BAB III: PROSES PEMUGUTAN SURAT SUARA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN GAYO LUES 2017
PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
3.4 Penyebab terjadinya Pemungutan Suara Ulang (PSU)
Penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di kabupaten Gayo Lues tahun 2017 yang mana adanya terdapat pelanggaran yang di lakukan oleh pemilih yang mana adanya masyrakat yang menggunakan hak suaranya lebih dari satu kali di tempat yang berbeda lemahnya fungsi pengawasan panitia pengawasan pemilihan sehingga ditemukannya fakta banyak pemilih yang menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali dengan adanya bukti dari daftar hadir pemilih yang tercantum dalam pasal 112 ayat (2) Undang-undang nomor 1 tahun 2015 menyatakan bahwa Pemungutan suara di TPS dapat diulang jika dari hasil penelitian dan pemeriksaan Panwas Kecamatan terbukti terdapat 1 atau lebih keadaan dengan keadaan.
60
a. Pembukaan kotak suara dan berkas pemungutan dan perhitungan suara tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
b. Petugas KPPS meminta pemilih member tanda khusus, memandatangani datau menulis nama alamatnya pada surat suara yang digunakan.
c. Petugas KPPS merusak lebih dari satu surat yang digunakan oleh pemilih sehingga surat suara tersebut menjadi tidak sah.
d. Lebih dari seorang pemilih menggunakna hak pilih lebih dari satu kali, pada TPS yang sama atau TPS yang berbeda.
e. Lebih dari seorang pemilih yang tida terdaftar sebagai pemilih, mendapatkan kesempatan memberikan suara pada TPS.61
Bahwa pemungutan suara ulang (PSU) di lakukan jika di temukan lebih dari satu orang pemilih menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali, berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) di tempat pemungutan suara (TPS) bersumber dari dari daftar pemilih sementara (DPS) bersumber dari daftar potensial penduduk pemilih pemilu (DP4) yang di susun oleh pemerintah kabupaten Gayo Lues dinas kependudukan dan catatan sipil, bahwa kelompok penyelenggara pemungutan suara di TPS dipilih dari warga masyrakat atas usul kepala desa.
Dalam penyelanggaraan pemilihan di kabupaten Gayo Lues megizinkan dan memberikan kesempatan kepada pemilih yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) untuk menggunakan hak pilihnya dengan hanya membawa kartu keluarga hak tersebut yang sangat bertentangan dengan ketentuan pasal 61
61.Undang-undang nomor 1 tahun 2015
61
ayat (1) Undang-undang nomor 10 tahun 2016 yang menyatakan penggunaan hak pilih yang belum terdaftar bersangkutan dapat menggunakan hak pilihnya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP)
Dalam ketentuan yang di muat dalam pasal 61 ayat (1) Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 yang menyatakan bahwa pemilih yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) dapat menggunakan KTP elektronik untuk memilih di TPS RT ,RW yang sesuai dengan alamat yang tertera di KTP, tetapi di beberapa TPS di temukankan pihak penyelenggara memperbolehkan mereka yang tidak menunjukan KTP yang bersangukutan, dan hanya menggunakan Kartu Keluarga (KK) yang mana hal itu tidak dapat dibenarkan, karena bertentangan dengan peraturan perundang-udangan yang yang berlaku.
Adanya putusan Pegadilan masing-masing Nomor 20,21,22 dan Nomor 23/Pid.Sus/2017/PN.Bkj yang sudah berkekuatan hukum tetap, tetapi di umumkan setelah pengumuman KIP tentang hasil rekapitulasi peolehan suara dan penetapan pasanga terpilih sebagai Bupati dan wakil Bupati terpilih. Merupakan salah satu indicator terpenting dalam tentang adanya pelanggaran yang lebih besar dari sekedar dari yang di dapat diproses dan diputuskan oleh pengadilan Negeri, yang telah menunjukkan bahwa penyelenggara pemilihan dalam proses yang berlangsung. Dalam peneggakkan hukum peraturan dalam undang-undang tentang threshold yang harus di patuhi, maka pelanggaran yang di tindak dalam proses
penyelenggaraan oleh pengawas dan penyelanggara merupakan alasan bagi Mahkamah Konstitusi, untuk memberikan sanksi baik mendiskulifiksi pasangan calon nomor urut 2 atau minimal untuk memerintahkan pemungutan suara ulang ditempat dimana pelanggaran menjadi signifikan.
