• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mesin Pembentuk Perkerasan Beton Semen

6.1. Mesin Penghampar Beton Semen Jenis Acuan Tetap (fixed form)

6.1.2. Peralatan Penghampar Beton Jenis Acuan Tetap

Peralat an unt uk m engham par bet on menggunakan acuan t et ap m eliput i alat-alat sebagai berikut :

a) M esin Pengham par dan Penem pa (Spreading and Finishing M achines) Jenis m esin penghampar harus diat ur agar dapat mem perkecil kem ungkinan segregasi cam puran bet on. Alat penem pa (finishing machines) harus dilengkapi dengan tranverse screeds yang dapat bergerak bolak-balik (oscillat ing type) at au alat lain yang serupa.

b) Vibrat or (Pengget ar)

Vibrator, alat untuk m engget arkan seluruh lebar perkerasan bet on, dapat berupa surface pan type at au int ernal type dengan t abung celup (immersed tube) at au multiple spuds. Vibrator dapat di pasang pada m esin pengham par at au alat penem pa. Vibrator tidak boleh m enyent uh sam bungan, load transfer devices, subgrade dan acuan (form) tepi. Frekuensi vibrator surface pan t idak boleh kurang dari 3500 im puls per m enit (58 Hz). Frekuensi int ernal vibrator t idak boleh kurang dari 5000 im puls per menit (83 Hz) untuk vibrator tabung dan t idak kurang dari 7000 im puls per menit (117 Hz) unt uk spud vibrator.

Spud vibrator, dapat dipasang pada mesin pengham par (spreader) at au alat penempa (finishing), dengan frekw ensi tidak boleh kurang dari 3500 im puls per menit (58 Hz). Di lokasi dekat acuan dapat dioperasikan dengan tangan.

c) Acuan t epi

Pengham par acuan t et ap m enggunakan serangkaian cet akan yang dapat dist el at au dirangkai unt uk m em bent uk cet akan suat u perkerasan yang kaku. Penyet elan cet akan pada acuan t etap m enjadi suat u proses yang harus dilaksanakan secara hat i-hat i sebelum penem pat an bet on segar. Penyet elan cukup m udah dilakukan sebelum bet on segar dit em pat kan. Penyet elan set elah bet on segar dit em pat kan m erupakan hal t idak m ungkin dilakukan karena akan m endapat kan kesulit an. Penyet elan ini pent ing karena bagian atas cet akan akan m enjadi suat u rel unt uk m elaksanakan penyelesaian akhir (finishing) m enggunakan peralat an lainnya.

Pedom an um um unt uk m erangkai acuan t et ap adalah sebagai berikut : 1) Acuan ini harus dit em pat kan pada dasar at au f ondasi agregat

sesuai dengan bent uk yang diinginkan.

2) Bahan acuan sebagai cet akan dapat dibuat dari pelat baja dan rangka baja yang dilas at au papan dan rangka kayu yang diperkuat . Unt uk pekerjaan bersekala besar, harus digunakan acuan pelat baja t ebal minim um 5 m m dengan panjang 3 m yang disam bung dan diperkuat dengann pen sehingga kaku (Gam bar 27-a), sedangkan unt uk pekerjaan kecil dapat menggunakan papan kayu t ebal m inim um 3 cm (Gam bar 27-b).

Gambar 27-b. Acuan t et ap dari kayu unt uk pekerjaan kecil

3) Kedalam an cet akan harus sam a dengan t ebal slab. Dengan cara ini elevasi slab bet on dan bagian t epinya dapat dikont rol dengan ket at .

4) Dinding cet akan harus m em iliki lebar dasar flens (flange braces) yang cukup unt uk m enjaga kest abilan. Jika t idak st abil, m ungkin bisa bergeser at au berubah pada saat bet on segar dit em pat kan yang akan m em bebaninya.

5) Bat ang flens (flange braces) harus dilebihkan keluar dari dasar t idak kurang dari 2/ 3 t inggi acuan. Bagian dasar cet akan harus m elekat pada dasar at au fondasi dengan cara dipasak pada set iap jarak (1 – 2) m , unt uk m encegah kem ungkinan bagian dasar bergerak dari t em pat nya.

