BAB II: TINJAUAN PUSTAKA
2.10 Peran Pustakawan dalam Pelaksanaan Pendidikan Pengguna
Pustakawan memiliki peran yang paling besar dalam proses penerapan pendidikan pemakai pada perpustakaan. Hal ini disebabkan karena pustakawanlah yang memang seharusnya benar-benar mengetahui segala seluk beluk fasilitas dan aktivitas jasa yang ada di perpustakaan. Oleh sebab itu, para pustakawan diharapkan harus benar-benar profesional dalam mengajarkan materi ketika pendidikan pemakai dijalankan.
Kegiatan kerja profesional pustakawan yang harus dilakukan pada layanan pendidikan pengguna menurut Soedibyo (1987 : 121) adalah :
1. Membuat perencanaan penyampaian bahan, metode, teknik dan sasaran usaha bimbingan pemakai.
2. Menetapkan tingkat dan sistem penyampaian bimbingan yang sesuai.
3. Menetapkan dan mengatur waktu pemberian bimbingan dan pendidikan kepada pengguna.
4. Melaksanakan usaha pendidikan baik secara individu maupun secara kelompok.
Dalam rangka menyelenggarakan pendidikan pemakai pada perpustakaan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pustakawan dan staf perpustakaan, yaitu sebagai berikut :
1. Petugas perpustakaan harus menciptakan lingkungan yang memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan sumber daya dan fasilitas perpustakaan secara optimal.
2. Materi dan metode pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
3. Petugas perlu melibatkan dosen, jurusan dan fakultas.
4. Pendidikan dilakukan baik secara terprogram maupun sewaktu-waktu.
Pustakawan adalah penentu berhasi atau tidaknya pendidikan pengguna dilakukan, selain minat atau kemauan pengguna dalam mengikuti pendidikan pengguna.
BAB III
PENDIDIKAN PENGGUNA DI PERPUSTAKAAN UMUM KOTA KOTA MEDAN
3.1 Sejarah Singkat Perpustakaan Umum Kota Medan
Perpustakaan Umum Kota Medan yang berada di Jalan Iskandar Muda No.270 Medan, Sejak tahun 1972 Kantor Perpustakaan Umum Kota Medan melaksanakan tugasnya memberikan layanan kepada masyarakat. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan ini merupakan gabungan antara Kantor Perpustakaan Kota Medan dengan Kantor Arsip Kota Medan.
Terbentuk pada tahun 2017 sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah Kota Medan dan Peraturan Walikota Medan Nomor 1 Tahun 2017 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi dan Tata Kerja Perangkat Daerah, serta peraturan Wali Kota Medan Nomor 36 Tahun 2017 tentang Rincian Tugas dan Fungsi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan bidang perpustakaan dan kearsipan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dipimpin oleh Kepala Dinas yang Berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.
Perpustakaan Umum Kota Medan dibina secara berkelanjutan dan terus menerus menjalankan tugasnya dalam memberikan informasi kepada masyarakat dengan tidak membeda-bedakan agama, suku, ras dalam hal : a. Mencerdaskan kehidupan bangsa
b. Meningkatkan dan memperluas wawasan Sumber Daya Manusia dan kualitas dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
c. Memberantas kebodohan dalam upaya mengentaskan kemiskinan.
3.2 Visi, Misi, Tujuan dan Struktur Organisasi Perpustakaan Umum Kota Medan
3.2.1 Visi
Visi merupakan perencanaan berskala besar dan berorientasi pada masa depan yang lebih jauh. Dengan visi yang jelas, seluruh aktivitas baik individu maupun kelompok akan terarah pada target yang telah direncanakan.
Visi dapat diartikan sebagai kondisi ideal yang ingin dicapai organisasi di masa depan.
Adapun visi dari Perpustakaan Umum Kota Medan adalahMewujudkan perpustakaan yang handal dalam rangka membentuk masyarakat kota medan yang memiliki budaya baca dan cinta buku.
3.2.2 Misi
1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas perpustakaan Sekolah 2. perpustakaan Khusus dan perpustakaan Masyarakat
3. Mewujudkan masyarakat yang gemar membaca dan mencintai buku 4. Meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap keberadaan perpustakaan
3.2.3 Tujuan
1. Menghimpun bahan-bahan dokumentasi daerah, terutama bahanbahan yang dianggap perlu diketahui masyarakat luas, berupa karyakarya tertulis sehingga dapat dimanfaatkan bagi pembangunan daerah kotamdya medan dalam segala bidang seperti hasil-hasil seminar, simposium, musda,keputusan-keputusan/ peraturan pemerintah daerah, pidato-pidato dalam upacara resmi, dan lain sebagainya.
