DAN KESELAMATAN KERJA
DALAM IPA
Bab 1
Penyelidikan Ilmiah dan
Keselamatan Kerja dalam IPA
A. Pengantar
Sub materi pada pada bab ini termasuk dalam tema besar “Penyelidikan Ilmiah dan Keselamatan dalam IPA”. Topik ini bertujuan untuk mengenalkan siswa pada konsep-konsep dan keterampilan dasar dalam pembelajaran IPA agar siswa dapat berlatih keterampilan proses, melakukan langkah-langkah metode ilmiah, mengidentifikasi fakta, teori, dan hukum, serta menerapkan sikap ilmiah yang meliputi rasa ingin tahu, jujur, toleran, terbuka, berpikir logis dalam belajar IPA dan kehidupan sehari-hari. Dalam keselamatan kerja mengenalkan siswa tentang aturan-aturan di laboratorium, alat laboratorium dan bahayanya, bahan kimia, bahaya dan penyimpanannya, serta mencegah dan penanggulangan kebakaran.
Model pembelajaran yang sebaiknya digunakan ialah model pembelajaran Discovery Inquiry, Problem Based Learning dan Project Based Learning yang dikolaborasikan dengan model diskusi atau kooperatif dimana siswa diberi pengantar untuk mendorong motivasi belajar siswa. Selanjutnya siswa diarahkan untuk melaksanakan pembelajaran dengan melakukan berbagai aktivitas seperti observasi dan eksperimen melalui proses diskusi/kerja kelompok, maupun presentasi yang disampaikan oleh Bapak/Ibu guru.
Selama proses pembelajaran diharapkan Bapak/ Ibu guru dapat benar-benar mendorong sikap ilmiah siswa melalui serangkaian kegiatan ilmiah yang terstruktur. Bapak/Ibu guru dapat menggunakan fitur kolom “Ayo Lakukan” untuk mendorong sikap siswa dalam pembelajaran di kelas, serta meningkatkan keterampilan-keterampilan dalam pembelajaran IPA. Bapak/Ibu guru juga dapat menggunakan fitur kolom “Berpikir Kritis” untuk mengecek pemahaman siswa mengenai konsep dan keterampilan yang diajarkan dalam pembelajaran.
B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Tabel 1.1. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
C. Pembelajaran pada Topik Penyelidikan Ilmiah dan Keselamatan Kerja dalam IPA
1. Alokasi Waktu dan Subtopik
Pembelajaran dan penilaian topik penyelidikan ilmiah dan keselamatan kerja dalam IPA memerlukan 10 jam pelajaran atau 5x tatap muka (dengan asumsi 2 Jam Pelajaran/JP per minggu yang diorganisasikan menjadi masing-masing 2 JP). Pengorganisasian JP tersebut ialah sebagai berikut:
Tabel 1.2. Alokasi Waktu dan Subtopik
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
3.Memahami pengetahuan
faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
3.1.Mengenal metode ilmiah dan prinsip keselamatan kerja dalam kehidupan sehari-hari.
4.Menyajikan pengetahuan dalam bahasa (lisan/tulis/ isyarat) yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
4.1 Membuat laporan sederhana tentang objek dan
permasalahan IPA melalui langkah-langkah metode ilmiah dan keselamatan kerja dalam bahasa yang sederhana.
Tatap Muka Materi
1 Penyelidikan ilmiah (Keterampilan Proses) 2 Penyelidikan Ilmiah ( Metode Ilmiah)
2. Pertemuan I: Penyelidikan Ilmiah: Keterampilan Proses (2 JP)
a. Materi untuk Guru
Pertemuan ini dimaksudkan agar siswa dapat berlatih keterampilan proses yang terdiri dari kemampuan melakukan observasi, membuat inferensi, mengajukan pertanyaan, memprediksi, menginterpretasi, dan mengidentifikasi variabel. Siswa diminta melakukan kegiatan pengamatan agar siswa mampu menerapkan kemampuan-kemampuan yang dimaksud dalam keterampilan proses. Bapak/ Ibu guru diharapkan dapat mendampingi setiap aktivitas yang dilakukan siswa serta mengarahkan siswa agar benar-benar terampil dalam melakukan kegiatan belajar.
