• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

B. Penyajian Data (HasilPenelitian)

Sebelum melakukan analisis penelitian, perlu dijelaskan deskripsi data-data yang berhasil dikumpulkan, terdiri dari sampel penelitian, analisis data yang meliputi analisis deskriptif, dan masing-masing dari variabel yang diteliti adalah sebagai berikut:

1. Deskripsi data

Pengumpulan data pada penelitian dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner seluruh sentra usaha kecil mebel yang tersebar di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. sedangkan responden (sampel) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 pelaku usaha yang mulai dibagikan kepada responden pada tanggal 10 september 2020. Pengumpulan kembali kuesioner dilakukan sendiri oleh penulis dan dilakukan secara bertahap tergantung pada kesediaan para responden untuk mengisi kuesioner. Kuesioner sudah terkumpul dan diterima kembali oleh peneliti pada tanggal 20 september 2020.

dalam penelitian ini terdiri dari jenis kelamin,lama bekerja, penghasilan, sumber modal, omset, persentase keuntungan, carapemasaran,dan lama berproduksi. Adapun hasil deskriptif mengenai profil responden tersebut adalah dapat dilihat pada tabel 4.1 sebagai berikut:

tabel 4.1

Jumlah Responden Menurut Jenis kelamin

No Jenis Kelamin Frekuensi %

1. Laki-Laki 28 93,33

2. Perempuan 2 6,66

Total 30 100

Sumber: Data output spss 26, 2020

Berdasarkan tabel 4.1 diketahui bahwa distribusifrekuensi respondenberdasarkan jenis kelamin usaha kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa adalah laki-laki sebesar 28 dengan persentase sebesar 93,33%

sedangkan jenis kelamin wanita sebesar 2 dengan nilai persentase sebesar 6,66%.

Selain jenis kelamin, usia parapemilik usaha kecil mebel juga beragam. Berikut adalah data mengenai usia para pemilik usaha kecil mebeldi Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai berikut :

37

Tabel 4.2

data usia para pemilik usaha kecil mebel

No Usia (Tahun) Frekuensi %

Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa frekuensi terbesar adalah 18. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar usia para pemilik usaha kecil mebel berkisar 30-38 tahun.

Berdasarkan data tersebut dapat digunakan untuk membuat tabel distribusi frekuensi sesuai dengan kategori jawaban angket mengenai lama berproduksi usaha kecil mebel dapat dilihat pada tabel 4.3 sebagai berikut:

Tabel 4.3

Lama Berproduksi usaha Industri kecil mebel

No Lama bekerja Frekuensi %

Berdasarkan tabel 4.3 diketahui bahwa distribusi frekuensi berdasarkan lama berproduksi usaha kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tnggimoncong Kabupaten Gowa yang lama berproduksi antara 6 -10 tahun sebesar 17 (56,7%). usaha kecil mebel yang berproduksi selama 11 – 15 tahun sebesar 5 (16.7%). usaha kecil mebel yang berproduksi selama 16 – 20 tahun sebesar 5 usaha kecil

mebel (16.7%) sedangkan yang berproduksi selama 21 – 25 tahun sebesar 3 usaha kecil mebel (10.0%).

Berdasarkan data tersebut dapat digunakan untuk membuat tabeldistribusi frekuensi sesuai dengan kategori jawaban angket mengenai penghasilan perbulan responden dapat dilihat pada tabel 4.4 sebagai berikut:

Sumber: Data output spss 26, 2020

Berdasarkan tabel 4.4 diketahui bahwa distribusi frekuensi responden berdasarkan penghasilan pada usaha kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tnggimoncong Kabupaten Gowa yang penghasilan Rp. 3.000.000 s/d Rp. 5.000.000 sebesar 13 responden (43,4%). Responden yang penghasilan Rp 6.000.000 s/d 8.000.000 sebesar 15 responden (50.0%). sedangkan responden yang penghasilannya Rp 9.000.000 s/d Rp.15.000.000 sebesar 2 responden (06.0%).

