4
PENDAHULUAN 5
6
600.1 Kantor disyaratkan mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan 7
menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120 8
untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap 9
independensi.
10 11
600.2 Kantor dan jaringan Kantornya mungkin menyediakan berbagai jasa non-12
asurans kepada klien audit, yang konsisten dengan keterampilan dan 13
keahliannya. Pemberian jasa non-asurans kepada klien audit dapat 14
memunculkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika dan 15
ancaman terhadap independensi.
16 17
600.3 Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi yang relevan untuk 18
menerapkan kerangka kerja konseptual untuk mengidentifikasi, 19
mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap independensi saat 20
memberikan jasa non-asurans kepada klien audit. Subseksi di bawah ini 21
mengatur persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan ketika Kantor 22
atau jaringan Kantornya memberikan jasa non-asurans tertentu kepada klien 23
audit dan mengindikasikan jenis ancaman yang mungkin muncul sebagai 24
hasilnya. Beberapa pengaturan dari subseksi termasuk persyaratan yang 25
secara tegas melarang Kantor atau jaringan Kantornya memberikan jasa 26
tertentu kepada klien audit dalam keadaan tertentu karena ancaman yang 27
muncul tidak dapat diatasi dengan menerapkan pengamanan.
28 29
PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI 30
31
Umum 32
33
P600.4 Sebelum Kantor atau jaringan Kantornya menerima perikatan untuk 34
memberikan jasa non-asurans kepada klien audit, Kantor harus menentukan 35
apakah pemberian jasa tersebut dapat memunculkan ancaman terhadap 36
independensi.
37 38
600.4-A1 Persyaratan dan materi aplikasi pada seksi ini membantu Kantor dalam 39
menganalisis jenis jasa non-asurans tertentu dan ancaman terkait yang 40
mungkin muncul jika Kantor atau jaringan Kantor memberikan jasa non-41
asurans kepada klien audit.
42 43
600.4-A2 Praktik bisnis baru, evolusi pasar keuangan dan perubahan teknologi 44
informasi adalah salah satu perkembangan yang membuat tidak mungkin 45
untuk menyusun semua daftar jasa non-asurans yang mungkin diberikan 46
kepada klien audit. Akibatnya, Kode Etik tidak mencantumkan daftar lengkap 47
dari semua jasa non-asurans yang mungkin diberikan kepada klien audit.
48
152 Mengevaluasi Ancaman
1 2
600.5-A1 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman yang muncul ketika 3
menyediakan jasa non-asurans kepada klien audit meliputi:
4
• Sifat, ruang lingkup, dan tujuan jasa.
5
• Level ketergantungan terhadap keluaran jasa sebagai bagian dari 6
perikatan audit.
7
• Lingkungan hukum dan regulasi di tempat jasa diberikan.
8
• Apakah hasil dari jasa tersebut akan memengaruhi permasalahan yang 9
tercermin laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor, jika 10
demikian:
11
o Sejauh mana keluaran jasa tersebut akan berdampak material 12
terhadap laporan keuangan.
13
o Tingkat subjektivitas yang terlibat dalam menentukan jumlah atau 14
perlakuan yang tepat untuk hal-hal yang tercermin dalam laporan 15
keuangan.
16
• Level keahlian manajemen dan karyawan klien sehubungan dengan 17
jasa yang diberikan tersebut.
18
• Luasnya keterlibatan klien dalam menentukan pertimbangan masalah 19
yang signifikan.
20
• Sifat dan luas dari dampak jasa tersebut, jika ada, terhadap sistem yang 21
menghasilkan informasi yang membentuk bagian signifikan dari:
22
o Pencatatan akuntansi atau laporan keuangan klien yang akan 23
diberikan opini oleh Kantor.
24
o Pengendalian internal klien atas pelaporan keuangan.
25
• Apakah klien merupakan entitas dengan akuntabilitas publik. Misalnya, 26
memberikan jasa non-asurans kepada klien audit yang merupakan 27
entitas dengan akuntabilitas publik mungkin dianggap menghasilkan 28
level ancaman yang lebih tinggi.
29 30
600.5-A2 Subseksi 601 hingga 610 termasuk contoh faktor tambahan yang relevan 31
dalam mengevaluasi level ancaman yang muncul dengan memberikan jasa 32
non-asurans yang ditetapkan dalam subseksi tersebut.
33 34
Materialitas Terkait Laporan Keuangan 35
36
600.5-A3 Subseksi 601 hingga 610 mengacu kepada materialitas dalam kaitannya 37
dengan audit atas laporan keuangan klien. Konsep materialitas dalam 38
kaitannya dengan audit dibahas dalam SA 320, Materialitas dalam Tahap 39
Perencanaan dan Pelaksanaan Audit, dan dalam kaitannya dengan perikatan 40
reviu dalam SPR 2400, Perikatan untuk Reviu atas Laporan Keuangan.
