BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PERBAHASAN
5.2 Pembahasan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kadar kolesterol LDL dan faktor demografik yang berupa kelompok usia, jenis kelamin, ras dan IMT yang terdapat pada pasien PJK di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2015. Sebanyak 129 kasus didiagnosa PJK pada tahun 2015, namun sampel yang diteliti adalah sebanyak 82 kasus dengan menggunakan teknik penarikan Consecutive Sampling.
Dalam penelitian ini diketahui bahwa kadar kolesterol LDL yang meningkat dari nilai normal (≥100mg/dl) pada pasien PJK mencatat nilai porposi sebesar 72.0% dengan jumlah sebanyak 59 orang dibanding dengan pasien PJK yang mempunyai nilai kadar LDL yang ideal yaitu sebesar 28.% (23 orang). Nilai rata-rata kadar kolesterol LDL yang terdapat pada pasien PJK pada tahun 2015 adalah 121.06 ± 37.33 mg/dl. Hal ini bersesuaian dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ma’rufi dan Rosita (2011) di RSU PKU Muhamadiyah Yogyakarta yang mendapati bahwa jumlah pasien yang didiagnosis PJK mempunyai kadar LDL yang tinggi dengan batas >130mg/dl dengan porposi sebesar 65.6% (21 orang) berbanding nilai LDL kolesterol yang rendah dengan presentase 34.4% (11 orang) yang menjadikan sampel berjumlah 32 orang.51 Manakala rata-rata nilai kolesterol LDL yang didapat dari penelitian Paputungan A.I.R (2011) di Yogyakarta mendapatkan 133.0 ± 53.0 mg/dl pada pasien PJK dengan infark dan 139.0 ± 59.0 mg/dl pada pasien PJK non infark.52 Hubungan antara LDL dengan PJK terdapat dalam proses aterosklerosis.
Dalam penelitian ini diketahui bahwa jumlah pasien PJK yang terbanyak terdapat dalam kelompok usia pertengahan dengan porposi sebesar 52.4% (43 orang), diikuti dengan kelompok usia lanjut usia dengan porposi 36.6% (30 orang), kelompok dewasa dengan porposi 6.1% (5 orang) dan terakhir kelompok usia lanjut usia tua dengan presentase 4.9% (4 orang). Rata-rata usia kelompok pada pasien PJK adalah 57.11 ± 8.87 tahun dan jumlah pasien PJK paling banyak adalah pada usia 61 tahun yaitu sebanyak 7 orang. Sesuai dengan penelitian Yanti S.D. (2009) di RSU dr. Pirngadi Medan, pasien PJK didapat lebih banyak pada kelompok usia ≥55 tahun (64.1%) dan presentase terendah pada kelompok
usia <45 tahun (12.2%).53 Nilai rata-rata yang didapat dari penelitian Sari D.M, dkk (2008) di Rumah Sakit Achmad Mochtar, Bukittinggi adalah 51.14 ± 5.81 tahun yang bersesuaian dengan penelitian ini yaitu dengan kelompok usia ≥ 50 tahun.54
Dari hasil penelitian distribusi jenis kelamin dengan kejadian PJK didapat kelompok laki-laki mempunyai nilai porposi yang lebih tinggi dengan nilai sebesar 90.2% (74 orang) dibanding perempuan dengan porposi hanya 9.8% (8 orang). Sesuai dengan penelitian Yanti S.D. (2009) di RSU dr. Pirngadi Medan yang mendapatkan bahwa presentase penderita PJK laki-laki sebesar 65.5% dan perempuan 34.5%.53 Menurut Soeharto I. (2004) pada perempuan sebelum fase menopause memiliki risiko serangan jantung lebih rendah daripada laki-laki. Hal ini disebabkan adanya hormon estrogen yang bersifat melindungi terhadap kejadian PJK, tetapi wanita yang telah menopause memiliki risiko yang sama besarnya dengan laki-laki.16
Berdasarkan kelompok ras, dari hasil penelitian didapat bahwa kelompok ras paling banyak terkena PJK adalah dari kelompok Batak dengan nilai porposi 76.8% (63 orang), diikuti Melayu 12.2% (10 orang) dan Jawa 11.0% (9 orang).
Sesuai dengan penelitian oleh Yanti S.D (2009) di Rumah Sakit dr. Pirngadi Medan mendapatkan bahwa jumlah tertinggi pasien PJK adalah dari kelompok ras Batak dengan porposi sebesar 73.2% (210 orang).53 Namun hal ini tidak berarti bahwa suku mempengaruhi kejadian PJK, tetapi kemungkinan yang berobat ke RSUP H. Adam Malik pada tahun 2015 lebih banyak bersuku Batak.
