• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN ANALISIS DATA

B. Penyaluran BAZNAS Terhadap Penerima Program SKSS

Penyaluran yang dilakukan BAZNAS untuk program SKSS termasuk kategori zakat konsumtif produktif yaitu kategori yang diwujudkan dalam bentuk beasiswa. Berikut ini penjelasan penyaluran yang dilakukan oleh BAZNAS : 1. Syarat-syarat Penerima Beasiswa

Dalam melakukan pencarian penerima program beasiswa SKSS, BAZNAS melakukan sistem seleksi dengan menentukan syarat-syarat sebagai berikut: a. Putra/ putri muslim yang berasal dari keluarga kurang mampu (dibuktikan

dengan surat Keterangan Tidak Mampu /SKTM) dan salah satu anggota keluarga belum ada yang memiliki sarjana.

b. Terdaftar sebagai mahasiswa/mahasiswi pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Negeri Agama Islam (PTAIN).

c. Lulus mengikuti ujian seleksi (administrasi dan akademik) yang dilakukan oleh BAZNAS.

d. Melengkapi persyaratan beasiswa yan diberikan dalam bentuk dokumen, yaitu:

1) Surat pernyataan dan rekomendasi dari PTN atau PTAIN, bahwa peserta adalah penerima beasiswa dari program yang telah ditentukan oleh BAZNAS.

2) Surat Keterangan Kesehatan dari Puskesmas atau Rumah Sakit.

3) Formulir Pendaftaran Program Beasiswa Unggulan dilengkapi pas foto berwarna terbaru 3x4 (2 lembar).

4) Ijazah dan Transkrip Nilai Pendidikan terakhir (SMA, SMK, MA dan setingkatnya) yang telah dilegalisasi.

5) Menyertakan Foto rumah, slip gaji dan pembayaran rekening listrik bulan terkahir.1

e. Untuk peserta beasiswa SKSS lanjutan menyertakan hasil studi semester (IPS dan IPK) yang menjadi syarat penerimaan beasisswa selanjutnya, dengan dikoordinir oleh PTN atau PTAIN Mitra.2

1

Wawancara pribadi dengan Penerima beasiswa SKSS, Jakarta 18 Desember 2013

2

Wawancara pribadi dengan Farid Septian Pelaksana Program Satu Keluarga Satu Sarjana. Jakarta, 2 Desember 2013.

2. Mekanisme Seleksi dan Evaluasi

Proses seleksi program SKSS BAZNAS dilakukan sesuai dengan mekanisme seleksi yang ditentukan sebagai berikut :

Tabel 2

Sumber : Program Satu Keluarga Satu Sarjana BAZNAS

Mahasiswa/i PTN dan PTAIN BAZNAS

Sosialisasi Pendaftaran Pelaksanaan Pelaporan Pengumuman kepada mahasiswa/I masing-masing PTN/PTAIN (3 minggu) MOU/PKS (1 minggu) Pengumuman dan Perjanjian Kerjasama dengan PTN/PTAIN (1 minggu) Penyerahan Berkas kelengkapan administrasi, formulir dsb (1 minggu)

Cek dan verifikasi berkas Diserahkan ke BAZNAS  Penerimaan berkas  Seleksi dan rekrutmen  Verifikasi akhir Menerima pembayaran uang saku (living cost) Menerima pembayaran SPP Peserta Program  Pembayara n SPP ke rekening kampus  Pembayara n uang saku ke rekening peserta Penyerahan laporan KHS atau IP dan laporan kegiatan bulanan/semester Laporan pencairan SPP dan IP/IPK peserta Databas e Money

Dari tabel di atas dapat dijelaskan mekanisme pelaksanaan program SKSS ada empat tahapan, yaitu:

a. Tahap pertama yaitu diadakannya sosialisasi terlebih dahulu dari BAZNAS kepada pihak PTN/PTAIN, diberi waktu 1 minggu untuk melakukan perjanjian dengan PTN/PTAIN. Kemudian diadakan pengumuman kepada pihak mahasiswa/i dalam batas waktu 3 minggu.

b. Tahap kedua yaitu pendaftaran, mahasiswa/i diberi waktu 1 minggu untuk mengumpulkan berkas kelengkapan-nya kepada PTN/PTAIN untuk di cek dan verifikasi. Setelah melakukan penyelesaian verifikasi pihak PTN/PTAIN menyerahkan kepada pihak BAZNAS untuk verifikasi akhir berupa pengumuman peserta yang lulus.

c. Tahap ketiga yaitu pelaksanaan, BAZNAS melakukan pembayaran SPP ke PTN/PTAIN dan melakukan pembayaran uang saku ke rekening peserta. d. Tahap terakhir yaitu pelaporan, mahasiswa/i melakukan penyerahan laporan

KHS atau IP dan laporan kegiatan bulanan/semester melalui PTN/PTAIN. Kemudian laporan yang sudah diberikan akan di serahkan kepada BAZNAS yang berupa laporan mahasiswa dan laporan pencairan SPP dari PTN/PTAIN.

