• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan pasar dunia dalam meningkatkan daya saing dalam negeri 39

C.   INDONESIA TAHUN 2014 DAN SELANJUTNYA: TINJAUAN TERPILIH 34

2.   Peranan pasar dunia dalam meningkatkan daya saing dalam negeri 39

Bagaimana peran pasar barang dan jasa dunia dalam meningkatkan kinerja sektor swasta Indonesia?

Indonesia memiliki potensi untuk bergerak ke tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dengan menggunakan kekayaan sumber daya alamnya, peningkatan ukuran pasar dalam negerinya dan meningkatkan keahlian dari angkatan kerjanya yang berkembang. Untuk mengubah potensi yang ada menjadi kenyataan, sektor swasta Indonesia harus meningkatkan investasi, memperbaiki daya saing dan menjadi lebih efisien. Hingga sejauh mana hubungan global dapat dimanfaatkan untuk membantu mencapai sasaran itu? Dengan menggunakan data tingkat perusahaan dan sektor dari industri manufaktur Indonesia, bagian ini menganalisis keterkaitan antara kinerja ekonomi dalam negeri dan tiga aspek keterkaitan internasional – penanaman modal asing langsung, akses kepada impor dan akses kepada pasar ekspor.

a. Beberapa bukti tentang bagaimana integrasi yang lebih besar dapat membantu meningkatkan produktivitas

Menggunakan data tingkat perusahaan dari industri manufaktur Indonesia ukuran sedang dan besar, terdapat bukti yang menunjukkan bahwa integrasi yang lebih besar berkaitan dengan kinerja yang lebih baik…

Dengan beragamnya sifat perusahaan-perusahaan,

informasi mendetil tentang

karakteristik mereka merupakan hal penting dalam

mengidentifikasi bagaimana satu unsur tertentu, seperti dalam hal ini adalah tingkat integrasinya dalam pasar dunia, dapat mempengaruhi kinerjanya.13 Perbandingan kinerja antar perusahaan-perusahaan yang terintegrasi secara global dan yang tidak, tetapi beroperasi pada industri yang sama, dan berlokasi di propinsi yang sama, dapat memberikan informasi awal tentang potensi manfaat dari integrasi itu. Fokus dari analisis ini adalah pada faktor produktivitas total (TFP) suatu perusahaan, yang merupakan ukuran efisiensi yang mana faktor masukan (input) diubah menjadi keluaran (output), dan laju pertumbuhannya.

Di Indonesia, perusahaan yang merupakan eksportir, atau pengguna barang input yang diimpor, atau dimiliki oleh asing, cenderung memiliki kinerja yang lebih baik

dibanding perusahaan yang tidak terintegrasi. Sebagai contoh, perusahaan dan eksportir yang menggunakan bahan yang diimpor, secara rata-rata, memiliki tingkat produktivitas 19 persen lebih tinggi dari pabrik yang tidak terintegrasi – sementara pabrik yang dimiliki oleh asing memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi sebesar 38 persen dibanding perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh dalam negeri (Gambar 43).

Gambar 43: Lebih baiknya kinerja perusahaan Indonesia yang terintegrasi dengan ekonomi dunia

(premia tingkat produksi dan pertumbuhan, persen)

Catatan: Premia adalah perbedaan persentase antara tingkat produktivitas dan pertumbuhan bagi pabrik dengan karakteristik tersebut relatif dibanding yang tidak memiliki karakteristik tersebut, dengan industri dan propinsi perusahaan tersebut dan tahun itu sebagai faktor pengendali penelitian. Pabrik-pabrik asing adalah yang memiliki setidaknya 10 persen kepemilikan asing; pabrik importir/eksportir adalah pabrik yang masing-masing melakukan impor/ekspor setidaknya 10 persen produksinya; pabrik yang keluar adalah pabrik yang akan berhenti berproduksi dalam 2 tahun ke depan; dan pabrik baru adalah yang dibangun dalam 3 tahun terakhir