Berdasarkan data tersebut dapat digunakan untuk membuat tabel distribusi frekuensi sesuai dengan kategori jawaban angket mengenai cara pemasaran usaha kecil mebel di

39

Kelurahan Malino Kecamatan Tnggimoncong Kabupaten Gowa dapat dilihat pada tabel 4.5 sebagai berikut:

Tabel 4.5

Cara Pemasaran Usaha Industri Kecil Mebel

No Cara Pemasaran Frekuensi %

1. Konsumen datang langsug ke lokasi

10 33.33

2. Menggunakan jasa online 18 60,0

3. Pembagian brosur 2 6.67

Total 30 100

Sumber: Data output spss 26, 2020

Berdasarkan tabel 4.5 diketahui bahwa distribusi frekuensi berdasarkan cara pemasaran pada usaha kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tnggimoncong Kabupaten Gowa.

cara memasarkanya adanya konsumen yang datang langsung ke lokasi sebesar 10 responden (33.33%) sedangkan responden yang cara pemasaran dengan menggunakan jasa online sebesar 18 responden (60.0%). Dan pemasaran dengan cara pembagian brosur sebesar 2 responden (6.67%).

a. Modal (X1)

Modal dalam hal ini merupakan modal usaha yang digunakan oleh pengelola atau pemilik usaha industri kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tnggimoncong Kabupaten Gowa.

yang digunakan untuk kebutuhan produksinya agar meningkatkan hasil pendapatannya dan dapat dilihat pada tabel 4.6 sebagai berikut:

Tabel 4.6

Sumber Modal Usaha Kecil Mebel

No Sumber Modal Frekuensi %

1. Modal sendiri 15 50.0

2. Koperasi,bank,pegadaian 15 50,0

Total 30 100

Sumber: Data output spss 26, 2020

Berdasarkan tabel 4.6 diketahui bahwa distribusi frekuensi berdasarkan sumber modal pada usaha kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tnggimoncong Kabupaten Gowa, dimana modal sendiri sebesar 15 responden (50.0%). Responden yang sumber modal koperasi,bank,pegadaian sebesar 15 responden (50.0%).

b. Bahan Baku (X2)

Bahan baku juga merupakan faktor penting yang mempengaruhi pendapatan. Semakin besar kualitas bahan baku yang digunakan maka semakin besar pula kemungkinan jumlah produk yang dihasilkan, sehingga kemungkinan pendapatan yang diterima semakin besar dari hasil penjualan produksinya.

Berikut ini jumlah responden pengusaha kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tnggimoncong Kabupaten Gowa.berdasarkan kualitas bahan baku yang digunakan maka dapat dilihat banyaknya bahan baku yang diproduksi dapat dilihat pada tabel 4.7 sebagai berikut :

41

Tabel 4.7

Jumlah Responden Bahan Baku Usaha Kecil Mebel

No Bahan baku (Rp) Frekuensi %

1. 1.700.000 – 5.000.000 20 66.67

2. 5.000.000 – 10.000.000 10 33.33

3. 10.000.000 – 15.000.000 0 0

Total 30 100

Sumber: Data output spss 26, 2020

Berdasarkan data pada Tabel 4.7 diketahui bahwa distribusi frekuensi pada usaha kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tnggimoncong Kabupaten Gowa. bahan baku yang terbesar digunakan berada pada nilai Rp. 1.700.000 hingga Rp. 5.000.000 dengan 20 responden usaha dengan tingkat persentase (66.67%), sedangkan pada Rp. 5.000.000 sampai dengan Rp. 10.000.000 dengan 10 responden usaha dengan tingkat persentase (33.33%), dan bahan baku yang digunakan oleh pengusaha kecil mebel sebesar Rp. 10.000.000 sampai dengan Rp. 15.000.000 yaitu sebanyak 0 atau tidak ada pemilih responden usaha dengan tingkat persentase sebesar (0%).

c. Tenaga Kerja (SDM) (X3)

