BAB II ANALISIS ALUR, PERAN TOKOH, DAN LATAR SKENARIO
2.2 Peran Tokoh…
2.2.1 Peran Tokoh dalam Segmen Title card: Salma
Peran protagonis dalam segmen title card: Salma adalah Salma. Salma adalah seorang dokter kandungan dengan latar belakang akademis dan agama
Islam yang kuat. Berlatar kultur Betawi. Salma mewakili masyarakat dari kelas elit. Salma adalah istri pertama Pak Haji.
Salma merupakan tokoh dengan peran protagonis karena Salma merupakan tokoh yang mejadi sentral cerita. Salma memegang peran penting dalam menentukan gerak adegan dalam segmen pertama cerita Berbagi Suami. Di dalam cerita, Salma cenderung diceritakan menjadi tokoh yang disakiti. Secara tidak langsung Pak Haji seringkali melakukan tindakan yang membuat hati Salma terluka. Salma merasa sedih dan sakit hatinya ketika tahu dirinya dipoligami oleh Pak Haji. Salma pun menangis untuk melampiaskan kekesalannya karena Pak Haji telah menduakan dirinya tanpa izin.
8. INT. KAMAR MANDI SALMA - NIGHT
Salma berkaca di meja riasnya. Melihat matanya yang sudah mulai berkerut, menariknya supaya kerutan itu hilang. Matanya berkaca-kaca. Lalu terdengar suara ketukan pintu.
PAK HAJI
Salma… bukain, Sal….
Salma diam kesal dan mendekat ke pintu (Dinata, 2006: 49).
Salma adalah perempuan yang baik, yang selalu mengingat dan menjalankan amanat dari orang tuanya. Salma akhirnya tahu suaminya mempoligami dirinya lebih dari dua kali. Akan tetapi, Salma tetap melanjutkan hidup pernikahannya dengan Pak Haji.
SALMA (V.O.)
Sebelum meninggal, ibu saya meminta saya untuk menjadi istri yang soleh, ibu yang baik dan tidak boleh bercerai. Tak ada sejarah perempuan bercerai di keluarga kami (Dinata, 2006: 50).
Salma merupakan sosok yang selalu taat pada ajaran agama. Salma tetap melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri yang baik. Salma menjalani semua
perjalanan hidupnya dengan Pak Haji. Salma menjalani semua hidupnya dengan berpegang pada agama yang diyakininya.
20. INT. STUDIO TV - SAME DAY
Salma sedang terlibat talkshow seru tentang poligami. Salma mewakili wanita yang pro poligami, sedang Arni mewakili yang anti poligami.
PENYIAR POLIGAMI
Tapi, pernah ada perasaan cemburu atau berontak terhadap suami selama ini? SALMA
Awalnya ada, tapi seiring dengan waktu perasaan itu hilang, karena saya selalu kembali ke Al Quran dan hidup sebagai muslimah yang baik (Dinata, 2006: 57).
2. Peran Antagonis
Peran antagonis dalam segmen title card: Salma adalah Pak Haji (Suami Salma). Pak Haji adalah seorang intelektual yang memiliki beberapa istri. Pak Haji merupakan tokoh dengan peran protagonis karena dia menjadi penyebab munculnya konflik.
Pak Haji adalah tokoh yang menyakiti Salma sebagai peran Protagonis. Pak Haji telah menyakiti hati Salma karena Pak Haji dengan tega menikah lagi tanpa sepengetahuan dan izin dari Salma sebagi istri pertamanya.
SALMA
Nggak usah ditutup-tutupin lagi, semua udah jelas, nasib Salma sama kayak umi kamu. Untung pake mati lampu.
PAK HAJI
Jadi, kamu lebih seneng kalo tahu, gitu?