13 Analisis di bagian ini menggunakan data sensus tahunan BPS untuk sector manufaktur Indonesia.

Sensus ini meliputi semua pabrik manufaktur yang terdaftar dengan pegawai lebih dari 20 orang, dan berisi uraian informasi tentang pabrik pada sektor manufaktur resmi termasuk output, input, tenaga kerja, modal, impor, ekspor dan kepemilikan asing. Unit analisis dari Sensus ini adalah ‘pabrik’, sementara dalam tulisan ini ‘pabrik’ dan ‘perusahaan’ ditujukan untuk unit analisa yang sama secara bergantian. Data yang digunakan mencakup periode tahun 1990–2009 yang memiliki observasi lebih dari 420.000 pabrik.

-40 -20 0 20 40

-40 -20 0 20 40

Exporter (threshold 10%)/Non exporter

Plants that will exit/Continuing

Productivity Level Premia Productivity Growth Premia

Persen

…dan peningkatan kinerja seiring berjalannya waktu

Lebih tingginya kinerja perusahaan yang lebih terintegrasi juga dapat dilihat pada kinerjanya sesuai dengan berjalannya waktu. Sebagai contoh, pertumbuhan produktivitas bagi perusahaan eksportir lebih tinggi 3 poin persentase secara rata-rata dibanding non-eksportir selama tahun 1990 hingga 2009; dan sekitar 6 poin persentase lebih tinggi bagi perusahaan-perusahaan dengan kepemilikan asing dibanding dengan perusahaan dalam negeri; dan 2 poin persentase lebih besar bagi pengguna bahan input yang diimpor dibanding perusahaan yang bergantung pada input domestik. Premia tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara integrasi dan kinerja, tetapi mereka tidak dapat menentukan arah hubungan sebab-akibatnya. Tampaknya perusahaan yang berprestasi lebih baik adalah mereka yang berhasil masuk ke pasar ekspor, yang mencoba menggunakan bahan impor sebagai input, atau yang menarik investor asing. Akan tetapi, seperti diuraikan di bawah, terdapat bukti yang cukup yang menunjuk kepada integrasi yang lebih besar sebagai kekuatan yang penting yang mempengaruhi produktivitas di Indonesia (lihat Kotak 4 untuk beberapa bukti studi kasus).

Kotak 4: Apakah perusahaan manufaktur lokal menerima manfaat dari integrasi yang lebih besar? Beberapa studi kasus dari Jakarta dan Surabaya

Perusahaan-perusahaan lokal dapat mengambil manfaat dari keberadaan perusahaan yang dimiliki asing melalui interaksi usaha yang melibatkan transfer pengetahuan, keahlian dan praktik. Sesungguhnya, bukti-bukti memberikan contoh bahwa interaksi tersebut mendorong peningkatan kapasitas pengetahuan, peningkatan kualitas produk dan kenaikan volume penjualan.

Sebagai contoh, sebuah produsen komponen logam dalam negeri untuk perusahaan otomatif Jepang menyebutkan manfaat yang cukup besar yang diterima dari interaksi dengan kliennya yang dimiliki oleh asing. Perusahaan-perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia memberikan dukungan lewat sejumlah konsultasi tanpa biaya, dan juga kegiatan audit, yang bersifat kondusif terhadap peningkatan dalam kualitas dan rancangan produk. Lebih penting lagi, produsen tersebut mengatakan bahwa pengetahuan baru yang didapat oleh perusahaan lokal itu membantu meningkatkan kualitas input yang kemudian dijual ke pelanggan lainnya (baik di dalam maupun luar negeri). Selain itu, pengetahuan baru yang didapat oleh perusahaan lokal itu membantu meningkatkan pangsa pasar dan masuk ke pasar-pasar baru.

