• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian Data dan Analisis Data

9 13.30-13.30 Makan Siang&Persiapan Sekolah Diniyah 10 13.30-15.00 Sekolah Diniyah

11 15.00-1530 Sholat Asar Berjamaah 12 15.30-16.30 Sekolah Formal

13 16.30-17.30 Istirahat&Persiapan Sholat Maghrib

14 17.30-18.15 Sholat Maghrib Berjamaah&Rotibul Haddad 15 18.15-19.00 Pembinaan Al-Quran

16 19.00-19.30 Jamaah Sholat Isya’

17 19.30-20.15 Mudzakarah (Belajar Bersama) 18 20.15-21.00 Pengajian Kitab

19 21.00-22.00 Makan Malam

20 22.00-03.00 Istirahat&Tidur Malam

Sumber : Dokumentasi Sekretaris Pondok Pesantren Raudlatul Malikiyah

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di pondok Pesantren Raudlatul Malikiyah dengan menggunakan teknik wawancara/interview baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka, peneliti akan memaparkan beberapa data dari para informan terkait dengan judul ”Penerapan Sholat Qiyamul Lail Untuk meningkatkan Kecerdasan spiritual Santri di Pondok pesantren Raudlatul Malikiyah Ketapang Kademangan Probolinggo”

1. Perencanaan penerapan Sholat Qiyamul Lail Untuk Meningkatkan Kecerdasan Spritual Santri Di Pondok Pesantren Raudlatul Malikiyah Ketapang Kademangan Probolinggo

Dalam menanamkan bentuk kedisiplinan dan ketertiban untuk melaksanakan berbagai macam kegiatan pondok pesantren, santri perlu diajarkan pembiasaan disiplin dalam segala hal, mulai dari ketepatan jam belajar, makan, mandi, dan ketepatan waktu dalam melaksanakan sholat.

Terkadang santri tidak menghiraukan adanya peraturan tersebut, berangkat dari semua itu pengurus pondok menerapkan sholat Qiyamul lail untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santri. Mengingat pentingnya kecerdasan spiritual dalam kehidupan ini.

Hal tersebut sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Titin Yulistiawati, beliau menyatakan bahwa:

”Dalam lingkungan Pesantren sholat Qiyamul Lail ini sudah menjadi tradisi dek, tapi tidak semua santri yang mengamalkannya beberapa saja, ketika saya mengamati salah satu santri yang biasa mengamalkan sholat Qiyamul Lail dengan salah santri yang jarang bahkan tidak pernah melakukan sholat Qiyamul Lail itu ada perbedaan, mulai dari segi sikapnya, cara dia berbicara sama ustadzah, cara dia mentataati peraturan, dan juga cara ta’dzim sama ustadzah itu sangat berbeda. Berangkat dari semua itu maka saya dan

juga ustadzah yang lain berencana untuk menerapkan sholat Qiyamul Lail untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santri. Dalam perencanaan sholat Qiyamul Lail tidak banyak dek yang harus dipersiapkan, hanya saja saya, wali kelas dan ustadzah yang lain melakukan musyawarah terlebih dahulu, untuk merencanakan kegiatan ini, karena sholat Qiyamul Lail ini kan dilakukan ditengah malam, jadi harus ada salah satu santri yang bertugas jaga malam, apabila nanti sudah sampai waktunya sholat Qiyamul Lail maka santri tersebut yang bertugas membangunkan santri-santri yang lain, dalam penerapan ini kami juga selalu mewanti-wanti kepada santri agar selalu menanamkan taqwa, takwakkal, bersyukur dan niat yang ikhlas karena itu semua merupakan kunci dari kegiatan ini. 113

Berdasarkan keterangan di atas sholat Qiyamul Lail merupakan tradisi di Pondok Pesantren. Akan tetapi hanya beberapa santri saja yang melaksanakannya. Pondok Pesantren Raudlatul Malikiyah menjadikan sholat Qiyamul Lail sebagai cara untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santri. Yang mana dalam perencanaannya meliputi rapat terlebih dahulu antara ketua pengurus, ustadzah, dan juga wali kelas. Karena dalam kegiatan ini harus ada santri yang harus dijadikan petugas jaga malam.

