BAB IV MORGE SIWE DI ERA OTONOMI DAERAH
C. Peranan Lembaga Morge Siwe terhadap
Lembaga adat morge siwe adalah bagian dari sarana adat
istiadat yang ada dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Lembaga ini merupakan suatu sarana yang mengatur lalu lintas ketertiban hidup bermasyarakat dalam kehidupan sosial khususnya di tengah masyarakat Kayuagung.
Lembaga ini mempunyai peranan penting dalam membantu program Pemerintah Kabupaten OKI terutama dalam hubungannya dengan sejarah nilai nilai budaya dan seni sebagai dokumentasi kekakayaan khsanah budaya daerah. Karena fungsi dan tugas lembaga ini mengelola adat istiadat,budaya sehingga perlu mendapat perhatian dari Dinas instansi terkait dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai salah satu lembaga pemerintah.
Apa saja peran pemerintah terhadap lembaga Morge siwe
tersebut, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ogan Komering Ilir? Dalam beberapa tahun terakhir ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI telah banyak memberikan perhatian terhadap
124
1. Melestarikan nilai budaya melalui menghimpun lagu lagu daerah
untuk dicassetkan,serta menghimpun bentuk bentuk tarian tradisional yang dianggap tarian yang mempunyai nilai nilai tradisi berbentuk sakral,religius maupun pola kehidupan masyarakat yang kesemuanya dihimpun dalam rekaman video. Setiap tahun diadakan agenda tetap untuk melaksanakan midang Bebuke yang di kelola langsung oleh Dinas Kebudayaan dan pariwisata sebagai perpanjangan program kerja Pemerintah Kabupaten OKI.
2. Untuk melestarikan serta memelihara nilai nilai sejarah dan
cagar budaya, Disbudpar OKI melaksanakan program bantuan nasional untuk pemeliharaan rumah-rumah adat, kuburan bersejarah serta bagunan bersejarah lainnya;
3. Dalam tiga tahun terakhir, Disbudpar melalui isin dan informasi
dari lurah yang ada dalam Kecamatan kota Kayuagung mengenai bangunan bersejarah, kuburan bersejarah yang kemudian dilakukan bantuan pemeliharaan dan pemugaran;
4. Pemerintah Kabupaten yang bekerja sama dengan Disbudpar
sering mengadakan berbagai even festival budaya yang diwujudkan dalam bentuk budaya seni tari, cerita rakyat yang sumbernya diangkat dari hal hal yang dikelola dalam tugas dan
fungsi lembaga adat daerah dalam hal ini lembaga adat morge
siwe. Disbudpar OKI telah memberikan berbagai informasi pada
pihak kampus melalui upaya penelitian mahasiswa yang akan
mengangkat ragam budaya daerah. Disbudpar telah
menerbitkan buku cerita rakyat yang mengangkat kegiatan serta nilai sejarah yang ada kepermukaan melalui berbagai sarana festival.
Pemerintah memberikan pembinaan terhadap lembaga tersebut melalui tugas Lembaga pembinaan adat Kabupaten. Di mana lembaga ini di bentuk oleh pemerintah daerah yang tujuannya untuk memberikan pembinaan terhadap perkembangan dan upaya pelestarian nilai nilai adat dan tradisi.
Disimpulkan bahwa peran pemerintah melalui Dinas
Kebudayaan, telah melaksanakan sebagian peranannya untuk menghimpun nilai nilai adat dan tradisi untuk dikembangkan dan dilestarikan. Bahwa pemerintah telah memberikan kesemptan seluas
125
luasnya pada pelaku adat untuk mengkreatifitaskan adat istiadat yang ada.
Adapun tujuannya untuk melestarikan serta mengembangkan dan memperkenalkan hasil kegiatan lembaga adat ketengah masyarakat lokal khususnya serta masyarakat lain secara umum melalui forum pembinaan sumber daya manusia, pembinaan terhadap seniman tradisional berkolaborasi dengan Disbudpar mengangkat nilai adat istiadat melalui pertunjukan di setiap kesempatan even yang berhubungan adat istiadat. Terutama adat
istiadat di wilayah Kayuagung yang dikelola oleh lembaga morge
siwe.
