- Keputusan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Tentang Penetapan Peraturan Akademik Tahun 2019/2020
PENYELENGGARAAN UJIAN MATA KULIAH Pasal 29
Ujian Mata kuliah
1. Ujian mata kuliah secara terjadwal, tertulis dan kolektif dilaksanakan masing-masing satu kali pada pertengahan semester (ujian tengah semester/UTS) dan pada akhir semester (ujian akhir semester/UAS).
2. Ujian susulan hanya dapat dilaksanakan jika mahasiswa izin resmi meninggalkan kuliah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Syarat mengikuti ujian sebagai berikut :
a. Mahasiswa yang bersangkutan sakit/opname yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter / Rumah Sakit
b. Kematian Keluarga Inti yang dibuktikan dengan Surat Kematian dari Rumah Sakit / RT
Pasal 30
Persyaratan Ujian Mata kuliah
1. Ujian mata kuliah dapat berlangsung jika kehadiran dosen pada mata kuliah tersebut minimal 85% dari 14 kali tatap muka perkuliahan.
2. Persyaratan mengikuti ujian mata kuliah:
a. Hadir dalam kegiatan tatap muka perkuliahan minimal 75% dari total waktu perkuliahan yang dijadwalkan dalam satu semester.
b. Tidak terkena sanksi akademik
c. Memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan Kartu Ujian pada semester berjalan.
Pasal 31
Tata Tertib Peserta Ujian Mata kuliah
1. Wajib membawa Kartu Ujian dan Kartu Tanda Mahasiswa serta menandatangani Daftar Hadir Ujian.
2. Wajib berpakaian rapi dan sopan sesuai dengan Tata Tertib Perkuliahan. 3. Dilarang memakai kaos oblong dan sandal serta tidak berambut gondrong.
4. Wajib membawa sendiri semua perangkat alat tulis.
5. Dilarang melakukan hal berikut ini selama ujian berlangsung :
a. Menulis, mencoret, menggambar baik di bangku maupun di dinding ruang ujian. b. Meletakkan apapun seperti buku, catatan, kertas dan handphone di tempat duduk
atau di sekitarnya,yang dapat digunakan untuk membantu penyelesaian soal ujian, kecuali dicantumkan dalam naskah ujian.
c. Mengaktifkan handphone.
d. Meminjam perangkat alat tulis antar sesama peserta ujian.
e. Mengganggu ketenangan dan kelancaran penyelenggaraan ujian antara lain berupa tingkah laku, suara dan gerak-gerik.
f. Berkomunikasi antar sesama peserta ujian dalam bentuk dan cara apapun. g. Meninggalkan ruang ujian, kecuali seijin pengawas.
h. Makan, minum, dan merokok.
6. Mematuhi petunjuk atau instruksi pengawas dalam penyelenggaraan ujian.
7. Mengacungkan tangan jika memerlukan sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan ujian.
8. Menerima lembar soal ujian dianggap telah mengikuti ujian.
9. Meninggalkan ruang ujian setelah menyerahkan kertas jawaban kepada pengawas dengan waktu paling cepat 30 menit sejak ujian dimulai.
10. Wajib menyerahkan kertas jawaban kepada pengawas segera setelah waktu ujian berakhir. 11. Mahasiswa yang terlambat datang diperkenankan mengikuti ujian selama belum ada
peserta yang keluar dan tidak diberikan perpanjangan waktu.
Pasal 32
Sanksi Pelanggaran Tata Tertib Ujian Mata kuliah
1. Peserta ujian mendapat peringatan lisan jika menunjukkan tanda-tanda melanggar tata tertib ujian.
2. Nama peserta ujian dan bentuk pelanggaran dicatat dalam Berita Acara Pelaksanaan (BAP) Ujian.
3. Kertas jawaban ujian diambil pengawas sebagai bukti pelanggaran dan diserahkan kepada fakultas bukan kepada dosen pengampu mata kuliah.
