Rencana Usaha Kelompok (RUK) disusun secara bersama-sama melalui musyawarah anggota kelompok tani/gabungan kelompok tani didampingi oleh petugas (POPT, Penyuluh Pertanian dan Kepala UPTD). RUK disusun dengan mencantumkan rencana pengadaan sarana pendukung kegiatan meliputi jenis, volume,
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dem Area Penanganan DPI
harga satuan, dan jumlah dana. Jumlah masing-masing sarana pendukung kegiatan yang diadakan sesuai dengan kebutuhan lapangan dan harga setempat. Apabila dana Bantuan Pemerintah tidak mencukupi, kelompok tani/gabungan kelompok tani dapat memenuhi kebutuhan sarana tersebut secara swadaya.
Apabila terjadi perubahan harga dan volume sarana pendukung, maka kelompok tani/gabungan kelompok tani dapat melakukan perubahan RUK. Perubahan tersebut harus berdasarkan kesepakatan anggota kelompok tani/gabungan kelompok tani dan diketahui oleh petugas pendamping serta dilaporkan ke PPK Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan.
Contoh RUK kegiatan Dem Area Penanganan DPI tercantum pada Lampiran 5.
C. Penyusunan dan Penandatanganan Naskah Perjanjian Kerjasama antara PPK dan Penerima Bantuan.
Penerima bantuan perlu diikat dalam bentuk perjanjian kerjasama yang ditandatangani oleh kedua belah pihak yaitu PPK dan ketua poktan/gapoktan penerima bantuan.
Perjanjian kerjasama memuat:
1. Hak dan kewajiban kedua belah pihak; 2. Lingkup pekerjaan;
3. Lokasi kegiatan;
4. Jangka waktu penyelesaian; 5. Penyerahan hasil pekerjaan; 6. Sumber dan jumlah dana;
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dem Area Penanganan DPI
7. Cara pembayaran dan pencairan; 8. Keadaan memaksa atau force majeure; 9. Sanksi;
10. Penyampaian laporan pertanggungjawaban bantuan kepada PPK setelah pekerjaan selesai atau akhir tahun anggaran. Perjanjian kerjasama kegiatan Dem Area Penanganan DPI tercantum pada Lampiran 4.
D. Pencairan Dana Bantuan
Pencairan dana bantuan Dem Area Penanganan DPI dilakukan secara bertahap atau sekaligus sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 173/PMK.05/2016 Perubahan PMK-168/PMK.05/2016 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga dengan melampirkan perjanjian kerjasama, RUK, foto kopi KTP ketua kelompok tani/gabungan kelompok tani, foto kopi rekening kelompok, kuitansi bukti penerimaan uang, surat pertanggungjawaban mutlak, surat pernyataan tanggung jawab belanja, ringkasan kontrak, dan surat permohonan pencairan.
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dem Area Penanganan DPI
BAB IV
TATA LAKSANA DEM AREA
PENANGANAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM
A. Persiapan
1.
Pertemuan SosialisasiPertemuan bertujuan untuk mensosialisasikan kegiatan Dem Area Penanganan DPI. Pertemuan dihadiri oleh anggota kelompok tani/gabungan kelompok tani penerima bantuan, petugas pendamping, aparat setempat, dan tokoh masyarakat.
2.
Pertemuan PerencanaanPertemuan bertujuan untuk membahas pemetaan masalah, penelusuran budidaya tanaman, dan strategi mitigasi/adaptasi yang akan diterapkan (biopori/sumur suntik). Pertemuan dihadiri oleh anggota poktan/gapoktan penerima bantuan dan petugas pendamping.
B. Pelaksanaan
1. Pra Tanam
a. Pembuatan sumur suntik
Sumur suntik/pantek merupakan alternatif pengairan sederhana pada lahan persawahan yang mengalami keterbatasan air.
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dem Area Penanganan DPI
Pembuatan sumur suntik diupayakan sebelum kegiatan pengolahan tanah agar dapat dimanfaatkan pengairannya.
