• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.3. Anemia pada ibu hamil

2.3.2 Penyebab Anemia pada Ibu Hamil

Secara umum, penyebab anemia pada ibu hamil meliputi9 :

1. Kebutuhan zat besi dan asam folat yang meningkat untuk memenuhi kebutuhan darah ibu dan janinnya.

2. Penyakit tertentu seperti : penyakit ginjal, jantung, pencernaan dan diabetes mellitus.

3. Asupan gizi yang kurang.

4. Cara mengolah makanan yang kurang tepat.

5. Kebiasaan mengkonsumsi obat penenang dan alkohol.

2.3.3 Klasifikasi Anemia dalam Kehamilan 1. Anemia Defisiensi Besi

Sekitar 95% kasus anemia selama kehamilan adalah karena kekurangan zat besi (defisiensi besi). Penyebabnya biasanya karena asupan makanan tidak memadai (terutama pada anak perempuan remaja), kehamilan sebelumnya, atau kehilangan normal secara berulang zat besi dalam darah haid (yang mendekati jumlah tertentu, biasanya berlangsung setiap bulan dan dengan demikian mencegah penyimpanan zat besi.8

a. Test Diagnostik 9

1) Konsentrasi Hb < 10 g/dl 2) Hematokrit < 30 %

3) Keadaan sel darah merah mikrositik

4) Meningkatnya kemampuan total mengikat zat besi ( iron binding capacity) hingga 350-500 m/dl

5) Serum besi < 50-60 mg/100ml 6) Saturasi transferring <15-16 b. Penatalaksanaan9

1) Mengatasi penyebab anemia seperti penyakit , perdarahan, cacingan.

2) Pemberian nutrisi/makanan yang banyak mengandung unsurzat besi, diantaranya daging hewan, telur, ikan, sayuran hijau.

3) Pemberian tablet zat besi selama kehamilan.

11

Tabel 2.1 Angka Kecukupan Besi (Fe) Harian10

Wanita (mg/hari) Pria (mg/hari)

19 tahun dan lebih 18 8

Kehamilan 27

Menyusui 9

2. Anemia Defisiensi Folat

a. Sekitar 24-60% wanita diberbagai Negara mengalami defisiensi asam folat, karena kandungan asam folat dalam makanan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan wanita hamil. Kebutuhan asam folat selama hamil bertambah dua kali lipat dari sebelum hamil. Asam folat merupakan satu-satunya vitamin yang dibutuhkan selama hamil. Asam folat berfungsi untuk metabolism makanan menjadi energi, sintesis DNA, pematangan sel darah merah, pertumbuhan sel janin dan plasenta. Pada wanita hamil terjadi peningkatan menjadi 200-400mg/hari, peningkatan kebutuhan ini diakibatkan meningkatnya sintesis jaringan pada ibu dan janinnya. Pada anemia defisiensi asam folat, karakteristik sel darah merah lebih besar dan tidak matur, sehingga disebut megaloblastosis.9

b. Tanda dan Gejala9

6) Perlambatan Frekuensi nadi

c. Akibat dari anemia asam folat pada ibu hamil 9 1) Berat badan lahir rendah

2) Ablasio Plasenta

3) Kelainan bawaan/cacat lahir seperti spina bifida d. Penatalaksanaan9

1) Pemberian diet tinggi asam folat seperti ayam, hati, ikan, daging, telur, brokoli, bayam , asparagus air jeruk, kacang-kacangan.

12

2) Pemberian suplemen folat pada trimester I : 280mg/hari, trimester II : 660mg/hari dan trimester III : 470mg/hari.

3) Hindari faktor-faktor yang dapat mengurangi penyerapan asam folat seperti alkohol, kopi, kontrasepsi oral, aspirin, obat-obat penenang dan obat anti kejang.