Selain itu pengurus juga memberi nasehat terhadap santri agar selalu menanamkan rasa taqwa, tawakkal, bersyukur dan juga niat yang ikhlas, karena itu semua merupakan kunci dari sholat Qiyamul Lail..

Informasi yang sama juga disampaikan oleh Susilowati, beliau menyatakan bahwa:

”Untuk perencanaan sholat Qiyamul Lail ini semua ustadzah melakukan musyawarah terlebih dahulu dek, soalnya nanti harus ada santri yang bertugas jaga malam. Maka saya, pengurus dan ustadzah yang lain musyawarah bersama untuk memutuskan santri yang akan bertugas jaga malam. Setelah musyawarah bersama akhirnya kami memutuskan yang bertugas jaga malam itu kelas 6 Ibtidaiyah dan kelas 3 Tsanawiyah. Kebetulan saya wali kelas 6

113 Titin Yulistiawati, wawancara, Probolinggo, 12 Juni 2016.

ibtidaiyah dek. Jadi mau tidak mau sesekali saya juga ikut jaga malam menemani santri-santri kelas 6 ibtidaiyah jaga malam.114 Berdasarkan informasi dari Ustadzah Susilowati di atas, dalam perencanaan penerapan sholat Qiyamul Lail pengurus, ustadzah, dan wali kelas melakukan rapat terlebih dahulu. Untuk memutuskan santri yang akan bertugas jaga malam, yang nanti juga membangunkan santri-santri yang lain apabila sudah sampai pada waktu sholat Qiyamul Lail. Setelah rapat bersama, akhirnya yang ditunjuk bertugas jaga malam yaitu santri kelas 6 Ibtidaiyah dan santri kelas 3 Tsanawiyah.

Terkait dengan perencanaan penerapan sholat Qiyamul Lail tersebut juga diperkuat oleh Linda,

”Berbicara masalah perencanaan penerapan sholat Qiyamul Lail ini bak, Alhamdulillah kami (kelas enam ibtidaiyah) dipercaya oleh pengurus dan ustazah bertugas jaga malam sekaligus membangunkan santri-santri yang lain. Untuk mengkondusifkan jaga malam tersebut, saya membagi teman-teman menjadi 7 kelompok dan dibentuk jadwal piket jaga malam, jadi tiap malamnya mesti ada yang jaga bak, karena kami sudah membuat jadwal piket tersebut. Apabila ada kelompok yang tidak jaga malam, misalkan lupa atau tidak ada alasan yang masuk akal, maka kelompok tersebut disanksi jaga malam selama satu minggu bak.

Jadi dalam satu kelompok ini kami harus kompak. Kemudian dalam 1 kelompok ini kami juga membagi jam jaga mulai dari jam 22.00 sampai jam 02.00 bak, separuh dari teman-teman yang bertugas jaga malam, separuh yang lain ada yang tidur, jadi sistemnya gantian bak, karena salah satu syarat dari sholat Qiyamul Lail itu harus tidur terlebih dahulu bak”115

Informasi yang sama juga disampaikan oleh Siti Qomariyah dia mengatakan bahwa:

114 Susilowati, wawancara, Probolinggo, 12 Juni 2016.

115 Nadia, Wawancara, Probolinggo, 15 Juni 2016.

”Sebelum sholat Qiyamul Lail dilaksanakan kami (kelas 6 ibtidaiyah) bertugas jaga malam sekaligus membangunkan santri-santri yang lain kalau sudah jam 02.30 bak, kami keliling ke kamar-kamar santri dan ada yang bertugas mencet bel di kantor.

