BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
G. Teknik Keabsahan Data
Salah satu cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengujian kredibilitas data adalah tringulasi. Menurut sugiono (2012), tringulasi diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu.
Lebih lanjut sugiono (2012) membagi tringulasi kedalam tiga macam yaitu:
1. Triangulasi Sumber
Dalam hal ini peneliti melakukan pengumpulan dan pengujian data yang telah diperoleh melalui hasil pengamatan, wawancara dan dokumen-dokumen yang ada.Kemudian peneliti membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara, dan membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada
2. Triangulasi Teknik
Triangulasi teknik dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Dalam hal ini data yang diperoleh dengan wawancara, lalu dicek dengan observasi dan dokumen. Apabila dengan tiga teknik pengujian kredibilitas data tersebut, menghasilkan data yang berbeda-beda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang
bersangkutan atau yang lain, untuk memastikan data mana yang dianggap benar atau mungkin semuanya benar karena sudut pandangnya berbeda-beda.
3. Triangulasi Waktu
Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Untuk itu dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya. Triangulasi dapat juga dilakukan dengan cara mengecek hasil penelitian, dari tim peneliti lain yang diberi tugas melakukan pengumpulan data.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Objek Penelitian 1. Letak Geografis
Kabupaten Bulukumba terletak dibagian selatan dari jazirah Sulawesi selatan dan berjarak 153 km dari Makassar (Ibukota propinsi Sulawesi Selatan).
Luas wilayah Kabupate Bulukumba 1.154,67 km2 atau 1,85 % dari luas wilayah provinsi Sulawesi Selatan.
Kabupaten Bulukumba terdiri dari 10 kecamatan yaitu Kecamatan Ujung Bulu (Ibukota Kabupaten), Kecamatan Gantarang, Kecamatan Kindang, Kecamatan Riau Ale, Kecamatan Bulukumpa, Kecamatan Ujung Loe, Kecamatan Bontobahari, Kecamatan Bontotiro, Kecamatan Kajang, dan Kecamatan Herlang.
Secara geografis Kabupaten Bulukumba terletak pada koordinat antara 5020’’ sampai 5040’’ Lintang Selatan dan 119050’’ sampai 120028’’ Bujur Timur.
Batas-batas wilayah Kabupaten Bulukumba sebagai berikut : a. Sebelah Utara : Kabupaten Sinjai
b. Sebelah Selatan : Laut Flores c. Sebelah Timur : Teluk Bone
d. Sebelah Barat : Kabupaten Bantaeng
38
Daerah perbukitan di Kabupaten terbentang mulai dari Bara ke Utara dengan ketinggian 100 sampai dengan diatas 500 meter dari permukaan laut meliputi bagian dari Kecamatan Kindang, Kecamatan Bulukumpa dan Kecamatan Rilau Ale.
Kabupaten Bulukumba mempunyai suhu rata-rata berkisar antara 23,820C–27,680C. Suhu pada kisaran ini sangat cocok untuk pertanian tanaman pangan dan tanaman perkebunan. Berdasarkan analisis Smith – Ferguson ( tipe iklim diukur menurut bulan basah dan bulan kering ) maka klasifikasi iklim di Kabupaten Bulukumba Termasuk iklim lembab atau agak basah.