2.3.4 Faktor Risiko dalam Kehamilan

Tubuh berada pada risiko tinggi untuk menjadi anemia selama kehamilan jika pada kondisi berikut, yaitu8:

1. Mengalami kehamilan yang berdekatan 2. Hamil dengan lebih dari satu anak

3. Sering mual dan muntah karena sakit pagi hari 4. Tidak mengkonsumsi cukup zat besi

5. Mengalami menstruasi berat sebelum kehamilan 6. Hamil saat masih remaja

7. Kehilangan banyak darah (misalnya akibat dari cedera atau selama operasi)

2.3.5 Gejala dan Tanda Anemia pada Ibu Hamil Gejala dan Tanda anemia pada ibu hamil yaitu9: 1. Pucat pada mata

2. Kekuningan pada mata

3. Cepat lelah, sering pusing dan sakit kepala 4. Sering terjadi kram kaki

5. Terjadi sariawan, peradangan gusi, peradangan pada lidah dan peradangan pada sudut mulut

6. Pemeriksaan Hemoglobin <9,5 g/dl 7. Tekanan darah Turun

2.3.6 Akibat Anemia pada Ibu Hamil Akibat anemia pada ibu hamil yaitu9 : 1. Pada ibu menjadi penyulit persalinan

13

2. Resiko syok waktu persalinan

3. Mudah terjadi penyakit selama kehamilan 4. Keguguran, lahir prematur

5. Bayi lahir dengan berat badan rendah 6. Kelainan bawaan atau cacat pada janin

2.3.7 Penataan Gizi Selama Kehamilan Tujuan penataan gizi pada ibu hamil yaitu11 :

1. Mempersiapkan cukup kalori, protein yang bernilai tinggi, vitamin, mineral dan cairan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi ibu, janin, serta plasenta.

2. Makanan padat kalori dapat membentuk lebih banyak jaringan tubuh bukan lemak.

3. Cukup kalori dan zat gizi untuk memenuhi pertambahan berat baku selama hamil.

4. Perencanaan perawatan gizi yang memungkinkan ibu hamil untuk memperoleh dan mempertahankan status gizi optimal sehingga dapat menjalani kehamilan dengan aman dan berhasil, melahirkan bayi dengan potensi fisik dan mental yang baik dan memperoleh cukup energi untuk menyusui.

5. Perawatan gizi yang dapat mengurangi atau menghilangkan reaksi seperti mual dan muntah.

6. Perawatan gizi yang dapat membantu pengobatan penyulit yang terjadi selama kehamilan.

7. Mendorong ibu hamil sepanjang waktu untuk mengembangkan kebiasaan pola makan yang baik.

2.3.8 Gizi Pada Ibu Hamil

Hal terpenting pada masa kehamilan adalah pemenuhan gizi ibu hamil.

Dengan mendapatkan gizi yang seimbang, ibu hamil dapat mengurangi risiko kesehatan pada janin dan ibu tersebut. Berikut ini adlah zat makanan yang termasuk gizi ibu hamil12:

14

1. Kalori diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Kalori dapat diperoleh dari makanan yang merupakan sumber karbohidrat dan lemak.

Misalnya, nasi umbi-umbian dan susu.

2. Protein sebagai zat pembangun yang diperlukan bagi tumbuh kembang janin.

Protein terdapat pada daging, ikan, telur dan kacang-kacangan.

3. Zat besi selain mengurangi terjadinya anemia juga berperan dalam pembentukan hemoglobin (yang mengangkut oksigen dalam tubuh). Zat besi terdapat pada daging, ikan dan hati.

4. Asam folat dibutuhkan ibu hamil untuk perkembangan janin dan mencegah kecacatan pada otak, tulang belakang dan mencegah janin lahir prematur.

Asam folat banyak terdapat pada sayuran hijau, jus jeruk, kacang-kacangan dan juga gandum.

5. Kalsium berperan pada proses pembentukan tulang dan gigi janin. Produsen kalsium terbaik adalah susu, keju, yoghurt.

6. Vitamin C dibutuhkan dibutuhkan oleh ibu hamil karena mengandung banyak antioksidan yang berguna melindungi jaringan organ tubuh dari kerusakan dan mengirimkan sinyal kimia ke otak.

7. Vitamin A berfunsi pada imunitas, penglihatan dan tumbuh kembang janin.

Vitamin A terdapat pada sayuran berwarna kuning atau hijau serta pada kuning telur.