b. Pembelajaran
1) Tujuan Pembelajaran
a) Siswa dapat melakukan observasi/pengamatan terhadap objek yang diberikan.
b) Siswa dapat membuat inferensi tentang obyek pengamatan yang diberikan.
c) Siswa dapat membuat pertanyaan tentang obyek pengamatan yang diberikan.
d) Siswa dapat memprediksi suatu objek pengamatan/ percobaan berdasarkan teori dan fakta.
e) Siswa dapat menginterpretasi data/fakta yang diberikan. f) Siswa dapat mengomunikasikan hasil pengamatannya. 2) Kegiatan Pembelajaran
a) Pendahuluan
Berikan pengantar untuk memusatkan perhatian siswa dengan mendeskripsikan gambar-gambar pada buku siswa
Tatap Muka Materi
3 Penyelidikan ilmiah (fakta, teori, dan hukum, serta sikap ilmiah)
4 Keselamatan Kerja 5 Ulangan Harian
akhir (TPA). Selanjutnya, mintalah siswa bertanya tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan gambar yang dideskripsikan. Arahkan siswa kepada inti topik. b) Inti
Lakukan presentasi mengenai keterampilan- keterampilan yang perlu dimiliki pada keterampilan proses sebagai dasar keterampilan yang diperlukan dalam pembelajaran IPA. Lakukan tanya jawab sederhana dengan siswa selama presentasi. Selanjutnya, bagilah siswa menjadi beberapa kelompok dan mintalah setiap kelompok melakukan pengamatan sesuai dengan prosedur yang diberikan pada buku siswa, Ayo Mengamati atau kegiatan lainnya, membuat inferensi, merumuskan hipotesis, dan lain-lain. Berikan dorongan kepada siswa agar memiliki sikap ilmiah dan mampu menerapkan keterampilan proses.
c) Penutup
Bersama siswa, buatlah kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan untuk melatih keterampilan proses dan kembali mendorong perilaku ilmiah siswa agar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan pembelajaran-pembelajaran IPA selanjutnya. 3) Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran
Alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan pengamatan sesuai dengan buku siswa yang dijelaskan pada fitur “Ayo Mengamati”.
Media yang digunakan dapat berupa media/spesimen asli yang terdapat di sekitar sekolah.
4) Sumber Belajar a) Buku siswa.
b).Sumber lain yang relevan, misalnya Internet dengan program JAWS.
3. Pertemuan II: Penyelidikan Ilmiah: Metode Ilmiah (2 JP)
a. Materi untuk Guru
Pertemuan II dimaksudkan agar siswa dapat melakukan langkah-langkah metode ilmiah yang terdiri atas melakukan
dan merumuskan kesimpulan. Bapak/Ibu guru diharapkan dapat melatih kemampuan siswa dalam menerapkan metode ilmiah, serta mulai membangun sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, teliti, jujur, terbuka, tanggung jawab, dan disiplin. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, pembelajaran dilakukan dengan meminta siswa melakukan aktivitas yang berlandaskan metode ilmiah dalam pembelajaran.
b. Pembelajaran
1) Tujuan Pembelajaran
a) Siswa dapat menjelaskan langkah-langkah metode ilmiah. b) Siswa dapat melakukan langkah-langkah metode ilmiah
melalui percobaan yang diberikan.
c) Siswa dapat mengomunikasikan hasil kerjanya dalam diskusi kelas.