Untuk penjagaan malamnya kami melakukan secera gantian karena memang sudah dibentuk jadwal piket. Apabila ada kelompok yang tidak piket jaga malam maka akan ditindak jaga malam selama seminggu”116

Sebagaimana hasil wawancara peneliti dengan Nadia dan Siti Qomariyah selaku santri kelas 6 Ibtidaiyah mengenai perencanaan penerapan sholat Qiyamul Lail yaitu dimulai dengan adanya penjagaan malam, dimana yang bertugas kelas 6 Ibtidaiyah. Dan kelas 3 Tsanawiyah.

Apabila sudah sampai pada jam 02.30 maka mereka membangunkan santri-santri yang lain dengan cara keliling ke kamar-kamar santri-santri, ada juga yang pergi ke kantor menghidupkan bel sebagai tanda bahwa sholat Qiyamul Lail akan segera dilaksanakan.

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Fikri beliau mengatakan bahwa:

”Dalam perencanaan penerapan Qiyamul lail kami sudah berupaya sebaik mungkin dengan melakukan musyawarah bersama, kemudian menunjuk kelas 6 dan kelas 3 Tsanawiyah menjadi petugas jaga malam sekaligus membangunkan santri dan memencet bel dikantor.

Untuk selebihnya kami serahkan kepada santri sendiri, karena yang namanya bangun malam itu lumayan sulit bak, apalagi jam 02.30, itu jam enak-enaknya santri tidur. jadi kami serahkan kepada mareka sendiri. Akan tetapi karena ini sudah dijadikan penerapan konsekoensi itu pasti ada, dan itu kami percayakan kepada ketua kamar masing-masing. Apabila yang melanggar satu santri dalam satu kamar maka yang di ta’zir santri yang bersangkutan. Dan apabila yang melanggar sampek 3 santri atau lebih maka yang dita’zir santri yang bersangkutan sekaligus ketua kamarnya. Adapun bentuk ta’zirnya yaitu mengimami sholat lima waktu.117

116 Siti Qomariyah, Wawancara, Probolinggo, 15 Juni 2016.

117 Fikri, Wawancara, Probolinggo, 13 Juni 2026.

Pernyataan-pernyataan tersebut lebih diperkuat lagi oleh Lutfiah beliau menyatakan bahwa:

”Sebelum saya berbicara perencanaan penerapan sholat Qiyamul Lail saya akan membahas terlebih dahulu alasan kenapa di pondok pesantren ini menerapkan sholat Qiyamul Lail. jadi begini dek, mengingat kecerdasan spiritual itu penting dalam kehidupan, sekalipun santri itu pintar ataupun cerdas, tapi tidak memiliki kecerdasan spiritual, maka kecerdasan dan kepintaran santri tersebut tidak akan berarti. Kareana kecerdasan spiritual ini merupakan kecerdasan tertinggi. Berangkat dari semua itu maka pengurus dan ustadzah menerapkan sholat Qiyamul Lail untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santri. Lalu kenapa kita memilih sholat Qiyamul Lail, karena sholat merupakan ibadah yang menhubungkan langsung antara hamba dengan Tuhannya. Apalagi itu dikerjakan di tengah malam dek, selain itu, shalat yang paling utama setelah shalat fardlu yaitu shalat Qiyamul Lail.Untuk perencanaannya dek, mungkin sama seperti ustadzah yang lain, yakni mengadakan musyawarah bersama. Setelah itu menunjuk kelas 6 dan kelas 3 Tsanawiyah bertugas jaga malam dan membangunkan santri-santri yang lain.118 Sebagaimana penjelasan dari ustadzah Fikri dan Ustadzah Lutfiah di atas tidak jauh beda dengan ustadzah yang lain, yaitu musyawarah atau rapat bersama merupakan hal pertama yang dilakukan di pondok pesantren,untuk selanjutnya menunjuk kelas 6 Ibtidaiyah dan kelas 3 Tsanawiyah bertugas menjaga malam sekaligus membangunkan santri yang lain.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa perncanaan sholat Qiyamul Lail untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Raudlatul Malikiyah Ketapang Kademangan probolinggo direncanakan dengan rapat/musyawarah terlebih dahulu antara pengurus, wali kelas, dan

118 Lutfiyah, Wawancar, Probolinggo, 13 Juni 2016.

ustadzah. Kemudian menunjuk kelas 6 Ibtidaiyah dan kelas 3 Tsanawiyah bertugas jaga malam mulai jam 22.00 sampai jam 02.30 sekaligus membunyikan bel di kantor dilanjutkan membangunkan santri-santri yang lain. Demikian, perencanaan penerapan sholat Qiyamul Lail untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Raudlatul Malikiyah Ketapang Kademangan Probolinggo.

