HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian
B. Hasil Penelitian
3) Penyebab Retardasi Mental Tradisional atau Mitos
Penyebab ini merupakan penjelasan warga di Kampung Tunagrahita yang menjadi salah satu perbincangan dari penyebab disabilitas intelektual. Penjelasan tersebut berdasarkan mitos-mitos yang diketahui dari cerita warga berasal dari cerita nenek moyang warga masyarakat pada zaman dahulu di Dusun Tanggungrejo. Dimana terdapat sejarah terkait yang terdapat sebuah peristiwa sosok sesepuh yang sedang berkelana di musim kemarau, pada suatu ketika dalam perjalanan sesepuh tersebut kehausan akhirnya mampir ke salah satu warga Dusun Tanggungrejo untuk dimintai air minum untuk melepaskan dahaganya namun yang terjadi keluarga tersebut tidak memberikannya air untuk minum. Sesepuh tersebut marah dan mengutuknya bahwa Kampung Tersebut suatu saat akan dijadikan kampungnya orang-orang mendho atau yang telah diistilahkan sekarang disabilitas intelektual karena hal tersebut dianggap manusia yang tidak memiliki kebijaksanann dan rasa kasihan kepada orang lain. Hal tersebut senada dengan Spn yaitu sebagai berikut:
“Sakjane perkoro idiot niku mbien wonten critone nanging mboten patek cetho ugo mboten katah sing ngertos namung crito-crito wong mbien mawon, jaman mbah-mbah wong mbien niku kadose wonten kedaden tiyang sesepuh damelane seg mlampah-mlampah njelajah wilayah mangsa ketigo panas-panas, la niku ngelak nyuwun toyo wedang kalih warga Tanggung mriki nanging kaluwargo kang disuwuni mboten nyukani toyo, sesepuh niku nesu nganggep watak niku watak mboten bijaksana lan welas asih kalih sebongso,terus nyito yen dusun mriki bakale wonten tiyang-tiyang mendho kang mboten gadah bijaksana lan
welas asih” (Sumber: Wawancara berdasarkan panduan wawancara no: 1,
7 Januari 2016).
Informasi tersebut dimaksudkan bahwa keberadaan kaum difabel tunagrahita diakibatkan oleh adanya kejadian pada jaman mbah-mbah dari kaum tunagrahita yang menuturkan terdapat sosok sesepuh dalam perjalanan menjelajah wilayah pada musim kemarau meminta air minum dengan warga Tanggungrejo namun keluarga yang dimintai tidak memberikannya minum, pada akhirnya sesepuh tersebut marah menganggap watak itu watak tidak bijaksana dan tidak memiliki kasih sayang dengan sesama, hingga pada akhirnya kemarahan tersebut mengutuk bahwa suatu saat generasi dusun tersebut mengalami mendho yang
berarti tidak bijaksana dan tidak memiliki rasa kasih sayang. Hal tersebut juga dibenarkan oleh SM sebagai masyarakat umum sekitar Kampung Tunagrahita Dusun Tanggungrejo sebagai berikut:
“Dari cerita orang tua nenek moyang jaman dahulu pernah
wonten wong tuwo seg mlaku-mlaku berkelana ke desa-desa mengelilingi wilayah wonten jamane mangsa kemarau, wong tuwo niku njaluk wedang nyang wong kene mergo ngelak nanging mboten disukani toyo. Tiyang sepuh niku nesu lan ngutuk yen kene bakale wonge podo mendho. Nesu namung disuwuni toyo mawon mboten angsal, lan sanjang menungso nanging mboten due melas mboten duwe kabijaksanan. Yo akhire ngeten niki nyotone kedaden. Duko estu mergo kutukan niku nopo mboten nggih mboten patek cetho mergo tiyange sing mboten nyukani wedang mboten genah keluargane sinten, wekdale duko kapan, wong tuo sepuh niku sinten nggih mboten cetho nanging nggih wonten cerito jaman mbien sing kados
niku” (Sumber: Wawancara berdasarkan panduan wawancara no: 2, 24 Januari 2016).
