PERANAN TES DNA DALAM PEMBUKTIAN PERKARA PIDANA
A. Perkembangan Tes DNA dalam Ilmu Kedokteran
Perkembangan tes DNA bermula ketika penemuan tentang bersatunya ovum dan sperma untuk dapat terjadinya embrio dan individu baru yang dikemukakan oleh sarjana Belanda Regnier de Graaf pada tahun 1672.80
Pada tahun 1869 seorang ahli ilmu kimia Jerman bernama Friedrich Miescher menemukan zat fosfor yang sangat tinggi pada nukleus sel selain dari protein, karbohidrat, lemak dan asam yang selanjutnya disebut asam nukleat. L.Spallanzani kemudian pada Tahun 1785, melakukan penemuan yaitu tidak akan terjadi pembuahan dan pertumbuhan embrio pada katak jika cairan mani yang telah disaring spermanya dicampur dengan telur betina jenis yang sama.
81
80
Wildan Yatim, Genetika, Tarsito, Bandung, 1986, h. 18. 81
Suryo, Genetika Manusia, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 1986, h. 25.
Pada tahun 1872 Miescher kemudian menemukan asam nukleat pertamanya dari sperma ikan paus dan inti-inti sel dalam nanah.
Pada Tahun 1875 O. hertwig menemukan bahwa inti ovum bersatu dengan inti sperma dan disebut gamet dan pada tahun 1883 E.van Beneden menemukan 2helai benang pada gamet dan 4 helai benang pada zigotnya. Pada tahun 1888 W.Walder menemukan benang inti pada zigot tersebut dan disebut kromosom.
Pada tahun 1930 ilmuwan J. Belling menemukan metode teknis mikroskop yang mempermudah pengamatan kromosom serta dengan reaksi Fuelgen kemudian diketahui bahwa DNA berada di dalam kromosom.82
Pada tahun 1953, James Watson dan Francis Crick mendefinisikan DNA
sebagai
Timin. Keempat Wilkins dan Rosalind Franklin menemukan bahwa molekul DNA berbent yang berputar setiap 3,4 nm, sedangkan jarak antar molekul nukleobasa adalah 0,34 nm, hingga dapat ditentukan bahwa terdapat 10 molekul nukleobasa pada setiap putaran DNA. Setelah diketahui bahwaDNA sekitar 2 nm, baru diketahui bahwa DNA terdiri bukan dari 1 rantai, melainkan 2 rantai heliks.Crick, Watson, dan Wilkins mendapatkan hadiah 1962 atas penemuan ini. Franklin, karena sudah wafat pada waktu itu, tidak dapat dianugerahi hadiah ini.83
Pada tahun 1984 genetikawan Inggris Alec Jeffreys menemukan DNA Profiling/Pemrofilan DNA dan untuk pertama kalinya digunakan untuk mendakwa Colin Pitchfork pada 1988 dalam kasus pembunuhan Enderby di Leicester, Inggris. Sejak saat itu, perkembangan tes DNA telah merevolusi hampir segala bidang di ilmu kedokteran.84
Dewasa ini,ratusan produk dan teknologi telah diproduksi oleh penemuan DNA ini,salah satunya yaitu manipulasi materi genetik untuk kegunaan
82
Wildan Yatim,op. cit., h. 20.