Contoh-contoh lain menunjuk kepada perbaikan dalam standar dan kualitas produk oleh sejumlah perusahaan manufaktur Indonesia melalui interaksinya dengan klien asing dan juga dengan pemasok dari bahan input yang diimpor. Sebagai contoh, dua perusahaan manufaktur sumber daya alam (satu dalam sektor proses kopi dan yang lain dalam industri perikanan) mengatakan bahwa interaksi mereka dengan klien asing yang terlibat dalam ekspor membantu mereka dalam menggunakan standar sanitasi dan kualitas yang lebih baik. Produsen ikan tersebut, sebagai contoh, mendorong standar sanitasi yang ketat secara luas, dan pelatihan tanpa biaya yang diberikan oleh klien asing mereka telah mendorong peningkatan standar pada seluruh proses produksi mereka. Sang produsen kopi menerima pelatihan yang diberikan oleh pemasok tentang bagaimana mengoperasikan mesin pemroses kopi yang canggih yang diimpor, yang memberikan peningkatan kualitas pada produk akhirnya.

Sementara itu, peningkatan persaingan dengan produk-produk asing juga dapat mendorong perusahaan-perusahaan lokal untuk berinovasi untuk menghasilkan produk yang lebih baik bagi konsumen. Sebagai contoh, produsen peralatan rumah tangga dan elektronik berukuran besar di Surabaya melaporkan bahwa persaingan dengan para produsen dari China mendorong mereka untuk menjadi lebih kreatif, yang mendasari pembentukan suatu unit layanan pelanggan, yang memberikan layanan purna jual yang berkualitas. Langkah itu terbukti efektif dalam menjaga pangsa pasar, dengan membedakan produk mereka dari para kompetitor.

b. Pentingnya peran FDI untuk meningkatkan kapasitas produktif Indonesia Pentingnya peran FDI

bagi ekonomi Indonesia telah meningkat selama dua dekade yang lalu..

Pabrik-pabrik yang dimiliki asing berkontribusi sebanyak 41 persen dari seluruhtotal output pada tahun 2005-9, naik dari 23 persen pada tahun 1990-94. Selama periode yang sama, jumlah ekspornya meningkat dari sedikit di atas 25 persen menjadi 50 persen.

Beberapa industri bahkan mencatat angka yang lebih besar. Sebagai contoh, di tahun 2009, pabrik-pabrik dengan kepemilikan asing berada di belakang 75 persen ekspor pada 8 dari 21 industri manufaktur dan lebih dari 50 persen ekspor pada 5 industri berikutnya.

…dan tampaknya akan

terus meningkat… Data terbaru dari BKPM menunjukkan bahwa pada kuartal pertama tahun 2012, realisasi investasi asing dalam industri manufaktur mencapai 5,7 miliar dolar AS, peningkatan sebesar 30 persen tahun-ke-tahun. Seperti diuraikan pada Triwulanan edisi bulan Juni 2011, peningkatan aliran masuk FDI ini telah didorong oleh biaya buruh yang relatif rendah, ketersediaan sumber daya alam utama dan pasar dalam negeri yang besar dan berkembang, yang mencerminkan demografis yang mendukung, tingginya pertumbuhan PDB per kapita, dan pertumbuhan kelas menengah yang pesat. Akan tetapi, daya tarik Indonesia untuk aliran masuk FDI dapat semakin ditingkatkan dengan menangani kelemahan-kelemahan dalam bidang infrastruktur dan keahlian, dan dengan perbaikan dalam lingkungan dunia usaha, yang memang juga dibutuhkan untuk sepenuhnya meraup manfaat yang dibawa oleh FDI.

P e r k e m b a n g a n T r i w u l a n a n P e r e k o n o m i a n I n d o n e s i a M e n g a t a s i t a n t a n g a n s a a t i n i d a n k e d e p a n

