• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PEMBAHASAN

D. Peranan Manajemen Risiko Dalam Meningkatkan Kinerja dan

Kinerja merupakan sebuah proses yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam sebuah perusahaan dalam upaya menciptakan suatu produk atau jasa. Kinerja biasanya identik dengan proses pekerjaan dikalaangan karyawan suatu perusahaan.

Karena kinerja karyawan inilah yang akan memberikan suatu hasil bagi perusahaan.

Kinerja karyawan merupakan aspek penting dalam sebuah perusahaan karena menentukan perkembangan perusahaan atau sebaliknya. Apabila karyawan hasil kinerjanya baik maka akan membuat kemajuan yang baik pada perusahaan. Tapi jika sebaliknya, apabila kinerja karyawan buruk, maka yang terjadi adalah kemerosotan.

Kinerja para atasan atau manajer merupakan jawaban dari berhasilnya atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, setiap risiko yang akan dihadapi harus ditanggulangi sehingga tidak menimbulkan kerugian yang besar lagi. Untuk mengurangi risiko yang tidak kita inginkan di masa yang akan datang, seperti risiko kehilangan, risiko kebakaran, risiko macetnya pinjaman. Manajemen risiko mencakup kegiatan merencanakan, mengorganisir, menyusun, memimpin/mengkordinir, dan mengawasi. Hubungan manajemen risiko dengan kinerja perusahaan antara lain:

1. Mengevaluasi program penanggulangan risiko yang baik dari suatu perusahaan akan dapat memberikan gambaran mengenai keberhasilan dan kegagalan operasi perusahaan. Meskipun hal ini secara ekonomis tidak meningkatkan keuntungan perusahaan, tetapi hal itu merupakan kritik bagi perusahaan sehingga akan bermanfaat bagi perbaikan pengelolaan usaha di masa akan datang.

2. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen, karena semua risiko yang dapat menghambat proses perusahaan telah diidentifikasi dengan baik.

3. Manajemen risiko melindungi perusahaaan dari risiko murni, karena perusahaan juga telah dilindugi oleh asuransi.

4. Kinerja yang baik membuat adanya ketenangan pikiran bagi manajer.

35

5. Dengan kondisi yang lebih baik memungkinkan mendorong pimpinan perusahaan untuk memperbaiki mutu keputusan, dengan lebih memperhatikan pekerjaan.

b. Hubungan Manajemen Risiko Dengan Profitabilitas Perusahaan.

Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang diukur dengan revenue (pendapatan dari penjualan) dikurangi ongkos. Menurut Syamsuddin, L. (2007:205) profitabilitas bisa ditingkatkan dengan jalan menginvestasikan pada aktiva yang lebih menguntungkan, sementara risiko diukur dengan probabilitas suatu perusahaan untuk berada dalam keadaan “technically insolvent” yaitu ketidakmampuan membayar kewajiban kewajiban/hutang-hutang

pada saat jatuh tempo. Profitabilitas juga mempunyai arti penting dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang, karena profitabilitas menunjukkan apakah badan usaha tersebut mempunyai prospek yang baik di masa yang akan datang.

Dengan demikian adanya penanggulangan risiko akan memberikan keuntungan bagi perusahaan.

1. Penanggulangan risiko dapat memberikan sumbangan langsung dalam upaya meningkatkan keuntungan perusahaaan. Hal ini terjadi karena adanya pengurangan biaya melalaui upaya pencegahan, pengurangan kerugian dengan memindahkan kemungkinan kepada pihak lain dengan biaya yang terendah, dan sebagainya.

2. Melalui perencanaan yang matang yang menyangkut pengelolaan risiko, akan dapat menangkal timbulnya hal-hal yang dapat mengganggu kelancaran operasional perusahaan misalnya risiko akibat kebangkrutan pelanggan/penyalur, supplier, dan sebagainya.

3. Dengan suksesnya pengelolaan risiko akan mendapatkan kepercayaan yang lebih besar dari pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan, meliputi kreditur, penyalur, dan semua pihak yang berpotensi menyumbang kepada terciptanya keuntungan.