41
Penentuan materialitas melibatkan penerapan pertimbangan profesional dan 42
dipengaruhi oleh faktor kuantitatif dan kualitatif. Hal ini juga dipengaruhi oleh 43
persepsi pengguna atas kebutuhan informasi keuangan.
44 45 46 47
Berbagai Jasa Non-Asurans yang Diberikan kepada Klien Audit yang Sama 1
2
600.5-A4 Kantor atau jaringan Kantor mungkin memberikan berbagai jasa non-asurans 3
kepada klien audit. Dalam keadaan tersebut, pertimbangan dampak 4
gabungan dari ancaman yang muncul dengan memberikan jasa tersebut 5
relevan dengan evaluasi ancaman oleh Kantor.
6 7
Mengatasi Ancaman 8
9
600.6-A1 Subseksi 601 hingga 610 termasuk contoh tindakan, termasuk pengamanan, 10
yang mungkin untuk mengatasi ancaman terhadap independensi yang 11
muncul pada saat memberikan jasa non-asurans ketika ancaman tidak pada 12
level yang dapat diterima. Contoh-contoh tersebut tidak mencakup semuanya.
13 14
600.6-A2 Beberapa subseksi termasuk persyaratan yang secara tegas melarang Kantor 15
atau jaringan Kantornya untuk memberikan jasa tertentu kepada klien audit 16
dalam keadaan tertentu karena ancaman yang muncul tidak dapat diatasi 17
dengan menerapkan pengamanan.
18 19
600.6-A3 Paragraf 120.10-A2 mencantumkan deskripsi tentang pengamanan.
20
Sehubungan dengan pemberian jasa non-asurans kepada klien audit, 21
pengamanan adalah tindakan, baik secara individual atau gabungan, yang 22
diambil Kantor secara efektif untuk menurunkan ancaman terhadap 23
independensi pada level yang dapat diterima. Dalam beberapa situasi, ketika 24
ancaman muncul dalam pemberian jasa non-asurans kepada klien audit, 25
maka pengamanan mungkin tidak tersedia. Dalam situasi demikian, 26
penerapan kerangka kerja konseptual yang diatur pada Seksi 120 27
mensyaratkan Kantor untuk menolak atau mengakhiri jasa non-asurans atau 28
perikatan audit.
29 30
Larangan Mengambil Alih Tanggung Jawab Manajemen 31
32
P600.7 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh mengambil alih tanggung jawab 33
manajemen untuk klien audit.
34 35
600.7-A1 Tanggung jawab manajemen mencakup mengendalikan, memimpin, dan 36
mengarahkan entitas, termasuk membuat keputusan mengenai akuisisi, 37
alokasi, dan pengendalian atas sumber daya manusia, keuangan, teknologi, 38
sumber daya berwujud da takberwujud.
39 40
600.7-A2 Pemberian jasa non-asurans kepada klien audit memunculkan ancaman 41
kepentingan pribadi dan ancaman telaah pribadi jika Kantor atau jaringan 42
Kantor mengambil alih tanggung jawab manajemen saat memberikan jasa.
43
Pengambil alihan tanggung jawab manajemen juga memunculkan ancaman 44
kedekatan dan mungkin memunculkan ancaman advokasi karena Kantor atau 45
jaringan Kantornya menjadi terlalu dekat dengan cara pandang dan 46
kepentingan manajemen.
47 48
154 1
600.7-A3 Penentuan apakah suatu aktivitas merupakan tanggung jawab manajemen 2
bergantung pada keadaan serta mensyaratkan penerapan pertimbangan 3
profesional. Contoh aktivitas yang dianggap sebagai tanggung jawab 4
manajemen meliputi:
5
• Menetapkan kebijakan dan arahan strategis.
6
• Mempekerjakan atau memberhentikan karyawan.
7
• Mengarahkan dan mengambil tanggung jawab atas tindakan karyawan 8
entitas dalam kaitannya dengan pekerjaan karyawan untuk entitas.
9
• Otorisasi transaksi.
10
• Mengendalikan atau mengelola rekening bank atau investasi.
11
• Memutuskan rekomendasi yang diberikan kepada Kantor atau jaringan 12
Kantor atau pihak ketiga lain yang akan diimplementasikan.
13
• Melaporkan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola atas 14
nama manajemen.
15
• Mengambil alih tanggung jawab atas:
16
o Penyusunan dan penyajian wajar atas laporan keuangan sesuai 17
dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.