Salma tidak menjawab, karena dia sendiri bingung, sebenarnya lebih baik semua terbuka atau tertutup, supaya hidup bisa berjalan seperti biasa
3. Peran Tritagonis
Peran tokoh tritagonis dalam segmen title card: Salma, yaitu Nadim (anak Salma dan Pak Haji), Indri (istri kedua Pak Haji), dan Ima (istri ketiga Pak Haji). Nadim, anak Salma yang menentang tokoh Salma dan Pak Haji sebagai tokoh sentral dalam cerita. Nadim menentang Salma yang dengan lapang saja menerima dirinya dipoligami oleh sang Abah. Padahal sebagai anak, Nadim tidak menyetujui adanya poligami dengan alasan apa pun. Hal ini terlihat salah satunya dari sikap Nadim terhadap sikap Salma yang merupakan perwakilan perempuan yang pro terhadap poligami, di dalam sebuah acara talkshow. Penerimaan Salma di depan umum inilah yang menyebabkan Nadim kesal terhadap ibunya.
PENYIAR TV
Memang luar biasa pengalaman Dokter Salma Msc, yang dapat hidup damai dengan poligami. Namun apakah seluruh wanita Indonesia sanggup menjalaninya, atau setuju dengan pendapat Profesor Arni, yang sangat menentang poligami? Para pemirsa yang ingin mengutarakan pendapat, dapat menghubungi nomor berikut. Ya, halo.
21. INT. RUMAH SALMA - RUANG MAKAN - DAY
Nadim mengecilkan TV dan berusaha menelepon ke stasiun TV tersebut karena ingin mengutarakan pendapatnya, tapi telepon sibuk terus. Dia mencoba berkali-kali dan gagal, lalu dibantingnya gagang telepon (Dinata, 2006:57).
Nadim juga digambarkan sebagai sosok yang banyak menentang Pak Haji sebagai Abahnya. Hal ini dikarenakan Abahnya adalah pelaku dari poligami, suatu tindakan yang tidak dibenarkan Nadim. Nadim tidak memiliki hubungan yang terlalu dekat dengan Abahnya.
Sikap ketidakcocokan Nadim dengan Abahnya terlihat juga dari sikap Nadim yang kurang begitu hormat terhadap Abahnya. Hal ini terlihat dari
kehidupan sehari-hari Nadim bersama Abahnya. Nadim lebih banyak menentang dengan tegas semua perkataan dan pandangan Abahnya terhadap segala hal.
PAK HAJI
Apaan yang lain, ya? Agak keras nih bebeknya. NADIM (ketus)
Ah, apanya yang keras? Empuk begini kok. SALMA
Karena udah dibawa pulang, kali. Enakan makan di sana ya, Bang? NADIM (yang masih ketus)
Males aku sekarang makan di sana. Semakin rame, lagian macet banget. PAK HAJI
Iya, macet banget, enakan dibawa pulang kok. SALMA
Nambah lagi dong.
Pak Haji nambah lagi dengan terpaksa. Nadim yang sudah lebih dulu selesai makan langsung bangkit berdiri. Sebelum pergi ia mencium tangan ibunya, tapi ayahnya dilewatinya begitu saja (Dinata, 2006: 55-56).
Indri, istri kedua Pak Haji. Indri adalah tokoh yang lebih banyak mendukung Pak Haji dikarenakan ia sangat menyayangi Pak Haji. Indri beranggapan bahwa sikap Pak Haji menduakan Salma demi dirinya adalah tindakan yang tidak menjadi masalah walaupun tanpa izin sekalipun dari Salma. Indri tidak pernah merasa takut bertemu dengan Salma sebagai istri pertama Pak Haji.
Indri sangat menyayangi Pak Haji. Hal ini terlihat dari dukungan yang diberikan Indri ketika Pak Haji sedang sakit. Indri sangat perhatian akan kondisi kesehatam Pak Haji. Indri mencoba mencari segala cara untuk bisa memulihkan kesehatan suaminya itu.
34. INT. RUMAH SALMA – KAMAR KERJA SALMA - DAY
Salma sedang membaca surat-surat di atas meja. Indri dan Ima masuk.
INDRI
Kak Salma, Pak Haji kemajuannya lambat sekali, ya. SALMA
Tapi dokter bilang semuanya bagus, kita harus sabar. INDRI
Kita juga mesti coba alternatif lain dong. Kebetulan ada orang pinter yang bisa nyembuhin cepet.
…. INDRI
Kita coba dulu, orangnya udah nunggu di bawah (Dinata, 2006: 66).