Kedalaman sumur suntik disesuaikan dengan ketersediaan air tanah pada masing-masing titik di lahan pertanaman.
Jumlah titik sumur suntik dapat disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan/atau dana yang tersedia. b. Pembuatan biopori
Biopori merupakan lubang resapan berbentuk silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan tujuan untuk membantu menyerap dan menyimpan air di dalam tanah.
Pembuatan biopori diupayakan sebelum tanam, yaitu di antara waktu pengolahan tanah I dan II.
Setiap titik biopori dibuat dengan diameter 10 – 30 cm dan kedalaman 100 – 200 cm. Jumlah titik disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan/atau dana yang tersedia.
c. Pembuatan sarana pembuangan air
Sarana pembuangan air merupakan salah satu upaya untuk mengurangi genangan air pada saat terjadi banjir.
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dem Area Penanganan DPI
Pembuatan sarana pembuangan air dengan mempertimbangkan jarak lahan dengan lokasi pembuangan air (sungai, embung).
d. Pengolahan tanah
Pengolahan tanah dibagi dalam 3 (tiga) tahapan, yaitu:
Pengolahan Tanah I, dilakukan dengan bajak/singkal sedalam ±30 cm. Proses pembajakan dilakukan dengan cara membalikkan lapisan tanah agar sisa-sisa tanaman (singgang, jerami) dan rumput dapat terbenam. Setelah tanah dibajak, dibiarkan beberapa hari agar terjadi proses fermentasi untuk membusukkan sisa tanaman di dalam tanah. Selama proses pembusukan ditambahkan pupuk organik dan pembenah tanah.
Pengolahan Tanah II, dilakukan proses penggemburan atau proses pencampuran antara bahan organik/pembenah tanah dengan tanah. Proses ini bertujuan agar bahan organik dapat menyatu dengan lapisan tanah. Pada proses pencampuran ini, air di lahan harus mencukupi (macak-macak), serta dilakukan sampai bahan organik menyatu dengan lapisan olah tanah dan membentuk lumpur. Proses pencampuran berlangsung sekitar 1 minggu.
Pengolahan Tanah III, dilakukan proses perataan permukaan tanah dengan bantuan garu. Proses ini
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dem Area Penanganan DPI
bertujuan agar lapisan tanah benar-benar siap untuk ditanami padi pada saat jadwal tanam dimulai.
Proses pengolahan tanah secara keseluruhan, waktunya berkisar antara 15 – 21 hari.
e. Persemaian
Persemaian dilakukan di lahan/lokasi yang pada musim tanam sebelumnya tidak terserang penyakit virus dan nematoda.
Bedengan dibuat dengan lebar 1-1,2 m dan panjang disesuaikan dengan keperluan.
Lahan untuk persemaian harus diolah terlebih dahulu. Pengolahan dengan cara dicangkul hingga tanah menjadi lumpur dan pastikan tidak terdapat bongkahan tanah.
Lahan yang sudah halus lumpurnya, dibuat petak-petak. Antar petak dibuat parit untuk memudahkan pengaturan air.
Luas persemaian untuk 1 ha diperlukan lahan sekitar 400 m2 (±4% dari luas tanam).
Waktu semai berkisar 15-21 hari sebelum tanam.
Benih yang direkomendasikan untuk tanam pada lahan seluas 1 ha sebanyak 25 kg.
Benih yang akan disemai diseleksi dengan penggunaan air garam. Benih yang mengambang dan setengah
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dem Area Penanganan DPI
mengambang dibuang, benih yang tenggelam yang digunakan untuk proses persemaian.
Benih hasil seleksi dengan air garam dibilas kemudian direndam dengan air bersih semalam, dan diperam selama satu hari sampai tumbuh calon batang serta akar.
Benih yang telah keluar calon batang dan akar disarankan direndam dengan APH selama 10-15 menit.