2. Pelaksanaan Sholat Qiyamul Lail Untuk Meningkatkan Kecerdasan Spritual Santri Di Pondok Pesantren Raudlatul Malikiyah Ketapang Kademangan Probolinggo

Setelah perencanaan sholat Qiyamul Lail untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santri dilakukan secara cermat, maka tindakan selanjutnya ialah pelaksanaan, yaitu melakukan sejumlah kegiatan yang sudah ditetapkan sebelum guna mencapai tujuan bersama. Dimana kegiatan ini menjembatani antara kegiatan perencanaan dengan peningkatan kecerdasan spiritual.

Sholat Qiyamul Lail merupakan pertemuan yang agung antara manusia dengan sang kekasih, Allah SWT. Sholat malam, bila dikerjakan sesudah tidur itu dinamakan sholat tahajjud. Sholat tahajjud adalah sholat sunnah yang dilakukan pada malam hari dan dilaksanakan tidur terlebih dahulu, walaupun tidurnya hanya sebentar,

Berikut hasil wawancara dengan Titin Yulistiawati, beliau menyatakan bahwa:

”Setiap pesantren melaksanakan sholat Qiyamul Lail itu sudah biasa dek, begitu juga dengan pesantren Raudlatul Malikiyah ini, karena

Qiyamul lail itu sudah menjadi tradisi dalam lingkungan pesantren, akan tetapi pesantren ini menjadikan Qiyamul Lail sebagai kegiatan untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santrinya. Yang mana dalam hal ini kita tidak fokus pada sholat tahajjud saja, tapi kami juga melaksanakan sholat hajat, sholat witir, kemudian ditutup dengan doa dan dzikir bersama”119

Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Ustadzah Titin Yulistiawati bahwa Pondok pesantren Raudlatul Malikiyah menerapkan sholat Qiyamul Lail untuk meningkatkan kecerdasan santri. Selain sholat Qiyamul Lail pesantren ini juga menerapkan sholat hajat, sholat witir, kemudian ditutup dengan doa dan dzikir bersama.

Informasi yang sama juga disampaikan Susilowati, Beliau menyatakan bahwa:

”Dalam pelaksanaan sholat Qiyamul Lail ini dek, kami tidak terfokus pada sholat tahajjud saja, akan tetapi kami juga menerapkan sholat hajat, sholat witir kemudian ditutup dengan doa dan dzikir bersama. Itu dilaksanakan secara berjamaah dek, saya selaku wali kelas 6 ibtidaiyah kadang juga ikut jaga malam dan membangunkan santri-santri, menemani kelas 6 Ibtidaiyah piket. Jadi apabila jam sudah menunjukkan 02.30 maka kami mulai bagi tugas membangunkan santri disetiap kamar, ada yang pergi kekantor untuk memencet bel. Setelah semua santri berkumpul di Aula, jam 03.00 kami mulai melaksanakan sholat Qiyamul Lail. untuk jumlah rokaatnya sholat tahajjud 4 rokaat 2 kali salam, sholat hajat 2 rokaat 1 kali salam, sholat witir 3 rokaat 2 kali salam”.120

Hal serupa juga disampaikan oleh Nadia, dia mengatakan bahwa:

”Jam 02.30 kami sudah mulai bagi tugas bak, ada yang keliling ke kamar santri, ada yang pergi kekantor memencet bel.santri yang sudah bangun langsung kekamar mandi untuk berwudlu’ setelah itu langsung ke Aula. Jam 03.00 kami mulai melaksanakan sholat Qiyamul Lail yang meliputi sholat tahajjud 4 rokaat 2 kali salam, sholat hajat 2 rokaat 1 kali salam, sholat witir 3 rokaat 2 kali salam, kemudian di tutup dengan doa dan dzikir bersama. Untuk

119 Titin Yulistiawati, Wawancara, Probolinggo, 12 Juni 2016.

120 Susilowati, Wawancara, Probolinggo, 12 Juni 2016.

selanjutnya itu terserah santrinya dah bak, ada yang melanjutkan membaca Al-Quran sambil menunggu adzan subuh, ada juga yang tidur ketika sudah mualik mereka bangun untuk mengambil wudlu’

dan sholat subuh berjamaah”121

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Lutfiah Beliau menyatakan bahwa:

”Sholat Qiyamul Lail merupakan sholat yang dikerjakan dimalam hari, biasanya sholat Qiyamul Lail itu identik dengan sholat tahajjud, akan tetapi kami juga menerapkan sholat hajat, sholat witir kemudian ditutup dengan doa dan dzikir bersama. Untuk rokaat sholat qiyamul Lail itu kan tidak terbatas bak, tapi kami hanya menerapkan sholat tahajjud 4 rokaat 2 kali salam, sholat hajat 2 rokaat 1 kali salam, sholat witir 3 rokaat 2 kali salam, sedikit-sedikit bak yang terpenting istiqomah. Untuk merencanakannya sih gampang saja bak, tapi yang mau mengamalkan dan mengistiqomahkan kegiatan itu butuh ketelatenan dan kerja sama”122 Mengenai persiapan sholat Qiyamul Lail yaitu pada jam 02.30.

kemudian santri yang bertugas jaga malam (kelas 6 Ibtidaiyah dan kelas 3 Tsanawiyah) mulai membangunkan santri disetiap kamar, ada sebagian dari mereka yang pergi ke kantor pondok untuk memencet bel sebagai tanda persiapan sholat Qiyamul Lail. Jam 03.00 sholat Qiyamul Lail mulai dilaksanakan.123

Berdasarkan hasil pemaparan informan dan observasi peneliti dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penerapan sholat Qiyamul Lail untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Raudlatul Malikiyah. Jam 02.30 persiapan sholat Qiyamul Lail, kelas 6 Ibtidaiyah dan Kelas 3 Tsanawiyah mulai membangunkan santri disetiap kamar.

Kemudian jam 03.00 sholat Qiyamul Lail mulai dilaksanakan yang

121 Nadia, Wawancara, probolinggo, 15 juni 2016.

122 Lutfiyah, Wawancara, Probolinggo, 13 juni 2016.

123 Observasi, Probolinggo, 14 Juni 2016.

meliputi sholat tahajjud 4 rakaat 2 kali salam, sholat hajat 2 rokaat 1 kali salam , sholat witir 3 rakaat 2 kali salam kemudian ditutup dengan doa dan dzikir bersama. Sembari menungggu adzan subuh berkumandang sebagian santri ada yang membaca Al-Qur’an, sebagian lagi ada juga yang melanjutkan tidur, kemudian dilanjutkan dengan sholat subuh berjamaah.124 3. Kecerdasan Spiritual Santri Di Pondok Pesantren Raudlatul Malikiyah

Ketapang Kademangan Probolinggo Setelah Menerapkan Sholat Qiyamul Lail

Spiritual merupakan kepercayaan seseorang terhadap Tuhan yang Esa, sehingga seseorang tersebut mampu menjalankan apa yang sudah diperintahkan oleh Tuhan dengan ketulusan. Pondok pesantren Rudlatul malikiyah mempunyai kegiatan tersendiri untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santrinya yaitu dengan menerapkan sholat Qiyamul Lail, yang mana dalam kegiatn ini diisi dengan sholat tahajjud, sholat hajat, sholat, sholat witir kemudian ditutup deng doa dan dzikir.