Terkhusus Kecamatan Bontobahari dengan ibu kota tanah beru berbatasan dengan:
a.Utara : kecamatan bontotiro dan ujung loe b.Timur : teluk bone
c.Selatan :selat selayar dan kabupaten seelayar d.Barat : laut flores
Kecamatan bontobahari memiliki tempat menarik yang layak dikunjungi karena merupakan kawasan hutan suaka alam wisata atau taman hutan raya bontobahari dengan luas 3.475 haa,
2. Keadaan penduduk
Penduduk Kabupaten Bulukumba tahun 2012 berjumlah 398.531 jiwa yang tersebar di 10 ( sepuluh ) Kecamatan. Dari 10 ( sepuluh ) Kecamatan, Kecamatan Gantarang yang mempunyai jumlah penduduk terbesar yaitu 71,741 jiwa. Dilihat dari jenis kelamin, penduduk perempuan lebih banyak dari penduduk laki-laki yaitu 211.092 jiwa perempuan sedangkan 187.439 jiwa laki-laki. Dengan demikian rasio jenis kelamin ( perbandingan laki-laki dengan perempuan ) adalah 89, yang berarti dalam setiap 100 orang penduduk perempuan terdapat 89 orang penduduk laki-laki. Kepadatan penduduk Kabupaten Bulukumba pada tahun 2011 yaitu 345 orang per km2 yang berarti lebih tinggi 3 orang dibandingkan tahun sebelumnya, Kecamatan yang paling padat penduduknya adalah Kecamatan Ujung Bulu yaitu 3,360 orang per km2. Hal ini terjadi karena Kecamatan tersebut merupakan ibu kota Kabupaten Bulukumba. Desa ara yang kini telah mekar menjadi dua desa yakni Desa Ara dan Desa Lembanna. Tapi yang dikenal diluar adalah Ara. Desa Ara dan Lembanna masuk dalam daerah administratif Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba, Propinsi Sulawesi Selatan. Desa ara berjarak 34 km dari kota Bulukumba. Kode wilayah desa Ara adalah 73.02.03.2006 sedangkan kode desa Lembanna 73.02.03.2008. desa Ara memiliki
3 dusun yakni : Bontona, Bontobiraeng dan Maroangin. Desa Lembanna juga memiliki 3 dusun yakni : Bakung-bakung, Pompantu, dan Lambua.
3. Curah Hujan
Kabupaten Bulukumba berada di sektor timur, musim gadu antara Oktober–Maret dan musim rendengan Antara April – September. Terdapat 8 buah stasiun penakar hujan yang tersebar di beberapa kecamatan, yakni: stasiun Bettu, stasiun Bontonyeleng, stasiun Kajang, stasiun Kajang, stasiun Batu Karopa, stasiun Tanah Kongkong, stasiun Bontobahari, stasion Bulo-bulo dan stasiun Herlang. Daerah dengan curah hujan tertinggi terdapat pada wilayah berat laut dan timur sedangkan pada daerah tengah memiliki curah hujan sedangkan pada bagian selatan curah hujannya rendah.
Curah hujan di kabupaten Bulukumba sebagai berikut:
Curah Hujan antara 800 – 1000 mm/tahun, meliputi Kecamatan Ujungbulu, sebagian Gantarang, sebagian Ujung Loe dan sebagian besar Bontobahari. Curah hujan antara 1000 – 1500 mm/tahun, meliputi sebagian Gantarang, sebagian Ujung Loe, sebagian Kindang, sebagian Bontotiro. Curah hujan antara 1500 – 2000 mm/tahun, meliputi kecamatan Gantarang, sebagian Rilau Ale, sebagian Ujung Loe, sebagian Kindang, sebagian Bulukumpa, sebagian Bontotiro, sebagian Herlang dan kecamatan Kajang. Curah hujan di atas 2000mm/tahun meliputi kecamatan Kindang, Kecamatan Rilau Ale, Kecamatan Bulukumpa dan Kecamatan Herlang sungai di Kabupaten Bulukumba ada 32 aliran yang terdiri dari sungai besar dan sungai kecil. Sungai-sungai ini mencapai panjang 603,50 km dan yang terpanjang adalah sungai Sangkala yakni 65,30 km,
sedangkan yang terpendek adalah sungai Biroro yakni 1,50 km. sungai-sungai ini mampu mengairi lahan sawah seluas 23.365 Ha.