Ima, istri ketiga Pak Haji. Ima juga sebagai tokoh dengan peran yang pro terhadap Pak Haji, tetapi tidak berkonflik dengan Salma. Ima mau saja dinikahi Pak Haji walaupun dia tahu Pak Haji sudah beristri. Ima menyayangi Pak Haji. Ketika Pak Haji mendadak sakit, Ima lah orang pertama yang mendampingi Pak Haji karena saat itu dia sedang bersama Pak Haji. Ima mengkhawatirkan keadaan Pak Haji. Dia menunggui Pak Haji di rumah sakit sambil menangis.
Ima memandang Pak Haji adalah sosok yang bisa dijadikan panutan. Banyak hal positif yang dilihat Ima ada dalam pribadi Pak Haji. Menurut Ima, Pak Haji adalah laki-laki yang berpikiran maju, dan itu jarang dimiliki laki-laki pada umumnya.
NADIM
Denger-denger kamu aktivis, ya? Apa sih yang bikin kamu mau sama Abah? IMA
Ayah kamu itu lain, nadim. Sementara laki-laki sekarang jarang yang punya pikiran semaju ayah kamu (Dinata, 2006:66).
4. Peran Pembantu
Peran Pembantu dalam segmen title card: Salma adalah Calon ibu (salah satu pasien Salma), Suster bersalin (asisten Salma), Dokter Ita dan Dokter Ria (rekan kerja Salma), Ica (anak Indri), Ujang (sopir Pak Haji), Penyiar TV (yang mewawancarai Salma saat acara talkshow Perempuan Bicara), Arni (teman dialog Salma dalam acara talkshow Perempuan Bicara yang kontra dengan pendapat Salma), Dokter dan Suster (yang merawat Pak Haji ketika Pak Haji dirawat di rumah sakit), Anak Perempuan Indri (selain Ica), Sri (salah satu pasien Salma), Siti (yang menemani Sri berobat ke Dokter Salma), Ming (pelayan restoran bebek panggang di Pecenongan, dimana Salma sering berkunjung ke tempat itu), dan Suster Klinik (asisten Salma di tempat kliniknya). Mereka dikategorikan sebagai peran pembantu dikarenakan tokoh-tokoh tersebut hanya sesekali muncul dalam scene cerita. Tokoh tersebut tidak terlalu berperan penting dalam membangun unsur dramatik cerita. Akan tetapi, kehadirannya diperlukan untuk melengkapi cerita.
Calon ibu dan Suster bersalin muncul pada scene 5. Saat itu tokoh yang berperan sebagai Calon Ibu sedang menjadi salah satu pasien Salma dan tokoh yang berperan sebagai Suster Bersalin membantu Salma dalam melayani pasiennya.
5. INT. RUMAH SAKIT - RUANG BERSALIN - MORNING
Alat monitor detak jantung bayi menunjukkan detak jantung yang lemah. Salma memeriksa calon bayi.
SALMA
Baru bukaan empat, sebaiknya caesar.
CALON IBU
SALMA
Yang penting bayi Ibu selamat, kan. Ibu tenang saja. Siapin ruangan operasi (ke suster)
(Dinata, 2006:41).
Dokter Ita dan Dokter Ria, muncul di scene 6. Mereka saat itu sedang berada di kafetaria rumah sakit untuk makan siang sambil membicarakan proyek bersama mereka dengan Salma.
6. INT. KAFETARIA RUMAH SAKIT - AFTERNOON
Salma membayar di kasir dan membawa baki makanannya ke meja yang sudah dipenuhi beberapa koleganya. Di atas meja terdapat blueprint klinik.
DOKTER ITA
Salma nggak bakal setuju, kliniknya terlalu fancy. DOKTER RIA
Kalo nggak gini, kapan balik modalnya? … (Dinata, 2006: 44-45).
Ica, muncul di scene 7, scene 10, scene 11, scene 27, dan scene 33. Ica di
scene-scene tersebut lebih banyak tanpa dialog. Scene 7 menceritakan Ica yang saat itu sedang ikut ibunya (Indri, istri kedua Pak Haji) menghadiri acara peresmian real estate Pak Haji.