Bacaan dan gerakan serta kekhusukan malam dalam sholat Qiyamul Lail akan berpengaruh besar dalam kecerdasan para santrinya. Sikap optimis akan timbul oleh kecerdasan spiritual dari sholat Qiyamul Lail yang di kerjakan dengan ikhlas. Peningkatan harapan akan muncul yang menyebabkan orang bersikap optimis. Qiyamul Lail akan meningkatkan kita dalam mengingat Rabb. yang mana, semakin banyak kita mengingat Allah, semakin bersih ingatan kita (positif thinking), khusuknya hati dan

124 Observasi, Probolinggo, 14 juni 2016.

terjaga dari kemungkaran. Harapan-harapan dan sikap keyakinan untuk bisa muncul dari benak pikiran yang diyakininya dalam hati,

Berikut hasil wawancara dengan Titin Yulistiawati, beliau mengatakan bahwa:

”Sholat Qiyamul Lail itu merupakan ibadah yang paling utama setelah ibadah mahdhoh dek, dan saya yakin setiap sesuatu yang kerjakan oleh seseorang itu pasti ada balasannya, hal tersebut sudah tertuang dalam firman-Nya. () seperti yang kita ketahui faedah dan manfaat dari sholat qiyamul lail itu banyak sekali, bacaan serta kekhusyu’an yang dikerjakan dimalam hari itu akan sangat signifikan terhadap kecerdasan seorang santri lebih-lebih mengenai kecerdasan spiritual”125

Informasi yang sama juga disampaikan oleh Riadlus Sholihah, beliau menggatakan bahwa:

“Bagi seorang santri kecerdasan spiritual merupakan sebuah kebutuhan yang harus terpenuhi, karena apabila sudah terpenuhi, kedamaian kebahagiaan dhohir dan batin akan mereka rasakan.

Karena begini bak, hidup dalam lingkungan pesantren itu butuh kesabaran, kemandirian, kejujuran, keistiqomahan,dan saling toleransi sama teman, hidup dalam lingkungan pesantren jangan disamakan dengan hidup dirumah sendiri yang semuanya serba disediakan, tapi kalau di pesantren itu harus kerjakan sendiri, mulai dari mencuci, mau makan harus ke kantin, mau mandi harus ngantri, harus ikut kegiatan pesantren, tidur harus tepat waktu. Itu semua butuh kesabaran dan keistiqamahan dalam menjalaninya bak, berangkat dari semua itu perlu lah ada upaya dari pengurus dan ustadzah untuk membekali para santri agar bisa menjalani kehidupan dalam pesantren, lebih-lebih ketika mereka sudah terjun dalam lingkungan masyarakat kelak. Ketika saya memperhatikan santri-santri setelah di terapkan sholat Qiyamul Lail itu memang ada perubahan yang signifikan. Mulai dari kesabaran, keistiqamahan, kedisiplinan, ketawadlu’an, cara mereka menghadapi masalah itu berbeda. Jadi ada perubahan positif dalam diri santri bak”126

125 Titin Yulistiawati, Wawancara, Probolinggo, 12 Juni 2016.

126 Riadlus Sholihah, Wawancara, Probolinggo, 13 Juni 2016.

Mengenai spiritual santri, mereka terlihat antusias dan terlihat sangat termotivasi dengan diadakannya kegiatan sholat Qiyamul Lail, para santri benar-benar khusu’ dalam menajalankannya. Ketika berjamaah sholat fardlu jarang terlihat santri yang telat, karena saat tiba waktu adzan mereka sudah berkumpul di Aula. Cara ta’dzim para santri terhadap asatidz dan asatidzah juga sudah sangat terlihat.127

Sebagaimana wawancara dengan Fikri, beliau mengatakan bahwa:

“Mendidik rohani memang sangat penting untuk diterapkan dek, karena sebelum dilaksanakan sholat Qiyamul Lail untuk mendidik rohani santri itu para santri susah diatur, sukanya melanggar. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah mulai bisa diatur, istiqamah dalam sholt Qiyamul Lail merupakan sarana untuk lebih dekat dengan Allah”128