4. Mata Pencaharian
Mata pencaharian penduduk Kabupaten Bulukumba bergerak pada beberapa jenis kegiatan seperti pada sektor pertanian, nelayan, perdagangan, dan lain sebagainya. Sebagian besar penduduk bergerak pada sektor pertanian dan nelayan, sedangkan selebihnya berprofesi pada kegiatan perkebunan, perdagangan, pegawai negeri sipil, karyawan swasta, pertambangan, angkutan bangunan dan lain sebagainya hal ini disebabkan oleh potensi lahan yang cukup subur dan ditunjang oleh prasarana penunjang seperti jaringan irigasi dan industri pengolahan hasil pertanian lainnya. Sedangkan penduduk lainnya yang tidak bekerja merupakan ibu rumah tangga dan penduduk usia sekolah, dan selebihnya merupakan pencari kerja atau penduduk yang belum memperoleh pekerjaan 5. Balai Penyuluh Pertanian Perikanan Dan Kehutanan
Balai Penyuluh Pertanian Perikanan Kehutanan yang ada di wilayah Kelurahan Tanah Lemo kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu dari 8 gapoktan yang beranggotakan 20-25 orang perkelompok yang dibangun pada tahun 2009, dengan mempunyai lahan sebagai berikut:
Tabel 1: luas lahan kelompok tani
No Kelompok tani Jenis Luas lahan
1 Kaluku Bodo Jagung 15.9 ha
2 Munte Indah Jagung 18.25 ha
3 Munteh Indah I Jagung 23.15 ha
4 Tarampang Jagung 18.50 ha
5 Tarampang I Jagung 12.00 ha
6 Tarampang II Jagung 21.20 ha
7 Bunga Harapan Jagung 18.00 ha
8 Bunga Harapan I Jagung 14.50 ha
Jumlah 12.680 ha
Sumber data: Kantor BP3K Kecamatan Bontobahari
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa luas lahan komoditi jagung keseluruhan yang yang ada di Kelurahan Tanah Lemo Kecamtan Bontobahari Kabupaten Bulukumba aadalah 12.680 yang dimana setiap lahan pada kelompok petani berbeda- beda satu dengan yang lainnya
Serta mempunayi visi dan misi 1. Visi
a. Terwujudnya pelaku utama dan pelaku usaha yang mandiri, berdaya saing yang berbasis agribisnis demi terciptanya kehidupan yang layak dan sejahtera
2. Misi
a. Meningkatkan kemampuan pemupukan modal kelompok tani se-kecamatan Bontobahari
b. Membangun jejaring kemitraan antara sesama kelompok dan antara gapoktan sekecamatan Bontobahari
c. Membangun kerjasama antar penyuluh pertanian perikanan dan kehutanan dalan melakukan pembinaan secara terpadu kepada kelompok tani yang ada di bontoahari
d. Memberdayakan 3 pilar BP3K (PP. Programa, PP suvervisi, PP.SDM) dan Cyber secara terpadu dan memadu padankan keterkaitan rencana program kegiatan dan rencana kerja penyuluh di masing –masing wilayah penyuluh (WKPP) penyuluh pertanian, perikanan, dan kehutanan.
Adapun strategi dari penyuluh pertanian perikanan kehutanan 3. Strategi
a. Memanej administrasi kelompok tani
b. Menciptakan iklim penyuluhan pertanian, perikan dan kehutanan.yang kondusif
c. Menjadikan penyuluh pertanian perikan dan kehutanan sebagai Garda barisan terdepan ditingkat WKPP desa dan kecamatan dalam pengawalan dan pendampingan kelompok tani
d. Melakukan pelatihan pelatihan kelembagaan dan pelatihan pengelolaan hasil kepada anggota dan pengurus kelompok
e. Membangun data Base sumber daya baik itu potensi tani maupun potensi sumber daya manusia kelompok
f. Mengupayakan agar petani yanmg ada di Bontobahari melakukan usaha tani dengan teknologi ramah lingkungan serta mengharapkan hasil produk yang ilmiah
g. Mengembangkan kemampuan penyuluh yang ada di Bontobahari berbasis kompotensi dan berdaya saing melalui sertifikasi profesi dan penyuluh tauladan
h. Meningkatkan kemampuan penyuluh melalui pelatihan