Benih disebar di bedengan. Penyebaran benih harus merata agar benih tidak terjadi penumpukan.
Penggunaan pupuk anorganik disarankan sesuai dengan kebutuhan.
Pemupukan lahan persemaian dilakukan satu minggu setelah benih disemai.
Amati keberadaan OPT dipersemaian secara rutin.
Lakukan aplikasi dengan APH jika ditemukan populasi hama di bawah ambang pengendalian. Jika populasi hama sudah di atas ambang pengendalian dapat digunakan insektisida kimia.
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dem Area Penanganan DPI
2. Tanam
a. Bibit ditanam pada umur 15-25 hari setelah sebar (HSS). Saat mencabut bibit, pastikan akar tidak putus (tidak rusak). b. Bibit ditanam 1-2 batang per lubang, posisi tegak dengan
kedalaman sekitar 2 cm. Jika kurang dari 2 cm, dikhawatirkan bibit mudah hanyut.
c. Pengaturan jarak tanam disarankan menggunakan sistem tanam jajar legowo 2:1 atau 4:1.
Untuk lahan yang sedari awal memang mengalami kesulitan air, maka penanaman dapat dilakukan dengan teknologi tanam benih langsung (tabela).
3. Pasca Tanam
a. Penggunaan pupuk organik dan anorganik disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, ketersediaan hara dalam tanah dan rekomendasi setempat.
b. Aplikasikan APH pada saat tanaman berumur 2, 4 dan 6 minggu setelah tanam.
c. Pengamatan secara rutin dilakukan agar keberadaan OPT/DPI diketahui sejak awal.
d. Pengendalian OPT dilakukan sesuai dengan Prinsip PHT. Jika populasi rendah, aplikasi menggunakan APH atau pestisida nabati. Jika populasi sudah di atas ambang pengendalian, dapat digunakan insektisida kimia.
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dem Area Penanganan DPI
e. Penanganan DPI (banjir/kekeringan) dilakukan secara sederhana dengan mengoptimalkan pemanfaatan sarana pendukung biopori/sumur suntik.
f. Penyiangan gulma dilakukan sesuai dengan kondisi pertanaman.
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dem Area Penanganan DPI
BAB V
PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN
A. Pembinaan
Pembinaan kelompok dilakukan secara berkelanjutan sehingga diharapkan kelompok mampu mengembangkan usaha budidaya tanamannya secara mandiri.
1. Struktur Organisasi
Agar pelaksanaan kegiatan ini memenuhi kaidah pengelolaan sesuai prinsip pelaksanaan pemerintahan yang baik (good
governance) dan pemerintah yang bersih (clean government),
maka pelaksanaan kegiatan harus mematuhi prinsip-prinsip : a. Mentaati ketentuan peraturan dan perundangan.
b. Membebaskan diri dari praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
c. Menjunjung tinggi keterbukaan informasi, tranparansi dan demokratisasi.
d. Memenuhi asas akuntabilitas.
Tanggung jawab koordinasi dan pembinaan program berada pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.
2. Penanggung Jawab Program
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian bertanggung jawab dalam koordinasi persiapan, pelaksanaan,
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dem Area Penanganan DPI
pemantauan, dan evaluasi kegiatan Bantuan Pemerintah, antara lain berupa :
a. Penyusunan pedoman teknis dan pola pemberdayaan yang berkelanjutan untuk mengarahkan kegiatan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. b. Penggalangan kemitraan dengan Provinsi /Kabupaten
dalam persiapan, pelaksanaan, pemantauan /pengendalian, dan evaluasi kegiatan.
c. Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Bantuan Pemerintah yang meliputi pelaksanaan program dan anggaran.
3. Tim Pembina Provinsi
Tim Pembina Daerah antara lain terdiri atas unsur Dinas Pertanian Provinsi, Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Perlindungan/Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPTD BPTPH), serta petugas lapangan sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran.