3. Mekanisme Pelaksanaan Pembiayaan

Besarnya pembiayaan beasiswa yang diberikan BAZNAS kepada mahasiswa selama menjalani program SKSS ditentukan oleh Manajamen Badan Amil Zakat Nasional dengan mempertimbangkan biaya SPP dan uang saku sesuai

hasil koordinasi dengan semua pihak. Pembiayaan seorang peserta Beasiswa SKSS BAZNAS meliputi :

a. Biaya pendidikan SPP merupakan hasil kerjasama antara BAZNAS dengan PTAIN, besarnya pembiayaan ditentukan sesuai biaya pendidikan di PTAIN peserta terdaftar. Jika BAZNAS mengalami keterlambatan dalam menyalurkan dananya, maka pihak PTAIN akan menanggung biaya SPP mahasiswa. Pihak BAZNAS akan mengganti besarnya pembiayaan dan langsung mentransferkan dananya ke rekening PTAIN tersebut.

b. Selama menjalani masa studi mahasiswa akan mendapat tunjangan biaya hidup yang besarnya ditentukan oleh Manajamen BAZNAS. Tunjangan untuk angkatan 2008 sebesar Rp. 200.000/bulan sedangkan untu angkatan 2011 sebesar Rp. 500.000/bulan dan penyalurannya dilakukan per semester.3 Dalam menyalurkan dananya BAZNAS melakukan kerjasama dengan pihak 23 PTAIN yang terdiri dari 229 mahasiswa/ mahasiswi dengan jumlah penyaluran SPP untuk angakatan 2011 sebesar Rp. 172.265.000,-/ semester sedangkan untuk uang saku sebesar Rp. 690.000.000,-/ semester.

3

Wawancara pribadi dengan Farid Septian Pelaksana Program Satu Keluarga Satu Sarjana. Jakarta, 2 Desember 2013.

4. Mekanisme Pencairan Dana

Gambar 2

Sumber :Program Satu Keluarga Satu Sarjana BAZNAS

Perguruan Tinggi mitra mengajukan permohonan pencairan beasiswa SKSS, laporan Indeks Prestasi (IP/IPK) mahasiswa/i dan anggaran biaya SPP setiap semester. Hal ini dilakukan setiap semester hingga semester ke delapan. Berikut adalah prosedur yang dilakukan oleh BAZNAS kepada Perguruan Tinggi Negeri Agama Islam:

a. BAZNAS menerima dan memproses permohonan pencairan dari Perguruan Tinggi mitra SKSS baik SPP maupun Uang Saku.

b. Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan (DPP) BAZNAS akan melakukan verifikasi dan klarifikasi permohonan yang diajukan untuk mendapat persetujuan dari Manajemen BAZNAS.

c. DPP akan mentransfer SPP mahasiswa/i penerima program SKSS ke rekening Bank yang telah ditunjuk oleh masing-masing PTN/PTAIN. Sedangkan Uang Saku (living cost) akan ditransfer langsung ke rekening BRI mahasiswa/i yang nilai Indeks Prestasi Semesternya mencapai nilai 3,00, jika dibawah IPK 3,00 mahasiswa/i tidak mendapatkan uang saku pada semester

PTN/PTAI

Mitra

DPP BAZNAS

tersebut dan hanya mendapat pembayaran SPP. BAZNAS hanya memberikan uang saku dan SPP hingga delapan semester, selebihnya penerima program beasiswa membiayai sendiri.4

Pada dua tahun pertama BAZNAS tidak mengalami keterlambatan dalam penyalurannya. Namun, untuk dua tahun terakhir BAZNAS mengalami keterlambatan dalam menyalurkan dananya.5 Disebutkan dalam Perjanjian Kerjasama BAZNAS dengan pihak PTAIN tercatat dalam pasal 5 no. 5.1.3 yaitu berkurangnya perolehan ZIS pihak pertama, sehingga mengakibatkan ketidakmampuan pihak pertama untuk menjalankan Program SKSS ini, dikarenakan telah terkait dengan program lain yang telah disepakati lebih dahulu/telah menjadi program tahunan pihak pertama sebelum ditanda tanganinya perjanjian ini.

Dalam penyalurannya tidak semua pihak PTAIN memberikan dana talangan SPP untuk mahasiswa/i penerima program SKSS. Sehingga mengakibatkan mahasiswa/i terpaksa mencari pekerjaan dan mencari pinjaman untuk membayar SPP yang tertunda. Negatifnya, akan berdampak pada menurunnya nilai akademik mahasiswa/i penerima program SKSS.6 Dana yang sudah dikeluarkan baik dari mahasiswa/i dan PTAIN akan diganti oleh BAZNAS selama mengalami keterlambatan pembiayaan.7

4

Buku Pedoman Program Satu Keluarga Satu Sarjana 2013

5

Wawancara Pribadi dengan Bapak Ahmad Fauzan bidang kemahasiswaan IAIN Walisongo, Jakarta 16 Desember 2013

6

Wawancara pribadi via telephone dengan Bapak Harles Bidang Kemahasiswaan STAIN Palangkaraya, 16 Desember 2013

7

Wawancara pribadi dengan Ibu Amelya Hidayat bagian beasiswa di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta,16 Desember 2013

Kelemahan dari program SKSS BAZNAS yaitu terjadi pada penyalurannya (pembiayaan), kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di BAZNAS mengakibatkan program SKSS mengalami keterlambatan dalam memberikan dananya. Selain itu, adanya pergantian pengurus pelaksana program SKSS. Sedangkan pelaksana program SKSS yang sekarang tidak hanya melakukan kontribusi pada program SKSS, tetapi melakukan kontribusi pada program pemberdayaan pendidikan lainnya seperti bimbel gratis dan program 1000 kaderisasi ulama.8 Seharusnya BAZNAS tidak mengalami keterlambatan dalam menyalurkan dananya, baik kepada Universitas terkait atau pada penerima program SKSS. Program yang sudah diputuskan oleh BAZNAS sudah merupakan tanggung jawab dan resiko yang harus diambil dari pihak BAZNAS untuk menjadi program yang bisa memberikan kemudahan kepada mustahik bukan untuk memberikan kesulitan, karena dengan terlaksananya program dengan baik akan menimbulkan kepercayaan bagi masyarakat dan pihak lainnya.

8

Wawancara pribadi dengan Farid Septian Pelaksana Program Satu Keluarga Satu Sarjana. Jakarta, 2 Desember 2013.

Dokumen terkait