i. Mengurangi ketergantungan saprodi melalui pembibitan dan saprodi lain dengan meningkatkan kemampuan dan kapasitas petani dan penyuluh j. Meningkatkan komitmen dengan pimpinan lemaga penyuluh dan
membangun harmonisasi hubungan kerja antara instansi terkait
Selain dari strategi adapun kebijakan dari penyuluh pertanian perikanan kehutanan
4. Kebijakan
Terwujudnya penyuluh berbasis teknologi berdaya saing yang berbasis agribisnis demi terciptanya kehidupan yang layak dan sejahtera bagi petani
Berdasarkan uraian diatas yang telah dicapai maka terbentuk program dan kegiatan dari penyuluh pertanian perikanan yang ingin dicapai
5. Progran dan kegiatan
a. Peningkatan kapasitas kelembagaan penyuluh pertanian b. Peningkatan jumlah dan kompetensi ketenagaan penyuluh c. Pemberdayaan kelembagan petani
d. Optimalisai penyelenggaraan penyuluhan
e. Peningkatan sarana, prasarana dan pembiayaan penyuluhan 6. Data anggota kelompok tani
Tabel 2: Data anggota kelompok tani N 4 Tarampang 11 Lingkungan
Tarampang 2009 Alimuddin Sumber Data: Kantor BP3K Kecamatan Bontobahari
7. Data ketenagaan penyuluh a. Penyuluh pertanian
1. Abbas, S.P., M.Si = KOORDINATOR/KEPALA PP BP3K 2. Eko Sukmawanto Basri, SST = PP URUSAN SUMBER DAYA 3. Syamsuddin AR,S.P., M.Si = PP URUSAN PROGRAMA 4. Muhammad Arifin = PP URUSAN SUPERVISI
5. Hardi, AMD = PENYULUH PERTANIAN b. Penyuluh kehutanan
1. H. Muh Ansar c. Penyuluh perikanan
1. Tajuddin
d. Pengamat organisme pengganggu tanaman (POPT) 1. A. Aminuddin, S.P.
e. Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu 1. Jusman, S.P. = THL- TBPP ANGKT I 2. Nur ima, S.P. = THL- TBPP ANGK I 3. Hasmiyanti, S.P. = THL- TBPP ANGK I 4. Kasmawati,S.P. = THL- TBPP ANGT II f. Penyuluh pertanian (THL- TBPP)
1. Ansar S.P = HL- TBPP ANGK I (Operator cybe) 2. Syamsuddin Lantara = P.S. Kel.Benjala
3. Rusli Baso = PS. Kel. Tanah lemo
4. Nasiruddin, S.P.= Tenaga Magang dan PS 5. Fahrizal Nadianto.S pd = PS. Desa Bira g. Penyuluh swadaya / magang = PS. Desa Bira
1. Baso Arman = PS. Hut. Desa Ara 2. Jumadding = PS. Kel Benjala 3. Abd basir = PS. Kel. Benjala
4. Muhammad sukri = PS. Kel. Tanah beru
5. Suardi = PS. Desa Ara
B. Peran Penyuluh Petani Dalam Pemberdayaan Petani Jagung Dikelurahan Tanah Lemo Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba
Penyuluh merupakan suatu proses pendidikan atau proses belajar yang bersifat non formal atau diluar sekolah, penyuluh dimaksudkan untuk menyebarluaskan informasi dan penjelasan yang diberikan agar dapat menciptakan perubahan melaui proses belajar dan proses pengetahuan. Penyuluh adalah keterlibaatan seseorang untuk melakukan komunikasi informasi secara sadar dengan tujuan membantu sasarannya memberikan pendapat sehingga dapat membuat suatu keputusan yang benar, penyuluh adalah agen dari pelaku petani, yaitu mendorong petani merubah perilakunya dalam bertani dan dapat menjadi petani dengan kemampuan yang lebih baik, mampu mengambil keputusan sendiri, yang akan berdampak pada kehidupannya yang lebih baik.
Penyuluh sebagai fasilitator, motivator dan sebagai pendukung gerak usaha tani, dan dapat memberikan modal usaha bagi petani dan keluarganya, peran penyuluh. Meniadakan hambatan yang dihadapi para petani dengan cara menyediakan informasi dan memberikan pandangan mengenai masalah yang dihadapi petani. Informasi tentang pengelolaan sumber daya alam dan teknologi yang baik dan benar sesuai dengan kondisi lahan yang sangat bermamfaat bagi petani.