18
o Perancangan, implementasi, pemantauan atau pemeliharaan 19
pengendalian internal.
20 21
600.7-A4 Memberikan advis dan rekomendasi untuk membantu manajemen klien audit 22
dalam melaksanakan tanggung jawabnya tidak mengambil alih tanggung 23
jawab manajemen. (Ref: Para. P600.7 hingga 600.7-A3).
24 25
P600.8 Untuk menghindari pengambilalihan tanggung jawab manajemen ketika 26
memberikan jasa non-asurans kepada klien audit, maka Kantor harus 27
meyakini bahwa manajemen klien membuat semua pertimbangan dan 28
keputusan yang merupakan tanggung jawab manajemen. Hal tersebut 29
termasuk memastikan bahwa manajemen klien:
30
(a) Menunjuk individu yang memiliki keahlian, pengetahuan, dan 31
pengalaman yang sesuai untuk bertanggung jawab setiap saat terhadap 32
keputusan klien dan untuk mengawasi jasa yang diberikan. Individu 33
seperti itu, lebih diutamakan merupakan manajemen senior, yang 34
memahami:
35
(i) Tujuan, sifat dan hasil dari jasa yang dihasilkan; dan 36
(ii) Tanggung jawab masing-masing klien dan Kantor atau jaringan 37
Kantornya. Namun, individu tersebut tidak disyaratkan memiliki 38
keahlian untuk melakukan atau melakukan kembali pemberian 39
jasa tersebut.
40
(b) Melakukan pengawasan atas jasa yang diberikan dan mengevaluasi 41
kecukupan dari hasil jasa yang diberikan untuk kepentingan klien.
42
(c) Menerima tanggung jawab atas tindakan, jika ada, yang akan diambil 43
dari hasil pemberian jasa tersebut.
44 45 46 47
Pemberian Jasa Non-Asurans kepada Klien Audit yang Kemudian Menjadi Entitas dengan 1
Akuntabilitas Publik 2
3
P600.9 Jasa non-asurans yang diberikan, baik saat ini atau sebelumnya, oleh Kantor 4
atau jaringan Kantornya kepada klien audit mengompromikan independensi 5
Kantor ketika klien menjadi entitas dengan akuntabilitas publik, kecuali:
6
(a) Jasa non-asurans sebelumnya sesuai dengan ketentuan bagian ini 7
yang berhubungan dengan klien audit yang bukan merupakan entitas 8
dengan akuntabilitas publik;
9
(b) Jasa non-asurans saat ini sedang berjalan yang tidak diizinkan 10
berdasarkan bagian ini untuk klien audit yang merupakan entitas 11
dengan akuntabilitas publik berakhir sebelum, atau sesegera mungkin 12
ketika dapat diterapkan, klien menjadi entitas dengan akuntabilitas 13
publik; dan 14
(c) Kantor mengatasi ancaman yang muncul tidak pada level yang dapat 15
diterima.
16 17
Pertimbangan untuk Entitas Berelasi Tertentu 18
19
P600.10 Seksi ini mencakup persyaratan yang melarang Kantor dan jaringan 20
Kantornya untuk mengambil alih tanggung jawab manajemen atau 21
memberikan jasa non-asurans tertentu kepada klien audit. Sebagai 22
pengecualian terhadap persyaratan tersebut, Kantor atau jaringan Kantornya 23
dapat mengambil alih tanggung jawab manajemen atau memberikan jasa 24
non-asurans tertentu yang dilarang untuk entitas berelasi dari klien berikut 25
yang laporan keuangannya akan diberikan opini oleh Kantor atas:
26
(a) Entitas yang memiliki pengendalian langsung atau tidak langsung 27
terhadap klien;
28
(b) Entitas yang memiliki kepentingan keuangan langsung terhadap klien 29
jika entitas tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap klien dan 30
kepentingan klien material bagi entitas; atau 31
(c) Entitas yang berada di bawah pengendalian bersama klien, dengan 32
ketentuan bahwa semua ketentuan berikut terpenuhi:
33
(i) Kantor atau jaringan Kantornya tidak memberikan opini atas 34
laporan keuangan entitas berelasi;
35
(ii) Kantor atau jaringan Kantornya tidak mengambil alih tanggung 36
jawab manajemen, baik secara langsung maupun tidak langsung, 37
untuk laporan keuangan entitas yang akan diberikan opini oleh 38
Kantor;
39
(iii) Jasa tidak memunculkan ancaman telaah pribadi karena hasil 40
jasa tidak tunduk pada prosedur audit; dan 41
(iv) Kantor mengatasi ancaman lain yang muncul ketika memberikan 42
jasa tidak pada level yang dapat diterima.
43 44 45 46 47 48