8. Selain itu gizi ibu hamil lainnya yang dibutuhkan antara lain adalah vitamin B1, B2, Asam pantotenat, niasin (vitamin B3 yang larut air), serta vitamin B6 dan B12 yang berperan dalam pembentukan sel-sel darah merah, DNA dan metabolisme asam amino.

15

Tabel 2.2 Kebutuhan Nutrisi Ibu Selama Hamil13

Nutrisi Tidak

2.4 Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) 2.4.1 Pengertian BBLR

Bayi BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa kehamilan. Dahulu neonates dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram atau sama dengan 2500 gram disebut prematur. Pembagian menurut berat badan ini sangat mudah tetapi tidak memuaskan, sehingga lambat laun diketahui bahwa tingkat morbiditas dan mortalitas pada neonatus tidak hanya bergantung pada berat badan saja, tetapi juga pada tingkat maturitas bayi itu sendiri. Pada tahun 1961 oleh WHO semua bayi yang baru lahir disebut Low Birth Weight Infants (BBLR). Sedangkan pada tahun 1970, kongres European Perinatal Medicine II yang diadakan di London juga diusulkan definisi untuk mendapatkan keseragaman tentang maturitas bayi , yaitu sebagai berikut14:

16

1. Bayi kurang bulan, adalah bayi dengan masa kehamilan kurang dari 37 mingu (259 hari).

2. Bayi cukup bulan, adalah bayi dengan masa kehamilan mulai 37 minggu sampai 42 mingu (259-293 hari).

3. Bayi lebih bulan adalah bayi dengan masa kehamilan mulai 42 minggu atau lebih (294 hari atau lebih).

2.4.2 Epidemiologi BBLR

Prevalensi bayi berat lahir rendah (BBLR) diperkirakan 15% dari seluruh kelahiran di dunia dengan batasan 3,3% - 38% dan lebih sering terjadi di negara-negara berkembang atau sosio-ekonomi rendah. Secara statistik menunjukkan 90% kejadian BBLR didapatkan di Negara berkembang dan angka kematiannya 35kali lebih tinggi disbanding pada bayi dengan berat badan lahir lebih dari 2500gram. Angka kejadian di Indonesia sangat bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain, yaitu berkisar antara 9% - 30%, hasil studi di 7 daerah multicenter diperoleh angka BBLR dengan rentang 2,1% – 17,2%. Secara nasional berdasarkan analisa lanjut SDKI, angka BBLR sekitar 7,5%. Angka ini lebih besar dari target BBLR yang ditetapkan pada sasaran program perbaikan gizi menuju Indonesia Sehat 2010 yakni maksimal 7%.15

2.4.3 Tanda - tanda BBLR

Bayi yang lahir dengan berat badan rendah mempunyai ciri-ciri14: 1. Umur kehamilan sama dengan atau kurang dari 37 minggu

2. Berat badan sama dengan atau kurang dari 2500 gram

3. Panjang badan sama dengan atau kurang dari 46cm, lingkar kepala sama dengan atau kurang dari 33cm, lingkar dada sama dengan atau kurang dari 30cm

4. Rambut Lanugo masih banyak

5. Jaringan Lemak subkutan tipis atau kurang

6. Tulang rawan daun telinga belum sempurna pertumbuhannya 7. Tumit mengkilap dan telapak kaki halus

17

8. Genitalia belum sempuna, labia minora belum tertutup oleh labia mayora, klitoris menonjol (pada bayi perempuan). Testis belum turun ke dalam skrotum, pigmentasi dan rugue pada skrotum kurang (pada bayi laki-laki) 9. Tonus otot lemah sehingga bayi kurang aktif dan pergerakannya lemah 10. Fungsi syaraf yang belum atau tidak efektif dan tangisnya lemah

11. Jaringan kelenjar mammae masih kurang akibat pertumbuhan otot dan jaringan lemak masih kurang

12. Verniks kaseosa tidak ada atau sedikit bila ada

2.4.4 Faktor- faktor yang Mempengaruhi Terjadinya BBLR

Penyebab terjadinya bayi BBLR secara umum bersifat multifaktorial, sehingga kadang mengalami kesulitan untuk melakukan tindakan pencegahan. Namun , penyebab terbanyak terjadinya bayi BBLR adalah kelahiran prematur. Semakin muda usia kehamilan semakin besar risiko jangka pendek dan jangka panjang dapat terjadi. Berikut adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan bayi BBLR secara umum yaitu sebagai berikut14 :