2. Memberikan pelayanan berupa penyediaan bahan-bahan pendidikan dan bahan lainnya sehingga bermanfaat bagi pembinaan mental spritual dan pembinaan kewarganegaraan atas landasan dasar negara Pancasila.
3. Memberikan pelayanan kepada masyarakat umum, masyarakat pelajar, mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan akan sumbersumber ilmiah dan untuk mengetahui kesulitan sumber pelajaran sesuai dengan kurikulum Sekolah Dasar samapi Perguruan Tinggi, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran di daerah Kotamadya Medan.
4. Menyediakan tempat, dimana semua lapisan masyarakat dapat mengikuti perkembangan negara dan dunia dalam segala bidang, dari koran-koran, majalah majalah dan brosur-brosur, dan menyediakan bacaan hiburan yang bernilai paedagogis, sehingga bermanfaat bagi perkembangan jiwa anak-anak dan generasi yang akan datang.
5. Membimbing, mengawasi serta mengkoordinir perpustakaan perpustakaan umum yang diadakan diberbagai pelosok dalam wilayah kotamadya Medan.
3.2.4 Struktur Organisasi Perpustakaan Umum Kota Medan
Gambar 1: Struktur organisasi Perpustakaan Umum Kota Medan
3.3 Pendidikan Pengguna Perpustakaan Umum Kota Medan
Tujuan utama diadakannya kegiatan bimbingan pengguna/pemakai perpustakaan adalah untuk meningkatkan pengetahuan informasi pengguna/pemustaka dalam memanfaatkan perpustakaan. Pengetahuan yang di maksut adalah pengguna atau pemakai memiliki keahlian dan keterampilan dalam pemanfaatan berbagai macam fasilitas yang ada di perpustakaan.
Pustakawan memiliki tanggung jawab untuk memberikan keterampilan menggunakan sumber-sumber informasi dan teknologi yang ada di perpustakaan sehingga pengguna dapat menggunakannya dengan baik dan benar.Dalam hal ini kemampuan dalam menggunakan sumber-sumber informasi seperti jurnal, indeks, abstarak, bibliografi, direktori dan sebagainya baik dalam bentuk cetak maupun dalam bentuk non cetak (digital). Hal ini bertujuan agar kelak pengguna, setelah menggikuti pendidikan pengguana mereka dapat menggunakan fasilitas perpustakaan dengan baik dan benar dan dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan dengan sebaik mungkin. Untuk membantu pengguna dalam mengetahui fasilitas apa saja dan cara efektif menggunakan fasilitas tersebut perpustakaan umum Kota Medan menyelenggarakan berbagai macam bimbingan pengguna.
Adapun pelaksanaan pendidikan pengguna perpustakaan umum Kota Medan, antara lain:
1. Mengadakan bimbingan pengguna kepada pengguna tetap perpustakaan maupun murid murid sekolah yang berada di kawasan sekitaran Medan.
Membimbing, mengarahkan, dan memberikan penjelasan tentang tat cara menelusur informasi, menggunakan katalok, dan memnafatkan koleksi yang ada di perpustakaan.
2. Memberikan pendidikan pengguna, memberikan penjelasan tentang seluk beluk perpustakaan, seperti: fasilitas apa saja yang ada di perpustakaan, cara dan syarat menjadi anggota perpustakaan, tata tertip, jenis-jenis layanan yang ada dalam perpustakaan. Semuanya dilakukan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengguna agar pengguna
dapat memanfaatkan fasilitas yang ada di perpustakaan dengan baik dan benar.