praktis.Pada beberapa dekade terakhir,perkembangan tes DNA tersebut telah menjadi rutinitas untuk mengkombinasikan gen dari sumber-sumber yang berbeda,seringkali dari spesies yang berbeda pada tabung tes dan selanjutnya DNA rekombinasi ini ditransfer ke sel hidup,dimana DNA tersebut dapat bereplikasi dan berkembang.Teknologi tes DNA juga telah menciptakan revolusi industri di bidang bioteknologi.85
Penemuan yang paling impresif dihasilkan dari teknologi rekombinasi DNA yang sejauh ini telah berkembang dengan yang dikenal dengan eukaryotic molecular biology dan menjadi dasar teknik penelitian dalamperkembangannya.86
1. Tes DNA untuk kepentingan Forensik
Dewasa ini, pakar biologi mempunyai perangkat teknologi tes DNA yang lebih canggih dan kuat dibandingkan satu dekade yang lalu.Fungsi baru tes DNA ini telah mempengaruhi hampir setiap bidang di biologi dan merevolusi penemuan biologi,kedokteran,hukum pidana dan agrikultur. Fungsi-fungsi baru tersebut yaitu :
Tindak pidana yang identik dengan kekerasan,darah atau sebagian kecil dari jaringan otot bisa saja tertinggal di tempat kejadian perkara atau di atas baju atau di barang-barang lainnya dari milik korban atau tersangka.Jika terjadi tindak pidana pemerkosaan,maka sejumlah kecil dari semen/cairan sperma dapat ditemukan pada tubuh korban.Jika terdapat jaringan otot dan semen yang cukup,laboratorium forensik dapat melakukan tes untuk menyimpulkan golongan
85 Neil A. Campbell, International Student Edition Biology, Addison Wesley Longman, Singapore, 2000,h. 369.
darah atau bagian jaringan otot. Tes-tes tersebut bersifat terbatas.Pertama,tes tersebut memerlukan jaringan otot yang cukup banyak dan cukup segar.Kedua,dikarenakan terdapat banyak masyarakat dengan golongan darah yang sama atau bagian jaringan otot yang ditemukan sama,penemuan tersebuthanya dapat mengeliminasi seseorang untuk menjadi tersangka,tidak dapat menjadi bukti dari kesalahan tersangka.87
Tes DNA dapat mengidentifikasi kesalahan seseorang dengan tingkat kepastian yang lebih tinggi,dikarenakan dasar sekuens DNA setiap individu itu unik.Pada penerapan forensik ini,teknologi DNA yang digunakan adalah analisis RFLP.Hasil daripada analisis tersebut yaitu potongan fragmentasi yang dipisahkan dengan electrophoresis.Metode ini digunakan untuk membandingkan sampel DNA dari tersangka (tersangka tindak pidana pembunuhan contohnya),korban,dan sejumlah kecil semen,darah atau jaringan otot lainnya yang ditemukan pada tempat kejadian perkara.88
2. Tes DNA Untuk Kepentingan Medis, Industri Farmasi dan Obat-obatan. Bioteknologi modern telah memberikan kontribusi besar untuk bidang kedokteran.Kegunaan besar terdapat pada diagnosis kesalahan gen manusia dan penyakit lainnya, khususnya pada terapi gen manusia dan pengembangan vaksin dan obat-obatan lainnya yaitu :
a. Diagnosis Penyakit
Bagian baru dari diagnosis penyakit menular telah dibuka oleh teknologi tes DNA,secara khusus penggunaan PCR dan DNA terlabel untuk melacak patogen
87Ibid, h. 388.
88Ibid
yang sulit untuk dilacak.Contohnya karena dasar sekuens dari DNAHIV telah diketahui,maka PCR dapat digunakan untuk menguatkan dan mendeteksi DNAHIV di dalam darah atau sampel jaringan otot.Hal ini merupakan cara terbaik untuk mendeteksi infeksi lainnya yang sulit untuk dilacak.
Penggunaan teknologi tes DNA untuk mendiagnosis penyakit genetik berjalan semakin cepat.Ilmuwan kedokteran sekarang dapat mendiagnosis lebih dari 200 penyakit genetik manusia menggunakan teknologi tes DNA.Hingga,ilmuwan dapat mengidentifikasi individu dengan penyakit genetik sebelum terjadinya gejala-gejala awal penyakit bahkan sebelum individu tersebut dilahirkan.Alel-alel untuk penyakit Huntington’s dan sejumlah penyakit genetik lainnya sebelumnya dideteksi dengan menggunakan teknologi tes DNA tersebut.89
Genetika dan tes DNA diperlukan untuk mengetahui kelainan atau penyakit keturunan serta usaha untuk menanggulanginya. Beberapa penyakit atau cacat keturunan pada manusia seperti hemophilia dan thalassemia disebut sebagai karakter subletal karena individu yang mengidapnya jarang hidup hingga dewasa.90
b. Terapi Gen Manusia
Setiap gen manusia itu memiliki pekerjaan sendiri-sendiri untuk menumbuhkan karakter. Tetapi ada beberapa gen yang berinteraksi atau dipengaruhi gen lain untuk menumbuhkan karakter.91
89Ibid
, h. 385. 90
Wildan Yatim,op. cit., h. 246. 91Ibid,
h. 217.