1. Faktor Ibu : a. Penyakit

b. Usia ibu dan usia kehamilan c. Keadaan Sosial Ekonomi d. Perokok dan Peminum alkohol e. Faktor lingkungan

2. Faktor Janin

a. Kelainan Kromosom (trisomy autosomal)

b. Infeksi Janin Kronik (Inklusi sitomegali, Rubella bawaan) c. Disautonomia Familial

d. Radiasi

e. Kehamilan ganda (kembar) f. Aplasia pancreas

3. Faktor Plasenta

a. Berat plasenta berkurang atau berongga

18

b. Luas permukaan berkurang

c. Plasentitis vilus (bakteri, virus dan parasit) d. Infark

e. Tumor ( korioangioma, mola hidatidosa) f. Plasenta yang lepas

g. Sindrom plasenta yang lepas

h. Sindrom transfuse bayi kembar (sindrom parabiotik) 4. Faktor Lingkungan

a. Bertempat tinggal di dataran tinggi b. Terkena radiasi

c. Terpapar zat beracun

2.4.5 Pengelolaan Bayi Berat Badan Lahir Rendah Semua bayi berat lahir rendah memerlukan16 :

1. Suhu yang tingi dan stabil untuk mempertahankan suhu tubuh 2. Atmosfer dengan kadar oksigen dan kelembaban tinggi

3. Pemberian minum secara hati-hati karena ada kecenderungan terisapnya susu ke paru

4. Perlindungan terhadap infeksi

5. Pencegahan kekurangan zat besi dan vitamin

19

BAB III

KERANGKA TEORI DAN KERANGKA KONSEP

3.1 Kerangka Teori Penelitian

Gambar 3.1 Kerangka Teori

BBLR Pembentukan Eritropoeietin

Asupan nutrisi & oksigen terganggu

Hb < 12gr%

Anemia Faktor Penyakit

Faktor Usia dan Kehamilan

Faktor Ibu

Faktor Janin

Faktor Lingkungan 1)Kurang gizi

2)Kurang zat besi 3)Malabsorbsi 4)Kehilangan darah yang banyak

5)Penyakit-Penyakit Kronik

20

3.2 Kerangka Konsep Penelitian

Kerangka konsep penelitian ini adalah sebagai berikut :

Gambar 3.2 Kerangka Konsep Anemia Pada Ibu

Hamil BBLR

21

BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1 Jenis Penelitian

Jenis Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode pengambilan data secara cross-sectional untuk melihat prevalensi bayi berat lahir rendah pada ibu hamil anemia.

4.2 Waktu dan Tempat Penelitian

Pengambilan data penelitian ini akan dilakukan di bagian rekam medik RSUD Pirngadi Medan mulai bulan september hingga november 2016. Rumah Sakit ini dipilih karena rumah sakit ini merupakan salah satu rumah sakit terbesar di kota medan dan sebagai sentral rujukan sehingga banyak kasus yang dapat diperhitungkan dan dapat mewakili kasus bayi berat badan lahir rendah pada ibu hamil anemia.

4.3 Populasi dan Sampel Penelitian 4.3.1 Populasi Penelitian

Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil anemia yang melahirkan bayi berat badan lahir rendah di RSUD Pirngadi Medan periode 2015.

4.3.2 Sampel Penelitian

Sampel penelitian ini adalah 74 orang ibu hamil anemia yang melahirkan bayi berat badan lahir rendah di RSUD Pirngadi Medan periode 2015. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode total sampling dimana seluruh populasi yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan sampel.