Tim Pembina tersebut bertugas :
a. Melakukan koordinasi lintas sektoral antar-instansi di tingkat Provinsi dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan.
b. Melakukan koordinasi dengan petugas Kabupaten/Kota dalam pemantauan dan pengendalian, serta membantu mengatasi permasalahan di lapangan.
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dem Area Penanganan DPI
c. Menyusun laporan hasil pemantauan dan pengendalian serta menyampaikan laporan ke tingkat Pusat.
B. Pengendalian
Pengendalian kegiatan dilakukan oleh KPA dan PPK. Proses pengendalian di setiap wilayah direncanakan dan diatur oleh masing-masing instansi.
Pengawasan dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, Badan Pemeriksa Keuangan, dan masyarakat sehingga diperlukan penyebarluasan informasi kepada pihak terkait (penyuluh pertanian, pengurus/anggota kelompok, tokoh masyarakat, organisasi petani, LSM, aparat instansi di daerah, perangkat pemerintahan mulai dari desa sampai kecamatan, anggota lembaga legislatif dan lembaga lainnya).
Ada 7 (tujuh) simpul kritis yang perlu diperhatikan :
1. Sosialisasi yang dilakukan oleh petugas Pusat dan Daerah. 2. Identifikasi dan verifikasi CPCL oleh petugas Pusat dan
Daerah.
3. Transfer/penyaluran dana Bantuan Pemerintah ke rekening kelompok.
4. Pencairan dana Bantuan Pemerintah yang dilakukan oleh kelompok.
5. Kebenaran dan ketepatan pemanfaatan dana Bantuan Pemerintah yang dilakukan oleh kelompok.
6. Pengembangan usaha tani yang dilakukan oleh kelompok. 7. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pertanggungjawaban
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dem Area Penanganan DPI
BAB VI
MONITORING DAN EVALUASI
A. Monitoring
Monitoring dilakukan oleh petugas pusat dan daerah untuk memantau pelaksanaan kegiatan di lapangan sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Selain itu dilakukan pendampingan oleh petugas lapangan yaitu POPT, Penyuluh Pertanian dan Kepala UPTD/Mantri Tani. Pendampingan dilakukan mulai dari sebelum tanam sampai dengan panen.
B. Evaluasi dan Pelaporan
Evaluasi dilakukan oleh petugas pusat dan daerah untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatandi lapangan dan capaian output kegiatan. Pelaporan disampaikan kepada PPK Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan. Format laporan tercantum dalam Lampiran 10.
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dem Area Penanganan DPI
BAB VII PENUTUP
Kegiatan Dem Area Penanganan DPI merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam upaya penanganan DPI di daerah rawan banjir/kekeringan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong petani untuk melaksanakan mitigasi/adaptasi dalam rangka penanganan DPI di masing-masing lahan usahataninya. Petunjuk Teknis Pelaksanaan merupakan dasar pelaksanaan administrasi dan teknis di lapangan yang harus dipedomani oleh pelaksana kegiatan.