Pemberdayaan adalah strategi untuk mengembangkan petani melalui kelompok tani untuk menjadikan kelompok tani lebih kreatif dan mandiri. Dengan
mengembangkan masyarakat kelompok tani maka akan menciptakan masyarakat tani yang dapat meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam bekerjasama untuk mengembangkan usaha kelompok taninya, maka diperlukan beberapa indikator keberdayaan yang dapat menunjukkan seseorang berdaya atau tidak.
Sehingga ketika sebuah program pemberdayaan masyarakat diberikan, segenap upaya dapat dikonsentrasikan pada aspek- aspek apa saja dari sasaran perubahan seperti keluarga miskin yang perlu dioptimalka dalam pemberdayaan kepada kelompok tani yang akan menjadi kelompok kreatif, mandiri, yang dapat mengelolah hasil taninya sendiri, dan menjadi organisasi kelompok tani yang lebih kuat. Penegembangan kelompok tani diharapkan mampu memberdayakan kelompok tani dan taraf hidup petani yang lebih baik.
Peran penyuluh dalam pemberdayaan masyarakat tani jagung keberhasilannya ditentukan oleh dukungan dan peran aktif para petani beserta keluarganya dalam melakukan usaha taninya. Serta peran penyuluh dapat melaksanakan berbagai macam program pemberdayaan masyarakat tani jagung untuk meningkatkan partisipasi masyarakat baik itu dalam proses, pelaksanaan pengawasan, maupun pengelolaan dalam pemberdayaan yang dilaksanakan oleh penyuluh. Kegiatan penyuluh merupakan kegiatan yang berkelanjutan serta meletakkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam program yang lebih kreatif, mandiri dan sejahtera.
Berdasarkan teori dan kerangka pikir sebelumnya, maka untuk mengetahui lebih lanjut peran penyuluh dalam pemberdayaan petani jagung Dikelurahan Tanah Lemo Kecamatan Bontobahari Kabupaaten Bulukumba peneliti
menggunakan indikator indikator yang terkait : (a) edukasi, (b) fasilitas, (c) konsultasi, (d) advokasi.
Hasil pengkajian terhadap 4 fokus tersebut adalah sebagai berikut 1. Edukasi.
Pemberdayaan bagi masyarakat petani dalam pengelolaan hasil taninya sebagai motivasi atau dorongan kepada para petani agar mereka mampu mandiri dan berani bertindak untuk memperbaiki kehidupannya. Dalam memberdayakan petani jagung dalam pengelolan hasil tanaman diperlukan edukasi.
Edukasi yaitu Pemberian materi dan pemahaman kepada para petani bagaimana cara bertani yang baik dan harus menjadi tujuan utama dari penyuluh karena tanpa pemberian materi dan pemahaman kepada para petani akan menggunakan cara tersendiri yang dia ketahui dari turun temurun yang hasilnya kurang mengutungkan. Setelah pemberian materi dan pemahaman kepada petani maka diberi pula pelatihan- pelatihan kepada petani dengan latihan keterampilan tentang teknis- teknis pertanian agar hasil yang didapatkan bagus sehinggga dengan hasil banyak akan mampu ditampung ditempat pengelolaan jagung dan dapat mandiri serta pelatian keterampilan teknik mengembangkan usaha tani agar anggota kelompok tani dapat mensejahterahkan diri dan keluarganya.
Seperti yang dikemukakan oleh koordinator Balai Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan sebagai berikut:
“Terkait peran edukasi yaitu dalam sosialisasi pemberian materi khusus untuk petani jagung yaitu pertama untuk memberi pengetahuan kepada petani tentang agribisnis utamanya budidaya tanaman, yang terbagi atas dua yaitu proses penyediaan bibit serta panen dan pasca panen (Hasil Wawancara AB, 27 september 2016)”.