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Susilowati beliau mengatakan bahwa:

“Mungkin tidak semua santri, tapi kebanyakan santri yang saya amati itu sudah mulai nampak perubahan sikapnya. Ada yang awal mondok itu setiap harinya melanggar, sering meninggalkan sholat jamaah, tapi Alhamdulillah dengan di adakannya penerapan Qiyamul Lail ini setidaknya sekarang mereka sudah berubah, dan sekarang mulai ikut berjamaah secera istiqamah bagitu juga dengan kegiatan pondok lainnya. Dan menurut saya itu merupakan barokah dari keistiqamahan melakukan sholat Qiyamul Lail”129 Infomasi yang sama juga disampaikan oleh Nadia dia mengatakan bahwa:

“Kecerdasan spiritual santri sekarang sudah ada peningkatan bak, terbukti dengan para santri yang tidak pernah ketinggalan jamaah, rutin mengaji Al-Qur’an dan lebih hormat pada ustdzah, menurut saya bak penerapan sholat Qiyamul Lail ini sangat signifikan dengan peningkatan kecerdasan spiritual santri. Karena ketika

127 Observasi, Probolinggo, 2016.

128 Fikri, Wawancara, Probolinggo, 13 Juni 2016.

129 Susilowati, Wawancara, Probolinggo, 13 Juni 2016.

diamati dari sikap kesahariannya sudah berbeda bak, mulai dari ketawadlu’an sama ustdzah, keistiqamahan dalam beribadah, kedisiplinan dalam mengikuti peraturan, cara mereka bergaul sesame santri, bahkan dalam menghadapi masalah saja mereka lebih tenang bak”130

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Siti Qomariyah dia mengatakan bahwa:

“Saya sangat senang sekali dengan diadakannya penerapan sholat Qiyamul Lail ini bak, karena sekarang saya lebih optimis dan istiqamah dalam melaksanakan ibadah kepada Allah Swt. Selain itu saya dan juga santri yang lain lebih disiplin dalam menaati peraturan yang sudah ditetapkan oleh pengurus dan ustadzah.

Begitu juga ketika ada masalah, kami berusaha menyelesaikan dengan tenang. Untuk selebihnya kami serahkan kepada yang Kuasa, berusaha Tawakkal, Sabar dan Ikhlas itu yang kami lakukan sekarang bak”131

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Lufiyah beliau mengatakan bahwa:

“Allah itu maha kuasa dek, hanya Allah yang dapat membolak-balikkan hati setiap manusia, mungkin karena kita istiqomah dalam melaksanakan sholat Qiyamul Lail ini, rohani kita benar-benar terdidik sehingga segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan ini kita serahkan pada Allah Swt. Kita sebagai seorang hamba hanya bisa berusaha untuk selebihnya kita serahkan pada Allah, doa, usaha, ikhtiar dan tawakkal itu bekal kita sebagai seorang hamba dalam mengarungi kehidupan ini, seperti halnya dalam kegiatan penerapan Qiyamul Lail ini, kami selaku pendidik dan juga pengurus berupaya sebaik mungkin untuk meningkatkan kecerdasan spiritual santri, ternyata Alhmdulillah dengan kegiatan ini kecerdasan spiritual santri semakin hari semakin lebih baik”132 Hal serupa juga disampaikan oleh Fikri, beliau mengatakan bahwa:

“Para santri juga sudah membuktikan bahwa mereka lebih sederhana dalam kehidupan sehari-hari, dalam hal ini tidak materialistis atau sifat zuhud perlahan sudah mulai tetanam, mereka juga mulai meninggalkan sifat egoisme. Hal ini terlihat dari cara mereka

130 Nadia, Wawancara, Probolinggo, 15 Juni 2016.

131 Siti Qomariyah, Wawancara, Probolinggo, 15 Juni 2016.

132 Lutfiyah, Wawancara, Probolinggo, 13 Juni 2016.

Dokumen terkait