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dem Area Penanganan DPI
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dem Area Penanganan DPI L a m p ir a n 1 . Fo rm U s u la n C P C L D e m A re a P e n a n g a n a n D P I d a ri P ro vi n s i/ K a b u p a te n /K o ta *) N a m a P ok ta n/ G a po k ta n N a m a K e tua N om or Te lp. B a nk N om or C a ba ng /U ni t ………, ………2 01 8 K e p a la D in a s P e rt a n ia n P ro vi n s i/ K a b u p a te n /K o ta *) (…… …… …… …… …. ) Ke te ra n g a n : * ) Pi li h s a la h s a tu R e k e ni ng P ok ta n/ G a po k ta n N o. K a bu pa te n/ K ot a K e c a m a ta n D e sa Lu a s La ha n (H a )
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Dem Area Penanganan DPI
Lampiran 2. Keputusan PPK tentang Penetapan Kelompok Tani/Gapoktan
KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN DIREKTORAT PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN
KEPUTUSAN DIREKTUR PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN SELAKU PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
Nomor : TENTANG
PENETAPAN KELOMPOK TANI/GAPOKTAN PENERIMA DANA BANTUAN KEGIATAN DEM AREA PENANGANAN DAMPAK
PERUBAHAN IKLIM (DPI) TAHUN ANGGARAN 2018
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN
SELAKU PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN,
Menimbang : a. Bahwa peningkatan produksi padi tahun 2018 salah satunya perlu dilakukan Desiminasi teknologi melalui Dem Area Penanganan DPI;
b. Bahwa untuk menindaklanjuti ketentuan PMK 173 tahun 2016 Tentang Perubahan atas PMK 168 tahun 2015 Tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah, perlu menetapkan Kelompok Tani/Gapoktan Penerima Dana Bantuan Kegiatan Dem Area Penanganan DPI;
c. Bahwa sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b perlu disahkan/ditetapkan Jl. AUP Pasar MingguKotak Pos 7236/Jks. PSM. Jakarta Selatan
12520
Telp: ( 021) 7805652, 7806213 ; Fax: ( 021) 7805652 e-mail : [email protected]
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Dem Area Penanganan DPI
Kelompok Tani/Gapoktan penerima bantuan Dem Area Penanganan DPI pada Tahun Anggaran 2018.
Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3478);
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan (Lembaran Negara Tahun 2012 Nomor 227, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5360);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1995 tentang Perlindungan Tanaman;
4. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengamanan Produksi Beras Nasional dalam Menghadapi Kondisi Iklim Ekstrim;
5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 173/PMK.05/2016 Perubahan PMK-168/PMK.05/2016 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Negara/Lembaga;
MEMUTUSKAN Menetapkan :
KESATU : Menetapkan Kelompok Tani/Gapoktan penerima Bantuan Kegiatan Dem Area Penanganan DPI sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Dem Area Penanganan DPI
KEDUA : Kelompok Tani/Gapoktan sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU berhak menerima bantuan dana sarana produksi Dem Area Penanganan DPI yang dibiayai dari dana APBN pada DIPA Nomor: SP DIPA-018.03.1.238251/2018.
KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Mengesahkan Pada tanggal
SEKRETARIS DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN SELAKU KUASA PENGGUNA ANGGARAN
Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal
DIREKTUR PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN SELAKU PEJABAT PEMBUAT
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Dem Area Penanganan DPI N O M O R : T A N G G A L : T E N T A N G : P E N E T A P A N K E L O M P O K T A N I/ G A P O K T A N P E N E R IM A B A N T U A N P E M E R IN T A H K E G IA T A N D E M A R E A P E N A N G A N A N D P I K a bu pa te n K e lura ha n N a m a N a m a K e tua Lu a s /K ot a /D e sa K e lom po k Ta ni /G a po k ta n K e lom po k Ta ni ( ha ) D IR E K T O R A T J E N D E R A L T A N A M A N P A N G A N D IR E K T O R A T P E R L IN D U N G A N T A N A M A N P A N G A N (…… …… …… …… …… …… …) ( … … … … … … … … … … … … … ) LA M P IR A N K E P U TU S A N P E J A B A T P E M B U A T K O M ITM E N D IR E K TO R A T P E R LI N D U N G A N TA N A M A N P A N G A N J um la h B a nt ua n N om or R e k e ni ng D IS A H K A N O L E H : No P rov ins i K e c a m a ta n K U A S A P E N G G U N A A N G G A R A N P E JA B A T P E M B U A T K O M IT M E N
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Dem Area Penanganan DPI
Lampiran 3. Data Kelompok Tani / Gapoktan Penerima Bantuan Kegiatan Dem Area Penanganan DPI 2018
1. Nama Kegiatan : Dem Area Penanganan DPI 2. Daftar Kelompok tani/Gapoktan :
a. Nama Kelompok Tani/Gapoktan : b. Nama Ketua Kelompok Tani/Gapoktan : c. Nama Bendahara Kelompok Tani :
d. Jumlah Anggota : Orang
e. Luas Hamparan : Ha f. Nomor SK Pengukuhan : g. Tanggal SK Pengukuhan : h. Alamat Desa : Kecamatan : Kabupaten :
3. Pengurus Kelompok Tani/Gapoktan
4. Petugas Lapangan
5. Pola Tanam : Padi-Padi-Padi/Padi-Padi-Palawija/Padi-Palawija-Bera/Padi-Bera-Bera*
6. Budidaya Tanaman Padi (.... kali dalam Setahun) a. Varietas yang biasa
ditanam
: 1) ... 2) ... 3) ...
