• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

E. Operasional Variabel

1. Penyerapan Tenaga Kerja UKM

2). PDRB 3). Pengeluaran Pemerintah 4). Ekspor

Metode atau teknik

pengumpulan data dalam penelitian ini adalah

menggunakan teknik

kepustakaan, data

sekunder, dengan

menggunakan data deret waktu. Alat analisis yang

digunakan dalam

penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan ECM (Error Correction Model).

Berdasarkan hasil analisis

ECM (Error Correction

model), dapat disimpulkan bahwa: pertama, pertumbuhan

PDRB ternyata tidak

memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Pengeluaran

pemerintah mempunyai

pengaruh negatif terhadap penyerapan tenaga kerja Jawa Tengah dalam jangka pendek dan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan dalam jangka

Tabel 2.1 Lanjutan

No Nama Peneliti Judul Penelitian Variabel Penelitian Metode Analisis Hasil Penelitian

panjang. Nilai ekspor

mempunyai pengaruh negatif terhadap penyerapan tenaga kerja Jawa Tengah dalam jangka pendek dan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan dalam jangka panjang.

7. Maharani Tejasari (2008)

“Peran Sektor Usaha Kecil dan Menengah

dalam Penyerapan

Tenaga KErja dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia” 1) PDB UKM 2) Ivestasi UKM 3) Ekspor UKM 4) Tenaga Kerja UKM 5) Jumlah UKM 6) Pendapatan per kapita 7)Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi pada Usaha

Metode analisis linier

berganda adalah

menggunakan metode

OLS (Ordinary Least Square). Data yang digunakan adalah adata sekunder dari tahun 1996-2006

Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah unit usaha, Kredit Modal Kerja dan PDB

UKM secara signifikan

mempunyai pengaruh yang positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Sedangkan, Kredit Investasi secara signifikan berpengaruh negatif terhadap penyerapan tenaga kerja. Pendapatan per kapita memberikan pengaruh yang signifikan secara negatif terhadap penyerapan tenaga kerja.

Tabel 2.1 Lanjutan

No Nama Peneliti Judul Penelitian Variabel Penelitian Metode Analisis Hasil Penelitian

kecil (KUK) 8. Reyes Aterido dan Mary Hallward-Driemeier (2007)Investment Climate and Employment Growth: The Impact of Access to Finance, Corruption and Regulations Across Firms” 1). Pertumbuhan lapangan kerja 2). Investasi 3). Tingkat korupsi 4). Tingkat Infastruktur

Metode yang digunakan dalam peneletian ini adalah analisi deskriptif kuantitatif.

Hasil penelitian ini

menunjukan bahwa iklim investasi sangat berpengaruh pada pertumbuhan lapangan kerja. Iklim investasi ini dihambat oleh tingkat korupsi dan keadaan infastruktur yang buruk

C. Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran merupakan sintensis dari serangkaian teori yang

tertuang dalam tinjauan pustaka, yang pada dasarnya merupakan gambaran

sistematis dari kinerja teori dalam memberikan solusi atau alternatif solusi dari

serangkaian masalah yang ditetapkan (Hamid, 2009: 26).

Kondisi UKM di Indonesia menurut data BPS dan Kementerian

Koperasi dan UKM, mulai menunjukan adanya pertumbuhan baik dari segi

jumlah usaha, investasi, maupun kontribusinya terhadap PDB. Keterpurukan

perekonomian Indonesia pada masa krisis lalu menunjukan sektor UKM

mempunyai ketahanan yang tinggi. Berdasarkan kemampuannya dalam

menyerap tenaga kerja yang begitu besar membuktikan bahwa UKM adalah

sektor yang potensial apabila dikembangkan.

Hubungan keterkaitan antara variabel independen dengan variabel

dependen dalam penelitian ini, dapat dijabarkan oleh teori-teori dan penelitian

terdahulu:

Berdasarkan teori klasik, permintaan tenaga kerja di sebabkan oleh

fleksibilitas suku bunga, harga output, dan upah. Sedangkan menurut Keynes,

permintaan tenaga kerja di sebabkan oleh investasi, tabungan, suku bunga, dan

tingkat upah yang berbeda. Teori lain mengatakan bahwa permintaan tenaga

kerja turunan dari fungsi produksi, dimana investasi, output, suku bunga, dan

upah menjadi faktor permintaan tenaga kerja.