62 Table 3.1
Perolehan suara pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Gayo Lues 2017
Nomor Urut
Nama Pasangan Calon Perolehan suara
1. Adam, SE dan Iskandar 13.277
2. H.ABD Rasad dan H,Rajab Marwan 20.331
3. H.Muhammad Amr dan Said Sani 21.115
Sumber : KIP Kabupaten Gayo Lues
Rendahnya perolehan saura pemohon disebabkan oleh kurangnya pegawasan dari pihak penyelenggaraan pemillihan yang di laksanakan oleh termohon serta lemahnya fungsi pengawasan panitia pengawas pemilihan sehingga ditemukannya pemilih yang menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali. Adapun pemilih yang menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali adalah:
1. Zailani Ar. Tempat tanggal lahir Pepaprik Gaib, 26 Juni 1954, beralamatkan di Dusun Blang Sere Kampung Rikit Dekat Kecamatan Kutapanjang Kabupaten Gayo Lues dan Rukiyat, tempat tanggal lahir Medan 29 Mei 1958 (istri dari Zailani AR) beralamatkan di Dusun Blang Sere kampun RikiT Dekat Kecamatan Kutapanjang Kabupaten Gayo Lues.
Di mana keduanya menggunakan hak pilihnya pada TPS 3 Kampung Kerukunan Kuta panjang Kecamatan Kutapanjang dengan menggunakan undangan memilih, namun ternyata keduanya juga menggunakan hak pilihnya pada TPS 1 Kampung Rikit Dkat Kecamatan Kutapanjang dengan meggunakan kartu keluarga (KK).
2. Suadir Arpon, alamat kampung bemem Buntul Pegayon Kecamatan Blang Pegayon dan Rusniati (istri dari Suadir) alamat kampung benem Buntul Pengayon kecamattan Blang pegayon di amna keduanya terdaftar dalam
63
daftar pemilih tetap (DPT) pada TPS 1 kampung Tunggel Baru Kecamatan Rikit Gaib dengan nomor urut DPT 34 dan 35 dan keduanya memilih pada TPS 1 Kampung Tunggel Baru Kecamatan Rikit Gaib, namun keduanya juga menggunakan hak pilihnya pada TPS 1 Kampung Bumem Buntul Pegayon Kaamatan Blang pegayon.
3. Muhara Miko Jaya, tanggal lahir 17-11-1985, beralamatkan kampung Penampaan Toa Kecamatan Blangkejeren dan Lina Marlina( istri dari Muhara Miko) tanggal lahir 07-02-1990, beralamatkan kampung Penampaan Toa Kecamatan Blangkejeren, dimana keduanya terdaftar dalam daftra pemilih tetap (DPT) pada TPS 3 Kampung Penampaan Toa dengan nomor urut DPT 287 dan 286 dan menggunkan hak pilihnya pada TPS 3 Penampaan Toa Kecamatan Blangkejeren, namun keduanya juga terdaftar dalam DPT pada TPS 1 Kampung Tunggel Baru Kecamatan Rikit Gaib dengan nomor urut DPT 221 dan 220 dan juga menggunakan ha pilihnya pada TPS 1 Kampung Tunggel Baru Kecamatan Rikit Gaib.
4. Kamaruddin, alamat kampung Akul Kecamatan Blangjerangi kabupaten Gayo Lues dan Dahniah alias Dahlia (istri dari Kamaruddi) alamat kampung Akul Kecamatan Blangjerango Kabupaten Gayo Lues.
Keduanya terdaftar dalam DPT TPS 1 Kampung Akul dengan nomor DPT 35 dan 36 serta menggunakan hak pilihnya pada TPS 1 Kampung Akul Kecamatan Blangjerango, namun keduanya juga memilih pada TPS 3 Kampung Bustanussalam Kecamatan Blangkejeren.
5. Maimunah, tempat tanggal lahir 11 februari 1957, beralamatkan di kampung Makmur Jaya Kecamatan Terangun Kabupaten Gayo Lues, di
64
mana yang bersangkutan menggunakan hak pilihnya pada TPS 1 Kampung Padang Kecamatan Trangun, karena yang bersangkutan terdaftar dalam DPT Kampung Padang Kecamatan Terangun dengan nomor urut 208 dengan menggunakan undangan memilih, namun yang bersangkutan ternyata juga menggunkan hak pilihnya pada TPS 1 Kampung Makmur Jaya Kecamatan Terangun dengen menggunakna KTP.
6. Ruhani, tempat tanggal lahir Blangkejeren 18 mei 1965 beralamatkn Dusun Mude Uken Kampung Kota Lintang Kecamatan Blangkejeren, terdaftar dalam DPT pada TPS 2 Kampung Kuta Lintang dengan nomor urut DPT 144, di mana yang bersangutan telah memilih sebnayak 3 kali pada TPS 2 Kuta Lintang tersebut berdasarkan bukti hadir di TPS dengan nomor urut hadir nomor 63, 103 dan 131.
7. Rabuniyah, tempat tanggal lahir 16 mei 1960 beralamatkan di Mude Uken Kapung Kutalintang kecamatan Blangkejeren, terdaftar dalam DPT pada TPS 2 Kampung Kutalintang dengan nomor urut DPT 122, di mana yang bersangkutan telah memilih sebanyak 2 kali pada TPS 2 Kutalintang tersebut berdasarkan bukti daftar hadir di TPS, dengan nomor urut daftar hadir 11 dan 14.