Hal tersebut bermaksud bahwa pada saat masa kakek dan nenek kaum tunagrahita terdapat kisah dari sosok tua yang berkelana ke berbagai wilayah di musim kemarau dan meminta bantuan untuk memberikan air minum namun pada kenyataannya salah satu warga Dusun Tanggungrejo tidak memberikannya sehingga memicu kemarahan serta mengutuk bahwa suatu saat terdapat generasi mendho-mendho karena hal tersebut berarti manusia namun tidak memiliki rasa kasihan tidak memiliki kebijaksanaan. Namun hal tersebut tidak begitu jelas keberadaan serta identifikasi kejadian yang dialami oleh salah satu warga sehingga yang ada hanyalah mitos daripada sejarah Dusun Tanggungrejo.
Penyebab tradisional atau mitos merupakan salah satu penyebab warga masyarakat menyandang disabilitas intelaktual yang diketahui oleh warga masyarakat di Kampung Tunagrahita. Dalam mitos tersebut terdapat sejarah terkait dengan kutukan dari sosok sesepuh yang dilimpahkan kepada warga Dusun Tanggungrejo akibat ketidakbijaksanaan serta ketakbelas kasihan salah satu keluarga terhadap salah satu sesepuh yang sedang berkelana. Cerita tersebut tidak banyak diketahui oleh banyak warga karena tidak semua orang mendapatkan cerita tersebut dari sesepuh-sesepuh atau nenek moyangnya. Namun hal tersebut merupakan bagian dari kepercayaan warga Kampung Tunagrahita terkait penyebab disabilitas intelektual.
Matriks 4.2
Faktor Penyebab Disabilitas Intelektual di Kampung Tunagrahita Dusun Tanggungrejo No Faktor Penyebab Disabilitas Intelektual Klasifikasi Penyebab
Bentuk Penyebab Akibat lain
1. Retardasi
Intelektual rasional
Kondisi alam dan manusia
1. Serangan hama (tikus, kera, babi hutan) pada tanaman pada tahun 1963-1967, serta 2. Kemarau, 3. Kelangkaan pangan, 4. Wabah kelaparan, 5. Kekurangan gizi, 6. Keterbaatasan aksesibilitas sosial, ekonomi, informasi dan transformasi.
Terpuruknya kondisi sosial ekonomi dan sosial budaya
2. Retardasi Intelektual Transendental Manusia dengan Kepercayaan
1. Kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa
2. Kepercayaan diluar kehendak manusia,
3. Diluar kemampuan manusia snamun dipercayai dan diterima keadaan dan kuasanya
Perubahan kondisi sosial ekonomi dan sosial budaya (kesadaran akan takdir sebagai peringatan non difabel untuk mengingat dan bersyukur atas anugerah kenormalannya yang membentuk tanggungjawab untuk menjaga difabel. 3. Retardasi Mental
Tradisional atau Mitos
Antar manusia
Disabilitas intelektual yang disebabkan oleh adanya disolidaritas sosial.
Perubahan kondisi sosial ekonomi dan sosial budaya
(Sumber: Disarikan dari wawancara berdasar pedoman wawancara no: 1-2 dan observasi, November 2015-Februari 2016).
g. Tindakan Kaum Difabel yang Dianggap Merugikan serta Strategi atau Solusi dalam Mengatasinya
Setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan dalam sikap dan berperilaku serta bertindak bagi yang normal tentunya, namun tidak berbeda pula dengan warga Kampung Tunagrahita Dusun Tanggungrejo terutama warga penyandang disabilitas intelektual atau idiot. Mereka memiliki perilaku dan tindakan yang berbeda-beda berdasarkan kategori ringan, sedang dan berat baik difabel mental maupun difabel mental dan fisik sekaligus terkait aktifitas ksesehariannya baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial masyarakat sekitar.
1) Disabilitas Intelektual Kategori Ringan di Kampung Tunagrahita Dusun