3. Melakukan sosialisasi, publikasi, dan promosi perpustakaan.
3.4 Tujuan Pendidikan Pengguna Perpustakaan Umum Kota Medan
Adapun tujuan diadakannya pendidikan pengguna yaitu:
1. Mengetahui layanan dan fasilitas yang ada di perpustakaan umum Kota Medan.
2. Mengetahui prosedur peminjaman, pengembalian serta perpanjangan bahan pustaka.
3. Mengetahui cara menemukan koleksi/ bahan pustaka melalui katalok perpustakaan umum Kota Medan.
4. Memahami tata tertib serta tata cara belajar di perpustakaan umum Kota Medan.
3.5 Metode-Metode Dalam Pendidikan Pengguna yang Digunakan Perpustakaan Umum Kota Medan
Ada beberapa jenis pendidikan pengguna yang diadakan perpustakaan umum Kota Medan, di antaranya yaitu:
1. Brosur
Brosur adalah buku yang diterbitkan secara tidak berkala yang dapat terdiri dari satu hingga sejumlah kecil halaman, tidak terkait dengan terbitan lain, dan selesai dalam sekali terbit. Halamannya sering dijadikan satu (antara lain dengan stapler, benang, atau kawat), biasanya memiliki sampul, tetapi tidak menggunakan jilid keras. Menurut definisi UNESCO, brosur adalah terbitan tidak berkala yang tidak dijilid keras, lengkap (dalam satu kali terbitan), memiliki paling sedikit 5 halaman tetapi tidak lebih dari 48 halaman, di luar perhitungan sampul. Perpustakaan umum Kota Medan membuat brosur untuk membantu calon pengunjung untuk mengetahui fasilitas apa saja yang di tawarkan oleh perpustakaan, jam oprasional perpustakaan, tata tertip
perpustakaan, jenis layanan diperpustakaan, dan persyaratan pembuatan kartu anggota.
Gambar 2: Tampak depan dari brosur perpustakaan umum Kota Medan.
Gambar 3: Tampak belakang dari brosur perpustakaan umum Kota Medan.
2. Spanduk
spanduk adalah kain panjang yang dibentangkan dan berisi informasi singkat tentang suatu produk atau peringatan umum.
Perpustakaan umum Kota Medan membuat spanduk berisi ajakan ke perpustakaan, jam oprasional perpustakaan, fasilitas yang di miliki perpustakaan, dan persyaratan pembuatan kartu anggota.
3. Sosialisasi ke sekolah sekolah
Sosialisasi adalah mengenalkan dan mengajarkan tentang kebudayaan atau kebiasaan yang di lakukan suatu kelompok kepada individu.
Perpustakaan umum Kota Medan mendatangi sekolah sekolah di sekitaran kota medan untuk memberikan sosialisasi pentingnya membaca buku, menjelaskan fasilitas fasilitas apa saja yang di miliki perpustakaan, tata cara pembuatan kartu anggota perpustakaan, tata cara peminjaman buku, dan cara menggunakan katalok perpustakaan yang baik dan benar.
4. Sosialisasi kepada pengguna
Perpustakaan umum Kota Medan memanggil anggota anggota aktifnya untuk mengikuti sosialisasi yang di lakukan di aula perpustakaan di dalamnya di jelaskan fasilitas, mengajarkan menggunakan katalok, cara menemukan bahan pustaka yang cocok dengan kebutuhan informasi yang di butuhkan pengguna, peraturan peraturan yang ada di dalam perpustakaan umum Kota Medan.
Gambar 4: ruangan aula yang di gunakan sosialisasi
5. Library tour
Library tour yang di lakukan perpustakaan umum Kota Medan, mengajak anggota anggota tetapnya berkelilik perpustakaan untuk mengetahui apa apa saja koleksi perpustakaan, fasilitas fasilitas yang di tawarkan perpustakaan untuk anggota anggotanya, dan mengajarkan cara mencari informasi yang di butuhkan pengguna. Dan untuk membuat library tour menarik dan tidak membosankan di kalangan anak anak para pustakawan membuat kegitan game membuat boneka dambo.
Gambar 5:Murid TK yang mengikuti library tour
Gambar 6: Murid murid SD yang mengikuti library tour
6. Perpustakaan keliling
Perpustakaan umum Kota Medan memiliki beberapa mobil perpustakaan keliling yang setiap harinya di tebar di sekolah sekolah di sekitar medan, di tempat tempat umum atau taman taman kota yang ada di medan.
Selain menjalankan fungsinya seperti menyediakan bahan bahan pustaka untuk di gunakan pengguan dan beberapa fasilitas yang di tawarkan seperti layanan internet geratis, perpustakaan kelililng juga memberikan gambaran tentang perpustakaan umum Kota Medan seperti kolesi di perpustakaan lebih banyak dan berfariasi di banding dengan perpustakaan keliling dan menjelaskan fasilitas fasilitas apa saja yang ada di perpustakaan umum Kota Medan.