8. Sudianto, memilih menggunakan from A5 pada TPS 1 Kampung Reje Pudung kecamatan Terangun, di mana pada from A5 tersebut diperoleh yangbersangkutan dari KPPS TPS 1 Kampung Jawa kecamatan Blangkejeren, padahal yang bersangkutan tidak terdaftar dalam DPT pada TPS 1 Kampung Jawa kecamatan Blangkejeren.
65
9. Darmi, umur 38 tahun NIK 1113044107780197 , terdaftar adalam DPT pada TPS 1 Kampung Tampeng kecamtatan Kutapanjang dengan nomor urut DPT 208 dan menggunakan hak pilihnya pada TPS 1 Kampung Tampeng kecamatan Kutapanjang, namun tenyata yang bersangkutan juga terdaftar dalam DPT pada TPS 1 Kampung Soyo kecamatan terangun, terhadap pelanggaran ini juga telah di laporkan kepada Panwaslih Gayo Lues sebagai mana tanda bukti penerimaan laporan nomor 13/LP/GL-Panwaslih/II/2017 tanggal 19 februari 2017.
10. Abdi Armaya, tempat tanggal lahir Kuta Cane 16 februari 1985, alamat kampung bacang kecamatan Blankejeren, di mana yang bersangkutan sampai saat ini masih berstatus sebagai nara pidana pada LP Blangkejeren mencoblos pada TPS 7 Kota Blangkejeren (TPS Lembaga Masyarakat) namun ternyata yang bersangkutan juga menggunakan hak pilihnya pada TPS 1 Kampung Bacang kecamatan Blangkejeren. 62
Atas pelanggara memilih dari satu kali pihak-pihak tersebut tersebut telah dilaporkan pada Panwaslih kabupaten Gayo Lues sebagaimana tanda bukti penerimaan laporan nomor 08/LP/Panwaslih-GL/II/2017 tertanggal 16-2-2017.63
Dalam pasal 158 ayat (2) undang-undang nomor 10 tahun 2016 Juntcho pasal 7 ayat (2) PMK 1 tahun 2016 sebagaimna yang telah di ubah menjadi PMK 1 Tahun 2017 menyatakan peserta Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan
62. Putusan Mahkamah Kontitusi hakim nomor 29/PHP.BUP-XV/2017
63.ibid
66
Wakil Walikota dapat mengajukan pembatalan penetapan hasil perhitungan perolehan suara dengan ketentuan
Table 3.2
Ketentuan perolehan suara
No Jumlah penduduk Perbedaan perolehan suara
berdasarkan penetapan peroolehan surat hasil pemilihan oleh KPU/KIP Kabupaten/ Kota
1. ≤ 250.000 2%
2. >250.000-500.000 1.5%
3. <500.000-1.000.000 1%
4. >1.000.000 0.5%
Sumber: Salinan putusan nomor nomor 29/PHP.BUP-XV/2017
Pemohon sebagai pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues dengan jumlah penduduk 94.328 jiwa, sehingga perbedaan perolehan suara antara pemohon dengan pasangan calon peraih suara terbanyak adalah paling banyak sebesar 2% dari total suara sah, hasil perhitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh komisi indenpenden pemilihan (KIP) kabupaten Gayo Lues.
Bahwa dari total suara sah hasil perhituanga suara tahap akhir yang ditetapkan oleh Komisi indenpenden pemilihan (KIP) kabupaten Gayo Lues adalah sebesar 54.723 suara, sehingga perbedaan perolehan suaura antara pemohon dengan pasangan calon peraih suara terbanyak adalah paling banyak 2% X 54.723 suara
=1.094 suara. 64
Pemohon memperoleh suara terbanayak sebanyak 20.331 suara sedangkan pasangan calon peraih suara terbanyak memperoleh 21.115 suara, sehingga selisish perolehan suara terdapat sellisish sebesar 784 suara atau sebanyak 1.4%
64 .ibid
67
menurut permohon, pemohon telah memenuhi ketentuan pasal 158 ayat (2) huruf a Undang-undang juncho pasal 7 ayat (2) huruf a PMK 1 tahun 2016 sehingga pemohon dapat mengajukan permohonan ke Mahkamah Konstititusi karena selisih perolehan suara antara pasnagan calon nomor urut 3 sebagai peraih suara terbanyak dan pemohon sebesar 784 suara atau 1.4% suara. Pemohon memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan permohonan pembatalan keputusuan Komisi indenpenden kabupaten Gayo Lues Nomor 08/Ktps/KPU-Kab/001-434599/02/2017, tentang penetapan rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara dan hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues tahun 2017 tanggal 22 februari 2017.