Tingkat pengangguran berbanding terbalik dengan output selama siklus

konsekuensi Hukum Okun adalah PDB riil harus tumbuh secepat PDB

potensial untuk menjaga agar tingkat pengangguran tidak meningkat. PDB

harus tetap melaju untuk menjaga tingkat pengangguran stabil. Jika

pengangguran ingin diturunkan, PDB sebenarnya harus tumbuh lebih cepat

dari PDB potensial (Mankiw, 2007: 429). Dengan kata lain, dengan

meningkatnya PDB maka akan meningkatkan jumlah tenaga kerja.

Sedangkan menurut penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Maharani

Tejasari (2008), dan Abdul Karib (2010), yang menyebutkan bahwa variabel

jumlah unit usaha berpengaruh positif secara signifikan terhadap variabel

penyerapan tenaga kerja. Hal tersebut konsisten dengan hasil penelitian Nenik

Woyanti dan Ayu Wafi Lestari (2011) yang menyatakan bahwa variabel

jumlah unit usaha berpengaruh positif secara signifikan terhadap variabel

permintaan tenaga kerja.

Landasan penelitian terdahulu diatas menjelaskan bahwa

variabel-variabel independen yang digunakan oleh peneliti mempunyai pengaruh

terhadap variabel dependen penulis, maka untuk mengetahui pengaruhnya

diperlukan sebuah analisa mengenai pengaruh variabel independen terhadap

variabele dependen secara parsial maupun simultan, dalam penelitian ini

analisa yang digunakan menggunakan metode Pooled Least Square (PLS), yang digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran

Pengaruh PDB UKM, Investasi, Jumlah Unit Usaha Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di

Indonesia

Pengangguran sebagai permasalahan pembangunan ekonomi pada negara sedang berkembang

Penyerapan tenaga kerja melalui sektor UKM sebagai salah satu sektor potensial pemberdayaan masyarakat guna mengurangi pengangguran.

Penyerapan Tenaga

Kerja Usaha Kecil

Menengah (UKM)

(Y)

PDB UKM ( x1 ) Investasi ( x2 ) Jumlah Unit Usaha ( x3 )

Analisis Regresi Berganda

Hasil Pengujian dan Pembahasan

D. Hipotesis

Hipotesis sementara ini mengacu pada penelitian terdahulu yang

menyebutkan bahwa terdapat hubungan atau keterkaitan antara variabel

independen yang digunakan peneliti dengan variabel dependen, berikut

beberapa penelitian terdahulu yang memperkuat diantaranya:

Penelitian yang dilakukan oleh Maharani Tejasari (2008) yang

menjelaskan bahwa variabel Produk Domestik Bruto (PDB) berpengaruh

positif secara signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Hasil ini konsisten

dengan penelitian Abdul Karib (2012), Rizky Eka Puta (2012) yang

menggunakan variabel nilai produksi atau nilai output produksi untuk melihat

keterkaitannya dengan variabel penyerapan tenaga kerja. Namun terdapat

penelitian lain yang mengatakan tidak adanya pengaruh PDB atau Output

produksi terhadap penyerapan tenaga kerja. Penelitian Achmad Hendra

Setiawan (2010) menyebutkan bahwa secara parsial nilai output tidak terdapat

pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, hal ini sejalan dengan penelitian

Ariyanto yang menjelaskan bahwa PDRB tidak berpengaruh signifikan

terhadap penyerapan tenaga kerja dalam jangka pendek maupun jangka

panjang.

Beberapa penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Abdul Karib (2012),

Rizky Eka Putra (2012), Nenik Woyanti (2011), dan Reyes Aterido (2007)

yang menyatakan bahwa variabel investasi berpengaruh positif secara

signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Hasil penelitian tersebut tidak

variabel investasi tidak berpengaruh terhadap variabel permintaan tenaga kerja

namun berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Maharani Tejasari (2008), Abdul Karib (2010), yang menyebutkan bahwa variabel jumlah unit usaha

berpengaruh positif secara signifikan terhadap variabel penyerapan tenaga kerja. Hal tersebut konsisten dengan hasil penelitian Nenik Woyanti dan Ayu Wafi Lestari (2011) yang menyatakan bahwa variabel jumlah unit usaha

berpengaruh positif secara signifikan terhadap variabel permintaan tenaga kerja.