2) Kegiatan Pembelajaran a) Pendahuluan
Berikan pengantar untuk menarik perhatian dan memotivasi siswa dengan mendeskripsikan gambar kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh siswa di laboratorium. Kemudian berilah pertanyaan kepada siswa yang dapat mengarahkan siswa agar dapat menjelaskan apa saja yang mungkin dilakukan oleh siswa di laboratorium untuk melakukan percobaan.
b) Inti
Lakukan diskusi kelas untuk menggali kembali pemahaman siswa mengenai keterampilan proses. Selanjutnya, arahkan siswa untuk memahami langkah-langkah metode ilmiah. Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok. Kemudian mintalah setiap kelompok untuk melakukan kegiatan “Menyelidiki dari mana asalnya massa seluruh bagian tumbuhan” sesuai dengan prosedur yang diberikan pada buku siswa fitur “Ayo Lakukan”. Instruksikan kepada siswa agar mencatat setiap langkah yang dilakukan dan hasil yang diperoleh pada kegiatan tersebut. Setelah percobaan selesai, mintalah seluruh kelompok menyampaikan hasilnya. Ingatkan siswa agar dapat memiliki sikap berani dan santun dalam menyampaikan pendapat, serta dapat
c) Penutup
Bersama siswa, buatlah kesimpulan dan lakukan refleksi tentang kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3) Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran
Media yang digunakan berupa biji jagung yang berkecambah.
Alat dan bahan yang digunakan dalam pengamatan sesuai dengan petunjuk pada buku siswa fitur “Ayo Lakukan”. 4) Sumber Belajar
a) Buku siswa.
b) Sumber lain yang relevan, misalnya Internet.
4. Pertemuan III: Penyelidikan Ilmiah: Fakta, Teori, dan Hukum, serta Sikap ilmiah (2 JP)
a. Materi untuk Guru
Pertemuan ini dimaksudkan agar siswa dapat mengidentifikasi fakta, teori, dan hukum, serta dapat menerapkan sikap ilmiah yang meliputi rasa ingin tahu, jujur, toleran, terbuka, berpikir logis dalam belajar IPA dan kehidupan sehari-hari. Pada pertemuan ini, Bapak/Ibu guru dapat mengingatkan kembali siswa pada kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan pada pertemuan sebelumnya untuk meninjau kembali sikap apa saja yang harus dimiliki dalam melakukan kerja ilmiah. Itu semua merupakan sikap yang harus dimiliki ilmuwan.
b. Pembelajaran
1) Tujuan Pembelajaran
a) Siswa dapat mengidentifikasi fakta, teori, dan hukum. b) Siswa dapat menerapkan sikap ilmiah dalam pembelajaran c) Siswa dapat memberikan contoh wujud sikap ilmiah.
dalam kegiatan pembelajaran IPA yang telah dilakukan sebelumnya.
d) Siswa dapat mengomunikasikan hasil diskusi tentang sikap ilmiah.
2) Kegiatan Pembelajaran a) Pendahuluan
Arahkan siswa untuk mempelajari perbedaan kedua pernyataan tersebut.
b) Inti
Berikan penjelasan mengenai fakta, teori, dan hukum disertai dengan contoh. Kemudian berikan pertanyaan-pertanyaan spontan/kuis kecil untuk mengecek kemampuan seluruh siswa dalam mengidentifikasi fakta, teori, dan hukum. Selanjutnya, berikan penjelasan mengenai sikap-sikap yang harus dimiliki dalam melakukan kerja ilmiah, kemudian bagilah siswa menjadi beberapa kelompok. Mintalah setiap kelompok untuk melakukan diskusi tentang contoh sikap ilmiah yang telah siswa terapkan pada kegiatan pengamatan/percobaan sebelumnya. Selanjutnya, mintalah setiap kelompok untuk mengomunikasikan hasil pekerjaannya.
c) Penutup
Buatlah kesimpulan bersama siswa serta refleksikan mengenai segala sesuatu yang terjadi selama pembelajaran.
3) Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran
Media yang digunakan dalam pertemuan ini berupa biji jagung, jagung berkecambah, dan anakan jagung.
4) Sumber Belajar a) Buku siswa.
b) Sumber lain yang relevan, misalnya Internet dengan program JAWS.