7. Bedah buku
Perpustakaan umum Kota Medan mengundang pelajar pelajar untuk melaksanakan bedah buku. Yang di mana para pengunjung dapat berpikir kritis tentang sudut pandang penulis dalam menuangkan ide-ide kreatifnya dalam bukunya. Serta menilai baik dan buruknya suatu buku.
Gambar 7: Siswa siswi yang mengikuti bedah buku
3.6 Materi Pendidikan Pengguna Perpustakaan Umum Kota Medan
Layanan pendidikan pengguna sudah bertahun-tahun diselenggarakan oleh perpustakaan umum Kota Medan. Dengan beberapa kali perubahan materi mengikuti dengan perkembangan perpustakaan dan evaluasi yang di lakukan selama pelaksanaan pendidikan pengguna di laksanakan. Pendidikan pengguna di lakukan untuk penyampaiaan materi, yang di antaranya:
1. Pengenalan Fisik Gedung Dan Fasilitas Perpustakaan
a) Pengenalan gedung perpustakaan: lokasi, tempat penyimpanan koleksi, fasilitas fasilitas di perpustakaan, pengenalan ruang baca.
b) Jam layanan perpustakaan: jam buka-tutup layanan
Adapun waktu pelayanan pada perpustakaan umum Kota Medan adalah sebagai berikut:
Senin-kamis: Pukul 07:30-18:00 WIB Jumat: Pukul 07:30- 17:30 WIB Sabtu: Pukul 07:30- 13:00 WIB
Sedangkan di hari minggu dan hari libur nasional perpustakaan tutup c) Jenis-jenis layanan yang diberikan: wifi, layanan sirkulasi, referensi,
deposit, referensi dan lain lain . 1. Pengenalan Sistem Pelayanan
Di perpustakaan umum Kota Medan tidak ada pembagian pelayanannya di dalamnya, semua bahan pusta di perpustakaan dapat di pinjam termasuk layanan referensinya tetapi tidak semua yang ada di layanan referensi dapat di pinjam seperti kamus.
2. Tata Cara Pembuatan Kartu Anggotaan
Diperpustakaan umum Kota Medan tidak membeda bedakan penggunanya semuanya sama, untuk menjadi anggota perpustakaan tidak dipungut uang sepeserpun.
Berikut syrat-syarat untuk menjadi anggota perpustakaan umum Kota Medan:
a) Mengisi formulir
b) Foto copy KTP (1 Lembar)
c) Pas photo 2 x 3 (1 Lembar) d) Biaya Gratis
Pendaftaran anggota perpustakaan bisa dilakukan pada hari kerja (senin-jumat pukul 08:00 WIB – 16:00 WIB)
3. Mengenalkan Peraturan Perpustakaan
a) Pengunjung wajib mengisi buku pengunjung.
b) Pengunjung tidak diperbolehkan membawa tas, topi, jaket, ke dalam ruangan. Harap dititipkan di tempat yang telah disediakan.
c) Barang-barang berharga harap dibawa sendiri, kehilangan atas barang tersebut menjadi tanggung jawab/ risiko pengunjung.
d) Pengunjung di larang merokok, makan/ minum di ruang pelayanan.
e) Pengunjung wajib berpakaian rapi dan sopan.
f) Pengunjung wajib menjaga ketertipan, ketenangan, kebersihan dan keamanan.
4. Mengenalkan Cara Peminjaman, Pengembalian, Perpanjangan, dan Sanksi di Perpustakaan Umum Kota Medan
a) Peminjaman
Peminjaman bahan pustaka biasanya di lakukan di meja sirkulasi, peminjaman bahan pustaka di perpustakaan umum Kota Medan menggunakan scan barcode buku dan membuka sistem peminjaman.
Perpustakaan memperbolehkan peminjaman bahan pustaka paling banyak tiga buku dan pengembalian buku paling lama empat belas hari.
Berikut prosedur peminjaman buku di perpustakaan umum Kota Medan, yaitu:
1) Memberikan bahan pustaka yang hendak di pinjam
2) Memberikan kartu anggota perpustakaan kepada pegawai perpustakaan.
3) Lalu petugas akan mengecek data pengunjung di data base peminjaman.
4) Petugas melakukan scan barcode pada bahan pustaka yang hendak di pinjam.