Berdasarkan penjelasan penelitian terdahulu diatas dan perumusan

masalah pada bab sebelumnya, maka peneliti akan mejelaskan hubungan sementara antara variabel-variabel terkait untuk dilakukan pengujian ada atau tidaknya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil

hipotesis sementara dalam penelitian ini adalah:

1. Ha : Diduga terdapat pengaruh secara simultan antara variabel independen nilai PDB UKM (X1), Investasi UKM (X2), Jumlah

Unit Usaha UKM (X3), terhadap variabel dependen Penyerapan Tenaga Kerja UKM Indonesia (Y).

Ho : Diduga tidak terdapat pengaruh secara simultan antara variabel

independen nilai PDB UKM (X1), Investasi UKM (X2), Jumlah Unit Usaha UKM (X3), terhadap variabel dependen Penyerapan Tenaga Kerja UKM Indonesia (Y).

2. Ha : Diduga terdapat pengaruh secara parsial antara variabel independen

UKM (X3), terhadap variabel dependen Penyerapan Tenaga Kerja

UKM Indonesia (Y).

Ho : Diduga tidak terdapat pengaruh secara parsial antara variabel

independen nilai PDB UKM (X1), Investasi UKM (X2), Jumlah

Unit Usaha UKM (X3), terhadap variabel dependen Penyerapan

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Ruang Lingkup Penelitian

Dalam uraian Penelitian berikut ini akan di bahas tentang pengaruh nilai PDB UKM pada penyerapan tenaga kerja UKM, tingkat investasi UKM yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja UKM, dan jumlah unit usaha UKM

pada penyerapan tenaga kerja UKM, yang pada akhirnya melihat kontribusi variabel dependen terhadap variabele independen secara parsial dan simultan. Periode penelitian dilakukan selama 12 tahun sejak tahun 2000 sampai 2011

dengan cakupan wilayah Indonesia.

B. Metode Penentuan Sampel

Metode yang digunakan dalam pemilihan objek pada penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini di jelaskan berdasarkan empat macam data yang diperoleh dari buku statistik usaha kecil dan menengah (UKM) dari tahun 2000 sampai 2011. Empat macam data yang

digunakan tersebut sesuai dengan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini dan diambil berdasarkan sembilan sektor ekonomi, variable

tersebut diantaranya: Penyerapan Tenaga Kerja UKM, PDB UKM, investasi UKM, jumlah unit usaha UKM.

C. Metode Pengumpulan Data 1. Sumber Data

Data yang dikumpulan untuk penelitian ini adalah data sekunder bersifat makro yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Nasional,

Kementrian Koperasi dan UKM.

a. Library Research

Penulis memerlukan landasan-landasan teori yang kuat untuk mendukung argumentasi dalam pemecahan masalah, sehingga penulis melakukan penelitian keperpustakaan dengan menggunakan

buku-buku, artikel ilmiah, jurnal, skripsi, data internet dan data-data dokumentasi lainnya yang berhubungan dengan penelitian.

2. Jenis data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang bersifat makro, antara lain: PDB UKM, investasi, jumlah unit usaha dan penyerapan tenaga kerja UKM yang diperoleh dari Badan Pusat

Statistik Nasional, dan Kementrian Koperasi dan UKM.

D. Metode Analisis

Penelitian ini menggunakan data panel atau pooled data merupakan kombinasi dari data yang disusun berdasarkan urutan waktu dan diambil dari beberapa sektor. Menurut Wibisono (2005), dengan mengakomodasi informasi baik yang terkait dengan variabel-variabel dari runtun waktu dan beberapa daerah, perusahaan, perorangan atau sektor, data panel secara subtansial

mampu menurunkan masalah omitted-variabel, model yang mengabaikan variabel yang relevan. Untuk mengatasi interkolerasi di antara

variabel-variabel bebas yang pada akhirnya dapat mengakibatkan tidak tepatnya penaksiran regresi, metode data panel lebih tepat untuk digunakan (Griffiths,2001; Eviews , 2011: 51).

