BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
4.2 Peranan Pemerintah Daerah
4.2.1 Pelayanan BPPT Dalam Memberikan Izin Usaha Perdagangan
Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam hal ini BPPT (Badan Pelayanan Perizinan Terpadu) memiliki komitmen yang telah dituangkan pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dikeluarkan melalui keputusan Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Gunungsitoli No.503/678/BPPT/2012. Standar Operasional Prosedur (SOP) menjabarkan secara jelas mengenai jenis-jenis izin pelayanan perizinan dan prosedurnya.
Dengan adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) ini mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan perizinan izin usaha perdagangan yang dibutuhkan khususnya oleh si pemohon izin usaha perdagangan dalam persyaratan surat izin usaha perdagangan sudah sangat jelas dan tidak sulit untuk memperoleh surat izin usaha perdagangan sebagaimana yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan RI nomor 36/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan peraturan Menteri Perdagangan RI nomor 39/M-DAG/12/2011 dan Peraturan Menteri Perdagangan RI nomor 77/M-DAG/PER/12/2013 tentang penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan tanda daftar Perusahaan secara simultan bagi Perusahaan Perdagangan.
Melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) dan peraturan Menteri Perdagangan RI, BPPT memberikan pelayanan dalam pengurusan surat izin usaha
196
perdagangan selama 3 (tiga) hari jam kerja dan setelah itu si pemohon izin usaha perdagangan dapat memperoleh SIUP yang dimohonkannya. Surat Izin Usaha Perdagangan memiliki jangka waktu masa berlaku selama 5 (lima) tahun mulai dari tanggal yang ditetapkan disurat tersebut. Sampai si pemohon izin mengurus kembali atau memperpanjang masa berlaku surat izin usaha perdagangan.
Berikut hasil wawancara dengan pemilik PT. Sinar Humene yang baru saja mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan di BPPT Kota Gunungsitoli;
“Akhir bulan Maret ini baru saja kami mengurus surat izin usaha perdagangan dalam proses pengurusan kami tidak mendapat kendala sehingga kami memperoleh hanya dalam jangka waktu yaitu tiga hari lamanya, karena segala persyaratan administrasi atau kelengkapan berkas telah lengkap semua.”
(Hasil wawancara dengan masyarakat yang memohon izin usaha perdagangan bapak Fanolo Laoli pemilik PT.Sinar Humene)
Sesuai dengan penelitian yang penulis laksanakan, dalam proses pengurusan surat izin usaha perdagangan tidak dibutuhkan biaya. Namun si pemohon izin memerlukan formulir dalam memperoleh surat izin usaha perdagangan dengan membeli formulir tersebut seharga Rp.6000,-/set dan biaya materai Rp.6000,- sebagaimana yang telah diatur di Surat Edaran Walikota Gunungungsitoli No.970/242/DPPKAD/2009 tanggal 27 November 2009 tentang penerbitan perizinan dan penyetoran pajak/retribusi tahun 2010 di Pemko Gunungsitoli.
Berikut hasil wawancara dengan pemohon surat izin usaha perdagangan UD. Fanny;
197
“Ketika kami mengurus surat izin usaha perdagangan tidak adabiaya tambahan yang kami keluarkan, kecuali biaya formulir permohonan izin sebesar Rp.6000,-/set dan biaya materai sebesar Rp.6000,-.”
(Hasil wawancara dengan masyarakat yang memohon izin usaha perdagangan Ibu pemilik UD. Fanny)
Badan Pelayanan Perizinan Terpadu menerapkan pelayanan satu pintu dalam pemberian izin usaha perdagangan yang bertujuan untuk mempermudah proses pengurusan dan pelayanan antara pemerintah dan si pemohon izin usaha perdagangan sebagaimana prinsip kesederhanaan, kejelasan dan kepastian, keamanan, keterbukaan, efesiensi, ekonomis, keadilan yang merata dan ketetapan waktu.
