• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyadapan

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN TEORETIS 2.1 (Halaman 34-41)

Penyadap adalah seseorang yang melakukan suatau pengolahan dalam suatu pekerjaan misalnya dalam melakukan pembuatan suatau produk yang mulanya diolah oleh seseorang penyadap sebelum menjadi sebuah produk yang menjadi barang.

Arti kata sadap Kamus Besar Bahasa Indonesia ada dua yaitu berkaitan dengan teknik perkebunan, kata sadap tidak dapat berdiri sendiri sehingga yang biasa dimaknai adalah kata menyadap,

(KBBI). Arti kata menyadap adalah mengambil air tlebih tepatnya getah, dari pohon dengan cara menorah kulit (menguliti) memangkas maya atau akar ada kalanya yang disadap adalah getahnya. Misalnya pohon karet.

Penyadapan merupakan salah satu kegiatan pokok dari pengusahaan tanaman karet. Tujuan dari penyadapan karet ini membuka pembuluh lateks pada kulit pohon agar lateks cepat mengalir. Kecepatan aliran latek akan berkurang apabila tekanan cairan lateks pada kulit berkurang, kulit karet dengan ketinggian 260 cm permukaan tanah merupakan bidang sadap petani karet dan dengan lingkaran atau lilitan pohon 25 cm maka pohon karet siap disadap untuk memperoleh pendapatan selama kurun waktu sekitar 30 tahun. Oleh sebabitu penyadapan harus dilakukan dengan hati hati agar tidak merusak kulit tersebut.

Jika terjadi kesalahan dalam penyadapan, maka produksi karet akan berkurang, untuk memperoleh hasil sadap yang baik.

Penyadapan harus mengikuti aturan tertentu agar diperoleh hasil yang tinggi, menguntungkan, serta berkesinambungan dengan sikap memperhatikan factor kesehatan tanaman.

Musuh yang paling mengganggu para penyadap karet adalah hujan dipagi hari, sebab jika jika kulit karet basah getah akan luber keluar dari jalur yang dibentuk oleh tarikan pahat. Jika hujan pagi berarti hari libur para penyadap getah karet . Sedanf musuh paling ditakuti adalah hujan turun saat ngangkit (mengumpulkan getah dari mangkuk penampung). Hasil memutari pohon – pohon karet satu kebun (satu blok) bisa jadi tanpa hasil jika air hujan meluberi sayak (mangkuk penampung) cairan getah karet. Namun musuh yang paling dibenci para penyadap getah karet adalah harga getah atau lateks jatuh sedang harga kebutuhan sehari – hari meningkat.

a. Penentuan Sadap

Sebelum dilakukan penyadapan harus diketahui kesiapan atau kematangan pohon karet yang akan disadap. Cara

menentukan kesiapan atau kematangan adalah dengan melihat umur dan mengukur lilit batangnya. Kebun karet memiliki tingkat pertumbuhan normal siap disadap pada umur lima tahun dengan produksi 25 -35 Tahun. Namun hal ini dianggap tidak tepat karena adanya factor – factor lain yang juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman, tetapi tidak tampak dan tidak bisa dikonttrol oleh manusia.

Melihat kekuranagn seperti di uraikan di atas, maka penentuan matang sadap dengan memperlihatlkan umur tanaman hanya dijadikan dasar, bukan sebagai patokan mutlak.

Artinya, umur menjadi dasar untuk melihat kematangan pohon dengan cara laiinya, yaitu mengukur lilit batang. Pengukuran lilit batang merupakan cara yang dianggap paling tepat untuk menentukan matang sadap. Pohon karet siap sadap adalah pohon karet yang sudah memiliki tinggi satu meter dari batas pertautan okulasi atau dari permukaan tanah untuk tanaman asal biji dan memiliki lingkungan batang aatau lilit batang 45 cm.

Kebun karet mulai disadap bila 55% pohonnya sudah menunjukan matang sadap. Jika belum mencapai 55% maka sebaiknya penyadapan ditunda. Penyadapan yang dilakukan sebelum mencapai persentase tersebut akan mengurangi produksi lateks yang akan mempengaruhi pertumbuhan pohon karet. Kebun yang dijadikan dengan baik biasanya memiliki 60-70% jumlah tanaman berumur 5 – 4 tahun yang berlilit batang 45 cm.

b. Peralatan Sadap

Peralatan sadap menentukan keberhasilan penyadapan.