T H E W O R L D B A N K | B A N K D U N I A J u l i 2 0 1 2 41

…dan berpotensial membawa sejumlah manfaat yang penting ke ekonomi dalam negeri

FDI dapat memainkan tiga peran yang penting dalam mendukung pembangunan Indonesia, termasuk dalam pembiayaan investasi, memfasilitasi terbukanya pasar ekspor, dan mendorong produktivitas, yang membantu peningkatan posisi Indonesia di dalam rantai nilai. Sumber-sumber pembiayaan asing tampaknya akan menjadi sangat penting untuk membantu memenuhi peningkatan yang dituju dalam investasi modal fisik yang dibutuhkan oleh Indonesia. Walaupun memang memungkinkan untuk merancang kebijakan untuk mendorong peningkatan suku bunga tabungan dalam negeri, hal itu dapat membawa akibat yang tidak diinginkan seperti membatasi permintaan dalam negeri. Di antara pendanaan luar negeri, FDI dipandang sebagai sumber pendanaan jangka panjang yang paling menarik dengan sifatnya yang relatif stabil dan potensi manfaat lainnya yang turut menyertainya.

Pabrik yang dimiliki asing cenderung menunjukkan efisiensi yang lebih tinggi dan dapat memainkan peran yang penting dalam meningkatkan daya saing dalam negeri

Seperti disinggung di atas, pabrik yang dimiliki asing pada sektor manufaktur Indonesia cenderung lebih efisien dibanding pabrik yang dimiliki oleh asing. Secara rata-rata, mereka mencatat TFP yang lebih tinggi sebesar 39 persen, dan produktivitas buruh yang lebih tinggi sebesar 122 persen, dibanding dengan pabrik dalam negeri dalam industri yang sama. Satu alasannya adalah karena ukurannya yang lebih besar, mereka memiliki posisi yang lebih baik untuk memetik manfaat dari skala ekonomi. Penggunaan input yang diimpor dan proses yang lebih padat modal juga membuat mereka lebih condong kepada ekspor dibanding perusahaan pembandingnya di dalam negeri, dan mereka juga cenderung memiliki volume ekspor per produk yang lebih besar. Walaupun mereka tampaknya tidak memiliki jumlah pegawai ahli yang jauh lebih banyak, mereka memang menghabiskan lebih banyak dana untuk pelatihan dan riset & pengembangan baik secara absolut maupun per pekerja – yang merupakan faktor yang penting dalam meningkatkan daya saing. Selain itu, produsen asing cenderung lebih tidak mungkin melaporkan masalah-masalah seperti akses terhadap pendanaan dan bahan mentah dan pemasaran dibanding dengan produsen Indonesia.

Kepemilikan asing dapat membantu menimbulkan peningkatan

produktivitas di dalam perusahaan…

Penelitian juga menunjukkan bahwa kepemilikan asing mendorong peningkatan produktivitas yang signifikan di dalam pabrik yang diakuisisi. Untuk Indonesia, penelitian terbaru tentang akuisisi asing selama tahun 1985-99 telah menemukan hubungan sebab-akibat dari kepemilikan asing terhadap produktivitas. Peningkatan dalam produktivitas telah terlihat pada tahun akuisisi dilakukan dan terus berlanjut pada periode-periode berikutnya. Setelah tiga tahun, pabrik yang diakuisisi memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi sebesar 13,5 persen dibanding kelompok “pengendali” perusahaan-perusahaan dalam negeri yang setara. Peningkatan produktivitas merupakan hasil restrukturisasi, karena pabrik yang diakuisisi meningkatkan belanja untuk investasi, ketenagakerjaan dan upah.14

…dan bagi perusahaan lain melalui pengaruh teknologi

Selain itu FDI merupakan saluran penting yang potensial untuk penyebaran teknologi global. Lewat cara ini peningkatan produktivitas tidak hanya terbatas kepada perusahaan multinasional tersebut saja, tetapi terdapat pengaruh ke perusahaan-perusahaan lain yang berinteraksi dengannya baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini dapat berlangsung melalui berbagai cara. Sebagai contoh, teknologi yang khusus bagi perusahaan tampaknya akan diteruskan dari induk perusahaan multinasional kepada anak perusahaan domestik dan juga akan terdapat manfaat dari transfer pengetahuan teknis ke perusahaan-perusahaan domestik yang berinteraksi dengan perusahaan multinasional baik lewat pasokan atau pembelian bahan masukan/input (pengaruh vertikal) atau lewat persaingan usaha (pengaruh horisontal).