Tenaga kerja sangat berpengaruh terhadap keberhasilan produksi karena tenaga kerja merupakan aset utama yang menjadi faktor penggerak dalam kegiatan usaha produksi sebab tenaga kerja inilah yang memiliki dua modal utama dalam bisnis yakni pikiran sekaligus tenaga. jumlah pengusaha pada usaha kecil mebel di kelurahan Malino Kecamatan Tnggimoncong Kabupaten Gowa. berdasarkan tenaga kerja yang di serap dapat dilihat pada tabel 4.8 sebagai berikut:

Tabel 4.8

Jumlah Responden Pengusaha Berdasarkan Tenaga Kerja Yang Digunakan

No Jumlah tenaga kerja (orang)

Frekuensi %

1. 1-2 25 83,3

2. 2-5 4 13,33

3. 5-6 1 03.3

Total 30 100

Sumber: Data output spss 26, 2020

Berdasarkan tabel 4.8 diketahui bahwa distribusi frekuensi berdasarkan jumlah tenaga kerja 1-2 karyawan pada usaha kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tnggimoncong Kabupaten Gowa sebanyak sebesar 25 Industri kecil mebel (83.3%).usaha kecil mebel yang jumlah tenaga kerjanya 2-5 karyawan sebesar 4 usaha kecil mebel (13.33%).Dan 5-6 karyawan sebesar 1 usaha kecil mebel (03.3%).

d. Keberhasilan Usaha (Y)

Keberhasilan usaha pada hakikatnya adalah keberhasilan dari bisnis mencapai tujuannya, suatu bisnis dikatakan berhasil bila mendapat laba, karena laba dan penghasilan adalah tujuan dari seseorang melakukan bisnis untuk mendapatkan keberhasilan usaha yang diinginkan. Untuk melihat presentase keuntungan yang didaptkan dari hasil usaha kecil mebel dapat dilihat pada tabel 4.9 sebagai berikut:

43

Tabel 4.9

Persentase Keuntungan Perbulan No Presentase

Berdasarkan tabel 4.9 diketahui bahwa distribusi frekuensi berdasarkan persentase keuntungan perbulan pada usaha kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tnggimoncong Kabupaten Gowa yang persentase keuntungannya antara 10% - 20%

sebesar 6 responden (20.0%). Responden yang persentase keuntungannya 21% - 31% sebesar 12 responden (40.0%).

Responden yang persentase keuntungannya 32% - 42% sebesar 10 responden (33.3%), sedangkan responden yang persentase keuntungannya 43% - 53% sebesar 2 responden 6.67%).

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk mengetahui bagaiamana gambaran umum data yang telah dikumpulkan dari responden adalah analisis deskriptif yang disajikan dalam tabel 4.11 sebagai berikut :

SDM (Tenaga Kerja)

30 1,00 40,00 7,1000 2,23375

Keberhasil

an Usaha 30 18,00 30,00 24,7667 3,07025 Valid N

(listwise) 30

Sumber: Data output spss 26, 2020

Berdasarkan data pada tabel 4.11 usaha kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tnggimoncong Kabupaten Gowa memiliki rata-rata modal sebesar Rp. 20.400.000 modal yang paling rendah (minimum) adalah sebesar Rp. 13.000.000. dan modal yang paling tinggi (maksimum) adalah sebesar Rp.

25.000.000. pengusaha usaha industri kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tnggimoncong Kabupaten Gowa rata-rata menggunkan bahan baku sebanyak Rp.16.766.700. jumlah bahan baku yang paling sedikit sebanyak Rp.12.000.000. dan yang paling banyak adalah sebanyak Rp. 20.000.000.

Total tenaga kerja (SDM) yang di gunakan pada usaha industri kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tnggimoncong Kabupaten Gowa rata-rata berjumlah 7 orang.

Jumlah tenaga kerja (SDM) yang paling sedikit sebanyak 1 orang dan yang paling banyak adalah 4 orang. Kemudian untuk keberhasilan usaha industri kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tnggimoncong Kabupaten Gowa memiliki rata-rata sebesar Rp. 24,766.700. pendapatan yang paling rendah (minimum) sebesar Rp. 18.000.000. dan pendapatan yang paling tinggi (maksimum) adalah sebesar Rp. 30.000.000 perbulan.