22

4.3.3 Kriteria Inklusi dan Ekslusi

Adapun kriteria inklusi dan ekslusi dalam penelitian sampel ini adalah : 1. Kriteria Inklusi

a. Data rekam medis pasien ibu hamil anemia yang melahirkan bayi berat badan lahir rendah tahun 2015

b. Data rekam medis pasien bayi berat badan lahir rendah yang dilahirkan oleh ibu hamil anemia tahun 2015

2. Kriteria Ekslusi

a. Data rekam medis ibu hamil yang tidak anemia b. Data rekam medis bayi berat badan lahir normal c. Data rekam medis yang tidak lengkap

4.4 Definisi Operasional 1. Ibu Hamil Anemia

Ibu hamil anemia adalah keadaan dimana hemoglobin kurang dari 11g/dl dalam tubuh ibu hamil.

a. Cara ukur : Data rekam medik b. Alat ukur : Pemeriksaan Hb

c. Hasil ukur : Anemia pada ibu hamil <12g/dl d. Skala ukur : Skala nominal

2. Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Bayi berat badan lahir rendah adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa kehamilan.

a. Cara ukur : Data rekam medik

b. Alat ukur : Timbangan berat badan bayi

c. Hasil ukur : Bayi berat badan lahir rendah berupa : Berat badan <2500g.

d. Skala ukur : Skala nominal.

23

4.5 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari rekam medis Departemen Obstetri dan Ginekologi di RSUD Pirngadi Medan.

Prosedur yang dilakukan dalam pengumpulan data yaitu pada tawap awal peneliti mengajukan permohonan izin pelaksanaan penelitian pada Institusi Pendidikan (Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara), kemudian permohonan izin yang diperoleh akan dikirim ke bagian diklat (RSUD Pirngadi). Setelah mendapat izin, peneliti mengumpulkan data penelitian. Cara penelitian data dengan menggunakan rekam medis ibu hamil anemia yang melahirkan bayi berat badan lahir rendah .

4.6 Metode Pengolahan dan Analisis Data

Pengolahan dan Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu dimulai dengan pengumpulan data, kemudian pengolahan data, dan penarikan kesimpulan.

Data yang diperoleh pada penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan program komputer untuk untuk menentukan Prevalensi Bayi Berat Badan Lahir Rendah pada Ibu Hamil Anemiadi RSUD DR Pirngadi Medan Periode 2015.

24 pendidikan, status rumah sakit Swadana 11 pebruari 1998, Akreditasi dasar tanggal 14 april 2000 dan akreditasi lengkap tanggal 16 desember 2006, alamat jln. Prof. H.M Yamin, S.H no. 47 Medan. RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan adalah suatu unit pelayanan kesehatan milik Pemerintah Kota Medan yang letaknya sangat strategis, merupakan segitiga emas di tengah kota Medan yang dibatasi oleh Jalan Prof. H.M Yamin SH, Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan H.M Thamrin.

5.1.2 Deskripsi Karakteristik Pasien

Gambaran karakteristik pasien dalam penelitian adalah usia ibu hamil, usia kehamilan, HB ibu dan berat badan bayi lahir. Distribusi frekuensi karakteristik pasien berdasarkan usia ibu hamil dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Pasien Berdasarkan Usia Ibu Hamil

No Usia Ibu Hamil Frekuensi Persentase

1 <20 tahun 5 6.8

2 20-35 tahun 57 77.0

3 >35 tahun 12 16.2

Total 74 100.0

Dari tabel 5.1 dapat dilihat bahwa ibu hamil anemia dengan usia <20 tahun ada 5 orang (6,8%), usia 20-35 tahun sebanyak 57 orang (77,0%) dan usia >35 tahun sebanyak 12 orang (16,2%). Dapat disimpulkan bahwa mayoritas ibu hamil anemia di RSUD Dr.Pirngadi Medan usia 20 sampai 35 tahun yaitu sebanyak 57 orang (77%).

25

Distribusi frekuensi karakteristik pasien berdasarkan usia kehamilan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi Karakteristik Pasien Berdasarkan Usia Kehamilan

No Usia Kehamilan Frekuensi Persentase

1 <37 minggu 54 73.0 Dr.Pirngadi Medan adalah <37 bulan yaitu sebanyak 54 orang (73%).