Sehingga dapat terjadi perubahan pada bahan genetik. Perubahan genetik dikenal dengan kata mutasi,
perubahan kromosom disebut sebagai aberrasi, Terjadinya aberrasi biasanya mengakibatkan abnormalitas pada individu. Contoh penyakit dengan perubahan kromosom yaitu : Sindrom Turner (tubuh pendek, dada lebar, tanda kelamin sekunder tidak berkembang), Sindrom Klinefelter (suara seperti wanita, fenotip pria tetapi tumbuh payudara, testis kecil).92
Pemanfaatan genetik mempunyai potensial untuk secara langsung mengoreksi sebagian penyakit-penyakit genetik tersebut pada individu- individu.Untuk penyakit genetik apapun dapat dilacak hingga alel yang salah,secara teoritis alel yang salah tersebut dapat diganti dengan alel yang benar dan berfungsi baik dengan menggunakan teknologi rekombinasi DNA.Alel baru tersebut dapat dimasukkan ke dalam sel-sel somatik dari anak ataupun dewasa,atau ke dalam sel yang memproduksi gamet atau sel embrio.Contohnya,pada tahun 1994 peneliti kedokteran mengumumkan beberapa kesuksesan dalam mengobati pasien cystic fibrosis dengan menggunakan nasal spray yang berisi vector untuk membawa alel normal gen cystic fibrosis ke dalam sel paru-paru.93
c. Vaksin dan Produk Obat-obatan lainnya
Pada Tahun 1979 di Amerika Serikat dikenal suatu penyakit baru yang menyebabkan seseorang kehilangan kekebalan tubuh. Penyakit ini kemudian dinamakan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Pada Tahun 1984 Gallo yang seorang peneliti di Lembaga Kanker Amerika Serikat menemukan bahwa penyakit AIDS tersebut disebabkan oleh virus yang diberi nama
92
Suryo, op. cit., h. 241. 93
LAV/HTLV-III yang saat ini dikenal dengan nama HIV.94 Berbekal ilmu pengetahuan tentang tes DNA, bioteknologi dan genetik, akhirnya para perusahaan obat-obatan dari Newport Pharmaceuticals International Inc Amerika Serikat memproduksi obat isoprinosin yang berfungsi untuk membangkitkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, dikenal pula obat HPA-23 dan suramin yang kesemuanya vaksin yang ditemukan ini dapat menghambat replikasi virus HIV.95
Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus yang tidak ada pengobatan yang lebih efektif,pencegahan dengan vaksinasi adalah cara satu-satunya untuk melawan penyakit tersebut.Vaksin tradisional untuk penyakit yang diebabkan oleh virus terbagi menjadi 2 tipe yaitu : partikel virus yang telah dinon-aktifkan dengan bahan kimia dan partikel virus aktif yang dilemahkan(non-patogen).Dalam kedua kasus tersebut,partikel-partikel virus tersebut cukup sama dengan patogen yang aktif sehingga memicu respons imun tubuh untuk menciptakan antibodi untuk melawan patogen tersebut.96
Beberapa cara dalam bioteknologi baru yang sedang digunakan untuk mengubah vaksin tersebut atau memberikan vaksin baru untuk melawan penyakit tersebut:Pertama yaitu,menggunakan teknik rekombinasi DNA yang dapat menghasilkan sejumlah besar molekul protein spesifik dari kapsul protein di virus,bakteri atau mikroba lainnya yang mengakibatkan penyakit tersebut.Kedua yaitu,metode ilmu genetik yang dapat dilakukan untuk mengubah gen dari patogen tersebut untuk melemahkannya.97
94
Suryo, op. cit., h. 492 95Ibid,
h. 495. 96
Neil A. Campbell, op. cit., h. 387. 97Ibid.