6) Bagian at as cet akan harus lurus dan rat a. Kerat aan bagian at as t idak boleh berbeda lebih dari 3 m m unt uk set iap panjang 3 m cet akan, dan pada kaki t egaknya t idak boleh lebih dari 6 m m . Acuan ini harus dilengkapi juga dengan pengunci di ujung-ujung bagian yang bersam bungan.

7) Bagian ujung cet akan harus t erkunci bersam a cet akan lainnya sehingga kaku, unt uk m encegah agar cet akan t idak t erpisah ket ika bet on segar dit em pat kan.

8) Acuan harus dilengkapi dengan sarana yang m em adai unt uk keperluan pem asangan, sehingga bila t elah t erpasang acuan t ersebut dapat m enahan bent uran dan get aran dari alat pem adat dan pem bent uk, t anpa adanya lent ingan at au penurunan.

9) Acuan dan alat pengendali elevasi jenis kawat at au lainnya harus dipasang di m uka yang akan dicor bet on. Acuan harus dipasang pada t em pat nya m enggunakan sekurang-kurangnya 3 paku unt uk set iap 3 m bagian panjang acuan. Paku pem ancang (pin) ini harus dilet akkan di set iap sisi sam bungan. Lihat Gam bar 27- c.

10) Dalam Gam bar 27-d dit unjukkan t ipikal acuan t epi. Kedalam an acuan t epi harus sam a dengan ket ebalan perkerasan bet on yang dibut uhkan. Acuan dengan kedalam an lebih besar at au kurang daripada ket ebalan perkerasan bet on yang diperlukan dapat digunakan jika perbedaan ant ara kedalam an form dan kedalam an perkerasan desain t idak lebih besar dari 5 cm (2 inci). Penggunaannya adalah sebagai berikut :

- Acuan dengan kedalam an lebih besar dari ket ebalan t epi perkerasan dapat digunakan jika direncanakan unt uk m em bent uk parit t epi.

- Acuan dengan kedalam an kurang dari ket ebalan t epi perkerasan harus disesuaikan dengan ket ebalan t epi yang dibut uhkan dengan am an, yait u dengan m em asang pelat logam at au kayu ganjal (shim s) di bagian yang diset ujui sesuai dengan lebar dan panjang dasar acuan, seperti yang dit unjukkan pada Gam bar 27- d. Gunakan ganjal kayu di baw ah acuan yang belum t erisi agar dicapai ketinggian perkerasn bet on yang direncanakan.

Gambar 27-c. Pem ancangan Pin M enggunakan Jackhamm er dan Pin yang Sudah Terpancang

Gambar 27-d. Acuan t epi

11) Acuan harus kokoh dan t idak goyah. Toleransi acuan dari garis yang sebenarnya m aksim um 5 mm . Alat pengendali elevasi harus dipasang dengan t oleransi ± 10 m m t erhadap rencana elevasi. 12) Perm ukaan cet akan yang berhubungan dengan bet on segar harus

dibersihkan dan diminyaki sebelum digunakan. Permukaan yang kot or dan t idak dim inyaki akan m enyebabkan cacat perm ukaan di sisi slab dan dapat m enem pel pada slab selam a pem bongkaran acuan.

13) Lengkungan at au t ikungan dengan jari-jari kurang dari 30 m harus m enggunakan cet akan yang fleksibel, m isalnya kayu, at au pelat logam yang dirangkai dengan rangka dan dilas m elengkung. Unt uk jari-jari t ikungan lebih dari 30 m , cet akan panjang 3 m yang t erbuat dari baja dapat disusun sesuai dengan bent uk lengkungan yang diperlukan. Lihat Gam bar 27- e.

Gambar 27-e. Fot o lengkungan/ belokan jalan

14) Acuan samping terbuat dari baja harus digunakan untuk membentuk lidah alur (key-way) sepanjang sambungan memanjang.

15) Bagian at as acuan harus t et ap bersih dan gerakan m esin di at as acuan harus dijaga t idak m enyebabkan goyah pada acuan yang akan m em pengaruhi presisi akhir.

Dokumen terkait