5) Petugas menstempel tanggal kembali bahan pustaka di kolom yang telah di buat sebelumnya.
6) Petugas memberikan bahan pustaka yang hendak di pinjam oleh pengguna.
2. Pengembalian
Pengembalian bahan pustaka di perpustakaan umum Kota Medan di lakukan ketika waktu pinjam sudah habis atau penggunjung ingin mengembalikannya, biasanya di kembalikan di meja sirkulasi.
Berikut prosedur pengembalian buku di perpustakaan umum Kota Medan, yaitu:
1) Memberikan buku yang hendak di kembalikan kepada petugas perputakaan.
2) Memberikan kartu anggota perpustakaan kepada petugas perpustakaan.
3) Lalu petugas perpustakaan akan menghapus data pinjaman buku di database.
4) Petugas mengembalikan kartu anggota kepada anggota.
3. Perpanjangan
Perpanjangan bahan pustaka di perpustakaan umum Kota Medan di lakukan di meja sirkulasi. Perpanjangan bahan pustaka hanya bisa di lakukan satu kali yang berarti di beri waktu tambahan enam hari tambahan lagi dalam peminjaman buku.
Berikut prosedur perpanjangan buku di perpustakaan umum Kota Medan, yaitu:
1) Memberikan buku yang mau di perpanjang kepada petugas perpustakaan.
2) Memberikan kartu anggota perpustakaan kepada petugas perpustakaan.
3) Petugas akan menstempel tanggal kembali buku.
Petugas mengembalikan buku dan kartu anggota kepada pengguna.
4. Sanksi
Apabila pengguna terlambat mengembalikan bahan pustaka ataupun menghilangkan bahan pustaka baik itu secara sengaja atau tidak akan di berikan sangsi oleh perpustakaan umum Kota Medan.
Berikut sanksi yang akan di berikan ke pada anggota perpustaan apa bila terlambat atau menghilangkan buku, yaitu:
Tabel Sanksi
No Waktu keterlambatan sanksi keterangan
1 1-14 hari 1 buku Hanya bisa meminjam 2 buku
2 15-29 hari 2 buku Hanya bisa membinjam 1
buku
3 1 bulan 3 buku Tidak dapat meminjam buku
selama 2 minggu
4 2 bulan Kartu ditarik Kartu ditarik selama 1 bulan 5 3 bulan dan seterusnya Kartu di tarik Kartu ditarik selama 2 bulan
6 1 tahun Keanggotaan
dibatalkan
Keanggotaan dibatalkan selama 1 tahun
7 Buku rusak/ hilang ganti Diganti sesuai dengan subjek buku yang rusak/ hilang
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan data yang telah penulis peroleh dari observasi pada perpustakaan umum Kota Medan, dengan ini penulis dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Pendidikan pengguna di Perpustakaan Umum Kota Medan bertujuan mengenalkan kepada pengguna perpustakaan tentang fasilitas fasilitas apa saja yang di tawarkan kepada pengguna perpustakaan untuk pengguna.
Memberikan bimbingan kepada pengguna cara mencari informasi yang di butuhkan pengguna agar dapat dengan mudah menemukan informasi yang di butuhkan pengguna.
2. Pendidikan pengguna di Perpustakaan Umum Kota Medan memiliki beberapa metode seperti brosur, spanduk, library tour,perpustakaan keliling, dan bedah buku.
3. Pendidikan pengguna di perpustakaan umum Kota Medan tidak membatasi siapa saja untuk ikut dalam program pendidikan pengguna yang di selenggarakan oleh perpustakaan, siapa saja bisa ikut berpartisipasi dalam program ini dan tidak membatasi pengguna ikut tanpa melihat ras, warna kulit, agama, suku, latar belakang suatu individu, semua boleh ikut berpartisipasi dalam perogram pendidikan pengguna yang di selenggarakan oleh perpustakaan umum Kota Medan.
4. Perpustakaan Umum Kota Medan memperbolehkan penggunanya meminjam buku paling banyak 3 buku.
5. Pendidikan pengguna di Perpustakaan Umum Kota Medan di lakukan apabila anggaran di setujui oleh pemerintah Kota Medan.