Teknologi tes DNA juga telah digunakan untuk menciptakan obat-obatan lainnya.Salah satu daripada penerapan penggabungan gen adalah produksi hormon mamalia dan protein mamalia lainnya di dalam bakteri.Contoh yang dihasilkan dari teknologi tes DNA yaitu : insulin,hormon pertumbuhan,dan beberapa protein dari sistem kekebalan tubuh,seperti molekul protein anti-kanker yang disebut interferon. Salah satu contoh teknologi tes DNA yaituinsulin yang merupakan suatu macam protein yang tugasnya mengawasi metabolisme gula di dalam tubuh manusia. Gen insulin adalah suatu daerah di dalam DNA yang memiliki informasi untuk menghasilkan insulin.98Dengan teknologi ini, insulin yang juga merupakan hormon polipedtida pertama yang dibuat dari prosedur rekombinasi DNAtelah diterima dan digunakan untuk mengobati pasien manusia di Amerika Serikat sertahormon pertumbuhan adalah hormon kedua yang dihasilkan melalui prosedur tersebut.99
3. Tes DNA untuk Kepentingan Lingkungan dan Agrikultur a. Tes DNA untuk Kepentingan Lingkungan
Para Imuwan menerapkan kapabilitas metabolisme kepada organisme- organisme yang akan menghasilkan keuntungan ekonomi atau membantu masalah-masalah lingkunganhidup.Sebagai contoh,banyak mikroorganisme yang mampu untuk mengekstraksi logam-logam berat seperti tembaga,timbal dan nikel,dari lingkungan dan mengubah logam tersebut menjadi bahan seperti tembaga sulfat atau timbal sulfat.Proses kimia selanjutnya dapat mengambil bahan logam tersebut.Mikroba yang dihasilkan secara rekayasa DNA juga dapat menjadi
98
Suryo, op. cit., h. 490. 99
berguna dan penting dalam pertambangan dan untuk proses membersihkan limbah pertambangan.Keberagaman metabolisme dari mikroba-mikroba juga digunakan di dalam pengolahan sampah dan detoksifikasi oleh bahan kimia beracun.Penelitian lanjutan menemukan bahwa mikroba dapat mendetoksifikasi racun yang spesifik dalam limbah cairan maupun padat.Sebagai contoh,tipe bakteri tertentu telah dikembangkan untuk dapat mendegradasi beberapa bahan- bahan yang dilepaskan pada saat pencemaran minyak di lingkungan.100
Bakteri lainnya telah diisolasi untuk reaktif cepat mengubah logam beracun (seperti kromium) menjadi bahan yang tidak begitu reaktif.Kemampuan untuk mengubah gen berdampak pada transformasi pada organisme yang mampu bertahan dalam kondisi yang tidak baik dan beracun,tetapi tetap dapat mendetoksifikasi lingkungan.101
b. Tes DNA untuk Kepentingan Agrikultur
Para ilmuwan sedang mempelajari lebih dalam tentang genetik tumbuh- tumbuhan dan binatang yang penting untuk agrikultur dan mereka telah memulai dengan menggunakan ilmu genetik untuk meningkatkan produktivitas agrikultur.102
Pada bidang peternakan, rekayasa DNA telah diterapkan untuk vaksin penyakit kuku dan mulut yang sangat menular pada sapi, domba, kambing, rusa dan babi. Sebelum ditemukan rekayasa DNA dan vaksin ini, para peternak harus membantai seluruh ternaknya untuk mencegah penularan.103
100Ibid, h. 389. 101Ibid, h. 390. 102Ibid.
