Metode Ilmiah
5. Peranan penelitian
Sejak jaman dahulu sampai sekarang penelitian telah memegang peranan yang sangat penting baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun bagi kebutuhan manusia. Dewasa ini penelitian memegang peranan yang sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan suatu negara. Negara-negara maju secara rutin mempunyai anggaran tersendiri untuk pelaksanaan penelitian. Hasil penelitian yang dilakukan
Asas Metodologi Penelitian
di negara maju telah banyak diaplikasikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Hampir di segala bidang ilmu, negara-negara maju mendorong untuk melakukan penelitian yang terarah. Sudah banyak yang dirasakan oleh rakyat di seluruh negara terhadap aplikasi hasil penelitian ini. Di bidang sains dan rekayasa sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa semua kemudahan yang dirasakan umat manusia di dunia ini, mulai dari transportasi, informasi sampai dengan pangan merupakan aplikasi dari hasil penelitian.
Pengeluaran negara-negara untuk penelitian dapat mencapai 1-2 persen dari total pengeluaran negara. Norwegia misalnya, anggaran penelitian mulai tahun 1990 sampai dengan 2008 meningkat cukup pesat (tabel 4.3).
Tabel 4.3. Anggaran penelitian negara Norwegia
Tahun 1990 1994 1998 2002 2007 2008
USD
(juta) 928 1150 1356 1823 2497 2670
www.forskningsradet.no/en/Norways+national+research+budget/1185261825657
Sedangkan negara Indonesia menganggarkan biaya penelitian pada tahun 2009 diperkirakan sebesar 8,3 triliun rupiah (USD 700 juta) atau sekitar 0,157 persen GDP (Lakitan, 2009). Hal ini masih sangat jauh dengan anggaran di negara maju seperti di Norwegia, terlebih lagi apabila dibandingkan dengan Amerika Serikat yang bahkan pada tahun 1953 saja telah menggunakan anggaran sebesar USD 3,5 miliar untuk penelitian (Nazir, 2005). Namun demikian, masih kurangnya anggaran penelitian ini diharapkan tidak sampai melemahkan semangat dan motivasi peneliti Indonesia untuk selalu melakukan penelitian, mengingat penelitian merupakan sarana untuk selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dan penerapannya sangat penting bagi perkembangan negara. Banyak studi menyimpulkan bahwa kontribusi penelitian mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk keperluan tersebut. Ada dua
cara untuk menilai keuntungan dari penelitian, yaitu dengan teknik internal rate of return to investment dan kedua dengan menghitung nilai marginal dari output per dolar modal yang diinvestasikan pada penelitian.
Karena pentingnya peranan penelitian ini, beberapa industri bahkan hampir semua industri penghasil barang atau bahan mempunyai lembaga penelitian tersendiri yang lazimnya disebut sebagai R&D (Research and Development, Penelitian dan Pengembangan). Banyak dari industri tersebut yang merasakan secara langsung manfaat hasil penelitian demi kemajuan usahanya. Meskipun hasil penelitian ini tidak selalu harus dapat dirasakan dalam waktu singkat sejak dilakukannya penelitian ini, namun tidak dapat dipungkiri lagi bahwa hasil penelitian membawa peran yang sangat besar terutama bagi keberlangsungan industri itu sendiri.
Salah satu contohnya adalah industri kimia yang menghasilkan bahan kimia yang disebut sebagai asam akrilat, suatu bahan kimia yang banyak dikembangkan lebih lanjut menjadi polimer atau bahan-bahan lainnya. Pada awalnya asam akrilat ini diproduksi oleh BASF menggunakan proses Reppe berbahan dasar asetilena, karbon monoksida dan air pada katalis nikel. Namun, setelah beberapa waktu, proses tersebut tidak dipergunakan lagi mengingat dari hasil penelitian ada proses lain yang lebih potensial dalam menghasilkan asam akrilat, yaitu proses oksidasi-dua tahap dari bahan dasar propilena. Pada proses ini asam akrilat dihasilkan dalam jumlah yang lebih banyak.
Setelah proses oksidasi-dua tahap ini dikembangkan dan menjadi proses yang banyak diadopsi oleh beberapa industri penghasil asam akrilat, kemudian, dewasa ini, proses tersebut dipertimbangkan untuk diganti lagi menjadi proses oksidasi terseleksi satu tahap dari bahan dasar propana. Alasannya adalah bahwa harga bahan dasar propana jauh lebih murah dan keberadaannya di alam juga lebih melimpah daripada propilena, selain itu dengan menggunakan proses oksidasi yang hanya satu tahap tentunya akan lebih menghemat waktu,
Asas Metodologi Penelitian
peralatan dan biaya. Dengan demikian industri berharap dengan adanya perubahan proses ini akan memperoleh produk asam akrilat lebih banyak dari bahan dasar yang lebih murah dan lebih mudah diperoleh serta menggunakan peralatan yang lebih sederhana. Semua pengembangan tersebut didapatkan dari hasil penelitian. Pada tabel 4.4 ditunjukkan beberapa proses untuk menghasilkan asam akrilat dari beberapa industri kimia. Proses produksi yang ditunjukkan pada tabel tersebut merupakan pengembangan dari hasil penelitian yang telah dilakukan.
Tabel 4.4. Beberapa proses produksi asam akrilat oleh beberapa industri kimia yang merupakan pengembangan hasil penelitian
PRODUSEN PROSES KATALIS REAKTOR
BASF
Masih banyak lagi contoh pemanfaatan hasil penelitian yang pernah dilakukan, seperti pada bidang sosial, banyak kebijakan yang dibuat oleh pemerintah suatu negara baik pusat maupun daerah yang juga didasarkan pada hasil penelitian. Ini semua menunjukkan bahwa penelitian mempunyai peranan yang sangat penting dalam segala lini kehidupan masyarakat.
-oo0oo- Asas Metodologi Penelitian
B A B 5
A
gar penelitian menghasilkan suatu produk, bahasan, analisis atau kesimpulan yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan, maka tentu saja harus memperhatikan semua aspek yang mendukung suatu penelitian dapat berjalan dengan baik dan terhindar dari bias. Salah satu aspek utama adalah bahwa penelitian tersebut berada dalam kerangka ilmiah dan mempunyai kaidah serta prosedur yang dapat dipertanggung jawabkan.Dalam pelaksanaan penelitian, seorang peneliti bebas meng-gunakan metode penelitian yang jenis atau tipenya sangat banyak dan bervariasi bergantung pada tujuan atau maksud penelitian tersebut.
Bagaimana suatu penelitian akan dijalankan, desain penelitian seperti apa yang akan digunakan, semuanya harus sesuai dengan metode penelitian yang dipilih.
Ketika akan memulai mengerjakan suatu penelitian, paling tidak, seorang peneliti harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Bagaimana melaksanakan penelitian agar berjalan sesuai dengan rencana?