Berdasarkan hasil wawacara di atas bahwa pada saat sosialsasi penyuluh memberikan materi tentang agribisnis jagung dimana agribisnis adalah usaha bertani dimana sub sistem saling tergabung dan sistem tersebut adalah pertama penyedian sarana produksi, kegiatannya mencakup perencanaan, pengelolaan dari saran produksi teknologi dan sumberdaya, sub sistem kedua proses produksi yang kegiatannya adalah perencanaan pemilihan lokasi, komoditas, teknologi, dan pola usaha tani dalam rangka meningkatkan produksi primer, sub sistem ketiga pengelolahan hasil yang dimulai dari penanganan pasca panen produk pertanian sampai pada tingkat pengelolahan lanjutan, sub sistem keempat pemasaran yang dimana adalah pemantaun dan pengembangan informasi pasar agar petani dapat mandiri hidupnya dapat sejahtera beserta keluarganya, dan dalam agribisnis jagung utamanya diperlukan budidaya tanaman yang dimana mengandalkan penggunaan tanah atau media lainnya pada suatu lahan untuk membesarkan tanaman hingga dilakukan proses penyediaan bibit , panen dan pasca panen.
Kemudian dilanjutkan wawancara kepada penyuluh pertanian bagian programa sumber daya manusia
“Kami memberi materi tergantung permintaan petani, contohnya dari permintaan seperti produksi, segi aplikasi teknologinya yaitu jarak tanam, pemupukannya, pengelolahan lahannya ( Hasil wawancara ES, 9 Oktober 2016)”.
Hasil wawancara dengan informan diatas menunjukkan bahwa penyuluh tani sebagai pemberi materi tergantung dari permintaan petani, karena setiap petani otomatisnya mempunyai kendala yang berbeda terhadap musim tanam salah satunya materi yang diberikan produksi yang kurang, yang dimana kurangnya produksi dan segi aplikasi teknologinya karena teknologi sangat
membantu petani dalam mempermudah pekerjaan serta memberi rasa nyaman, pengaturan jarak tanamnya dimana laju tanaman dapat mempengaruhi pertumbuhan, karena jika tanaman yang sangat berdempetan satu sama lainnya maka laju pertumbuhan kurang baik disebabkan karena sinar matahari tidak sampai kebatang, pemupukannya, dan pengelolahan lahannya karena jika lahan yang dikelola dengan baik sebelum tanam maka akan berdampak pada hasil yang baik. Jika para petani meminta untuk membawakan salah satu dari 4 materi tersebut maka penyuluh akan memberikan materi sesuai dengan kebutuhannya.
Dilanjutkan wawancara pula dengan koordinator penyuluh pertanian perikanan dan kehutanan bahwa:
“Selain pemberian materi dan pemahaman kepada petani penyuluh kami yang ada dilapangan memberi pula pelatihan-pelatihan tentang keterampilan yaitu penggunaan alat-alat atau mesin pertanian, teknik atau cara memupuk, menggunakan sprayer, dan teknik mengelola usaha tani ( Hasil wawancara AB, 27 September 2016)”.
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan di atas bahwa penyuluh dilapangan selain memberi materi dan pemahan kepada petani unuk mendapatkan hasil yang optimal penyuluh telah member pula pelatihan-pelatihan teknis kepada petani dengan penggunaan alat-alat atau mesin pertanian dan cara memupuk teknik penggunaan sprayer dimana sprayer merupakan alat aplikator pestisida yang sangat diperlukan dalam rangka memberantas dan pengendalian hama dan penyakit tumbuhan, serta teknik mengelola usaha tani
Adapun wawancara dengan anggota kelompok tani Kelurahan Tanah Lemo Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba menyatakan bahwa
“Dalam sosialisasi penyuluh pertanian memberikan materi yaitu bagaimana cara bertani agar mendapatkaan hasil baik yaitu dengan
memperhatikan jarak tanam dan cara pemupukan serta memperhatikan gulmanya ( Hasil wawancara BB, 17 September 2016)”.