45

2. Uji Validitas Dan Uji Asumsi Klasik a. Analisis Regresi Linear Berganda

Model regresi yang digunakan adalah model regresi dengan variabel keberhasilan usaha (Y) sebagai variabel dependent (variabel tak bebas), dan variabel modal (X1), bahan baku (X2), dan SDM (X3) sebagaivariabel independet (bebas), dengan fungsi Y = f (X1, X2, X3), model regresidalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Y = a+ β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + e

Pengujian data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Perhitungan koefisien regresi linear berganda dilakukan dengan analisis melalui software SPSS 26.0 for windows, diperoleh hasil yang ditunjukkan pada tabel 4.11 sebagai berikut:

Tabel 4.11

hasil analisis regresi linear berganda

Model

Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda seperti yang disajikan pada tabel 4.11, maka dapat di bentuk persamaan struktual sebagai berikut :

Y = 1.882 + 0,318 X1 + 0,369 X2 + 0,596 X3

Hasil dari persamaan regresi linear berganda tersebut memberikan pengertian sebagai berikut :

1. Koefisien variabel modal dalam persamaan regresi berganda sebesar

0,.318

angka ini sekaligus menggambarkan elastisitas produksi dengan variabel modal, dapat diartikan bahwa apabila ada peningkatan 1% modal maka akan mengalami peningkatan keberhasilan usaha kecil mebe.l Hal ini berpengaruh signifikan dibuktikan dengan nilai signifikan 0,022 < 0,05.

2. Koefisien variabel bahan baku dalam persamaan regresi berganda sebesar

0,369

angka ini sekaligus menggambarkan elastisitas produksi dengan variabel bahan baku, dapat diartikan bahwa apabila ada peningkatan 1% bahan baku maka akan mengalami peningkatan keberhasilan usaha kecil mebel Hal ini berpengaruh signifikan dibuktikan dengan nilai signifikan 0,038 < 0,05.

3. Koefisien variabel SDM dalam persamaan regresi berganda sebesar 0,956 Angka ini sekaligus menggambarkan elastisitas produksi dengan variabel SDM, dapat diartikan bahwa apabila ada peningkatan 1% SDM maka akan mengalami peningkatan keberhasilan usaha kecil mebel. Hal ini berpengaruh signifikan dengan nilai signifikan 000 < 0,05.

b. Uji hipotesis

47

1. Uji statistik t

Uji statistik t digunakan untuk mengetahui besarnya signifikan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara individual (parsial) dengan menganggap variabel lain bersifat konstanta. Nilai t tabel di cari di tabel t dengan patokan taraf signifikan 5% dan derajat kebebasan (df= n – k), maka t tabel = (5%);(30 – 4) = (5%);(26) = 2,056 dimana n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah variable lbebas dan terikat.

berdasarkan hasil tabel 4.13 variabel modal diperoleh nilai t hitung > t tabel yaitu 2.442 > 2,056, untuk variabel Bahan Baku diperoleh nilai t hitung > t tabel yaitu 2,185 > 2,056, serta untuk variabel SDM diperoleh nilai t hitung > t tabel yaitu 4,349 > 2,056. Hal ini menunjukkan ada pengaruh antara variabel modal, Bahan Baku, dan SDM terhadap usaha kecil mebel.