14 Penelitian itu menetapkan hubungan sebab-akibat antara kepemilikan asing dan produktivitas dengan memasangkan setiap pabrik Indonesia yang akan menerima FDI pada periode berikut dengan perusahaan domestik dengan karakteristik yang sangat mirip yang dapat diamati dan beroperasi pada sektor dan tahun yang sama dan kemudian membandingkan kinerja produktivitasnya. Untuk rincian lebih lanjut, lihat Arnold dan Javorcik (2009), “Gifted kids or pushy parents? Foreign direct investment and plant productivity in Indonesia”, Journal of International Economics, 79(1), hal. 42-53.

Perusahaan-perusahaan dengan tenaga kerja yang ahli dan kapasitas riset &

pengembangan menerima manfaat terbesar dari pengaruh tersebut…

Sesungguhnya, di Indonesia, telah ditemukan bahwa FDI meningkatkan produktivitas perusahaan yang memasok input kepada perusahaan multinasional (sebesar lebih dari 2 poin persentase pada sejumlah industri) walaupun peningkatan itu tidak didapat oleh seluruh pemasok secara merata. Perusahaan-perusahaan yang memiliki kapasitas pembelajaran yang dibutuhkan, seperti angkatan kerja yang ahli dan program riset dan pengembangan yang aktif, meraup manfaat yang paling besar. Selain itu, peningkatan produktivitas yang didapat oleh para pemasok kepada perusahaan multinasional juga dapat mendorong penurunan dalam harga bahan input, yang menjadi manfaat bagi penggunaan lain dari bahan-bahan input tersebut bagi pihak lain selain perusahaan multinasional tersebut.15

…dan dukungan interaksi antara perusahaan lokal dan yang dimiliki asing adalah kunci untuk mencapai transfer pengetahuan yang efektif

Selain itu, menjadi pemasok kepada perusahaan multinasional dapat menjadi proses yang menantang. Sebagai contoh, banyak perusahaan asing seringkali meminta calon pemasok mereka untuk meningkatkan produk-produk atau proses-proses sebelum menandatangani kontrak. Itulah sebabnya mengapa perusahaan-perusahaan yang menjadi pemasok perusahaan multinasional pada umumnya telah menjadi perusahaan berprestasi tinggi. Memfasilitasi interaksi antara perusahaan yang dimiliki oleh luar dan dalam negeri dapat memainkan peran penting dalam membantu mendorong tranfer pengetahuan yang bermanfaat yang telah disinggung di atas.

c. Impor sebagai instrumen untuk mendukung inovasi dan mendorong persaingan Ekspor dan impor barang

setengah jadi dan barang modal dari dan ke Indonesia telah

meningkat pada beberapa tahun terakhir

Serupa dengan banyak negara lain, impor dan ekspor Indonesia telah mencatat pertumbuhan yang kuat pada dua dekade terakhir. Selama periode tahun 1990-2011, tingkat pertumbuhan tahunan untuk impor (dalam konstanta dolar AS) mencapai rata-rata 11 persen, dan meningkat menjadi 19 persen pada periode 2000-2011. Pengamatan pada susunan impor menunjukkan bahwa barang modal dan setengah jadi, beberapa yang akan digunakan sebagai bahan masukan/input untuk produksi barang ekspor, merupakan bagian yang terbesar (dan terus meningkat) dari impor Indonesia (Gambar 44). Sebagai contoh, pada tahun 2010, bagian kedua komponen itu merupakan 70 persen dari seluruh impor (dan umumnya menjelaskan proporsi pertumbuhannya yang setara), dibandingkan dengan hanya 6 persen bagi barang-barang konsumsi. 24 persen sisanya merupakan impor peralatan transportasi dan barang-barang lainnya.