4.2 Saran
Dari observasi yang penulis lakuka di perpustakaan umum Kota Medan penulis menyarankan beberapa hal diataranya sebagai berikut:
1. Perpustakaan umum Kota Medan hendaknya melakukan pendidikan pengguna secara berkala dan terjadwal.
2. Hendaknya pustakawan perpustakaan umum Kota Medan dalam membuat dan menyampaikan materi pendidikan penguna dapat secara singkat dan jelas agar mempermudah pengguna untuk mengerti.
3. Perpustakaan Umum Kota Medan hendaknya lebih mempromosikan lagi perpustakaan agar makin banyak masyarakat yang mengetahui pentingnya perpustakaan.
4. Mengadakan kembali layanan anak agar menambah fasilitas yang ada di perpustakaan.
DAFTAR PUSTAKA
Basuki, Sulistio.1991.pengantar ilmu perpustakaan.Jakarta: Universitas Terbuka Delima, Rospita. (2014). Urgensi Pendidikan Pengguna Dalam Upaya
Peningkatan Kualitas Layanan Di Perpustakaan. Jurnal Ilmu Perpustakaan. Vol. 8 No. 2. Diakses dari http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/article/298750 Diakses pada tanggal 21 mei 2018
Hasibuan, Ahmad Munir. (2008). Urgensi Pendidikan Pengguna Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Di Perpustakaan. Jurnal Ilmu
Perpustakaan.Vol. 2 No. 1. Diakses dari
http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/article/298714 Diakses pada tanggal 21 mei 2018
Lumeno, Magdalena M.G. (2015). Pemanfaatan Sarana Temu Kembali Informasi Khususnya Katalok UPT Perpustakaan UNIMA Oleh Mahasiswa.
Jurnal Ilmu Perpustakaan. Vol. 4 No. 1. Diakses dari http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/article/291978 diakses pada tanggal 5 juni 2018
Perpustakaan Nasional RI. (2011). Standar Nasional Indonesia (SNI) Bidang Perpustakaan. Perpustakaan Nasional RI. Diakses pada tanggal 5 juni
2018, Diakses dari
http://perpustakaan.kemenkopmk.go.id/perpus/assets/kitchen/berkas/eb ook/standar_nasional_indonesia_bidang_kepustakaan_dan_kepustaka wanan1.pdf
Prastowo, Andi. 2012. Manajemen Perpustakaan Sekolah Profesional. Jakarta : Diva Press
Rahayu, Rochani Nani and Yuniar. (2007). Profil Perpustakaan Umum Di Jawa.
Jurnal Ilmu Perpustakaan. Vol 12 No. 1. Diakses dari http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/article/419759 Diakses pada tanggal 21 mei 2018
Rangkuti, Lailan Azizah. (2014) Pentingnya Pendidikan Pemakai (User Education) Di Perpustakaan Perguruan Tinggi. Jurnal Ilmu Perpustakaan. Vol. 8 No. 1. Diakses dari http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/article/298777 Diakses pada tanggal 5 juni 2018
Retnoningsih, Endang. (2016). Sistem Informasi Perpustakaan Pada Perpustakaan Umum Jakarta Timur. Jurnal Ilmu Perpustakaan. Vol. 1
No. 1. Diakses dari
http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/article/535063 Diakases pada tanggal 5 juni 2018
Sinaga, Dian. (2004). Perpustakaan Umum Di Indonesia Sebagai Agen Perubahan Sosial. Jurnal Ilmu Perpustakaan. Vol. 6 No. 1. Diakses dari http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/article/290992 Diakses pada tanggal 21 mei 2018
Syamsudin, Anwar. (2001). Peranan Pendidikan Pemakai Terhadap Pelayanan Perpustakaan Perguruan Tinggi. Jurnal Ilmu Perpustakaan .Vol. 3 No. 2 Diakses dari http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/article/341686 Diakses pada tanggal 21 mei 2018.
UNESCO.(2006). Pedoman Perpustakaan Sekolah IFLA/ UNESCO.Perpustakaan Nasional RI. Diakses pada tanggal 5 juni 2018, Diakases dari https://archive.ifla.org/VII/s11/pubs/SchoolLibraryGuidelines-id.pdf
LAMPIRAN
Gambar 8: Anak anak panti asuhan yang mengikuti library tour
Gambar 9: peserta yang di berikan hadiah karna memenangkan games
LAMPIRAN
Gambar 10: Para pengunjung bermain games membuat paper craft
Gambar 11:Hasil dari melipat paper craft yang di buat peserta