4. Sanksi lebih lanjut untuk pelanggaran tata tertib ujian mengacu pada ketentuan yang berlaku.
Pasal 33
Tata Tertib Pengawas Ujian
1. Berada di ruang ujian lima belas menit sebelum ujian dimulai, untuk mempersiapkan pelaksanaan ujian termasuk mensterilkan ruang ujian.
2. Memerintahkan kepada peserta ujian untuk meletakkan barang yang dilarang digunakan dalam ujian di tempat yang telah ditentukan.
3. Mengumumkan bahwa naskah ujian akan didistribusikan dan peserta ujian dilarang untuk membuka dan menulisi naskah tersebut sebelum mendapat perintah.
4. Membuka amplop naskah ujian di hadapan peserta ujian.
5. Mendistribusikan naskah ujian dengan meletakkan naskah tersebut di atas meja peserta ujian dalam kondisi tertutup.
6. Mengumumkan bahwa ujian akan dimulai dan peserta ujian diperkenankan membuka naskah ujian.
7. Meminta mahasiswa untuk memeriksa kelengkapan naskah ujian dan mengganti naskah ujian yang tidak lengkap atau tidak jelas cetakannya.
8. Mengedarkan Daftar Hadir Ujian untuk ditandatangani oleh peserta ujian.
9. Melapor kepada Ketua Pelaksana Ujian jika terjadi kesulitan, penyimpangan, keraguan dan sebagainya dalam pelaksanaan ujian untuk mendapatkan pertimbangan dan penyelesaiannya.
10. Menghitung dan mencatat jumlah kertas jawaban, baik yang diserahkan maupun yang tidak diserahkan oleh peserta pada Berita Acara Pelaksanaan (BAP) Ujian.
11. Menandatangani BAP Ujian dan Daftar Hadir Pengawas.
12. Koordinator Pengawas Ujian menyerahkan berkas ujian yang terdiri dari kertas jawaban, BAP Ujian dan Daftar Hadir Ujian segera setelah ujian berakhir kepada Kepala Sub Bagian Akademik.
13. Kepala Sub Bagian Akademik menyerahkan berkas ujian kepada Tata Usaha untuk disampaikan kepada Dosen Penguji selambat-lambatnya 2 (dua) hari setelah ujian mata kuliah tersebut berlangsung.
Pasal 34
Pengumuman Nilai Ujian Mata kuliah
1. Nilai diumumkan selambat-lambatnya 14 hari setelah UAS untuk mata kuliah yang bersangkutan.
2. Nilai yang telah dipublikasikan dalam jaringan SIAKAD tidak dapat diralat ataupun diubah, kecuali dengan persetujuan Wakil Dekan I paling lambat 14 hari setelah pengumuman nilai mata kuliah.
3. Dosen yang lalai melaksanakan ketentuan ayat 1 pasal 34, diberikan Surat Peringatan untuk segera mempublikasikan nilai. Apabila surat Peringatan ini tidak diindahkan, maka seluruh mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah tersebut diberikan nilai B. Dosen yang bersangkutan tetap berkewajiban untuk segera menyerahkan nilai asli mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Bagi mahasiswa yang nilai sebenarnya kurang dari B, maka nilai mata kuliah yang sudah “B” tidak akan berubah menjadi lebih rendah.
b. Bagi mahasiswa yang nilai sebenarnya lebih dari B, maka nilai mata kuliah yang sudah “B” akan berubah sesuai dengan nilai sebenarnya.
Pasal 35
Memperbaiki Indeks Prestasi
1. Mahasiswa diperkenankan memperbaiki nilai mata kuliah, dengan memprogramkan kembali mata kuliah tersebut sepanjang batas waktu studinya masih memungkinkan, dengan mengikuti seluruh kegiatan perkuliahan sesuai ketentuan.
2. Nilai mata kuliah yang diakui dalam transkrip adalah nilai yang tertinggi.
3. Mahasiswa diperbolehkan menghapus mata kuliah pilihan yang telah diambil untuk meningkatkan IPK dengan mengajukan permohonan kepada Wakil Dekan I, sepanjang telah memenuhi jumlah sks minimal Program Strata 1.
BAB XI
EVALUASI KEBERHASILAN STUDI