1. Metode Analisis Data Panel

Terdapat beberapa metode yang bisa digunakan untuk bekerja dengan

data panel, sebagai berikut: a. Pooled Least square (PLS)

Mengestimasi data panel dengan metode OLS, pendekatan PLS

secara sederhana menggabungkan (pooled) seluruh data time series dan

cross-section. Model data panel untuk teknik regresi adalah sebagai berikut;

�� = 1+ 2+ 3 3�� ++ � ��� +µ��

b. Fixed Effect Model (FEM)

Menambahkan model dummy pada data panel, pendekatan FEM

memperhitungkan kemungkinan bahwa penelitian menghadapi masalah

omitted-variabel, yang mungkin membawa perubahan pada intercept time series atau cross-section. Model ini menambahkan variabel dummy untuk mengizinkan adanya perubahan intercept. Model data panel untuk teknik regresi adalah sebagai berikut;

�� = �1+�2 2+⋯+�� � + 2 2�� ++ � ��� +µ��

c. Random Effect Model (REM)

Memperhitungkan error dari data panel dengan metode least square, pendekatan REM memperbaiki efisiensi proses least square dengan memperhitungkan error dan cross-section dan time series. Model RE adalah variasi dari estimasi generalized least square (GLS). Model data panel untuk teknik regresi adalah sebagai berikut;

�� = 1+ 2 2�� ++ � ��� + �� +µ��

Dasar pemilihan antara Fixed Effect Model dan Random Effect Model menurut Gujarati (2003: 637-643) adalah sebagai berikut:

1) Jika T (jumlah data time series) besar dan N (jumlah data dari cross section) kecil, maka akan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nilai parameter yang diestimasi oleh Fixed Effect Model dan Random Effect Model. Pemilihan model terbaik dilakukan berdasarkan kemudahan penghitungan sehingga Fixed Effect Model lebih baik. 2) Ketika N besar dan T kecil, estimasi yang diperoleh dari kedua metode

akan memiliki perbedaan yang signifikan. Jadi, apabila kita meyakini

bahwa unit cross section yang kita pilih dalam penelitian diambil secara acak maka Random Effect Model harus digunakan. Sebaliknya, apabila kita meyakini bahwa unit cross section yang kita pilih dalam penelitian tidak diambil secara acak maka kita harus menggunakan

Fixed Effect Model.

3) Jika komponen error individual berkorelasi dengan variabel

independen X maka parameter yang diperoleh dengan Random Effect Model akan bias sementara parameter yang diperoleh dengan Fixed Effect Model tidak bias.

4) Apabila N besar dan T kecil, dan apabila asumsi yang mendasari

random effect dapat terpenuhi, maka Random Effect Model akan lebih efisien dari Fixed Effect Model.

Untuk memilih model mana yang paling tepat digunakan untuk

pengolahan data panel, maka terdapat beberapa pengujian yang dapat

dilakukan, antara lain:

d. Chow Test adalah pengujian untuk memilih apakah model yang digunakan Pooled Least Square Model atau Fixed Effect Model. Dalam pengujian ini dilakukan dengan hipotesis sebagai berikut:

Ho: Pooled Least Square Model

Ha: Fixed Effect Model

Dasar penolakan terhadap hipotesis nol tersebut adalah dengan

menggunakan F Statistic seperti yang dirumuskan oleh Chow:

Chow = / ( 1)

/( − − ) ~ α (N1,NTN K)

Dimana:

RRSS = Restricted Residual Sum Square (Sum Square Residual PLS) URSS = Unrestricted Residual Sum Square (Sum Square Residual Fixed)

N = Jumlah data cross section T = Jumlah data time series K = Jumlah variabel independen

Dimana pengujian ini mengikuti distribusi F yaitu F K (N – 1, NT – N –

K). Jika nilai chow statistics (F statistic) hasil pengujian lebih besar dari F tabel, maka cukup bukti bagi kita untuk melakukan penolakan

terhadap H0 sehingga model yang kita gunakan adalah Fixed Effect Model, begitu juga sebaliknya.

e. Hausman Test adalah pengujian statistik sebagai dasar pertimbangan

kita dalam memilih apakah menggunakan Fixed Effect Model atau

Random Effect Model. Pengujian ini dilakukan dengan hipotesis sebagai berikut:

Ho: Random Effects Model Ha: Fixed Effects Model

Sebagai dasar penolakan Ho maka digunakan statistik Hausman dan

membandingkannya dengan Chi square. Statistik Hausman dirumuskan

dengan:

H = ( − )′ − −1( − ) ~ X2 (k)