5. Pertemuan IV: Keselamatan Kerja: Aturan-aturan di Laboratorium, Alat Laboratorium dan Bahayanya, Bahan Kimia, Bahayanya dan Penyimpanannya, Mencegah dan Penanggulangan Kebakaran (2 JP)
a. Materi untuk Guru
Pertemuan ini dimaksudkan agar siswa dapat mengidentifikasi aturan-aturan di laboratorium, alat laboratorium dan bahayanya, bahan kimia, bahayanya dan penyimpanannya, bahayanya, bahan kimia, bahayanya dan penyimpanannya, mencegah dan penanggulangan kebakaran. Pada pertemuan ini, Bapak/Ibu guru dapat mengingatkan kembali siswa pada kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan pada pertemuan
sebelumnya untuk meninjau kembali sikap apa saja yang harus dimiliki dalam melakukan kerja ilmiah.
b. Pembelajaran
1) Tujuan Pembelajaran
a) Siswa dapat menerapkan aturan-aturan yang ada di laboratorium.
b) Siswa dapat mengidentifikasi alat laboratorium dan bahayanya.
c) Siswa dapat memberikan contoh bahan kimia, bahayanya dan penyimpanannya.
d) Siswa dapat mengomunikasikan hasil diskusi tentang mencegah dan penanggulangan kebakaran.
2) Kegiatan Pembelajaran a) Pendahuluan
Berikan pengantar untuk memotivasi siswa dengan memberikan gambar suatu fenomena yang menggambarkan kegiatan percobaan di laboratorium dan memotivasi siswa untuk bertanya tentang: “Apakah kegiatan di laboratorium menyenangkan atau membahayakan?”. Langkah-langkah apa saja yang harus ditempuh untuk menciptakan keselamatan kerja di laboratorium?”. Arahkan siswa untuk mengidentifikasi hal-hal yang dapat menciptakan keselamatan kerja di laboratorium dalam fenomena tersebut.
b) Inti
Berikan penjelasan mengenai aturan-aturan di laboratorium, alat laboratorium dan bahayanya, mencegah dan penanggulangan kebakaran disertai dengan contoh. Kemudian berikan pertanyaan-pertanyaan spontan/kuis kecil untuk mengecek kemampuan seluruh siswa dalam mengidentifikasi aturan-aturan di laboratorium, alat laboratorium dan bahayanya, mencegah dan penanggulangan kebakaran. Selanjutnya, berikan penjelasan mengenai bahan kimia, bahayanya dan penyimpangannya yang harus diketahui dalam melakukan percobaan, kemudian bagilah siswa menjadi beberapa kelompok. Mintalah setiap kelompok untuk
pengamatan/percobaan sebelumnya. Selanjutnya, mintalah setiap kelompok untuk mengomunikasikan hasil pekerjaannya. c) Penutup
Buatlah kesimpulan bersama siswa serta refleksikan mengenai segala sesuatu yang terjadi selama pembelajaran. 3) Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran
Media yang digunakan dalam pertemuan ini dapat berupa gambar yang terdapat pada buku siswa.
4) Sumber Belajar a) Buku siswa.
b) Sumber lain yang relevan, misalnya Internet.
6. Pertemuan V: Ulangan Harian (2 JP) Tabel 1.3. Penilaian oleh Guru
KD Indikator Teknik Keterangan
KD pada KI 3
Menerapkan
keterampilan proses pada kegiatan pengamatan.
Tes tulis Lembar tes tertulis Melakukan
langkah-langkah metode ilmiah melalui kegiatan percobaan. Mengidentifikasi fakta, teori dan hukum.
Menerapkan sikap ilmiah dalam belajar IPA dan kehidupan sehari- hari.
