dan Hassan Shadily, 2006. Kamus Inggris- Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Ivonna, Indah, dkk., 2003. Pendidikan Budi Pekerti. Yogyakarta: Kanisius.
London & New York: Routledge.
Kurniawan, Syamsul, 2013. Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Implementasinya Pada Lingkungan Keluarga, Sekolah, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat. Yogyakarta: Arruzz Media.
Langgulung, Hasan, 1988. Asas-asas Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Husna.
Lickona, homas, 1994. Raising Good Children: From Birth hrough the Teenage Year. Newyork: Bantam Books. Lickona, homas, 2012. Educating for Character: Mendidik
Untuk Membentuk Karakter, terj. Juma Abdu Wamaungo. Jakarta: Bumi Aksara.
Marimba, Ahmad D., 1989. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Al-Ma‘arif.
Muhaimin dan Abdul Mujib, 1993. Pemikiran Pendidikan Islam: Kajian Filosoi dan Kerangka Dasar Operasionalisasinya. Bandung: Trigenda Karya.
Munandar, Utami, 2004. Pengembangan Emosi dan Kreativitas. Jakarta: Rineka Cipta.
Nata, Abuddin, 1997. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta, Logos Wacana Ilmu.
Nawawi, Hadari, 1989. Organisasi Sekolah dan Pengelolaan Kelas. Jakarta: Haji Masagung.
Poerbakawatja, Soegarda dan HAH. Harahap, 1982. Ensiklopedi Pendidikan. Jakarta: Gunung Agung. Poerwadarminta, WJS., 1976. Kamus Umum Bahasa
Indonesia. Jakarta, Balai Pustaka.
Qahar, Yahya, 1972. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bursa FIP IKIP.
Ramayulis dan Samsul Nizar, 2009. Filsafat Pendidikan Islam: Telaah Sistem Pendidikan dan Pemikiran Para Tokohnya. Jakarta: Kalam Mulia.
Salim, Moh. Haitami dan Erwin Mahrus, 2012. Filsafat Pendidikan Islam. Pontianak: STAIN Pontianak Press. Subini, Nini, 2012. Awas, Jangan Jadi Guru Karbitan:
Kesalahan-kesalahan Guru dalam Pendidikan dan Pembelajaran. Yogyakarta: Javalitera.
Suseno, Franz Magnis, 2000. Etika Dasar. Yogyakarta: Kanisius.
Suyudi, HM., 2005. Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur‘an: Integrasi Epistemologi Bayani, Burhani, dan Irfani. Yogyakarta: MIKRAJ.
UU Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2005-2025. Jakarta: Sekretariat Negara, 2007.
UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sinar Graika, 2003.
Wibowo, Agus, 2012. Pendidikan Karakter: Strategi Membangun Karakter Bangsa Berperadaban. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Zamroni, 2011. Dinamika Peningkatan Mutu. Yogyakarta: Gavin Kalam Utama.
Zubaedi, 2011. Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Jurnal
Haryono, Anung, “Belajar Mandiri: Konsep dan Penerapannya dalam Sistem Pendidikan dan Pelatihan Terbuka Jarak Jauh,” Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, Volume 2 Nomor 2, Tahun 2011
Rahardjo, “Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Menciptakan Akhlak Mulia” dalam Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Balitbang Kementerian
Pendidikan Nasional, Vol.16 No.3 Mei 2010.
Wiyani, Novan Ardy, “Peran Guru dalam Penanaman Nilai- Nilai Kejujuran Melalui Kantin Kejujuran”, dalam Dialektika, VOl 1 NO. 1, 2011
Koran
Kompas, 25 Januari 2012.
Pontianak Post, 16 Pebruari 2012.
Satrawi, Hasibullah, “Deradikalisasi Kaum Muda” dalam Kompas, 6 September 2012.