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan di atas bahwa penyuluh member mater agar hasil tani baik dengan memperhatikan Jarak tanam, dimana pada jarak tanam minimal 75 cm karena antara tanaman satu dengan tanaman yang lain tidak boleh berdempetan yang dapat berpengaruh pada laju pertumbuhnya, dan pada saat telah melakukan penanaman umur tanaman pun harus diperhatikan karena ada waktu tertentu tanaman tersebut akan diberi pupuk yaitu pada umur 10-15 hari dilakukan pemupukan pertama kali, pemupukan kedua pada umur tanaman jagung 30 hari, dan dilakukan pemupukan yang ketiga kalinya pada umur 45 hari hingga tiba masa panen. Serta tidak mengesampingkan gulmanya karena pembersihan gulma agar tanaman subur karena tidak berbagi unsur hara yang ada dengan tanaman (gulma), yang dimana pembersihan gulma diberantas sampai ke akar-akarnya seperti rumput teki dan alang- alang
Hal senada diungkapkan anggota kelompok tani
“Materi yang diberikan yaitu bagaimna cara pengelolahan lahannya, jarak tanamnya, umur tanaman jagung harus diperhatikan, karena pada saat waktu yang ditentukan akan diberi pupuk, gulmanya pun harus menjadi perhatia pula ( Hasil wawancara BS 28, September 2016)”.
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan di atas bahwa penyuluh memberi materi cara pengelolahan lahan yaitu pencangkulan dengan tujuan untuk menyeimbangi unsur hara bagian atas dan bagian bawah tanah, hal tersebut juga untuk menggemburkan tanah. Pencangkulan tanah dilakukan sedalam 15-20 cm.
pencangkulan tanah dilakukan hanya sekali untuk tanah yang sudah gembur atau
bekas penanaman sedangkan tanah yang berat dilakukan sebanyak dua kali. Pupuk dan gulmanya pun harus diperhatikan
Selain materi yang diberikan kepada petani penyuluh pun memberikan pemahaman tentang cara bertani yang baik untuk mendapatkan hasil yang baik yang seperti dikemukakan oleh Koordinator balai penyuluh pertanian perikanan kehutanan berpendapat bahwa:
“Pemahaman yang diberikan petani agar mendapat hasil yang banyak yaitu dengan melakukan penyuluhan program pertemuan dengan petani dan ada pula metode yang dilakukan dilapangan dengan melakukan percontohan (Hasil wawancara AB, 27 September 2016)”.
Berdasarkan hasil bahwa dengan koordinator penyuluh pertanian perikanan kehutanan dalam memberikan pemahaman kepada petani penyuluh melakukan sosialisasi dengan melakukan percontohan salah satu diantaranya melakukan pemberian pupuk pada tanaman terutama pemberian pupuk urea sehingga akan meningkatkan produksi tanaman, sehingga petani bisa melihat secara langsung bagaimana cara bertani yang baik sehingga mendapat hasil yang bayak dan dapat menerapkannya
Pendapat selanjutnya dikemukan penyuluh pertanian urusan programa sumber daya manusia
“Pemahaman yang kami berikan kepada petani jagung yaitu penggunaan benih yang berkualitas, tahapan budidaya, pengelolahan lahan, jarak, pemupukan yang harus disesuikan kondisi tanah diwilayah kelurahan tanah lemo dan mindset para petani yang perlu diubah (Hasil wawancara ES, 9 Oktober 2016)”.
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan Selain bahwa penggunaan benih yang berkualitas, karena benih yang berkualitas dalam budidaya tanaman mempunyai sifat yang unggul seperti produksi dan mutu hasil yang tinggi,
tanggap terhadap pemupukan, toleran terhadap hama penyakit utama, dan tahan terhadap pengaruh lingkungan yang buruk, semakin bagus benih yang digunakan maka hasilnya pun akan baik begitu pula sebaliknya jika benih tidak berkualitas
tanggap terhadap pemupukan, toleran terhadap hama penyakit utama, dan tahan terhadap pengaruh lingkungan yang buruk, semakin bagus benih yang digunakan maka hasilnya pun akan baik begitu pula sebaliknya jika benih tidak berkualitas