No. Nama Jabatan No. HP
1 2 3
No. Nama Jabatan NIP/Pangkat/Golongan No HP 1
2 3
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Dem Area Penanganan DPI
b. Perlakuan benih : 1) Ada/Tidak ada c. Pemupukan (1 MT) : 1) Organik (kandang,
kompos, petroganik dll) : ...Ton/ha 2) An Organik : - Urea : ... Kg/Ha - NPK : ... Kg/Ha - Dll : ... Kg/Ha 7. Produksi Musim Sebelumnya ... ton/Ha
8. Sumber pengairan : irigasi (teknis/non teknis), tadah hujan, dll 9. Daerah Rawan : Banjir/Kekeringan
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Dem Area Penanganan DPI
Lampiran 4. Perjanjian Kerja Sama
PERJANJIAN KERJASAMA Nomor:
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
DIREKTORAT PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN Dengan :
PENERIMA BANTUAN DEM AREA PENANGANAN DPI Tentang :
PEMANFAATAN DANA BANTUAN PEMERINTAH KEGIATAN DEM AREA PENANGANAN DPI
Pada Hari ini ...Tanggal ... Bulan ... Tahun Dua Ribu Delapan Belas, kami yang bertanda tangan di bawah ini :
1. Nama : ...
Jabatan : Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Kuasa Pengguna Anggaran, Satuan Kerja Direktorat Jenderal Tanaman Pangan
Alamat : Jalan AUP Pasar Minggu, Jakarta Selatan, selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA 2 Nama : ...
Jabatan : Ketua Poktan/Gapoktan ... selaku Ketua Kelompok Penerima Manfaat Bantuan Pemerintah
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Dem Area Penanganan DPI
Kegiatan Dem Area Penanganan DPI dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Poktan/Gabungan Kelompok Tani ...
Alamat : Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ... Provinsi .... untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.
Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan Perjanjian Kerjasama yang mengikat dan berakibat hukum bagi kedua belah pihak untuk melaksanakan kegiatan Dem Area Penanganan DPI dengan ketentuan sebagai berikut :
PASAL 1
LANDASAN HUKUM PELAKSANAAN
1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, tentang Penyelenggaraan Budidaya Tanaman, Bagian Keenam Perlindungan Tanaman.
2. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244);
3. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2017 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2018 (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5593);
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1995 tentang Perlindungan Tanaman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 nomor 12);
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Dem Area Penanganan DPI
5. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana telah beberapa kali diubah oleh peraturan presiden no 35 Tahun 2011 Nomor 70 Tahun 2012, Nomor 172 Tahun 2014 dan Nomor 4 Tahun 2015 (Perubahan Suplisi);
6. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengamanan Produksi Beras Nasional dalam Menghadapi Kondisi Iklim Ekstrim;
7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 173/PMK.05/2016 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga;
8. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 46/Permentan/RC.110/12/2017 tentang Pedoman Umum Pengelolaan dan Penyaluran Bantuan Pemerintah Lingkup Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2018; 9. Petunjuk Teknis Pengelolaan Program dan Mekanisme
Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2018;