103
Produk-produk baru maupun yang didesain ulang seperti antibodi dan hormon pertumbuhan. Sapi perah disuntik dengan hormon pertumbuhan bovine / bovine growth hormon (BGH),yang dibuat oleh bakteri E.coli,agar menaikkan produksi susu sebesar 10%.Hormon tersebut juga meningkatkan berat badan sapi pada peternakan sapi. Sejumlah organisme transgenik / organisme yang mengandung gen dari spesies yang lain,telah dikembangkan untuk kegunaan potensi agrikultur.Hewan transgenik,termasuk sapi,kambing dan beberapa spesies ikan komersil telah diproduksi dengan suntikan DNA asing ke dalam inti dari sel telur atau ke dalam embrio awal.Secara cepat,salmon yang diternak untuk makanan manusia,yang telah diberikan rekayasa genetiknya dengan kloning gen hormon pertumbuhan dapat mencapai ukuran 1 tahun yang biasanya memerlukan 2sampai 3 tahun pertumbuhan.104
Rekayasa genetik terhadap tumbuhan telah menghasilkan hal-hal yang positif,terlebih pada kasus dimana kualitas unggul ditentukan dari satu atau hanya oleh beberapa gen.Contohnya,beberapa perusahaan kimia telah mengembangkan bibit gandum,kapas dan kedelai yang membawa gen bakteri yang membuat tumbuhan tersebut tahan terhadap herbisida yang banyak digunakan petani untuk mengontrol hama yang berbentuk tanaman lain.Gen ini memberikan kemudahan untuk menanam bibit sementara memastikan bahwa hama tanaman tersebut juga teratasi.105
Sejumlah tanaman perkebunan juga telah dibuat sedemikian rupa untuk tahan terhadap infeksi patogen-patogen dan hama serangga.Contohnya,tomat dan
104 Neil A. Campbell, op. cit., h. 391.
105Ibid
tanaman tembakau telah dibuat untuk membawa dan bertumbuh dengan gen virus tertentu yang dapat menginfeksi dan merusak tanaman-tanaman.Dengan versi- versi gen virus ini,tumbuhan-tumbuhan tersebut menjadi tervaksin dengan sendirinya dan tahan terhadap serangan virus-virus tersebut.Tanaman perkebunan lainnya telah dibuat untuk menahan serangan hama serangga.Menanam tanaman yang tahan hama akan mengurangi kebutuhan akan insektisida untuk bercocok tanam.106
Kesuksesan awal dari rekayasa genetik tumbuhan ini telah merevolusi bidang agrikultur.Banyak tanaman yang akan diproduksi dengan memperbesar manfaat dari tanaman tersebut apakah pada akarnya,daunnya,bunganya,dan lain- lain.Dewasa ini,lebih dari 30 tanaman berbeda sedang dikembangkan dengan teknik rekombinasi DNA.107
B. Peranan Tes DNA dalam Proses Penegakan Hukum
Sejak ditemukannya penerapan teknologi DNA dalam bidang kedokteran forensik,pemakaian analisis DNA untuk penyelesaian kasus-kasus forensik juga semakin meningkat.Penerimaan bukti DNA dalam persidangan di berbagai
106Ibid, h. 391. 107Ibid.
belahan dunia semakin memperkokoh peranan analisis DNA dalam sistem peradilan.108
1. Identifikasi Personal
Peranan tes DNA tersebut dalam proses penegakan hukum dapat dilihat dari pemanfaatan teknologi tes DNA tersebut untuk :
Identifikasi personal dilakukan pada kasus penemuan korban tidak dikenal,seperti pada kasus kecelakaan,pembunuhan, bencana massal,kecelakaan pesawat terbang,dsb.
2. Pelacakan hubungan genetik (disputed parentage atau kasus ragu orangtua)
Pelacakan hubungan anak-orang tua dilakukan pada kasus dugaan perselingkuhan,kasus ragu ayah,kasus ragu ibu,kasus bayi tertukar,kasus imigrasi,dsb.