Di bawah panggung, Salma baru akan berdansa dengan Pak Haji. Tiba-tiba wanita pemenang undian mobil tadi mendatangi Salma, lalu memperkenalkan anak perempuannya yang berumur dua tahun. Pak Haji langsung mengambil jarak sedikit dan mengajak salah satu tamunya yang sedang berdansa untuk mengobrol (Dinata, 2006: 48).
Sedangkan di scene 10, dan scene 11, Ica diceritakan sedang bersama Abahnya, yaitu Pak Haji, ikut ke tempat latihan berkudanya Salma. Bersama mereka juga ada Nadim yang pada saat scene ini umurnya masih kecil. Ica di sini beradegan, tetapi tanpa dialog sama sekali.
10. INT. MOBIL MEWAH PAK HAJI - DAY
Nadim juga ada di dalamnya
PAK HAJI
Nadim, kenalin, ini Adik Ica, ini Kakak Nadim.
….
11. EXT. TEMPAT BERKUDA - LATE AFTERNOON
Mobil Pak Haji memasuki tempat latihan berkuda. Salma yang masih latihan sendiri, melihat dari atas kudanya. Ia berusaha tenang dan tegar.
Nadim, Pak Haji, dan Ica keluar dari mobil (Dinata, 2006: 50-52).
Sedangkan di scene 27, Ica diceritakan sedang ikut bersama ibunya pergi menjenguk Abah yang sedang sakit. Di scene ini, Ica juga tanpa dialog.
27. INT. RUMAH SAKIT - KAMAR VVIP - DAY
Seorang suster sedang memandikan Pak Haji. Wajah Pak Haji agak kurang nyaman. Salma dan Nadim membereskan soft bed karena semalam mereka habis menginap di situ. Indri (istri ke-2) dan Ica, anak perempuannya yang berumur 12 tahun, juga ada di situ. Lalu dokter masuk untuk mengontrol keadaan Pak Haji yang sudah tiga hari pindah dari ICU (Dinata, 2006: 61).
Kemunculan Ica tanpa dialog juga terdapat di scene 33, dimana Ica bersama ibu dan saudaranya menjenguk Pak Haji di Rumah Salma.
33. EXT. RUMAH SALMA - TERAS DEPAN - DAY
Nadim dan pengacara keluarga sedang berbincang-bincang di teras melihat Indri turun dari mobil bersama anak-anaknya, lalu mereka masuk ke dalam rumah,. Tak lama kemudian Ima datang, menyapa mereka sebentar dan masuk juga ke dalam rumah (Dinata, 2006: 66).
Ujang muncul di scene 10. Saat itu Ujang mengantarkan Pak Haji menuju tempat latihan berkuda Salma.
10. INT. MOBIL MEWAH PAK HAJI - DAY ….
Pak Haji mengangguk-angguk sambil melihat ke luar jendela. Si Ujang mengintip dari spion sambil tersenyum geli (Dinata, 2006: 50-51).
Penyiar TV dan Arni, muncul di scene 20. saat itu mereka sedang bersama Salma mengisi acara talkshow yang ditayangkan langsung di televisi.
20. INT. STUDIO TV – SAME DAY
Salma sedang terlibat talkshow seru tentang poligami, Salma mewakili wanita yang pro poligami, sedangkan Arni mewakili wanita yang anti poligami.
PENYIAR TV
Tapi, pernah ada perasaan cemburu atau berontak terhadap suami selama ini? SALMA
Awalnya ada, tapi seiring waktu perasaan itu hilang, karena saya selalu kembali ke Al Quran dan hidup sebagai muslimah yang baik.
ARNI
Sebenarnya, apa yang ada di Al Quran itu tidak bisa kita artikan secara harafiah begitu saja. Mungkin di zaman dulu, banyak perempuan yang terlantar karena perang. Intinya jangan sampai Al Quran dijadikan pembenaran bagi lelaki yang tidak dapat mengontrol nafsu berahinya (Dinata, 2006: 57).
Dokter dan Suster, muncul di scene 27. Mereka adalah orang yang bertanggung jawab akan perawatan kesehatan pada saat Pak Haji dirawat di rumah sakit.