Bahwa Lembaga Morge siwe merupakan suatu lembaga tempat
bernaungnya para pelaku adat yang disebut perwatin didalam
masyarakat Kayuagung. Mereka bertugas sebagai pemegang amanah leluhur untuk menjalankan aturan masyarakat sosial secara hukum asdat istiadat yang berlaku sejak berakhirnya zaman pra sejarah tepatnya pada abad 15 sejak masuknya suku Lampun ketanah Komering Ilir tepatnya di wilayah Bulu Nawe dan Kuto Pandan Lempuing yhang dipimpin oleh Mukedum Mutar Alam.
Sejak itulah kehidupan sosial masyarakat Kayuagung diatur dengan tatanan adat istiadat dengan tujuan untuk memberikan batasan batasan sikap dan prilaku serta menetapkan aturan aturan bagaimana dalam membuat sebuah persyaratan baik hukum yang mengatur persyaratan perkawinan serta hukum lain yang bertalian dengan adat istiadat yang bderkembang ditengah masyarakat.
Dapat dikatakan bahwa para perwatin yang bernaung dalam wadah
Lembaga Morge siwe adalah unsur penegak hukum adat dalam
masyarakat Kayuagung. Mereka adalah aparat yang menegakkan aturan aturan secara adat, mereka adalah penyandang kekuasaan untuk mengatur kehidupan sosial ditengah masyarakat.
Para perwatin yang tergabung dalam wadah Lembaga Morge
siwe mempunyai peranan penting sebagai patner pemerintah
Kabupaten OKI dalam hal menghimpun ketertiban cara hidup bermasyarakat. Dalam hal kesadaran hukum yang dielukan oleh
pemerintah, para perwatin sudah sejak dulu kala sudah
melaksanakan sadar hukum meskipun itu cuma sebatas hukum adat. Akan tetapi hukum adat yang berlaku di tengah masyarakat merupakan cikal bakal dari hukum yang dilaksanakan oleh
126
pemerintah secara sistem pemerintahan dalam hal ini pemerintahan Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Peranan nyata metreka terutama menertibkan suatu
keramaian di perkampungan melalui hukum adat yang mereka emban. Kemudian dalam bentuk penciptaan sumber daya manusia, mereka turut andil dengan pemerintahan terutama dalam hal
pengaturan pengetahuan sistem bercocok tanam dengan
mengandalkan pilosopis serta sistem pendidikan secara filosopis. Sebagai gambaran nyata hubungan kinerja mereka dengan dinas kebudayaan dan pariwisata OKI terutama dalam hal narasumber informasi tentang adat istiadat serta nilai-nilai budaya yang dijadikan sumber kekayaan nasional dalam bentuk ragam budaya di nusantara. Mereka adalah jembatan untuk pemberi informasi tentang sejarah budaya masyarakat, sumber informasi tentang keberadaan benda-benda cagar budaya yang perlu dilindungi, sumber informasi dari ragam seni yang dituangkan baik dari seni audio maupun visual. Mereka sebagai informan tentang peradaban masa lalu yang akan dikembangkan oleh instansi dinas terkait yang akan dijadikan bahan atraksi ditampilkan baik dalam bentuk tari, lagu, cerita teater ataupun bentuk sastra tutur. Dari informasi mereka maka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKI dapat mendata tentang ragam nilai nilai budaya dan seni yang sudah ada sejak zaman dulu kala. Melalui informasi mereka yang dikembangkan oleh dinas instansi terkait. Kabupaten OKI mulai dikenal di manca negara bahkan di eropa sebagai daerah yang memiliki ragam budaya unik di antara wilayah lainnya di Sumatera Selatan, melalui tarian sekapur sirih Penguton yang lahir sejak abad 18 hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah. Kabupaten OKI dikenal sebagai daerah yang sudah mempunyai peradaban tinggi sejak zaman dimaksud.
D. Peran Lembaga adat Morge siwe Dalam Penyelesaian