Semakin baik alat yang digunakan, semakin baik hasilnya.

Berbagai peralatan sadap yang digunakan adalah sebagai berikut :

1) Mal sadap atau patron

Mal sadap dibuat dari sepotong kayu dengan panjang 130 cm yang dilengkapi pelut seng selebar kurang lebih 4 cm dan panjang antara 50 – 60 cm. Pelat seng dengan kayu membentuk sudut 120 derajat. Kegunaan mal sadap adalah untuk membuat gamabr sadapan yang menyangkut kemiringan sadapnya

2) Pisau Sadap

Pisau sadap ada dua macam, yaitu pisau untuk sadapan atas dan pisau untuk sadapan bawah. Pisau ini harus mempunyai ketajaman yang tinggi. Ketajaaman pisau sadap atas digunakan untuk menyadap kulit karet pada bidang sadap atas, ketinggiannya di atas 130 cm. Sedangkan pisau sadap bawah digunakan untuk menyadap kulit karet pada bidang sadap bawah, ketinggian mulai 130 cm kea rah bawah. Pisau sadap mempunyai tangkai yang panjang untuk mempermudah penyadapan dari permukaan tanah.

3) Talang lateks atau spout

Talang lateks terbuat dari seng dengan lebar 2.3 cm dan panjangnya antara 8 -10 cm. Pemasangan talang lateks pada pohon karet dilakukan dengan cara dirancang 5 cm dari titik atau ujung terendah irisan sadapn. Perancangan hendaknya tidak terlalu dalam agar tidak merusak lapisan cambium atau pembuluh empelur karet. Talang lateks digunakan untuk mengalirkan cairan lateks atau getah karet dari irisan sadap kedalam mangkuk.

4) Mangkung atau cawan

Mangkuk atau cawan digunakan untuk menumpang lateks yang mengalir dari bidang irisan melalui talang.

Mangkuk ini biasanya bibuat dari tanah liat, plastic aatu aluminium. Setiap jenis mempunyai kelebihan dan kelemahan sendiri – sendiri. Mangkuk dari tanah liat harganya murah dan mudah di dapat, tetapi mudah pecah.

Mangkung dari pelastik tahan lama, tetapi harganya agak mahal dan agak sulit dicari. Sedangkan mangkung aluminium silit dicari dan harganya mahal, tetapi tahan lama dan bisa menjamin kualitas lateks. Mangkung dipasang 10cm dibawah talang lateks.

5) Cincing Mangkok

Cincin mangkuk merupakan alat yang harus di sediakan dalam penyadapan karet. Cincin ini digunakan sebagai alat meletakan mangkuk sadap. Bahan yang digunakan adalah kawat. Untuk menggantungkan pada pohon karet tidak boleh memakai paku dan bahan lain yang runcing akan merusak cambium dan bidang sadap. Biasanya cincin ini digunakan pada tali cincin. Diamater cincin dibuat sedikit lebih besar dari ukuran mangkung sadap agar mangkuk bisa masuk pada cincin.

6) Tali Cincin

Tali cincin digunakan untuk mencantolkan cincin mangkung sehingga mutlak harus disediakan. Biasanya tali cincin dibuat dari kawat atau ijuk. Letakan pada pohon karet disesuaikan dengan keadaan cincin mangkung, jangan sampai terlalu jauh dari cincin mangkuk. Sebagaimana talang lateks, kedudukan tali cincin juga berubah tiap periode tertentu.

7) Meteran

Meteran digunakan untuk menentukan tinggi bidang sadap dan mengukur lilit bidang pohon karet. Oleh karena itu, meteran tidak bisa lepas dari kegiatan persiapan.

Meteran yang digunakan terbuat dari kayu (panjang 130 cm) dan dari bahan lunak atau kulit, seperti dijual di took – took. Meteran kulit disebut juga meteran gulung dengan panjang 150 -200 cm. Meteran kayu digunakan untuk

mengukur tinggi sadapan sedangkan meteran dulung digunakan untuk lilit batang.

8) Pisau Mal

Pisau mal digunakan untuk menorah kulit batang karet saat akan membuat bidang sadapan. Alat ini dibuat dari besi panjang dengan ukuran runcing dan pegangannya terbuat dari kayu atau plastic. Bagian runcing inilah yang digunakan untuk menorah kulit batang pohon karet.

9) Quari atau sigmat

Alat ini digunakan untuk mengukur tebalnya kulit yang disisakan saat penyadapan. Tujuannya agar penyadapan tidak sampai kambium atau pembuluh empelurnya. Quari atau sigmat terbuat dari besi, bagian ujungnya seperti jarum dengan panjang 1-1,5 mm

c. Cara Kerja Penyadapan

Lihat dan pilih pohon karet yang siap sadap atau memiliki kriteria siap sadap. Kemudian di buat pola sadap :

1) Bukaan sadap ditentukan 90-100 cm dari permukaan tanah 2) Bidang sadapan Digambar dengan bentuk spiral dari kiri

atas ke kanan bawah membentuk sudut 20-45d derajat terhadap garis horizontal.

Selanjutnya dilakukan penyadapan sebagai berikut : 1) Kulit pohon dibersihkan

2) Kulit pohon diiris dengan tebal irisan 1,5 dan 2,0 mm 3) Kedalaman irisan 1,0 – 1,5 mm

4) Lateks ditampung dengan mangkung sadap d. Waktu Penyadapan

Penyadapan hendaknya dilaksanakan sepagi mungkin, antara pukul 04.00 hingga 08.00. Pagi hari, tekanan turgor sel tanaman maksimal sehingga jumlah lateks dan aliran lateks yang keluar juga maksimal. Selain itu, sebelum terbit matahari dapat meminimalisir penggumpalan lateks sebelum mencapai

mangkuk sadap akibat panas yang ditimbulkan cahaya matahari (Pusat Penelitian Karet Getah, 2014).

Waktu penyadapan yang dianjurkan pada pukul 04.00 sampai 08.00 pagi hari karena tekanan yang dihasilkan dari turgol sel sangat besar. Proses penyadapan yang dilakukan pada waktu siang dan sore hari akan menghasilkan jumlah latek yang sedikit saat keluar batang pohon karet. Aliran latek juga semakin lambat, karena tekanan sel yang semakin kecil. Waktu penyadapan yang tidak dipertahatikan juga akan mempengaruhi jumlah latek yang akan dihasilkan (Dinas Pertanian, 2012).

Penyadapan yang dilakukan di waktu siang ahri selain semakin rendahnya tekanan turgol sel cahaya matahari juga semakin maksimal, sehingga lateks yang akan dihasilkan semakin sedikit. Sedangkan untuk proses penyadapan yang dilakukan diwaktu sore hari dipengaruhi oleh kecepatan angina, kecepatan angina mempengaruhi aliran dan percepatan pengeingan lateks yang keluar (Dinas Pertanian, 2012).

PUPPH (2012) mengungkapkan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan acuan PERMENTAN No.

38 Tahun 2008. Langkah prosedur sebagai berikut : a. Penyadapan sebaiknya dilakukan pada pagi hari b. Penyadapan sebelum matahari terbit

c. Penyadap yang menyadap harus terampil

d. Penyadap memakai system dari kiri ke kanan bawah

e. Ketebalan memakai konsumsi kulit maksimal 5 mm dan tidak boleh mengenai kambium

f. Pisau sadap harus bersih dan tajam g. Kemiringan bidang sadap maksimal 40o

Lateks bisa mengalir keluar dari pembuluh lateks akibat adanya turgor. Turgor adalah tekanan pada dinding sel oleh isi sel. Banyak sedikitnya isi sel berpengaruh pada besar kecilnya tekanan pada dinding sel. Semakin banyak isi sel, semakin besr

pula tekanan pada didnding sel. Tekanan yang besar akan memperbanyak lateks yang keluar dari pembuluh lateks. Oleh karena itu, penyadapan dianjurkan di mulai saat turgor masih tinggi, yaitu saat belum terjadi pengurangan isi sel melalui penguapan oleh daun atau saat matahari belum tinggi.

Penyadapan hendaknya pada pagi hari antara pukul 05.00 - 6.00 pagi sedangkan pengumpulan lateksnya dilakukan antara 08.00 – 10.00. (Tim Penulis PS,1988:270).

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN TEORETIS 2.1 (Halaman 34-41)

Dokumen terkait