Meningkatnya kepentingan jaringan produksi global, seiring dengan keunggulan dalam harga, kualitas dan keragaman, sebagian menjelaskan mengapa perusahaan di Indonesia memilih barang modal dan setengah jadi yang berasal dari luar negeri

Perusahaan-perusahaan dapat mengimpor barang modal atau setengah jadi karena lebih murah, atau berkualitas lebih baik, atau karena tidak ada barang sejenis yang diproduksi di dalam negeri yang dapat digunakan sebagai bahan masukan/input. Akan tetapi, rantai nilai dunia, di mana perusahaan-perusahaan multinasional “membagi-bagi” proses produksi dan memproduksi setiap bagian di mana saja bahan-bahan dan keahlian yang dibutuhkan tersedia pada tingkat biaya yang kompetitif, juga tampaknya berperan penting dalam peningkatan impor barang modal dan setengah jadi. Pertama-tama, penggunaan input asing tercatat paling besar oleh perusahaan multinasional, dengan bagian yang mencapai 37 persen dari seluruh input, dibanding dengan hanya 6 persen pada perusahaan-perusahaan lokal (data tahun 2009 dari BPS). Kedua, jika rantai nilai global memang menjadi bagian yang penting dari input barang setengah jadi, maka akan terdapat kaitan yang kuat antara pertumbuhan dalam impor barang setengah jadi dan pertumbuhan ekspor. Hal ini sesungguhnya memang terlihat (Gambar 45 menunjukkan hubungan ini dengan memfokuskan pada tahun 2008-2010, periode terjadinya perubahan yang tajam dalam arus perdagangan). Perlambatan impor barang setengah jadi yang tajam diikuti dengan penurunan yang tajam dalam pertumbuhan ekspor, yang mencerminkan kebergantungan yang erat dari banyak eksportir terhadap komponen yang diimpor. Keterkaitan antara ekspor dan impor barang setengah jadi ini menyoroti potensi pembatasan impor untuk mempengaruhi daya saing ekspor, dengan adanya persamaan bahwa untuk setiap dolar yang diekspor oleh Indonesia, terdapat nilai sebesar 20 sen yang berkaitan dengan komponen yang diimpor.

15 Blalock, G. dan P. Gertler (2008), “Welfare gains from Foreign Direct Investment through technology transfers to local suppliers”, Journal of International Economics, 74(2), hal. 402-421, dan Blalock, G. dan P. Gertler (2009), “How firm capabilities affect who benefits from foreign technology”, Journal of Development Economics, 90 (2), hal. 192-199.

P e r k e m b a n g a n T r i w u l a n a n P e r e k o n o m i a n I n d o n e s i a M e n g a t a s i t a n t a n g a n s a a t i n i d a n k e d e p a n

T H E W O R L D B A N K | B A N K D U N I A J u l i 2 0 1 2 43

Gambar 44: Impor telah meningkat, didorong oleh peningkatan impor barang modal dan setengah jadi

(impor barang Indonesia, golongan ekonomi luas, harga tahun 2000 dalam juta dolar AS)

Gambar 45: Hubungan antara pertumbuhan impor barang setengah jadi dan pertumbuhan ekspor sangatlah kuat (pertumbuhan tahun-ke-tahun dari nilai dolar AS untuk ekspor manufaktur dan pertumbuhan impor barang setengah jadi, persen)

Sumber: Comtrade, WITS Sumber: Comtrade, WITS

Sektor yang

menggunakan proporsi impor barang setengah jadi yang lebih besar merupakan sektor yang sama yang mengalami peningkatan yang tinggi dalam permintaan untuk barang setengah i domestik

Gambar 46 dan Gambar 47 melihat kepada hubungan antara impor barang setengah jadi dari suatu sektor secara relatif terhadap pertumbuhannya dalam ketenagakerjaan dan dalam permintaan bagi barang setengah jadi produksi domestik. Sementara beberapa perusahaan atau sektor domestik dapat menghadapi tekanan dari persaingan impor, perlu dicatat bahwa keterkaitan ini menunjukkan bahwa sektor-sektor yang sangat bergantung kepada impor barang setengah merupakan sektor yang memberikan pertumbuhan terbesar dalam penyerapan tenaga kerja dan permintaan untuk produsen barang setengah jadi.