3. Pelacakan sumber bahan biologis
Pelacakan sumber bahan biologis adalah pemeriksaan barang bukti renik (trace evidence) dalam rangka pencarian pelaku delik susila (pemeriksaan bercak mani,usapan vagina,kerokan kuku),pencarian korban (bercak darah pada pakaian tersangka,di TKP,serta analisis sel pada bullet cytology),serta analisis potongan tubuh pada kasus mutilasi.109
1. Tes DNA Dikaitkan Dengan Pelaku Tindak Pidana
108
Abdul Munim Idries; Agung Legowo Tjiptomartono, op. cit., h. 224. 109 Ibid.
Penerapan forensik tes DNA dikaitkan dengan pelaku tindak pidana,teknologi tes DNA yang digunakan adalah analisis RFLP(Restriction Fragment Length Polymorphism).
Hasil daripada analisis tersebut yaitu potongan fragmentasi yang dipisahkan dengan electrophoresis.Metode ini digunakan untuk membandingkan sampel DNA dari tersangka (tersangka tindak pidana pembunuhan contohnya),korban,dan sejumlah kecil semen,darah atau jaringan otot lainnya yang ditemukan pada tempat kejadian perkara.Radioaktif tes menandai bagian yang menpunyai tanda tertentu RFLP.Bahkan sebagian kecil dari tanda RFLP dari seseorang individu dapat memberikan sebuah DNA fingerprint,atau desain spesifik dari bagian,yang digunakan untuk keperluan forensik,dimana kemungkinan dari 2 orang yang bukan kembar untuk memiliki sifat yang sama dari tanda RFLP adalah sangat kecil.110
Hasil tes DNA terhadap Bercak Darah pada Pakaian Tersangka.
Berikut ini adalah gambar hasil analisis DNA fingerprint dalam kasus pembunuhan dimana terdapat bercak darah korban pada baju dan celana tersangka.
Gambar 1
111
Jeans & Shirt = Celana & Baju Tersangka
D = Defendant’s blood / Darah Tersangka; V = Victim’s Blood / Darah Korban.
110 Neil A. Campbell, op.cit., h. 389. 111Ibid.
Gambar 1 di atas menggunakan analisis RFLP, dan menunjukkan hasil tes DNA dari bercak darah pada baju dan celana tersangka cocok dengan sidik jari DNA korban tetapi berbeda dengan sidik jari DNA tersangka. Gambar dan analisis tersebut juga merupakan bukti bahwa darah pada baju dan celana tersangka berasal dari darah korban bukan darah tersangka.
Berdasarkan bukti tersebut, dapat dilihat secara jelas kaitan tes DNA dengan pelaku tindak pidana bahkan dapat membantu membuat terang suatu kasus tindak pidana pembunuhan. Selanjutnya untuk lebih memahami kaitan Tes DNA dengan Pelaku Tindak Pidana tersebut, penulis akan menganalisis secara ringkas Putusan Mahkamah Agung No.1967 K / Pid /2007 untuk mencari kaitan Tes DNA dengan Pelaku Tindak Pidana tersebut :
1.Kronologis
Pada hari Minggu tanggal 26 Februari 2006 Terdakwa Muhammad Ali alias Ali Bin Jinmy Talu bersama-sama dengan Apriyansyah Apri Bin Ijai hendak melakukan pencurian yang dilakukan di rumah korban Kamaruddin dan korban
Aisyah Jalan M. Said Gg.I Samarinda. Para Terdakwadengan cara mencongkel paksa jendela rumah korban menggunakan linggis masuk ke dalam rumah korban dengan tujuan mencuri uang dan perhiasan-perhiasan. Namun kedua Terdakwa kaget karena melihat korban Kamaruddin sedang berada di dalam ruangan tersebut, sehingga Terdakwa dan Apriyansyah langsung mendekati korban dan memukulkan linggis ke muka Korban Kamaruddin berkali-kali sehingga Korban Kamaruddin jatuh dan tidak berdaya. Setelah korban jatuh dan tidak berdaya, Terdakwa dan Apriyansyah memukulkan balok berkali-kali ke kepala korban Kamaruddin hingga korban meninggal dunia.
