• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENUTUPAN

Dalam dokumen Peran Ilmu Kesehatan Masyarakat. docx (Halaman 41-45)

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan ulasan makalah di atas maka kesimpulan yang dapat diambil adalah:

a. Epidemiologi

Peran sosiologi dapat digunakan untuk mengembangkan argumen-argumen bagi dasar sosial bagi populasi yang sehat. Dapat mengemukakan eksplanasi yang melibatkan faktor-faktor sosial seperti hubungan sosial di masyarakat. Kerapkali dikemukakan bahwa asal-usul epidemiologi adalah mencari suatu penyebab tunggal penyakit infeksi, khususnya penyakit seperti kolera. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengembangkan suatu model sosiologis penyebab-penyebab penyakit, berkebalikan dengan eksplanasi medis dan epidemiologis penyakit sebagai kejadian individual yang inheren. Sosiolog berpendapat bahwa alih-alih menggolongkan penyakit sebagaimana adanya pada tingkat individual, penyakit tersebut; seyogianya digolongkan menurut penyebab sosial.

b. Biostatistika dan Kependudukan

Peran sosiologi kesehatan dalam statistik untuk upaya memproduksi suatu argumen tentang mengapa penyakit eksis sebagaimana adanya. Informasi statistik adalah tumpukan penemuan dan korelasi yang tidak saling berkaitan mengenai faktor-faktor risiko. Epidemiolog mengkonstruksi kategori-kategori risiko yang kita sebagai individu diperingatkan akan keberadaannya. Khususnya, epidemiologi, saling berkelin dan dengan representasi media dan didukung oleh kelompok kesehatan profesional, kini menghasilkan “epidemik risiko". Peran odd ratio dari penelitian epidemiologi mendukung perspektif rasionalistik, individualistik, dan kehidupan prospektif di mana maksimalisasi kontrol dan minimalisasi ketidakpastian dilihat sebagai sasaran paling penting.

c. Kesehatan Lingkungan

Peran sosiologi digunakan untuk mengetahui faktor sosial apa saja yang dapat mendukung kesehatan lingkungan guna mengentaskan masalah kesehatan.

Selain itu sosiologi dapat mengangkat fenomena yang melatarbelakangi suatu permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan lingkungan, sehingga dengan pendekatan sosiologi akan mendapatkan informasi yang lebih baik dan dapat menyelesaikan masalah.

d. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku

Peran sosiologi dalam konsentrasi promosi kesehatan dan ilmu perilaku menggunakan pendekat-pendekatan sosial digunakan untuk melakukan edukasi kesehatan supaya masyarakat dapat mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih sehat. Selain itu juga mempelajari fenomena-fenomena sosial yang terjadi pada suatu kultur masyarakat untuk mendekatkan diri pada masyarakat untuk memudahkan komunikasi dan perubahan perilaku sehat dalam sehari-hari.

e. Administrasi Kebijakan Kesehatan

Sosiologi tidak mencoba memberitahu praktisi kesehatan tentang bagaimana mereka melaksanakan pekerjaan mereka, meski sebagian dari penemuan mereka dapat memberitahu kita hal-hal yang menarik tentang bagaimana kedokteran dan keperawatan dipraktikkan. Fokusnya bukan individu melainkan kelompok di mana individu adalah anggotanya. Sosiolog berpikir tentang masyarakat bukan sebagai individu-individu yang berkongkmerasi menjadi kelompok, yang merupakan perspektif psikologi, melainkan sebagai seperangkat struktur-struktur yang akan memproduksi kesempatan hidup tertentu bagi individu-individu di dalam kelompok. perspektif sosiologi mengenai penyakit adalah untuk melihat cara kita melabel dan mengobati sakit sebagai bentuk kontrol sosial.

f. Gizi Masyarakat

Peran sosiologi kesehatan dapat mengetahui faktor budaya sebenarnya dapat menjadi masalah yang menyebabkan terjadinya kemiskinan yang tentunya yang dapat mengarah pada masalah gizi. Sosiologi dapat menganalisis dengan berbagai pendekatan untuk mengetahui bagaimana budaya dalam mempengaruhi status gizi masyarakat pada wilayah tertentu.