Distribusi frekuensi karakteristik pasien berdasarkan Hb ibu dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 5.3 Distribusi Frekuensi Karakteristik Pasien Berdasarkan Hb Ibu

No Hb Ibu Frekuensi Persentase

1 Normal 3 4.1

2 Anemia 71 95.9

Total 74 100.0

Dari tabel 5.3 dapat dilihat bahwa ibu hamil dengan Hb normal sebanyak 3 orang (4,1%) dan anemia sebanyak 71 orang (95,9%). Dapat disimpulkan bahwa mayoritas ibu hamil dengan anemia di RSUD Dr.Pirngadi Medan yaitu sebanyak 71 orang (95,9%).

Distribusi frekuensi karakteristik pasien berdasarkan berat badan bayi lahir dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 5.4 Distribusi Frekuensi Karakteristik Pasien Berdasarkan Berat Badan Bayi Lahir

No Berat Badan Bayi Lahir Frekuensi Persentase

1 Normal 12 16.2

2 Rendah 47 63.5

3 Sangat Rendah 15 20.3

Total 74 100.0

26

Dari tabel 5.4 dapat dilihat bahwa berat badan bayi lahir normal sebanyak 12 orang (16,2%), rendah sebanyak 47 orang (63,5%), dan sangat rendah sebanyak 15 orang (20,3%). Dapat disimpulkan bahwa mayoritas ibu memiliki bayi dengan berat badan bayi lahir rendah di RSUD Dr.Pirngadi Medan yaitu sebanyak 47 orang (63,5%).

Distribusi frekuensi karakteristik pasien berdasarkan mortalitas bayi dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 5.5 Distribusi Frekuensi Karakteristik Pasien Berdasarkan Mortalitas Bayi

No Mortalitas Bayi Frekuensi Persentase

1 Hidup 63 85.1

2 Meninggal 11 14.9

Total 74 100.0

Dari tabel 5.5 dapat dilihat bahwa ibu hamil dengan anemia memiliki mortalitas bayi hidup sebanyak 63 orang (85,1%) dan mortalitas bayi meninggal sebanyak 11 orang (14,9%). Dapat disimpulkan bahwa mayoritas ibu hamil dengan anemia memiliki mortalitas bayi hidup di RSUD Dr.Pirngadi Medan yaitu sebanyak 63 orang (85,1%).

5.1.3 Distribusi Bayi Berat Badan Lahir Rendah pada Ibu Hamil Anemia Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Pirngadi Medan Periode 2015

Distribusi bayi berat badan lahir rendah pada ibu hamil anemia di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Pirngadi Medan Periode 2015 berdasarkan usia ibu hamil, usia kehamilan ibu, Hb ibu, berat badan bayi lahir dan mortalitas bayi dapat dijelaskan sebagai berikut:

5.1.3.1 Distribusi Berat Badan Bayi Lahir berdasarkan Usia Ibu Hamil Distribusi Berat badan bayi lahir berdasarkan usia ibu hamil dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

27

Tabel 5.6 Distribusi Frekuensi Berat Badan Bayi Lahir berdasarkan Usia Ibu Hamil

No Usia ibu

Berat Badan Bayi Lahir

Jumlah

P-value Normal Rendah Sangat

Rendah

Dari tabel 5.6 dapat dilihat bahwa dari 5 orang ibu hamil anemia dengan usia <20 tahun tidak ada bayi lahir dengan berat badan normal, sebanyak 3 orang (4,1%) bayi lahir dengan berat badan rendah, dan ada 2 orang (2,7%) bayi lahir dengan berat badan sangat rendah. Dari 57 orang ibu hamil dengan usia 20-35 tahun sebanyak 11 orang (14,9%) bayi lahir dengan berat badan normal, sebanyak 37 orang (50%) bayi lahir dengan berat badan rendah, dan ada 9 orang (12,2%) bayi lahir dengan berat badan sangat rendah. Dari 12 orang ibu hamil dengan usia >35 tahun ada 1 orang (1,4%) bayi lahir dengan berat badan normal, sebanyak 7 orang (9,5%) bayi lahir dengan berat badan rendah, dan ada 4 orang (5,4%) bayi lahir dengan berat badan sangat rendah. Dari hasil analisis statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh p-value sebesar 0,377, artinya tidak ada pengaruh berat badan bayi lahir berdasarkan usia ibu hamil di RSUD Dr.Pirngadi Medan.