Gambar 46: Sektor yang mengimpor lebih banyak input-nya menyerap lebih banyak tenaga kerja…

(pertumbuhan tenaga kerja lintas sektor pada manufaktur, persen per tahun; bagian input yang diimpor dalam jumlah input biaya bahan, persen)

Gambar 47: …dan telah meningkatkan permintaan bagi barang setengah jadi domestik secara lebih cepat

(pertumbuhan permintaan bagi pertumbuhan barang setengah jadi domestik, persen per tahun; bagian input yang diimpor dalam jumlah input biaya bahan, persen)

Catatan: Bagian input yang diimpor terhadap jumlah input adalah rata-rata sektoral tahun 2005 bagi sektor manufaktur.

Pertumbuhan sektoral dalam tenaga kerja untuk periode 2000-2005

Sumber: BPS dan perhitungan staf Bank Dunia

Catatan: Bagian input yang diimpor terhadap jumlah input adalah rata-rata sektoral tahun 2005 bagi sektor manufaktur. Pertumbuhan sektoral dalam barang setengah jadi domesti untuk periode 1995-2005

Sumber: BPS dan perhitungan staf 0

1990 1995 2000 2005 2010

Final Goods Intermediates

Capital Goods Fuels & Lubricants Transport Equipment Others

Exports

miliar dolar AS (harga tahun 2000)

Mar-2008

Pertumbuhan Ekspor Manufaktur (%)

Pertumbuhan Impor Barang Setengah Jadi (%)

-60

Pertumbuhan tenaga kerja, persen per tahun

Input yang Diimpor/Input, persen

0

Pertumbuhan permintaan untuk barang setengah jadi domestik, persen per tahun

Input yang Diimpor/Input, persen

Meningkatnya persaingan impor juga mendorong kinerja yang lebih baik bagi produsen domestik

Peningkatan persaingan dari produk-produk asing juga dapat mendorong peningkatan dalam alokasi sumber daya, perbaikan dalam tingkat produktivitas dan insentif untuk melakukan investasi dan inovasi (Kotak 5 memberikan contoh di lapangan). Sebagai contoh, barang-barang yang berhasil diproduksi dan diekspor oleh perusahaan-perusahaan Indonesia dan pada saat yang bersamaan menghadapi persaingan impor di dalam negeri memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi sebesar 15 poin persentase pada pasar ekspor dibanding mereka yang tidak menghadapi persaingan impor.

Kotak 5: Potensi manfaat dari kualitas dan keragaman input bagi daya saing manufaktur

Penelitian menunjukkan bahwa barang input yang diimpor memainkan peran utama dalam meningkatkan kinerja pada sektor manufaktur Indonesia. Suatu penelitian pada data sensus manufaktur Indonesia dari periode 1990-2001 oleh Amiti dan Konings (2007) menemukan bahwa penurunan sebesar 10 poin persentase dalam tarif impor barang input akan memberikan peningkatan produktivitas sebesar 12 persen melalui pengaruh pembelajaran, kualitas dan keragaman. Peningkatan ini setidaknya dua kali lipat lebih tinggi dari peningkatan yang berasal dari penurunan tarif output yang dapat timbul dari pengaruh persaingan yang lebih keras.

Terjangkaunya harga barang input yang impor juga dapat meningkatkan produktivitas melalui pengaruh kualitas dan keragaman.

Sebagai contoh, walau penurunan tarif impor input pada barang seperti kompresor dapat menekan industri kompresor dalam negeri untuk menjadi lebih kompetitif, pengaruhnya akan berbeda kepada pengguna barang input tersebut, seperti produsen lemari pendingin.

Produktivitasnya dapat meningkat karena mereka dapat mengakses teknologi asing terbaru yang terkandung di dalam barang input

Produktivitasnya dapat meningkat karena mereka dapat mengakses teknologi asing terbaru yang terkandung di dalam barang input

Dokumen terkait