“Komitmen BPPT dalam memberikan pelayanan didasarkan dari keseriusan pemerintah dalam mempermudah proses pengurusan izin usaha perdagangan khususnya dan izin usaha lain pada umumnya, sehingga pemerintah menggunakan prinsip pelayanan satu pintu dimana sebelumnya merupakan pelayanan satu atap yang membuat masyarakat susah memproleh/mengurus izin usaha perdagangan khususnya baik dari segi waktu dan materi yang dibutuhkan si pemohon izin usaha perdagangan yang mana segala persyaratan bukan hanya diproses di satu instansi namun pada beberapa instansi yang berkaitan.Sekarang pelayanan dan pemrosesan surat izin usaha perdagangan sudah sangat efektif dan efesien bagi si pemohon izin usaha perdagangan sesuai dengan latar belakang pembentukan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan juga sesuai dengan visi dan misi BPPT Kota Gunungsitoli.”
198
(Hasil wawancara dengan Staf Subbagian Program, Evaluasi dan Pelaporan BPPT Kota Gunungsitoli bapak Dedi Irama Gulo,ST)
Peranan pemerintah dalam pemberian izin usaha perdagangan di Kota Gunungsitoli adalah pencapaian pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk pemberian surat izin usaha perdagangan. Ketetapann waktu, tidak membutuhkan biaya besar dan prosedur yang mempermudah masyarakat dalam pengurusan surat izin usaha perdagangan.Melalui penelitian ini, peneliti melihat pengurusan izin usaha perdagangan antara masyarakat sebagi si pemohon izin dan pemerintah sebagi pelayan masyarakat yang memberikan izin usaha perdagangan sudah sangat baik sejauh ini, hal ini terlihat dari wawancara yang telah terlaksana terhadap dua belah pihak.
4.2.2 Informasi Layanan
Badan Pelayanan Perizinan Terpadu sejauh ini telah melaksanakan tugas dan fungsinya sebagaimana visi dan misi yang telah ditetapkan dan diterapkan dalam melayani masyarakat yang membutuhkan surat izin usaha perdagangan khususnya dan izin usaha lainnya pada umumnya. Hingga saat data terakhir tahun 2014 BPPT Kota Gunungsitoli telah mengurus surat izin usaha perdagangan sebanyak 325 berkas. Dari jumlah yang demikian BPPT Kota Gunungsitoli ingin meningkatkan kinerjanya dalam jangka waktu 5 (lima) tahun kedepan diharapkan lebih banyak lagi pelaku usaha yang mengurus izin usaha perdagangan yang dia geluti.
Berikut wawancara Staf Subbagian Program, Evaluasi dan Pelaporan BPPT Kota Gunungsitoli;
199
“Dalam rangka memberikan pelayanan terhadap publik dan memberikan kesadaran masyarakat untuk pentingnya memiliki surat izin usaha perdagangan, maka kami dari BPPT Kota Gunungsitoli telah melaksanakan satu program membuka posko BPPT di beberapa Kecamatan seperti di Kecamatan Idanoi, Gunungsitoli Utara dan akan diteruskan pembukaan posko baru di Kecamatan Alo’oa dan Kecamatan Gunungsitoli Selatan dengan waktu yang berbeda dalam jangka waktu 1 kali dalam sebulan di masing-masing tempat. Ke depan kami akan membuka posko di kecamatan lainnya yang belum pernah kita kunjungi. Program ini merupakan salah satu cara untuk menyosialisasikan akan perlunya surat izin usaha perdagangan bagi pelaku usaha dan juga bagi pemerintah dalam rangka pengelelolaan dan pengawasan terhadap bidang usaha perdagangan yang digeluti masyarakat dan juga bermanfaat sejauh mana perkembangan perdagangan yang ada di Pemerintahan Kota Gunungsitoli.”
(Hasil wawancara dengan Staf Subbagian Program, Evaluasi dan Pelaporan BPPT Kota Gunungsitoli bapak Dedi Irama Gulo,ST)
Pada saat penelitian sedang berlangsung, ada terpampang informasi yang jelas tentang Maklumat Pelayanan dan Pemrosesan Surat Izin Usaha Perdagangan dalam bentuk pamflet di dinding Front Office yang baru saja ditempelkan ketika penelitian sedang berlangsung di BPPT Kota Gunungsitoli. Informasi pelayanan dalam jangka waktu penyelesaian pemrosesan belum ditempelkan pada dinding Front Office. Hal ini dikarenakan pembenahan kantor BPPT Kota Gunungsitoli masih atau