A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian Sikap Optimisme Tokoh Utama dalam Novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari dan Implikasinya pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII Mts. Annida Bina Insani Kecamatan Rancabungur Kabupaten Bogor. Dapat ditemukan bahwa tokoh utama menjalani kehidupannya dengan bersikap optimis dan selalu berpikir positif, sedangkan dalam mengatasi permasalahannya tokoh Kuggy selalu kerja keras, dinamis, kritis dan pantang menyerah sehingga tercapai seagala impiannya.
Dalam novel Perahu Kertas tidak tentang cinta walaupun terdapat kisah cinta dan perjuangan tokoh utama dalam meraih impiannya. Bahwa tokoh utama dalam novel tersebut, mengalami konflik batin yang muncul karena adanya pertentangan dari pihak keluarga dan sahabat terdekatnya. Namun meski begitu, tokoh utama tersebut tidak merasa putus asa dan menyerah atas segala pertentangan yang terjadi. Dia selalu optimis dan penuh semangat dalam menghadapi segala peristiwa yang terjadi.
Dalam hal ini terdapat nilai moral berupa sikap optimis dalam novel Perahu Kertas, penulis mengelompokkan berdasarkan wujud penyampaiannya yang terdiri dari tiga kelompok yaitu: 1) hubungan manusia dengan dirinya sendiri, meliputi: kerja keras dan sabar. 2) hubungan manusia dengan manusia lain, terdiri dari: a) hubungan persahabatan. b) hubungan orang tua dan anak. 3) hubungan manusia dengan Tuhan, meliputi: taat dan syukur.
Penelitian Sikap Optimisme tokoh utama dalam novel Perahu Kertas ini merupakan contoh yang sangat baik bagi peserta didik pada zaman sekarang ini, dari sikap dan perjuangan tokoh utama dalam meraih impiannya dapat dijadikan motivasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia, agar sisiwa lebih tertarik lagi dengan karya sastra terutama novel yang jalan ceritanya cukup panjang. Selain itu, peserta didik juga dapat menerapkan nilai moral yang terdapat pada novel tersebut dalam kehidupan sehari-hari, yaitu selalu bekerja keras, berpikir positif
dan jangan pernah menyerah dengan keadaan sampai tercapai apa yang diinginkan.
B. Saran
Berdasarkan beberapa simpulan yang telah dijelaskan, ada beberapa saran yang diajukan oleh penulis, yaitu:
1. Diharapkan novel Perahu Kertas ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, diharapkan bagi pendidik untuk dapat memanfaatkan novel ini sebagai media pembelajaran sastra nantinya. 2. Pembelajaran nilai-nilai moral yang telah didapatkan dalam novel tersebut
diharapkan dapat dijadikan sebagai bekal dan pegangan dalam perjalanan hidup peserta didik sehingga peserta didik lebih bijaksana dalam menghadapi kehidupan yang kompleks dan canggih pada masa sekarang ini.
DAFTAR PUSTAKA
Bahtiar, Ahmad. Metode Penelitian Sastra. Pujangga Rabbani Press. 2013 ______________Artikel Kumpulan Tulisan Sastra. Cetakan kesatu, CAPS. 2011 ______________ Sejarah Sastra Indonesia. Lembaga Penelitian Sastra UIN
Syarif Hidyatullah. Tahun: 2011
B. Rahmanto, Metode Pengajaran Sastra. Kanisius: Yogyakarta, 1992.
Sarwono, Sarlito, Wiryawan Pengantar Umum Psikologi. Pt. Bulan Bintang cetakan ke-8. Jakarta, 2000
Fauzi, Ahmad. Psikologi Umum. CV. Pustaka Setia.
Endraswara, Suwardi. Metodologi Penelitian Sastra. Cetakan kesatu, CAPS: 2011
Fenanie, Zaenuddin. Telaah Sastra. Universitas Muhamadiyyah Press: Surkarta. 2002.
Minderop, Albertine. Metode Karakterisasi Telaah Fiksi. Yayasan Obor Indonesia: Jakarta: 2005
Nurgiantoro, Burhan. Teori Pengkajian Fiksi. Gajah Mada University Press: Yogyakart. 2005.
M. Semi, Atar. Anatomi Sastra. Angkasa Raya: Padang
______________ Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Angkasa Bandung. Guntur, Tarigan Henry. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Edisi Revisi, Angkasa
Bandung: 2011.
Ghufron, M. Nur dan Rini Risnawati S, Teori-Teori Psikologi. Ar-ruaa media Yogyakarta: 2010.