Internet
Deden Cahaya Kusuma, “Komponen Pengembangan Kurikulum 2013 pada Bahan Uji Publik Kurikulum 2013”, dalam https://www.academia. e d u / 7 4 5 0 5 3 9 / Ju r n a l _ A n a l i s i s _ K o m p o n e n - Komponen_Pengembangan_Kurikulum_2013_ Analisis_Komponen-Komponen_Pengembangan_ Kurikulum_2013_pada_Bahan_Uji_Publik_ Ku r i k u l u m _ 2 0 1 3 _ Pe n u l i s _ D e d e n _ C a h a y a _ Kusuma_1103500 K o m p a s , h t t p : / / n a s i o n a l . k o m p a s . c o m / read/2010/01/18/16461662/Makin.Banyak.Remaja. Lakukan.Seks.Pranikah Liputan 6, http://news.liputan6.com/read/2396014/ komnas-pa-2015-kekerasan-anak-tertinggi-selama-5- tahun-terakhir
Oke Zone, http://news.okezone.com/
read/2011/06/13/340/467597/tragedi-sd-gadel- potret-kelam-ujian-nasional
Relawan Nasional Gerakan Revolusi Mental, http://www. revolusimental.or.id/2015/12/revolusi-mental-tidak-
cukup-dengan-kata.html
Republika, http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/ berita/10/10/13/139667-mendiknas-baru-193- sekolah-terapkan-pendidikan-berbasis-karakter
Susilo Bambang Yudhoyono, “Sambutan Presiden RI pada Puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional, 11 Mei 2010”, http://www.setneg.go.id/index. php?option=com_content&task=view&id=4552 Warta DKI, http://wartadki.com/news-539-basis-kurikulum-
PROFIL PENULIS
Syamsul Kurniawan, S.h.I., M.S.I adalah peminat kajian sejarah, kebudayaan, dan pendidikan. Lahir di Pontianak pada tanggal 1 Juli 1983. Setamatnya dari MAN 2 Pontianak, pada tahun 2001 penulis merantau ke Yogyakarta untuk menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (sebelumnya bernama IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta). Penulis menamatkan pendidikan Sarjana (S1) pada Fakultas Ushuluddin pada tahun 2005.
Tahun 2007 penulis baru mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan Program Magister (S2) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Program Studi pendidikan Islam, Konsentrasi Pemikiran Pendidikan Islam. Penulis menamatkan Pendidikan Magister (S2) pada tahun 2009.
Tamat kuliah, penulis merintis karir sebagai Staf Direktur Program Pascasarjana IAIN Pontianak, dan
selanjutnya dipromosikan menjadi Staf Rektor IAIN Pontianak. Kini, penulis bekerja sebagai PNS dosen di IAIN Pontianak dan menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.
Di bidang kemasyarakatan, penulis berkecimpung di organisasi Muhammadiyah, dan menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Hubungan Antar Agama dan Peradaban, PW Muhammadiyah Kalimantan Barat dan juga menjabat sebagai Sekretaris Bidang Pembinaan Karakter Bangsa Majelis Wilayah KAHMI Kalimantan Barat. Penulis juga aktif mengisi ceramah dan menjadi narasumber dalam kegiatan seminar atau forum diskusi.
Penulis produktif menerbitkan sejumlah artikel dan buku terutama di bidang kajian sejarah, kebudayaan, dan pendidikan. Karya tulis yang telah dipublikasikan secara nasional, di antaranya: Jejak Pemikiran Tokoh Pendidikan Islam (2011), Strategi dan Metode Pembelajaran PAI: Sebuah Pengantar (2012), Tradisi dan Kepercayaan Umat Islam di Kalimantan Barat: Sebuah Deskripsi tentang Kearifan Lokal Umat Islam Kalimantan Barat (2015), Pemikiran Pendidikan Islam Soekarno (2016), Ilmu Pendidikan Islam: Sebuah Kajian Komprehensif (2016), dan lain-lain.
Menikah tahun 2010 dengan Ns. Masmuri, S.Kep., M.Kep dan dikaruniai pada tahun 2015 seorang putri bernama Ayunindya Sophie Azzahra. Sekarang penulis bertempat tinggal di Komplek Perumahan Gading Garden Nomor A/23 Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya. Kontak dengan penulis dapat melalui email: syamsul_kurniawan@ yahoo.com.***
INDEKS
A
active learning 106 Ahmadi dan Ukhbiyati 9 Ahmad Tafsir 13 Albert Einstein 109 Amerika Serikat 17, 19, 45 anggaran pendapatan belanja
daerah (APBD) 43 anggaran pendapatan dan belanja
negara (APBN) 43 An Introduction to Mao Zedong
Thought 22 Anung Haryono 103 Ariin 39, 127 Arikunto 42, 127 Asnawir 60, 127 attitudes 15 audio visual 101 B
Badan Narkotika Nasional (BNN) 3
Bagus 14, 127 Bakhtiar 1, 127 Bandung 4, 128
Basic Principles of Marxism 22 Basuki dan Ulum 38
Behaviors 22 BKKBN 4
C
Carolyn Edwards dan Kay Springate 99 character 7, 8, 14, 21 character building 7, 8 charassein 14 chuugakkou 20 Cina 19, 21, 22, 23, 24, 46 community service 23 cooperate learning 106 Crow & Crow 35 curir 34
D
Deng Xiaoping 21, 22 Deng Xiaoping Theory 22 Departemen Kesehatan 4 Direktur Jenderal Pendidikan
Menengah 9 diversity 103
E
Echols dan Shadily 14 Education for 1.3 Billion 21
F
Fasli Jalal 52 Five Loves 22
G
gambaru 20
Gedung Dewan Perwakilan Daerah 81
genki 20 gereja 82
Going concern 83
H
Hak Asasi Manusia (HAM) 111 Hamid Muhammad 9, 10 hard skill 18
Hari Pendidikan Nasional 7, 8, 131 Harvard University 17 Haryono 101, 103, 129 Hasibullah Satrawi 81 Hindu 80 hodos 39 Houikuen 19 human resource 67 I Idul Adha 80 Idul Fitri 80
Ikatan Cendekiawan Muslim Se Indonesia (ICMI) 66 Indonesia ii, 4, 6, 7, 8, 14, 24, 25, 26, 27, 28, 46, 53, 55, 64, 65, 66, 105, 122, 125, 127, 128, 129 Inggris 14, 127
ing madya mangun karsa 105 inquiry 23, 24
Internasional Crisis Group/ ICG 81 Islam 58, 80, 81, 116, 127, 128, 129, 133, 134 Isra’ Mi’raj 80 Ivonna 79, 127 J Jakarta 4, 7, 9, 127, 128, 129 Jepang 19, 20, 21, 46 Jiang Zemin 21
jibun no koto o jibun de suru 20 Jokowi 8
K
Kamus Besar Bahasa Indonesia 14, 127
kecerdasan emosi (EQ) 18 kecerdasan otak (IQ) 18 Keegan 100, 127 Ki Hajar Dewantara 105 Kobe 20
kokoro kara otagai o tasukete mimashou 20
Komisi Nasional Perlindungan Anak 3, 4
Kompas 3, 4, 81, 130 koukou 20
koushien 20
Kurikulum Tingkat Satuan Pen- didikan (KTSP) 54 Kurniawan iii, iv, vi, 14, 19, 22,
30, 33, 35, 41, 50, 99, 109, 128, 133 L Langgulung 37, 128 Lapangan Koushien 20 leader 70 Leonardo Da Vinci 109 Lickona 2, 3, 107, 128 Li Lanqing 21 M
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) 54 Mao Zedong 22 Marimba 13, 33, 128 Marvin Berkowitz 18 masjid 82 Measurement 42
Menteri Pendidikan Nasional 8, 54 meta 39 mindset 66 Mochtar Buchori 43 Mohammad Nuh 66 motivations 15
Muhaimin dan Mujib 36 mujarrab 5, 125 multi approach 38 Munandar 96, 128 N nakayoku 20 Nasrani 80 Natal 80
National Advisory Committees UK 96
Nawawi 33, 128
O
outline of Modern Chines His- tory 23
P
Paskah 80
Pembukaan UUD 1945 27 Plato 41
Poerbakawatja dan Harahap 35 Poerwadarminta 33, 34, 39, 128 Pontianak Post 3, 130 power sharing 68 Prefektur Hyougo 20 punishment 75 Q Qahar 42, 128 R Rahardjo 16, 129
Ramayulis dan Nizar 58, 60, 66 rei 21
rencana program pembelajaran (RPP) 50
reward 75
tan Remaja 4
S
saigo made gambaru 20 Salim dan Mahrus 39, 43 second home 104 self system service 82 shinsetsu 20
Siami 47 Sidney Jones 81 Situation and Policy 23 skills 15, 55
soft skill 18 stand 24
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 54
standar nasional pendidikan (SNP) 9
Standar Operasional dan Prose- dur (SOP) 84
Subini 61, 62, 64, 65, 93, 100, 110, 129
Surabaya 4, 47, 48 Suseno 79, 129
Susilo Bambang Yudhoyono 7, 131
Suyudi 13, 129
T
teknologi informasi dan komu- nikasi (ICT) 64 term 41
the right man in the right place 67
the Signiicant Thought of Three
Representatives 22 Thomas Alva Edison 109
to evaluate 41 tomodachi 20 tomodachi ni naro 20 Tri Rismaharini 47
U
Undang-Undang Republik In- donesia Nomor 17 tahun 2007 6
Undang-Undang Sistem Pen- didikan Nasional tahun 2003 7 University of Missouri- St. Louis 18 V volunteer 83 W Wedemeyer 100 Wibowo 18, 21, 25, 45, 46, 51, 53, 58, 66, 73, 76, 123, 129 William Bennet 46 Wiyani 84, 130 Y yakyuu 20 youchien 19 Yunani 14, 34, 39 Z Zamroni 73, 129 Zubaedi 8, 15, 16, 18, 26, 28, 51, 52, 123, 129