• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.2 Pengembangan Modul Digital Pembelajaran

4.1.2.5 Penyusunan Modul

Menurut Direktorat Tenaga Kependidikan (2018:12-16) ada lima tahap penyusunan modul. Adapun kelima langkah penyusunan modul tersebut diantaranya

meliputi: 1) penyusunan draf, 2) validasi desain modul, 3) pengaturan tata letak modul, 4) penggabungan dan export file, dan 5) finising modul digital. Berikut ini uraian mengenai kelima tahap penyusunan modul sebagai berikut.

A. Penyusunan Draf Modul

Setelah seluruh bahan sudah terkumpul, langkah senjutnya peneliti menggabungkan bahan yang disebut penyusunan draf modul pembelajaran frasa eksosentris bahasa Indoneia. Peneliti menyusun draf di Microsoft Word 2010. Lembar kerjanya berukuran A4 (21,0 cm x 29,7cm). Penulis mulai mengembangkan kerangka dalam modul pembelajaran frasa eksosentris bahasa Indonesia. Hal yang dimuat dan dikembangkan dalam draf modul bagian pertama/pengantar diantaranya adalah kata pengantar, rasionalisasi, petunjuk penggunaan modul, daftar isi, serta tabel kompetensi dan materi pembelajaran ditulis di Microsoft Word. Sampul depan dan sampul belakang modul digital frasa eksosentris dibuat menggunakan aplikasi Fotor. Sampul depan menggambarkan tentang isi materi yang terdapat dalam modul, sasaran pengguna modul, dan nama penulis modul. Gambar sampul belakang modul menyajikan kata motivasi. Berikut ini adalah gambaran kerja fotor, dan Microsoft Word 2010.

Gambar 4.2 Petunjuk Penggunaan Modul dan Daftar pustaka dilembar kerja Microsoft Word

Bagian dua memuat mengenai isi modul. Bagian isi terbagi atas dua bab yaitu kegiatan pembelajaran I dan kegiatan pembelajaran II yang dikembangkan dengan menggunakan Microsoft Word 2010. Kegiatan pembelajaran I berjudul Sintaksis dan frasa. Kegiatan pembelajaran 1 dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, kata-kata motivasi dari tokoh-tokoh tertentu, peta konsep, materi pendahuluan dan aktivitas pembelajaran. Berikut ini adalah gambaran lembar kerja Microsoft Word 2010 yang menampilkan tujuan pembelajaran, kata-kata motivasi, dan peta konsep pada pembelajaran I.

Gambar 4.3 Tujuan Pembelajaran, Kata Motivasi, dan Peta Konsep pada Pembelajaran 1.

Selanjutnya, kegiatan I memuat materi mengenai sintaksis, yang mencakup hakikat sintaksis, ruang lingkup sintaksis, hakikat frasa dan ciri-ciri frasa. Kegiatan pembelajaran I juga dilengkapi dengan aktivitas, latihan dan tes formatif untuk kegiatan yang dilakukan mahasiswa. Selain itu, terdapat rangkuman yang berguna

untuk mempermudah mahasiswa dalam mengingat materi yang telah dipelajari. Refleksi untuk merefleksikan pembelajaran mahasiswa dengan menggunakan modul pembelajaran frasa eksosentris. Berikut gambar materi pembelajaran I dan aktivitas mahasiswa dalam lembar kerja Microsoft Word 2010.

Gambar4.4 Sebagian Isi Draf Modul dalam Lembar Kerja Microsoft Word 2010

Kegiatan pembelajaran II berjudul Jenis Frasa Eksosentris. Kegiatan pembelajaran II memuat menganai tujuan pembelajaran, kata motivasi dari seorang tokoh tertentu, dan peta konsep. Kegiatan pembelajaran II memuat materi menganai jenis-jenis frasa eksosentris yang meliputi: jenis frasa, hakikat frasa eksosentris, frasa eksosentris direktif, dan frasa eksosentris nondirektif. Kemudian, kegiatan pembelajaran II dilengkapi dengan aktivitas, latihan, tes formatif untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam materi yang telah dipelajari. Kegiatan dua juga

dilengkapi dengan refleksi yang bertujuan untuk merefleksikan kendala-kendala yang dihadapi mahasiswa dan rangkuman untuk mempermudah mahasiswa untuk mengingat materi pembelajaran.

Bagian ketiga atau bagian akhir yang terdapat dalam modul terdiri atas, kunci jawaban, daftar pustaka, glosarium, indeks dan biodata penulis. Kunci jawaban memuat segala jawaban dari aktivitas, latihan, dan teks formatif yang bertujuan untuk mencocokkan jawaban yang benar dengan jawaban yang dikerjakan oleh mahasiswa. Daftar pustaka memuat sumber rujukan dari materi-materi yang terdapat dalam modul ini. Selain itu, penulis juga mencantumkan glosarium yang berisikan kata-kata oprasional yang terdapat dalam modul. Indeks merupakan kata kunci dan halaman dimana kata tersebut ditemukan. Pada bagian terakhir terdapat biodata penulis modul secara lengkap. Berikut gambar bagian ketiga yang terdapat dalam lembar kerja Microsoft Word 2010.

Gambar4.5 Sebagai Bagian Ketiga yang Terdapat pada Modul

B. Validasi Desain Modul

Desain modul digital frasa eksosentris bahasa Indonesia divalidasi berdasarkan kriteria struktur modul yang diadaptasi dari pedoman penulisan modul yang berjudul Penulisan Modul yang diterbitkan oleh Direktorat Tenaga Kependidikan (2008:3-23). Setelah desain selesai dibuat, peneliti memberikan desain modul digital frasa eksosentris bahasa Indonesia kepada validator yakni Dr. R Kunjana Rahardi, M.Hum., Prof. Dr. Pranowo., Danang Satria Nugraha, S.S., M.A. untuk dinilai. Hasil validator dari tiga dosen/ahli berguna untuk tolok ukur kelayakan desain dan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan modul. Hal yang dinilai dari validasi modul dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu, bagian pembuka,

bagian inti, dan bagian penutup. Hal yang dinilai pada setiap bagian dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.4 Aspek yang dinilai dalam Validasi Modul No Struktur Modul Aspek yang Dinilai

1. Bagian Pembuka

Sapul Luar Halaman Judul Kata pengantar Rasionalisasi

Petunjuk Penggunaan Modul Daftar Isi

Kolom Kompetensi dan Materi Pembelajaran

2. Bagian Inti

Pendahuluan (Kata Motivasi, tujuan pembelajaran, pete konsep)

Materi Pendahuluan Materi Inti Aktivitas Latihan Rangkuman 3. Bagian Penutup Tes Formatif Refleksi Kunci Jawaban Daftar Pustaka Glosarium Indeks Biodata Penulis

Berdasarkan Hasil validasi dosen ahli, ada beberapa masukan yang dimuat dalam instrument penilaian desain modul pembelajaran frasa eksosentris sebgai berikut: (1) ilustrasi diganti dengan ilustrasi yang berhubungan dengan ilmu bahasa, (2) petunjuk penggunaan modul lebih disederhanakan, (3) indeks dalam modul diperbaiki.

Untuk memvalidasi desai modul, terdapat 20 butir pertanyaan dilengkapi dengan skala penilaian (skala 5) dan komentar atau masukan. Seluruh validator memberikan penilaian “baik”. Dosen ahli I memberikan skor rata-rata 87 dengan kategori “sangat baik”, dosen ahli II memberikan skor rata-rata 80 dengan kategori “baik”, dan dosen ahli III memberikan skor rata-rata 74 dengan kategori “baik”. Dosen ahli I dan dosen ahli III menyatakan bahwa modul digital frasa eksosentris ini layak digunakan dengan revisi sesuai catatan/masukan yang diberikan sedangkan, dosen ahli II menyatakan bahwa modul frasa eksosentris ini sudah layak digunakan tanpa revisi. Dengan demikin, penulis akan merevisi modul yang berjudul Modul Digital Frasa Eksosentris Bahasa Indonesia.

C. Pengaturan Tata Letak

Setelah desain modul frasa eksosentris direvisi sesuai masukan validator/dosen ahli, langka selanjutnya adalah mengatur tata letak (lay out) modul sehingga rapi dan sesuai dengan standar penulisan modul. Hal yang diatur oleh penulis diantaranya: header, footer, margin, page number, subjudul, teks, gambar ilustrasi, kolom, tabel, bagan, dan lain sebagainya secara detail. Header pada modul frasa eksosentris ini yaitu 3 cm dan tidak ada desain ornament header. Footer pada modul ini berukuran 3 cm dilengkapi dengan ornament footer dan page number jenis alpahabet. Bagian

page number diletakkan di samping kiri dan dilengkapi tulisan “Modul digital frasa eksosentris bahasa Indonesia untuk mahasiswa PBSI” Ukuran margin top 3 cm, left 3 cm, bottom 4 cm, dan right 4 cm. Berikut ini adalah salah satu contoh pengaturan tata letak modul.

Gambar 4.6 Contoh Pengaturan Tata Letak Modul

D. Penggabungan dan Export File

Setelah dilakukan pengaturan tata letak, langkah selanjutnya adalah penggabungan dan Export File. Ada tiga aplikasi yang digunakan dalam penyusunan modul frasa eksosentris ini diantaranya: 1) Microsoft Word 2010, 2) Fotor, dan Flip PDF Profesional. Sebelum dilakukan penggabungan, hal yang dilakukan adalah menjadikan sampul depan dan belakang yang terdapat di aplikasi Fotor dalam bentuk gambar. Langkah awal yang dilakukan adalah menggabungkan desain sampul depan

dan belakang yang terdapat di Footer ke Microsoft Word 2010. Sampul depan diletakkan di halaman paling awal dan sampul belakang diletakkan di bagian belakang. File modul frasa eksosentris yang terdapat di Microsoft Word 2010 disimpan dalam bentuk PDF.

Setelah modul tersusun layaknya sebuah buku, langka selanjutnya export file modul frasa eksosentris yang terdapat di Microsoft Word 2010 ke Flip PDF Profesional. langkah-langka export file modul frasa eksosentris sebagai berikut. Pertama, membuka aplikasi Flip PDF Profesiona, lalu pilih new project dan berikan tanda tanda centang pada HTML5 dan klik ok. Kedua, masukkan file dokumen modul yang dalam bentuk PDF ke dalam PDF File dan pilih “Import now”. Ketiga, setelah jadi import file akan muncul lembar kerja Flip PDF Profesional seperti gambar di bawah ini.

Keempat, langkah selanjutnya adalah mengedit modul frasa eksosentris. Klik edit pages dan akan muncul tampilan pengeditan di lembar kerja Flip PDF Profesional. Lalu pilih halaman yang akan dipilih atau hendak ditambahkan seperti gambar, video dan audio. Berikut ini gambar lembar kerja pengeditan di Flip PDF Profesional.

Gambar 4.8 Gambar lembar kerja pengeditan di Flip PDF Profesional.

Kelima, setelah modul sudah selesai, lalu simpan dengan cara klik “save and exit”. Modul digital yang sudah tersimpan akan kembali ke lembar kerja awal. Keenam, untuk memperindah tampilan modul klik “neat” lalu akan muncul berbagai tipe tampilan modul yang lebih bervariasi. Modul Frasa Eksosentris Bahasa Indonesia menggunakan tipe tampilan “spread”. Berikut tampilan modul setelah melewati proses pengeditan.

Gambar 4.9 Gambar Akhir Modul Frasa Eksosentris Setelah Pengeditan

Langkah terakhir adalah menyimpan modul digital frasa eksosentris sehingga dapat digunakan tanpa dicetak. Klik “Publish” lalu pilih bentuk penyimpanan “exe”, lalu convert. Setelah melalui proses convert, klik “open folder”. Modul Digital Frasa Eksosentris Bahasa Indonesia siap digunakan.

E. Finising modul digital

Setelah proses penggabungan dan export file, Langkah selanjutnya adalah Finising modul digital frasa eksosentris. Modul berjudul “Modul Frasa Eksosentris Bahasa Indonesia” dapat digunakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Modul ini tidak melalui tahap pencetakan karena modul ini dibuat dalam bentuk digital yang dapat digunakan mahasiswa menggunakan leptop atau komputer. Modul ini dapat diakses secara offline. Berikut gambar modul frasa eksosentris Bahasa Indonesia yang siap digunakan.

Gambar4.10 Gambar Modul Frasa Eksosentris Bahasa Indonesia

Dokumen terkait