2. Uji F

Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas secara bersama-sama (simultan) dapat berpengaruh terhadap variabel terikat yang dijelaskan oleh perubahan nilai semua variabel bebas. pengujian ini dilalukan dengan membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel. Nilai Ftabel dicari di tabel F dengan patokan taraf signifikan 5% dan derajat kebebasan (dfl = k – 1); (df2 = n – k), maka Ftabel= (5%);(4-1);(30-4) = (5%); (3);(26) = 2.98 dimana n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah variabel bebas dan terikat. Hal ini ditunjukkan pada tabel 4.12 sebagai berikut:

Tabel 4.12 Uji F

Sumber: Data output spss 26, 2020

Berdasarkan hasil tabel 4.12 diperoleh nilai Fhitung >Ftabel yaitu 58.943 hal ini menunjukkan berpengaruh positif antara variabel modal, Bahan Baku, dan SDM terhadap keberhasilan usaha kecil mebel. Dengan demikian hipotesis diterima, sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh antara variabel modal, Bahan Baku, dan SDM secara bersama-sama terhadap keberhasilan usaha kecil dapat diterima. Hasil signifikansi sebesar 000 < 0,05 ini

menggambarkan adanya pengaruh yang signifikan antara modal, Bahan Baku, dan SDM terhadap keberhasilan usaha kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa.

3. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi digunakan untuk menjelaskan seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang dinyatakan dalam persen. Hal ini ditunjukkan pada tabel 4.14 sebagai berikut:

Model

Sum of Squares Df

Mean

Square F Sig.

1 Regression 238,325 3 79,442 58,943 ,000b Residual 35,042 26 1,348

Total 273,367 29

49

Tabel 4.13

Koefisien Determinasi (R2)

Sumber: Data output spss 26, 2020

berdasarkan hasil tabel 4.13, diperoleh nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,872 Hal ini berarti bahwa variasi variabel bebas dapat menjelaskan variasi variabel terikat sebesar 87,2% sedangkan sisanya 12,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti.

c. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas

Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah data yang bersangkutan berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dapat dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Data dikatakan berdistribusi normal jika nilai Asymp. Sig (2- tailed) ≥ 0,05 maka data terdistribusi dengan normal, jika nilai Asymp. Sig (2-tailed) <

0,05 maka distribusi data tidak normal. Berikut ini disajikan hasil dari pengujian normalitas dapat dilhat pada tabel 4.14 sebagai berikut:

Tabel 4.14 uji normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 30

Normal Parametersa,b Mean ,0000000

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Std.

Deviation 1,09924929

Most Extreme Differences Absolute ,140

Positive ,108

Negative -,140

Kolmogorov-Smirnov Z ,767

Asymp. Sig. (2-tailed) ,599

Sumber: Data output spss 26, 2020

Berdasarkan tabel 4.14 nilai dari Asymp. Sig (2-tailed) tidak ada yang menunjukkan nilai kurang dari 0.05 yang berarti bahwa data tersebut berdistribusi normal.

2. Uji Multikolinearitas

Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Jika variabel bebas saling berkorelasi maka variabel ini tidak ortogonal.

Variabel ortogonal adalah variabel bebas yang nilai korelasi antar variabel bebas sama dengan nol. Multikolinieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya VIF (Varians Inflation Factor), jika nilai VIF kurang dari 4 maka tidak terjadi multikolinieritas. Berikut disajikan hasil dari pengujian multikolinieritas dapat dilhat pada tabel 4.15 sebagai berikut:

51

SDM (Tenaga Kerja) ,495 2,019

Sumber: Data output spss 26, 2020

Berdasarkan tabel 4.15 menunjukkan bahwa variabel modal, Bahan Baku, dan SDM memiliki nilai VIF sebesar 3,191< 4; 3,759 < 4;

dan 2,019< 4 maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel Upah, Bahan Baku, dan Lama Usaha tidak saling mempengaruhi atau tidak terjadi multikolinieritas.

3. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Penelitian ini untuk menguji ada tidaknya heteroskedastisitas menggunakan uji Gletser. Jika nilai signifikansi < 0,05 maka terjadi heteroskedastisitas, jika sebaliknya nilai signifikansi > 0,05 maka terjadi homoskedastisitas. Berikut ini disajikan hasil dari pengujian heteroskedastisitas dapat dilihat pada tabel 4.16 sebagai berikut:

Sumber: Data output spss 26, 2020

Berdasarkan tabel 4.16 dapat diketahui bahwa variabel modal memiliki nilai Sig sebesar 0,285 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa

variabel tersebut memenuhi syarat tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk variabel Bahan Baku nilai Sig sebesar 0,798 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel tersebut memenuhi syarat tidak terjadi heteroskedastisitas. Serta untuk variabel SDM nilai Sig sebesar 0,017>

0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel tersebut memenuhi syarat tidak terjadi heteroskedastisitas. Dapat disimpulkan bahwa variabel Modal Bahan Baku, dan SDM tidak terjadi heteroskedastisitas.