Pihak-pihak yang terkait akan memilih bertransaksi dengan perusahaan yang sudah mempunyai perlindungan terhadap risiko.

4. Evaluasi dari program penanggulangan risiko dapat memberikan gambaran mengenai keberhasilan dan kegagalan operasi perusahaan. Meskipun hal ini secara ekonomis tidak menaikkan keuntungan perusahaan, tetapi hal itu akan kritik bagi pengelolaan perusahaan, sehingga akan sangat bermanfaat bagi perbaikan pengelolaan usaha di masa datang.

5. Dengan diperhatikan unsur ketidakpastian, maka perusahaan akan mampu menyediakan sumber daya manusia serta sumber daya manusia yang memungkinkan perusahaan dapat mencapai pertumbuhan.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini peneliti akan memaparkan beberapa kesimpulan dari pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, selain itu diberikan beberapa saran yang mungkin bermanfaat demi kebaikan dan kemajuan instansi terkait.

A. Kesimpulan

Setelah peneliti membahas penelitian dan menganalisis yang berhubungan dengan “Peranan Manajemen Risiko Bagi Seorang Manajer Dalam Meningkatkan Kinerja Dan Profitabilitas PT Pegadaian (Persero) Cabang Medan sunggal”, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Peranan manajemen risiko dalam meningkatkan kinerja PT Pegadaian (Persero) Cabang Medan Sunggal berjalan dengan sangat baik. Hal ini terbukti dengan adanya penanggulangan risiko yang dilakukan oleh perusahaan dengan dasar hukum dan beberapa metode penanggulangan risiko yang dilakukan oleh perusahaan.

2. Penanggulangan risiko dapat memberikan gambaran mengenai keberhasilan dan kegagalan operasi perusahaan. Meskipun hal ini secara ekonomis tidak menaikkan keuntungan perusahaan, tetapi hal itu akan kritik bagi pengelolaan perusahaan, sehingga akan sangat bermanfaat bagi perbaikan pengelolaan usaha pada PT Pegadaian (Persero) cabang Medan Sunggal di masa yang datang.

3. Dengan suksesnya pengelolaan risiko akan mendapatkan kepercayaan yang lebih besar dari pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan, meliputi kreditur, penyalur,

dan semua pihak yang berpotensi menyumbang kepada terciptanya keuntungan.

Pihak-pihak yang terkait akan memilih bertransaksi dengan PT Pegadaian (Persero) Cabang Medan Sunggal yang sudah mempunyai perlindungan terhadap risiko.

B. Saran

Dari kesimpulan, maka peneliti dapat memberikan beberapa saran sebagai berikut:

1. Mengingat begitu pentingnya peranan seorang manajer, untuk itu manajer harus mampu mengidentifikasi adanya suatu ketidakpastian agar PT Pegadaian (Persero) Cabang Medan Sunggal semakin bisa meningkatkan kinerja dan profitabilitasnya.

2. PT Pegadaian (Persero) Cabang Medan Sunggal diharapakan partisipasinya untuk lebih dekat lagi kepada nasabahnya dengan banyak melakukan promosi-promosi dan memberikan kontribusinya kepada lingkungan sekitar agar PT Pegadaian selalu menjadi kepercayaan dalam membina perekonomian rakyat kecil berdasarkan hukum gadai.

39

DAFTAR PUSTAKA

Fahmi, Irham. 2015. Manajemen Investasi. Salemba Empat. Jakarta.

Idroes, Ferry. Manajemen Risiko Perbankan. Raja Grafindo Persada, Jakarta

Kasmir, 2012. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Raja Grafindo Persada, Jakarta

Situmorang, Syafrizal. Helmi. 2011. Bisnis: Konsep dan Kasus. USU Press, Medan http://ahlipresentasi.com/manajemen-pemeliharaan.html

http://danangbadihli.blogspot.com/2011/03/manajemen-keuangan-internasional-mnc.html

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/manajemen-risiko-keuangan.html Pegadaian.co.id

Repository.usu.ac.id

Dokumen terkait