Dimana M adalah matriks kovarians untuk parameter β dan k adalah derajat bebas yang merupakan jumlah variabel independen. Jika

nilai H hasil pengujian lebih besar dari X2 (k), maka cukup bukti untuk

melakukan penolakan terhadap H0 sehingga model yang digunakan

adalah Fixed Effect Model, begitu juga sebaliknya.

f. Untuk memilih antara Random Effect Model dan Pooled Least Square Model digunakan The Breusch-Pagan LM Test dengan menggunakan hipotesis sebagai berikut:

Ho: Pooled Least Square Model

Ha: Random Effect Model

Nilai Breusch-Pagan LM statistik dapat dihitung berdasarkan

formula sebagai berikut:

LM = 2 ( −1) ( ��)²−1 �� � ��²−1 ~ X 2

Dimana N adalah jumlah individu, T adalah jumlah periode waktu,

dan Wit adalah residual Pooled Least Square Model. The Breusch-Pagan LM Test ini didasarkan pada distribusi Chi square dengan derajat

bebas sebesar satu. Jika hasil Breusch-Pagan LM statistik lebih besar

dari nilai X2(1), maka Ho ditolak yang berarti Random Effect Model

lebih baik daripada Pooled Least Square Model.

Penelitian ini menggunakan analisis pendekatan secara sederhana

menggabungkan seluruh data time series dan cross-section dengan mengestimasi data panel. Model data panel untuk teknik regresi di

formulasikan sebagai berikut;

Y = α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + ℮i

Dimana :

Y : Penyerapan Tenaga Kerja UKM

X1 : Nilai PDB UKM

X2 : Nilai Investasi UKM

X3 : Jumlah Unit Usaha UKM

β1, β2, β3 : Koefisien masing-masing variabel

α : Konstanta

i : Error term

2. Pengujian Hipotesis

Uji statistik terhadap regresi berganda. Untuk membuktikan hipotesis

ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan atau kuat maka dilakukan dengan

a. Pengujian arti keseluruhan regresi (Uji F)

Untuk mengetahui apakah semua variabel independen yang

digunakan dalam model regresi secara bersama-sama berpengaruh

terhadap variabel dependen perlu dilakukan pengujian koefisien regresi

secara serempak. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan derajat

signifikansi nilai F. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan Eviews 7.0.

Ho = Kedua variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel tidak

bebas.

Ha = Kedua variabel bebas berpengaruh terhadap variabel tidak bebas.

Dasar pengambilan keputusan menurut Gujarati (2003: 112) :

1) Jika probabilitas (signifikansi) > 0,05 maka Ho diterima.

2) Jika probabilitas (signifikansi) < 0,05 maka Ho ditolak dan menerima

Ha.

b. Pengujian koefisien regresi parsial (Uji t)

Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara parsial atau

individu terhadap variabel tidak bebas dengan asumsi variabel yang lain

konstan. Pengujian ini dilakukan dengan melihat derajat signifikansi

masing-masing variabel bebas menggunakan Eviews 7.0.

Ho = Kedua variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel tidak

bebas.

Dasar pengambilan keputusan menurut Gujarati (2003: 168) :

1) Jika probabilitas (signifikansi) > 0,05 maka Ho diterima.

2) Jika probabilitas (signifikansi) < 0,05 maka Ho ditolak dan menerima

Ha.

c. Koefisien Determinasi

Besarnya koefisien determinasi ( 2) adalah 0 sampai 1. Semakin

mendekati 1 besarnya koefisien determinasi suatu persamaan regresi semakin besar pula pengaruh semua variabel independen terhadap veriabel

dependen (semakin besar kemampuan model yang dihasilkan dalam menjelaskan perubahan nilai variabel dependen). Sebaliknya semakin mendekati nol besarnya koefisien determinasi suatu persamaan regresi semakin kecil pula pengaruh semua variabel independen terhadap nilai

veriabel dependen (semakin kecil kemampuan model yang dihasilkan dalam menjelaskan perubahan nilai variabel dependen) Besarnya pengaruh

variabel bebas secara parsial dilihat dari besarnya determinasi parsial ( 2)

(Winarno, 2007: 58).

d. Uji Asumsi Klasik

1) Uji Normalitas

Salah satu asumsi dalam penerapan data panel adalah distribusi

probabilitas dari ganggunan uji-t memiliki rata-rata yang diharapkan

Untuk menguji apakah distribusi data normal dilakukan dengan uji

Jarque-Bera atau JB test. Hipotesis:

Ho: Data berdistribusi normal

Ha: Data tidak berdistribusi normal

Jika nilai JB hitung > Chi Square tabel, maka hipotesis yang menyatakan bahwa residual uji-t terdistribusi normal ditolak yang

artinya terdapat distribusi data tidak normal, dan begitu pula

sebaliknya.

2) Uji Autokorelasi

Autokorelasi (autocorrelation) adalah hubungan antara residual satu observasi dengan residual observasi lainnya (Winarno, 2007). Uji

autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya

penyimpangan asumsi klasik autokorelasi yaitu korelasi yang terjadi

antara residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada

model regresi. Syarat yang harus terpenuhi adalah tidak adanya

autokorelasi dalam model regresi. Metode pengujian yang sering

digunakan adalah dengan uji Durbin-Watson (uji DW) dengan ketentuan sebagai berikut:

Hipotesis:

Ho: tidak ada autokorelasi

a) Jika DW lebih kecil dari dL atau lebih besar dari (4-dL) maka

hopotesis nol ditolak, yang berarti terdapat autokorelasi.

b) Jika dU < DW < 4-dU maka hipotesis nol diterima, yang

berarti tidak ada autokorelasi.

c) Jika DW terletak antara dL dan dU atau diantara (4-dU) dan

(4-dL), maka tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti.

3) Uji Heterokedisitas

Salah satu asumsi yang penting dalam regresi linier berganda yang

harus dipenuhi agar model bersifat best linear unbiased estimator

(BLUE) adalah semua residual atau error mempunyai varian yang sama (homoskedastisitas). Adapun yang disebut dengan

heteroskedastisitas adalah sebaliknya, yaitu semua residual atau error

mempunyai varian yang tidak konstan atau berubah-ubah. Pada

umumnya heteroskedastisitas terjadi pada data cross section. Menurut Gujarati (2003), jika pada model terjadi masalah heteroskedastisitas

maka model akan menjadi tidak efisien meskipun tidak bias dan

konsisten. Dan jika regresi tetap dilakukan, hasil regresi yang diperoleh menjadi “misleading”.

Untuk mendeteksi ada atau tidaknya masalah heteroskedastisitas

dalam data panel dcigunakan metode General Least Square (Cross Section Weights). Jika sum square resid pada Weighted Statistics lebih kecil dari sum square resid pada unweighted statistics dapat dikatakan bahwa dalam model panel tersebut terjadi masalah heteroskedastisitas.

Cara yang dilakukan untuk menghilangkan masalah

heteroskedastisitas ini adalah dengan mengestimasi GLS dengan white heteroskedasticity.

4) Uji Multikolinearitas

Hubungan yang menyatakan bahwa linear sempurna atau pasti, di

antara beberapa atau semua variabel yang menjelaskan dari model

regresi. Ada atau tidaknya multikolinearitas dapat diketahui atau

dilihat dari koefisien korelasi masing-masing variabel bebas. Jika

koefisien korelasi di antara masing-masing variabel bebas lebih besar

dari 0,8 maka terjadi multikolinearitas dan sebaliknya.

E. Operasional Variabel Penelitian

Sesuai dengan judul penelitian “Pengaruh PDB UKM, Investasi, Jumlah Unit Usaha Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja UKM di Indonesia Periode

2000-2011”, maka terdapat variabel dependen dan independen. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah penyerapan tenaga kerja UKM, dan

variabel independen dalam penelitian ini adalah PDB UKM, investasi, jumlah

unit usaha. Untuk mengukur variabel-variabel diatas, penulis terlebih dahulu

akan menjelaskan dan menentukan indikator yang terkait pada variabel

1. Penyerapan Tenaga Kerja UKM

Penyerapan tenaga kerja adalah banyaknya orang yang dapat

tertampung untuk bekerja pada suatu unit usaha atau lapangan pekerjaan.

Penyerapan tenaga kerja ini akan menampung semua tenaga kerja apabila

unit usaha atau lapangan pekerjaan yang tersedia mencukupi atau

seimbang dengan banyaknya tenaga kerja yang ada. Adapun lapangan

pekerjaan adalah bidang kegiatan usaha atau instansi di mana seseorang

bekerja atau pernah bekerja (BPS, 2003). Satuan yang digunakan pada

variabel ini adalah jiwa.

Dokumen terkait