27. INT. RUMAH SAKIT - KAMAR VVIP - DAY
Seorang suster sedang memandikan Pak Haji. Wajah Pak Haji agak kurang nyaman. Salma dan Nadim membereskan soft bed karena semalam mereka habis menginap di situ. Indri (istri ke-2) dan Ica, anak perempuannya yang berumur 12 tahun, juga ada di situ. Lalu dokter masuk untuk mengontrol keadaan Pak Haji yang sudah tiga hari pindah dari ICU (Dinata, 2006: 61).
Anak Perempuan Indri, muncul di scene 27 dan Anak perempuan Indri (selain Ica) muncul di scene 33. Mereka muncul ketika Pak Haji dirawat di rumah sakit. Mereka ikut ibunya menjenguk ayah mereka yang sedang sakit.
27. INT. RUMAH SAKIT - KAMAR VVIP - DAY
Seorang suster sedang memandikan Pak Haji. Wajah Pak Haji agak kurang nyaman. Salma dan Nadim membereskan soft bed karena semalam mereka habis menginap di situ. Indri (istri ke-2) dan Ica, anak perempuannya yang berumur 12 tahun, juga ada di situ. Lalu dokter masuk untuk mengontrol keadaan Pak Haji yang sudah tiga hari pindah dari ICU (Dinata, 2006: 61). ….
33. EXT. RUMAH SALMA - TERAS DEPAN - DAY
Nadim dan pengacara keluarga sedang berbincang-bincang di teras melihat Indri turun dari mobil bersama anak-anaknya, lalu mereka masuk ke dalam
rumah,. Tak lama kemudian Ima datang, menyapa mereka sebentar dan masuk juga ke dalam rumah (Dinata, 2006: 66).
Sri dan Siti, yang sedang berada di tempat praktik kerja Salma di rumah sakit muncul di scene 41. Siti menemani Sri untuk melakukan progam KB.
41. INT. KLINIK TEMPAT PRAKTIK SALAM - AFTERNOON
Salma mencuci tangan di ruang praktiknya sambil melihat hujan turun dengan deras dari balik jendela klinik. Pandangannya menerawang.
Seorang Suster membuyarkan lamunannya.
SUSTER KLINIK
Pasien yang mau pasang KB sudah siap, Dok (Dinata, 2006: 68).
Ming muncul di scene 14. Ming adalah pelayan di sebuah restoran bebek di Pecenongan. Restoran ini merupakan restoran langganan keluarga Salma.
14. EXT. RESTORAN BEBEK DI PECENONGAN - NIGHT
Salma berjalan masuk, melihat sekeliling restoran yang superramai. Dia tersenyum melihat Koh Abun, pemilik restoran. Salma bergerak ke kasir, seorang wanita muda, cantik, bernama Ming. Lalu ia mengambil makanan pesanannya (Dinata, 2006: 55).
Suster Klinik muncul di scene 41. Suster Klinik itu sedang membantu Salma memeriksa pasien di kliniknya.
41. INT. KLINIK TEMPAT PRAKTIK SALAM - AFTERNOON ….
SUSTER KLINIK
Pasien yang mau pasang KB sudah siap, Dok (Dinata, 2006: 68).
Segmen title card: Salma memiliki tokoh-tokoh dengan perannya masing-masing, yaitu Salma sebagai tokoh dengan peran protagonis, Pak Haji sebagai tokoh dengan peran antagonis, dan tokoh-tokoh lainnya dengan peran mereka masing-masing. Secara lebih rinci pembagian peran tokoh dalam segmen ini seperti terlihat pada gambar 2.3.
Salma Pak Haji - Nadim - Indri - Ima - Calon Ibu - Suster Bersalin
- Dokter Ita dan dokter Ria - Ica
- Ujang - Penyiar TV - Arni
- Dokter dan Suster
- Anak Perempuan Indri (Selain Ica) - Sri - Siti - Ming - Suster Klinik Protagonis Antagonis Tritagonis Pembantu Peran Tokoh dalam Segmen
Title Card: Salma
Gambar 2.3 Bagan Peran Tokoh dalam Segmen Title Card: Salma
2.2.2 Peran Tokoh dalam Segmen Title card: Siti