5.1.3.2 Distribusi Berat Badan Bayi Lahir berdasarkan Usia Kehamilan Distribusi Berat badan bayi lahir berdasarkan usia kehamilan ibu dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 5.7 Distribusi Frekuensi Berat Badan Bayi Lahir berdasarkan Usia Kehamilan Ibu Normal Rendah Sangat

Rendah

28

Dari tabel 5.7 dapat dilihat bahwa dari 54 orang ibu hamil anemia dengan usia kehamilan <37 bulan sebanyak 7 orang (9,5%) bayi lahir dengan berat badan normal, sebanyak 32 orang (43,2%) bayi lahir dengan berat badan rendah, dan ada 15 orang (20,3%) bayi lahir dengan berat badan sangat rendah. Dan dari 20 orang ibu hamil anemia dengan usia kehamilan 37-42 bulan sebanyak 5 orang (6,8%) bayi lahir dengan berat badan normal, sebanyak 15 orang (20,3%) bayi lahir dengan berat badan rendah, dan tidak ada bayi lahir dengan berat badan sangat rendah. Dari hasil analisis statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh p-value sebesar 0,024, artinya ada pengaruh berat badan bayi lahir berdasarkan usia kehamilan ibu di RSUD Dr.Pirngadi Medan.

5.1.3.3 Distribusi Berat Badan Bayi Lahir berdasarkan Hb Ibu

Distribusi Berat badan bayi lahir berdasarkan Hb ibu hamil dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 5.8 Distribusi Frekuensi Berat Badan Bayi Lahir berdasarkan Hb Ibu

No Hb Ibu

Berat Badan Bayi Lahir

Jumlah

P-value Normal Rendah Sangat

Rendah

Dari tabel 5.8 dapat dilihat bahwa dari 3 orang ibu hamil dengan Hb normal ada 1 orang (1,4%) bayi lahir dengan berat badan normal, sebanyak 2 orang (2,7%) bayi lahir dengan berat badan rendah, dan tidak ada bayi lahir dengan berat badan sangat rendah. Dan dari 71 orang ibu hamil dengan Hb ibu anemia ada 11 orang (14,9%) bayi lahir dengan berat badan normal, sebanyak 45 orang (60,8%) bayi lahir dengan berat badan rendah, dan sebanyak 15 orang (20,3%) bayi lahir dengan berat badan sangat rendah. Dari hasil analisis statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh p-value sebesar 0,548, artinya tidak ada pengaruh berat badan bayi lahir berdasarkan Hb ibu di RSUD Dr.Pirngadi Medan.

29

5.1.3.4 Distribusi Berat Badan Bayi Lahir berdasarkan Mortalitas Bayi Distribusi Berat badan bayi lahir berdasarkan Mortalitas Bayi dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 5.9 Distribusi Frekuensi Berat Badan Bayi Lahir berdasarkan Mortalitas Bayi Normal Rendah Sangat

Rendah

Dari tabel 5.9 dapat dilihat bahwa dari 63 orang ibu hamil dengan mortalitas bayi hidup ada 12 orang (16,2%) bayi lahir dengan berat badan normal, sebanyak 45 orang (60,8%) bayi lahir dengan berat badan rendah, dan ada 6 orang (8,1%) bayi lahir dengan berat badan sangat rendah. Dan dari 11 orang ibu hamil dengan mortalitas bayi meninggal tidak ada bayi lahir dengan berat badan normal, ada 2 orang (2,7%) bayi lahir dengan berat badan rendah, dan sebanyak 9 orang (12,2%) bayi lahir dengan berat badan sangat rendah. Dari hasil analisis statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh p-value sebesar 0,000, artinya ada pengaruh berat badan bayi lahir berdasarkan mortalitas bayi di RSUD Dr.Pirngadi Medan.

5.1.4 Distribusi Mortalitas Bayi pada Ibu Hamil Anemia di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Pirngadi Medan Periode 2015

Distribusi mortalitas bayi pada ibu hamil anemia di Rumah Sakit Umum

Distribusi mortalitas bayi pada ibu hamil anemia di Rumah Sakit Umum

Dokumen terkait