10. Petunjuk Teknis Pelaksnaan Kegiatan Dem Area Penanganan DPI.
PASAL 2 LINGKUP PEKERJAAN
1. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA telah setuju untuk menerima dan memanfaatkan paket dana Bantuan Pemerintah Kegiatan Dem Area Penanganan DPI dengan cara :
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Dem Area Penanganan DPI
a. Bersedia dan mampu melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan Dem Area Penanganan DPI sesuai Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dem Area Penanganan DPI;
b. Bersedia dan mampu bertanggungjawab dalam memanfaatkan dan mengelola dana bantuan bahan pendukung Dem Area Penanganan DPI yang diterimanya dengan baik;
c. Bersedia menyediakan lahan untuk kegiatan Dem Area Penanganan DPI;
d. Mengadministrasikan/membukukan/mendokumentasikan hasil kegiatan Dem Area Penanganan DPI;
2. Pihak KEDUA menyusun Rencana Usaha Kelompok (RUK) yang memuat daftar pembelanjaan saprodi Dem Area Penanganan DPI, volume/jumlah, harga satuan dan jumlah dana.
3. Pihak KEDUA dapat melakukan perubahan RUK apabila ada. Perubahan RUK dilaporkan ke PPK dilakukan berdasarkan musyawarah berupa penyesuaian harga, volume dan jumlah satuan.
4. PIHAK KEDUA sepenuhnya sanggup memanfaatkan dana bantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) untuk keperluan Dem Area Penanganan DPI, yang dibuktikan dengan bukti-bukti pembelanjaan.
PASAL 3 LOKASI KEGIATAN
Kegiatan Dem Area Penanganan DPI dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA yaitu Poktan/Gapoktan ... Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ... Provinsi ...
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Dem Area Penanganan DPI
PASAL 4
JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
PIHAK KEDUA sanggup melaksanakan pekerjaan sejak tanggal ditandatangani surat perjanjian kerjasama yaitu tanggal ... sampai dengan tanggal ... (batas waktu pelaksanaan paling lambat tanggal 31 Desember 2018).
PASAL 5
PENYERAHAN HASIL PEKERJAAN
PIHAK KEDUA harus melaporkan hasil pekerjaan yang telah diselesaikan kepada PIHAK PERTAMA dalam bentuk Berita Acara.
PASAL 6
SUMBER DANA DAN JUMLAH DANA
1. Sumber dana Kegiatan Dem Area Penanganan DPI yang diterima oleh PIHAK KEDUA berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang dialokasikan pada Belanja Barang untuk bantuan lainnya yang memenuhi karateristik bantuan pemerintah.
2. Jumlah dana Bantuan Kegiatan Dem Area Penanganan DPI yang diterima PIHAK KEDUA adalah sebesar Rp. ...,- (...rupiah).
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Dem Area Penanganan DPI
PASAL 7
CARA PEMBAYARAN DAN PENCAIRAN
1. Pembayaran dana Bantuan Pemerintah Kegiatan Dem Area Penanganan DPI dimaksudkan pada Pasal 5 ayat (2) Surat Perjanjian Kerjasama ini akan dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA secara bertahap atau sekaligus sesuai PMK Nomor 173/PMK.05/2016, sebesar Rp. ...,- (...rupiah), setelah perjanjian kerjasama ini ditandatangani. Pembayaran dilaksanakan melalui Surat Perintah Membayar (SPM) yang disampaikan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Wilayah V Jakarta Selatan guna penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) melalui rekening PIHAK KEDUA pada Bank ... Unit ... Atas Nama Poktan/Gapoktan ... dengan nomor rekening ...
2. Pencairan dana Bantuan Pemerintah oleh PIHAK KEDUA dilakukan sesuai dengan Rencana Usaha Kelompok (RUK) di areal sawah yang rawan banjir/kekeringan pada tanaman padi.
PASAL 8
KEADAAN MEMAKSA ATAU FORCE MAJEURE
1. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa atau Force Majeure adalah suatu keadaan yang dapat menimbulkan akibat terhadap