C. Analisis Dan Interpretasi (Pembahasan)

Hasil analisis menunjukkan bahwa modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha. Hal ini memiliki makna bahwa semakin tinggi modal, maka akan semakin tinggi pula pendapatan usaha kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Menurut manurung (2007), dalam membangun sebuah bisnis membutuhkan dana atau sebuah modal. Bisnis yang dibangun tidak akan berkembang tanpa didukung dengan modal.

Sehingga modal dapat dikatakan menjadi jantungnya bisnis yang dibangun tersebut. Maka dari itu, adanya ,modal akan mempengaruhi pendapatan yang diterima. Modal dengan kuantitas yang besar dapat memberikan peluang jumlah keuntungan yang besar pula dibandingkan dengan keadaan jumlah modal yang relatif kecil (Bhagas,2016). Apabila modal meningkat maka produksi akan meningkat sehingga dapat meningkatkan pendapatan (Fachrizal, 2016).

Hasil analisis menunjukkan bahwa bahan baku berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha. Hal ini memiliki

53

makna bahwa semakin tinggi bahan baku , maka akan semakin tinggi pula keberhasilan usaha kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa bahan baku juga merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan usaha. Semakin besar jumlah bahan baku yang dimiliki, maka semakin besar pula kemungkinan jumlah produk yang dihasilkan, sehingga kemungkinan pendapatan yang diterima semkain besar dari hasil penjualan produksinya.

Hasil analisis ini menunjukkan bahwa SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha. Hal ini memiliki makna bahwa semakin banyak SDM yang digunakan, maka akan semkain tinggi keberhasilan usaha yang diperoleh pada usaha kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong. Hal ini menunjukkan bahwa SDM merupakan faktor yang sangat penting dalam produksi, karena SDM merupakan faktor penggerak faktor input yang lain, tanpa adanya SDM maka faktor produksi lain tidak akan berarti. Dengan meningkatnya produktifitas SDM akan mendorong peningkatan produksi sehingga keberhasilan usaha akan meningkat

Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya dan konsisten dengan hasil penelitian Silma Ratih Sartika (2018), Riza Fachriza (2016), Riski Maryati (2018), Komang Widya Nayaka (2018),Rahadin Prianata (2018). Yang memperoleh hasil bahwa modal, bahan baku, dan SDM mempunyai pengaruh dan signifikan terhadap keberhasilan usaha secara parsial.

54 A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka kesimpulan yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah:

1. Terdapat pengaruh positif dan signifikan modal terhadap keberhasilan usaha pada usaha industri kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Nilai koefisien regresi berganda variabel modal atau elastisitas produksi sebesar 0,318 menggambarkan bahwa apabila variabel modal mengalami peningkatan maka akan meningkatnya keberhasilan usaha yang diperoleh. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikan 0,022 < 0,05.

2. Terdapat pengaruh positif dan signifikan bahan baku terhadap keberhasilan usaha pada usaha industri kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Nilai koefisien regresi berganda variabel bahan baku atau elastisitas produksi sebesar 0,369 menggambarkan bahwa apabila variabel bahan baku mengalami peningkatan maka akan meningkatnya keberhasilan usaha yang diperoleh. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikan 0,038 < 0,05.

3. Terdapat pengaruh positif dan signifikan SDM terhadap keberhasilan usaha pada usaha industri kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Nilai koefisien regresi berganda variable SDM atau elastisitas produksi sebesar 0,596 menggambarkan bahwa apabila variabel SDM mengalami peningkatan maka akan

55

meningkatnya keberhasilan usaha yang diperoleh. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05.

B. Saran

Berdasarkan pembahasan hasil penelitian tersebut peneliti berusaha memberikan saran terhadap para pemilik industri tahu Manisrenggo, saransarannya adalah sebagai berikut:

1. Modal yang digunakan pada usaha kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. sebaiknya digunakan untuk kebutuhan produksi sepenuhnya jangan di campur dengan keperluan sehari-hari, dan leih baiknya menggunakan catatan keuangan agar dapat lebih jelas pengeluaran serta keuntungan yang didapatkan setiap bulannya. Modal yang di ambil pada bank, koprasi dan pegadaian sebaiknya memiliki kerja sama yang baik terhadap pihak pembiayaan tersebut karna itu dapat menunjang usaha.

2. Tersedianya Bahan Baku menunjukan proses produksi pada usaha kecil mebel di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa sudah bagus. Namun para pemilik usaha kecil mebel hendaknya menambah Bahan Baku untuk memproduksi mebel. Hal ini dimaksudkan agar mebel dapat meningkatkan keberhasilan usaha sehingga jumlah produk yang dihasilkan juga meningkat.

3. Keterampilan yang dimiliki SDM pada usaha kecil mebe di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa sudah baik. Namun sebaiknya para pemilik usaha kecil mebelmengikut sertakan SDM pada acara-acara seminar mengenai produksi agar menambah pengetahuan tenaga kerjanya

DAFTAR PUSTAKA

Boedino. 1986. Ekonomi mikro.Yogyakarta : BPFE.

Dumairy, 1997. Perekonomian Indonesia, Jakarta: Erlangga.

Fachrizal, R., 2016. pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap produksi industry kerajinan kulit di kabupaten merauke. Vol. 9 edisi (oktober 2016).

Marryati, R, analisis produksi industri furniture dari kayu di kota pekanbaru.Jom FEKON Vol. 2 2 oktober 2015.

Miller, R., and R. Meiners. 1993. Intermediates Microeconomics. 4th ed.McGraw-Hill. New York.

Moleong Lexy J. 1994. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.S

Nayaka, K.W., dan kartika, N, 2018 pengaruh modal, tenaga kerja dan bahan baku terhadap pendapatan pengusaha industry sanggah dikecamatan mengwi. E-jurnal ekonomi dan bisnis universitas Udayana 7.8 (2018): 1927 – 1956.

Prinata, R., dan Natha,K,S., 2018 pengaruh jumlah tenagakerja, bahan baku, dan teknologi terhadap produksi furniture di kota Denpasar.E- jurnal EP Unud, 3 (1) : 11 – 18.

Sukwiaty, dkk. 2007. EkonomiSurabaya : yudhistira.

Sudarman,2004. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai produksi industri kecil tenun ikat Dikabupaten jepara jawa tengah (Studi Kasus di Desa Troso Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara).

Sudjana. 1996. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

Supranto, J, 1996, Statistik dan Aplikasi, Jakarta: Erlangga.

Direktorat Pengembangan UKM dan Koperasi. 2016. Penguatan UMKM untuk pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Warta KUMKM. Vol 5, hal: 4 Herawati, E. 2008. Analisis pengaruh faktor produksi modal, bahan baku,

tenaga kerja dan mesin terhadap produksi glycerine pada pt.flora Sawita chemindo Medan, Thesis, USU e-Repository: 22

Putong, I. 2013. Economics pengantar mikro dan makro. Jakarta: Mitra Wacana Media

Simanjuntak, P. J. 1985. Pengantar Sumber Daya Manusia. Jakarta: LP3ES.

57

Suhartanti, R. E. 2009. Analisis pengendalian persediaan bahan baku

minumanbandrek pada CV. Cihanjuang Inti Teknik. Skripsi. Universitas

minumanbandrek pada CV. Cihanjuang Inti Teknik. Skripsi. Universitas

Dokumen terkait