KD pada KI 4
Melakukan kegiatan pengamatan dan
percobaan. Penilaian kerja
Lembar penilaian kerja Membuat laporan hasil pengamatan dan percobaan. Penilaian produk Lembar penilaian produk
Bentuk Komunikasi dengan Orangtua
Bentuk komunikasi dengan orang tua/ wali dibangun dengan pemberian kolom tanda tangan orang/wali dalam setiap tugas atau bentuk panilaian yang lain. Apabila ada permasalahan yang perlu segera diketahui orang tua/wali dari siswa, maka Bapak/Ibu guru dapat menyampaikannya melalui komunikasi maya seperti telepon, pesan singkat, media sosial, maupun dengan memberikan surat pemberitahuan.KUNCI JAWABAN UJI KOMPETENSI
Pilihan Ganda 1. A 2. D 3. A 4. A 5. A 6. C 7. A 8. B 9. B 10.A Pemahaman Konsep1. Metode ilmiah adalah suatu cara yang digunakan untuk memecahkan masalah/menemukan jawaban terhadap suatu masalah melalui langkah yang terstruktur. Langkah-langkah metode ilmiah terdiri atas:
• Mengamati gejala-gejala dan kejadian alam yang ada di sekitar.
• Mengajukan pertanyaan atau masalah.
• Merumuskan hipotesis, membuat dugaan/hipotesis untuk menjawab pertanyaan atau masalah.
• Mengui hipotesis, melakukan eksperimen untuk menguji hipotesis.
• Membuat kesimpulan, dilakukan dengan cara menganalisis hasil atau temuan eksperimen sehingga diketahui faktor yang mempengaruhi eksperimen sesuai hipotesis atau tidak.
2. Melakukan percobaan tentang pengaruh pemberian pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman, dengan variabel manipulasi: ada tidaknya pupuk / jenis pupuk (organik dan anorganik), variabel respon: pertumbuhan tanaman, misal tinggi, dan variabel kontrol, volume pupuk, jenis tanaman, media tanam, volume pemyiraman dan lain-lainnya.
3. Bagaimana pengaruh konsentrasi limbah deterjen (rumah tangga terhadap biota lingkungan perairan tersebut?
dipecahkan dengan melakukan percobaan pengaruh konsentrasi deterjen terhadap biota perairan, dengan variabel manipulasi: konsentrasi deterjen, variabel respon: kelulushidupan ikan, dan variabel kontrol : volume air, jenis ikan, jenis deterjen, dan sebagainya.
4. Jawaban bervariasi (tergantung pengamatan siswa terhadap akar tanaman), misalnya akar tunggang terdiri dari akar primer/utama dan akar sekunder.
5. Bentuk tanggung jawab yang berkaitan dengan kerja di dalam laboratorium, adalah:
• Tanggung jawab dalam mencari informasi melalui berbagai sumber sebagai bekal kerja di dalam laboratorium.
• Bertanggungjawab dalam proses kegiatan di laboratorium. • Bertanggungjawab dalam mengomunikasikan hasil
pengamatan di laboratorium secara obyektif dan jujur. 6. Jika terjadi kebakaran saat melakukan praktikum tidak
boleh langsung lari, agar bahaya yang muncul sebagai resiko kebakaran dapat dikurangi sampai ke tingkat minimum. 7. Kecelakaan-kecelakaan kecil di laboratorium harus
dilaporkan kepada guru, agar mendapatkan perlakukan yang tepat dan memungkinkan guru untuk melakukan penyelidikan.
8. Tanggung jawab yang berkaitan dengan kerja di dalam laboratorium adalah memahami petunjuk yang diperlukan untuk keselamatan saat melakukan kegiatan, misalnya cara penggunaan alat dan mengetahui resiko yang mungkin, keamanan dan bahaya bahan kimia yang akan digunakan. 9. Ketika kamu menyentuh alat-alat yang berhubungan dengan
listrik, tanganmu tidak boleh basah, karena air merupakan elektrolit lemah sehingga mampu menghantarkan arus listrik.
10. Kebakaran yang disebabkan oleh bensin atau spiritus tidak dapat dipadamkan dengan menggunakan air, melainkan menggunakan serbuk kering (pasir) atau alat pemadam kebakaran yang menggunakan gas CO2.