Dalam penelitian berdasarkan IMT pada pasien PJK, didapat bahwa pasien PJK dengan kelompok nilai IMT dalam batas tidak normal yaitu dalam kelompok lebih over weight dan obesity mempunyai nilai yang tinggi dengan presentase 58.5% (48 orang) dibanding dengan kelompok nilai IMT normal dengan presentase 41.5% (34 orang). Nilai rata-rata IMT pada pasien PJK di RSUP HAM pada tahun 2015 adalah 25.61 ± 3.32 kg/m2. Secara teoritis, obesitas dapat meningkatkan faktor risiko kardiovaskular yang terkait dengan sindrom metabolik. Hal ini bersesuaian dengan penelitian yang dilakukan Yuliani F, dkk (2014) di RSUP Dr. Djamil Padang dan RS Khusus Jantung Sumbar bahwa
pasien PJK dengan diabetes melitus tipe 2 dengan berat badan di atas normal atau obesitas mempunyai faktor risiko sebesar 62.5% (35 orang) untuk terkena PJK dibandingkan dengan yang diabetes melitus tanpa obesitas 44.2% (53 orang).55 Hasil penelitian Sari D.M, dkk (2008) di Rumah Sakit Achmad Mochtar, Bukittinggi pula mendapatkan bahwa nilai rata-rata IMT dari pasien PJK adalah 25.80 ± 3.40 kg/m2 yang menunjukkan bahwa kadar IMT sangat mempengaruhi kejadian PJK.54
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. 72.0% pasien PJK mengalami peningkatan kadar kolesterol LDL dari nilai normal (≥100mg/dl) di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2015.
2. Pasien PJK dengan kelompok usia terbanyak adalah kelompok usia pertengahan yang berusia 45 hingga 59 tahun (52.4%), dengan nilai rata-rata adalah 57.11 ± 8.87 tahun.
3. Pasien PJK dengan kelompok jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki (90.2%).
4. Pasien PJK dengan kelompok ras terbanyak adalah kelompok ras Batak (76.8%).
5. Pasien PJK dengan kelompok IMT diatas normal yaitu over weight (51.2%) dan obesity (97.3%) mempunyai jumlah yang tinggi dari nilai IMT normal.
Nilai rata-rata IMT pada pasien PJK adalah 25.61 ± 3.32 kg/m2. 6.2. Saran
1. Menyarankan agar adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui peningkatan kasus PJK dari pada penelitian sebelumnya.
2. Bagi pihak rumah sakit disarankan agar dapat melengkapi pencatatan data rekam medis agar lebih banyak data akurat dapat diperoleh dan digunakan untuk tujuan penelitian.
3. Masyarakat hendaklah menambahkan informasi dan diberi pengetahuan mengenai hubungan asupan zat gizi serta berbagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi supaya dapat menghindar dari menderita PJK pada masa hadapan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Fatimah. Gizi Usia Lanjut. Jakarta: Erlangga; 2010.
2. Majid A. Penyakit Jantung Koroner: Patofisiologi, Pencegahan, dan Pengobatan Terkini: Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap.
Universitas Sumatera Utara, Medan; 2007.
3. Notoatmodjo S. Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta; 2011: hal 295-309.
4. Kasron. Kelainan dan Penyakit Jantung Pencegahan serta Pengobatannya.
Yogyakarta: Nuha Medika; 2012.
5. Yahya AF. Menaklukkan Pembunuh No. 1: Mecegah dan Mengatasi Penyakit Jantung Koroner Secara Tepat dan Cepat. Bandung: Qanita;
2010.
6. Libby P. Prevention and Treatment of Atherosclerosis in Harrion’s Principles of Internal Medicine (editor: Kasper Dl, et al, The McGraw-Hill Companies US) 16th Ed, Vol. II; 2005: hal. 1430
7. Corwin Elizabeth J. Buku Saku Patofisiologi: Sistim Kardiovaskuler, Edisi 1, Jakarta : EGC; 2009: hal. 477
8. Hongbao Ma. Cholesterol and Human Health (Diunduh tanggal 20 April 2016 dari: http://www.jofamericanscience.org/journals/am-sci/0201/05-mahongbao-0105.pdf )
9. Murray RK, Granner DK, Rodwell VW. Biokimia Harper (editor: dr Nanda Wulandari dkk) Edisi 27, Jakarta EGC; 2006: hal. 248.