g. Kesehatan Keselamatan Kerja

Peran sosiologi dalam kesehatan dan keselamatan kerja untuk upaya memilah-milah kontribusi faktor-faktor material bagi menyebabkan penyakit-penyakit tertentu. Pemilahan itu meliputi menghimpun bukti mengenai

peranan pekerjaan sebagai penyebab terhadap kanker, penyakit jantung koroner, kecelakaan dan penyumbatan jalan pernapasan kronis. Setiap penyakit ini berkaitan dengan pekerjaan dan penghasilan. Semakin besar penghasilan, sejalan dengan pekerjaan yang semakin baik dan kurang berbahaya, memberikan akses yang lebih baik kepada akomodasi, meningkatnya pilihan diet, dan menentukan lokal- lokal dalam suatu kota di mana penduduk hidup. Namun, faktor-faktor tersebut dapat dipisahkan secara empirik.

4.2 Saran

Sebagai bagian akhir dari makalah ini, maka saran yang dapat disampaikan adalah:

a. Perlu digambarkan secara lebih terperinci berdasarkan konsep-konsep yang ada pada setiap pilar utama ilmu kesehatan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Blane, D., Bartley, M. dan Davey, S. G. 1997. Disease Aetiology and Materialist Explanations of Socioeconomic Mortality Defferentials. European Journal of Public Health.

Bunkle, P. 1988. Second Opinion. Auckland: Oxford University Press.

Cassel, J. 1976. The Contribution of the Social Environment to Host Resistance. American Journal of Epidemiology.

Doyle, S., Skoner, W., Rabin, B. dan Gwaltney, J. 1997. Social Ties and Susceptibility to the Common Cold. Journal of the American Medical Association.

Engel, G. L. 1981. The Need for a New Medical Model: A Challenge for Biomedicine. MA: Addison-Wesley

Forde, G. 1998. Is Imposing risk Awareness Cultural Imperialism? Social Science and Medicine.

Freid, M. 2000. Poor Children Subject to Environment Injustice. Journal of the American Medical Association.

Fritschi, L dan Driscoll, T. 2006. Cancer Due to Occupaition in Australia. Australian and New Zealand Journal of Public Health 30.

Hamalainen, P., Takala, J. dan Saarela, K. 2007. Global Estimates of Fatal Work-Releated Diseases. American Journal od Industrial Medicine.

Haron, P. B. & Hunt, C. L. 1987. Sosiologi Jilid 1 dan 2. Jakarta: Erlangga.

Kelly, S., Hertzman, C. dan Daniel, M. 1997. Searching for the Biological Pathway Between Stress and Health. Annual Review of Public Health. Kent, R. 1981. A History of British Emperical Sociology. Aldershot: Gower

Markova, I dan Farr, R. 1995. Representations oh Health, Illnes and Handicap. Chur: Harwood

Notoatmodjo, S. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta

Schaefer, R. T. 2012. Sosiologi. Jakarta: Salemba Humanika.

Shuman, S. 1977. Psychosurgery and the Medical Control of Daviance. Detroit: Wayne State University Press.

Smith, A. 1985. The Epidemiology Basis of Comunity Medicine. Edinburgh: Churchill Livingstone

Soekanto, S. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sumakmur.1991. Hygiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja. Jakarta: CV. Masagung.

Syme, S. 1996. Rethinking Disease: Where Do We Go from Here? Annals of Eprdemiology.

White, K. 1994. Social Construction of Medicine and Health. Pamerston North: Dunmore Press.

White, K. 2001. The Early Sociology of Health, six volume. London: Routledge. White, K. 2012. Pengantar Sosiologi Kesehatan dan Penyakit. Jakarta: Rajawali

Pers.

Zola, I, 1972. Medicine as an Institution of Social Control. American Journal Sociology Review.

Dalam dokumen Peran Ilmu Kesehatan Masyarakat. docx (Halaman 41-45)

Dokumen terkait