Selanjutnya Terdakwa menuju kamar tidur dan bertemu korban Aisyah lalu Terdakwa memukulkan linggis tersebut berkali-kali tepat mengenai muka korban Aisyah membuat korban Aisyah jatuh tidak berdaya diatas tempat tidur dan Apriansyah juga memukul korban dengan menggunakan potongan kayu balok tepat mengenai muka dan kepala korban.
Setelah memastikan korban Kamaruddin dan Aisyah sudah tidak dapat bergerak lagi, maka Terdakwa dan Apriansyah langsung mencari barang-barang berharga dalam rumah tersebut, dan pada saat itu Terdakwa menarik dengan paksa seuntai kalung emas yang dikenakan oleh korban Aisyah pada saat korban Aisyah tidak dapat bergerak, selain itu Terdakwa dan Apriansyah Alias Apri bin Ijai (yang disidangkan dalam berkas terpisah) membuka lemari milik para korban dan membongkar pakaian yang tersimpan dalam rumah tersebut dimana pada saat itu Apriansyah Alias Apri Bin Ijai (yang disidangkan dalam berkas terpisah) berhasil
mengambil dan membawa uang sebesar Rp.1.200.000,- (satu juta dua ratus ribu rupiah).
Bahwa saat melakukan aksinya Terdakwa Muhammad Ali Alias Ali Bin Jimmy Talu mengenakan baju kaos lengan pendek warna hitam campur kuning bertulisan Powell, sedangkan Apriansyah mengenakan kaos lengan pendek warna orange bertulisan Emba dan 1 lembar celana ¾ warna hijau merk Ronexy, satu lembar jaket warna coklat mudah, sedangkan korban Kamaruddin mengenakan baju kaos warna putih dan korban Aisyah mengenakan Daster.
Bahwa akibat perbuatan Terdakwa dan Apriansyah, korban meninggal dunia saat itu juga sebagaimana diuraikan dalam Visum Et Repertum No. 257/ SK- II/ KFTU/ 05/ 06 dan No. 256/ SK-II/ KF-TU/ 05/ 06 Tgl 26 Februari 2006 an. Kamaruddin dan Aisyahdinyatakan para Korban meninggal karena pendarahan otak yang diakibatkan oleh kekerasan benda tumpul pada kepala.
Pakaian yang dikenakan korban Kamaruddin dan Hj. Aisyah serta yang dikenakan Terdakwa dan Apriansyah Alias Apri Bin Ijai (yang disidangkan dalam berkas terpisah) serta alat yang dipergunakan untuk melakukan perbuatan sebagaimana diuraikan diatas dikirim ke Puslabfor Bareskrim Polri Laboratorium Forensik Cabang Surabaya guna penyelidikan lebih lanjut dan berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Puslabfor Bareskrim Polri Laboratorium Forensik Cabang Surabaya No.Lab.2627 / KBF /2006 tanggal 5 Juni 2006 dari hasil pemeriksaan barang bukti secara laboratoris kriminalistik disimpulkan :
1. Barang bukti No.2848 / 2006 / KBF, berupa 1 (satu) potong baju kaos lengan pendek warna merah putih merk Vinex milik korban kamaruddin dan 2052 / 2006 / KBF berupa 1 potong jaket warna coklat muda merk Jetset milik tersangka Apriansyah bin Ijai benar terdapat darah manusia dan mempunyai golongan darah yang sama yaitu “O”.
2. Barang bukti No.2049 / 2006 / KBF berupa 1 (satu) potong daster motif batik merah dan biru milik korban Hj. Aisyah adalah benar terdapat darah manusia dan mempunyai golongan darah yang sama yaitu “B”.