10. Sutanto. Cekal (Cegah da Tangkal) Penyakit Modern. Yogyakarta: Andi.
2010.
11. Russel D.M. Bebas dari 6 Penyakit Paling Mematikan. Yogyakarta: Media Pressind; 2011.
12. Salim AY, Nurrohmah A. Hubungan Olahraga Dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner di RSUP Dr. Moewardi. Gaster 2013: 10(1): hal. 48-56.
13. Anindita K, Mahardhika WP. Peranan enhanced external counterpulsation pada penyakit jantung koroner. J Indon Med Assoc 2011; 61(10): hal 412-6.
14. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Situasi Kesehatan Jantung. Jakarta Selatan. 2014: 2
15. Braunwald E. The Pathogenesis, Prevention, and Treatment Atherosclerosis. In: Harrison’s Principles of Internal Medicine. 17th ed;
Vol. 2, 2008: 235.
16. Soeharto, I. Serangan Jantung dan Stroke. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta; 2004.
17. Sabotta J. Atlas Anatomi Tubuh Manusia Sabotta; 2000.
18. The Cardiovascular System: Blood Vessels and Hemodynamics; 2009.
19. Snell, Richard S. Anatomi Klinis Berdasarkan Sistem (editor dr.Ardy Suwahjo dan dr. Yohanes Antoni Liestyawan) 2015: hal 142-43
20. Eroschenko, V.P. Atlas Histologi diFiore dengan Kolerasi Fungsional (editor dr. Didiek Dharmawan & dr. Nella Yesdelita); 2008: edisi 11: hal.
182-83.
21. Redaksi Agromedia. Solusi Sehat Mengatasi Penyakit Jantung Koroner.
Jakarta: Agromedia Pustaka; 2009.
22. Kasron. Kelainan dan Penyakit Jantung Pencegahan serta Pengobatannya.
Yogyakarta: Nuha Medika; 2012.
23. Anonim. Cara Mencegah Penyakit Jantung Koroner. 2013. [Diakses pada 8 Mei 2016 dari: http://penyakitjantungkoroner.org/cara-mencegah-penyakit-jantung-koroner/
24. WHO, Global Status Report on Noncomunicable Diseases 2010. Italy:
World Health Organization. 2011.
25. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007. Jakarta: Depkes RI; 2008.
26. Yusuf F. Analisis Kadar Asam Lemak Jenuh Dalam Gorengan dan Minyak Bekas Hasil Penggorengan Makanan Jalanan di Lingkungan Workshop Universitas Hasanuddin, Makassar. Universitas Hasanuddin;
2009.
27. Kathryn LM, Sue EH. Pathophysiology The Biologic Basis for Diseases in Adults and Children (5th ed) United States of America: Elsievier Mosby;
2006
28. Arthur SL. Dyslipidemia and Risk of Coronary Heart Diseases: Role of Lifestyle Approaches for Its Management. American Journal of Lifestyle Medicine. 2009; 3(4): hal. 257-73.
29. Dorland. Dorland’s Illustrated Medical Dictionary (29th ed). Philadelphia:
W.B. Saunders Company; 2002.
30. Kiran M. Atherogenic Dyslipidemia: Cardiovascular Risk and Dietary Intervention. Lipids. 2010;45 (10): hal. 907-14.
31. Sany RS. Dislipidemia Sebagai Faktor Risiko Utama Penyakit Jantung Koroner. Cermin Dunia Kedokteran. 2009;36(3): hal. 181-84
32. Iman S. Penyakit Jantung Koroner Panduan Bagi Masyarakat Umum, Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama; 2001.
33. Gray HH, dkk. Lecture Notes: Kardiologi. Jakarta: Erlangga Medical Series; 2002.
34. Saptawati L. Bersahabat dengan Penyakit Jantung. Yogyakarta: Kanisius;
2009.
35. Pedoman Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Nomor 854/Menkes/SK/IX/2009: 2009.
36. Heart Disease and Stroke Statistics 2013 [database on the Internet].
American Heart Association; 2013
37. Anwar TB. Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara; 2004.
38. Katz MJ, Ness SM. Coronary Artery Diseases (CAD). Wild Iris Medical Education, Inc; 2015.
39. Tapan E. Penyakit Degeneratif. Jakarta: PT Elex Media Komputido; 2005.
40. Kabo P. Mengungkap Pengobatan Penyakit Jantung Koroner, Kesaksian seorang ahli jantung dan ahli obat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama;
2008.