Ratna, I Nyoman, Kutha. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Cetakan ketiga, Pustaka Pelajar: 2007
Stanton, Robert. Teori Fiksi. Terjemahan dari An Intruktion to fiction . Pustaka Pelajar. 2007. .
Susanto, Dwi. S. Pengantar Teori Sastra. Cetakan ke-1, CAPS. Yogyakarta:2011 Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi terbaru. Gita Media Press.
Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi keempat. Pusat Bahasa: Jakarta, 2008.
Zahara, Nuraida. Psikologi Pendidikan. Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah. Tahun 2011
Solihin, O, Bangkit Dong Sahabat. Gema Insani cetakan pertama, Jakarta, tahun: 2005
Lestari, Dewi. Novel Perahu Kertas, Truedee Pustaka Sejati: 2009.
Ismah , Nurul. Nilai Moral Dalam Novel Gadis Pantai. Pramoedya Ananta Toer, Skripsi pada UIN Syarif Hidayatullah. :Jakarta, 2013.
Sumarni, Kepribadian Tokoh Utama. Tinjauan Pikologi Sastra. Juusan PBS Pontianak. Tahun 2013
Hermina, Konflik Batin Tokoh Utama. Tinjauan Psikologi. PBSI Muhammadiyyah, Jogyakarta. Tahun 2011
Susilo, Ahmad Hadi, Nilai-Nilai Moral dan Potensinya Sebagai Bahan Ajar Apresiasi Sastra, PBS. Malang 2013
Novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari yang di terbitkan oleh Bentang Pustaka tahun 2009, merupakan novel terlaris pada masanya. Buku ini menceritakan tentang seorang remaja laki-laki yang lilus SMA yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam. Bersama neneknya. Keenan memiliki bakat melukis yang sangat kuat dan ia tidak mempunyai cita-cita lain selain menjadi pelukis. Namun karena dia sudah berjanji kepada ayahnya, sehingga dia harus pulang ke Indonesia untuk kuliah. Keenan diterima di fakultas ekonomi. Di sisi lain ada Kuggy, cewek unik cenderung eksentrik yang juga akan kuliah di Universitas yang sama.
Sejak kecil Kuggy tergil-gila dengan dongeng, tidak hanya koleksi dan taman bacaan ia juga senang menulis dongeng dan cita-citanya hanya satu menjadi juru dongeng. Meski dia sadar bahwa menulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan. Tak ingin lepas dari menulis, Kuggy lantas kuliah mengambil fakultas sastra.
Kuggy cewek yang mempunyai fisik yang mungil, penghayal dan berantakan. Dari benak nya mengalir untaian dongeng yang indah dan Keenan belum pernah bertemu manusia seaneh itu. Keenan remaja cowok yang cerdas, artistic, dan penuh kejutan. Dari tangannya, dapat membuat lukisa-lukisan magis, dan Kuggy juga belum pernah bertemu manusia seajaib itu. Dan kini mereka brhadapan di antara hamparan misteri dan rintangan. Akankah lkis dan dongeng dapat bersatu dan akankah hati dan impian mereka bertemu.
Mereka dipertemukan oleh Eko dan Noni, Eko adalah sepupu Keenan sementara Kuggy adalah sahabat Noni dari kecil. Terkecuali Noni mereka semua hijrah ke Jakarta dan kuliah di tempat yang sama di Bandung. mereka berempat akhirnya menjadi sahabat karib.
Namun pada saat itu kondisinya sangat tidak memungkinkan. Karena Kuggy sudah mmpunyai pacar Joshua (namanya) alias Ojos yang semena-mena diciptakan oleh Kuggy. Sementara Keenan pada saat itu dicomblangkan oleh Eko dan Noni dengan seorang curator muda bernama Wanda.
Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang, Kuggy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru. Yakni menjadi guru relawan disekolah darurat bernama Sakola Alit. Disanalah ia bertemu dengan pilik, muridnya yang paling nakal. Pilik dan kawan-kawan berhasil ia taklukan dengan cara menuliskan dongeng tentang kisah petualangan mereka sendiri, yang diberi judul : Jenderal Pilik dan pasukan alit. Kuggy menulis kisah tentang murid-muridnya itu hampir setiap hari dalam sebuah buku tulis yang kelak ia berikan pada keenan.
Kedekatan keenan dengan wanda yang awalnya mulus pun mulai berubah, keenan disadarkan dengan cara mengejutkan bahwa impian yang selama ini ia bangun harus kandas dalam semalam. Dengan hati hancur, keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung dan juga keluarganya di Jakarta. kemudian ia pergi ke Ubud, tinggal bersama teman ibunya Pak Wayan. Keenan mulai bisa melukis lagi berbekalkan kisah-kisah jenderal Pilik dan pasukan alit yang diberikan Kuggy padanya, keenan membuat lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para kolektor. Kuggy yang mulai kehilangan sahabat-sahabatnya dan mulai kesepian di Bandung, menata ulang hidupnya dengan lulus kuliah secepat mungkin dan langsung bekerja disebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter disana ia bertemu dengan Remigius, atasannya sekaligus sahabat abangnya. Kuggy meniti karir dengan cara tak terduga-duga, pemikirannya yang ajaib dan serba spontan membuat ia melejit dan diperhitungkan dikantor itu.
Namun Remi melihat sesuatu yang lain ia menyukai Kuggy bukan hanya karena ide-idenya, tapi karena semangat dan kualitas unik yang senan tiasa
bisa selamanya tinggal di Bali, Karen kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk. Keenan terpaksa kembali ke Jakarta menjalankan perusahaan keluarganya karena tidak punya pilihan lain.
Pertemuan antara Kuggy dan Keenan tidak terelakan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi dengan kondisi yang berbeda dan hati mereka kembali diuji, kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah kemana. Seperti perahu Kertas yang dihanyutkan di parit, di sungai, di kali, tetapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu.
Diwarnai pergelutan idealisme, persahabatan, tawa, tangis, dan cinta. Perahu Kertas tak lain adalah kisah perjalanan hati yang kembali pulang menemukan rumahnya.
Nama Sekolah : MTs. Annida Bina Insani Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester : VIII (Delapan) / 2 Standar
Kompetensi
: 13. Memahami Unsur Intrinsik Novel Remaja ( asli atau terjemahan ) yang dibacakan
Kompetensi Dasar
: 13.1. Mengidentifikasi Karakter Novel Remaja ( asli atau terjemahan ) yang dibacakan
Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit ( 1 pertemuan )
1. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat mengidentifikasikan karakter tokoh novel remaja yang dibacakan
Karakter Siswa yang diharapkan : Dapat dipercaya ( Trustworthines ) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility ) Berani ( courage )
Ketulusan ( Honesty ) 2. Indikator
a. Mendengarkan pembacaan cuplikan novel remaja b. Mendata tokoh utama dan sampingan dalam novel
c. Mengidentifikasi karakter tokoh disertai dengan alasan yang logis 3. Materi Pembelajaran
a. Novel Remaja
Definisi novel
Contoh novel remaja
Ciri-ciri novel
Unsur intrinsik dan ekstrinsik b. Tokoh dalam novel
Tokoh utama
Tokoh tambahan c. Karakter dalam novel
Protagonis Antagonis Tokoh sederhana Tokoh bulat 4. Metode Pembelajaran a. Ceramah b. Tanya jawab c. Penugasan
4. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran A.Kegiatan Awal ( 2x40 menit )
Apresiasi
Peserta didik mendengarkan kegiatan pembelajaran ( pertama )
Peserta didik dan guru bertanya jawab tentang isi novel
Memotivasi
Mampu bercerita dengan urutan yang baik, suara, lafal, intonasi, gesture dan mimik yang tepat;
Memfasilitasi peserta didik mengidentifikasi karakter tokoh;
Peserta didik mendata tokoh utama dan tokoh sampingan ;
Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberia tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
Peserta didik menyimpulkan tema cerita;
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik;
Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber;
Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan;
Memfasilitasi pesera didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kopetensi dasar;
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
Membantu menyelesaikan masalah;
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
Memberikan informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
Memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
C.Kegiatan Akhir ( 2x40 menit ) Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
Bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
Peserta didik dan guru menyimpulkan isi novel remaja yang diberikan. 5. Sumber Belajar
1. Buku teks Perpustakaan 2. Novel belajar terjemahan 6. Penilaian
Penilaian proses dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Penilaian Bentuk Penilaian Instrumen
Mampu mendata tokoh utama dan sampingan dalam cuplikan novel;
Mampu mengidentifikasi karakter tokoh disertai dengan bukti/alasan yang logis
Tes tulis Uraian Tulislah tokoh utama dan tokoh pendamping yang terdapat di dalam cuplikan novel yang kamu dengarkan!
Tulislah karakter tokoh disertai dengan bukti/alasan yang logis dalam cuplikan novel yang kamu dengarkan!
Pedoman Penskoran
No. Kegiatan Skor
1 Dapat menemukan tokoh utama dan pendamping 2
2 Dapat menemukan salah satu saja 1
3 Tidak dapat apa-apa 0
Pedoman Penskoran
No. Kegiatan Skor
1 Peserta didik menentukan karakter dengan tepat 2
2 Peserta didik menentukan watak kurang tepat 1
3 Peserta didik tidak menuliskan watak 0