41. Aru WS, dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III. Jakarta. 2009:
Edisi V: hal. 1984-6
42. Marks DB. Biokimia Kedokteran dasar: sebuah pendekatan klinis, Edisi 1, Jakarta: ECG; 2000: hal513-30.
43. Libby Peter, The phatogenesis of Atherosclerosis , in: Kasper Dennis L, Faud Anthony S, Longo dan L, et al. Harrisons principles of internal medicine. Sixteenth Edition, USA: Mc Graw Hill; 2005: hal 1425-33 [diakses [ada 21 Juni 2016 dari: www.ncbi.nlm.nih.gov> PMC3209544].
44. Kurniasih Rita, Wijaya Andi. Kadar LDL- teroksidasi suatu petanda biokimiawi untuk menentukan resiko penyakit jantung koroner. Dalam:
Donosepoeto Marsetio, dkk. Forum Diagnostik, Bandung: Laboratorium Klinik Prodia; 2001: hal. 1-7.
45. Francis AA, Pierce GN. An Intergranted Approach for the Mechanisms Responsible for Atherosclerotic Plaque Regression; 2011 16(3): hal 77-86.
46. Suryonhudoyo P. Dasar Molekuler Penyakit Aterosklerosis dalam Kapita Selekta Ilmu Kedokteran Molekuler, Sagung Seto, Cetakan II, Jakarta;
2007: hal. 58-64.
47. Rachmanuddin Chair Yahya. Aterosklerosis- Definisi, Patogenesis dan Penyebab Aterosklerosis; 2007. [diakses pada 9 Mei 2016 dari
50. Supriyono M. Faktor-faktor Risiko yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Kelompok Usia <45 Tahun [Tesis].
Semarang: Universitas Diponegoro; 2008.
51. Ma’rufi R, Rosita L. Hubungan Dislipidemia dan Kejadian Penyakit Jantung Koroner; 2011.
52. Paputungan A.I.R. Perbedaan Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) dan Angka Trombosit Antara Pasien Penyakit Jantung Koroner Infark dan Penyakit Jantung Koroner Non Infark di Rumah Sakit Jogja Kota Yogyakarta: Yogyakarta; 2011.
53. Yanti S.D. Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap di RSUP Dr. Pirngadi Medan Tahun 2003-2006: Medan; 2009.
54. Sari D.M. dkk. Faktor Resiko Kolesterol Total Pasien Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittingi: Padang ; 2008.
55. Yuliani F, dkk. Hubungan Berbagai Faktor Risiko Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2:
Padang; 2013.
Lampiran 1
Daftar Riwayat Hidup
Nama : Nur Aqilah binti Mohamed Ariff
Tempat / Tanggal Lahir : Kuala Lumpur, Malaysia / 26 April 1994
Agama : Islam
Alamat : Gang Tengah, Griya 7 No.2, Tanjung Sari, Medan Selayang.
Riwayat Pendidikan : 1. Sekolah Kebangsaan Padang Tengku (2001-2005)
2. Sekolah Kebangsaan Tempoyang (2005-2006) 3. Sekolah Menengah Kebangsaan Aminuddin Baki
(2007-2010)
4. Maktab Rendah Sains MARA Felda (2010-2011)
5. Universiti Teknologi MARA Puncak Alam (2012-2013)
6. Universitas Sumatera Utara (2013-Sekarang)
Riwayat Organisasi : 1. Sekretaris Jeneral Kelab UMNO Medan
(2016/2017)
2. Anggota Departmen Mahasiswa Intenasional PEMA FK USU (2016/2017)
3. Anggota Jawatankuasa Badan Kepimpinan Mahasiswa Pahang-Indonesia (2016/2017)
Lampiran 2
Lampiran 3
Lampiran 4
Lampiran 5
34 66 Laki-laki Melayu 75 158 30.04 Ya 124
75 58 Perempuan Batak 72 163 27.1 Ya 177
76 61 Laki-laki Batak 70 160 27.34 Ya 75
77 66 Laki-laki Batak 60 170 20.76 Ya 59
78 53 Laki-laki Jawa 65 175 21.22 Ya 84
79 63 Laki-laki Batak 72 172 24.34 Ya 239
80 57 Laki-laki Melayu 61 160 23.83 Ya 183
81 57 Laki-laki Batak 60 162 22.86 Ya 98
82 49 Laki-laki Batak 85 170 29.41 Ya 91
Lampiran 6
Output SPSS
KadarLDLKel
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
JenisKelamin
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative