• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ill. PENDIDIKAN DAN KESEJAHTERAAN IBU

V. PERANAN SUAMI

DALAM KESEJAHTERAAN IBU DAN ANAK

A. Peranan Suami waktu lsteri Hamil.

Salah satu fungsi perkawinan adalah untuk melestarikan keturunan. Untuk itu semenjak diketahui isterinya hamil suami wajib mensyukurinya, serta diperlukan adanya pengertian dari suami demi perkembangan kehamilannya. Terlebih pada saat hamil isteri banyak mengalami perubahan.

Dalam Al Qur'an Allah menjelaskan bahwa masa 'kehamilan adalah masa yang cukup berat bagi seorang wanita.

Dialah yang menciptakan lc.amu dari diri yang satu dan dari

padanyala/i Dia menciptaka11 isterinya agar ia merasa se11a11g kepada11ya. Maka setelah dicampuri11ya, isterinya me11ga11du11g ka11dunga11 yang ri11ga11 dan teruslah ia merasa ringa11 (beberapa waktu). Kemudia11 tatkala dia merasa beral kedua suami-isleri berdo'a kepada Allah, Tuhannya seraya berseru : Sesu11ggulmya jika £11gkau me11garu11iai kami anak yang shale/J. tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur. (Q.S. Al-A 'raf: 189.)

Ayal tersebut di a1as menggambarkan betapa beralnya bcban isleri selama 9 bulan. Dan unluk mengurangi rasa sakit lalkala hamil lersebut Allah memerinlahkan kepada suami maupun isleri unluk lebih mendekalkan diri kepada Allah, mensyukuri ni'mat Allah alas kehamilannya agar kelak mendapalkan anak yang shaleh sesuai dengan yang diharapkan/diidam-idamkan. Jadi suami juga harus lurul berpcran scrla sewaklu islerinya hamil.

Selama masa kehamilan memang banyak perubahan yang terjadi pada tubuh isteri. Seperti perubahan ·kelenjar dan hormon pada tubuh yang mempengaruhi emosi seorang isteri. la sering merasa mual, cepat lelah, pusing dan sering dilipuli cemas serta rasa tidak aman yang sering membingungkan para suami. Dalam kondisi tersebut suami tidak boleh bersikap yang nantinya dapat memancing emosi isteri. Apabila terjadi gangguan emosi pada isteri yang sedang hamil tersebut hendaknya suami telap tenang dan sabar dalam menghadapinya. Karena pada masa tersebut pengertian serta perhatian suami sangat dibutuhkan isteri. Bagi seorang isleri tentu sangat menyenangkan apabila suami berusaha untuk mengerti keinginannya serta memenuhi kebutuhannya selama ham ii.

Perubahan hormon yang terjadi pada wanita hamil

dapat pula menimbulkan berkurangnya gairah untuk melakukan hubungan sex~al sehingga dapat mengganggu keserasian hubungan suami isteri. Pada saat kondisi tersebut seorang suami harus bersikap sabar dan bijaksana. tidak memaksa isteri dan dapat menempatkan petunjuk-petunjuk Al Qur'an dan Hadits pada kondisi yang sebenarnya. Karena kondisi isteri tersebut sifatnya hanya sementara dan akan segera berubah sejalan dengan bertambahnya usia janin yang dikandungnya. Al Qur'an mengajarkan kepada para suami agar berlaku sopan dan baik kepada isteri.

,~

//r"'·

/.l '/~.,, ·\"'\/.(~,,,~

'%[·,(

-~·.(· ,~_.,

..

,,~,~/

..o)\ U--:---' -l~ ~~ - · c..>c.s-~.~ ·.~ ~..!r--~ /

o,., /

· \:) ~ ~ "! 1,/.:(•" •

LJ&b-'A...,_, /

\~ ,.~,

- - :,

~~/

Dan bergaullah dengan mere/ca secara palut kemudian jika kamu tidak menyukai mere/ca (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

Perintah Allah dalam ayat tersebut juga dilaksaJ'.lakan dengan sebaik-baiknya oleh Rasulullah SA

w.

dan beliau mengajar-kan:

Laki-laki (suami) yang baik adalalz orang yang terbaik di antara kamu terhadap keluarganya dan aku adalah yang terbaik di antara kamu terhadap keluargaku. (H.R. lbnu Maj ah.)

Untuk dapat melaksanakan ayat dan hadits tersebut di atas

dengan sebaik-baiknya maka upaya yang dapal dilakukan oleh suami sewaktu isteri hamil adalah sebagai berikut:

1. Bersyukur kepada Allah SWf atas kehamilan isteri dan lebih mendekatkan diri kepada Allah, melakukan ibadah shalat, membaca Al Qur'an dan bersedekah.

2. Bersabar dan penuh pengertian dalam menghadapi perubahan sikap isteri.

3. Mendorong serta membantu isteri untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya.

4. Sekiranya pekerjaan rumah tangga dikerjakan sendiri oleh isteri (tanpa pembantu) maka suami harus bijaksana akan pengaturan tugas tersebut. Jangan memberikan pekerjaan kepada isteri yang dapat mengganggu pertumbuhan janin.

5. Karena perubahan hormon isteri yang disebabkan kehamilannya, tidak sedikit isteri tiba-tiba menjadi emosional, mual dan pusing. Kondisi tersebut ada yang hanya sebentar dan ada pula yang berlangsung lama. Pada waktu isteri dalam kondisi tersebut gairah sexualnya menurun. Untuk itu harus bersikap toleran.

6. Pada waktu kehamilan baru mencapai triwulan I, suami hendaknya lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan sexual, karena pada masa tersebut kondisi janin · masih dalam keadaan lemah. Untuk itu suami harus bijaksana guna menjaga kesehatan ibu dan janin dengan menurunkan frekuensi sexualnya. Apabila terjadi tanda pendarahan, maka hubungan sexual tersebut hendaknya dihentikan sementara, guna menghindari keguguran.

7. Hingga mendekati saat kelahiran hubungan sexual, tetap dapat dilakukan, namun apabila kondisi isteri tidak memungkinkan maka suami harus bersabar dan besikap

yang ma'ruf, sehingga keserasian tetap terpelihara.

Sebenamya kehamilan merupakan suatu masa yang unik untuk sepasang suami isteri dan merupakan kesempatan dalam mencerminkan cinta melalui berbagai cara. Hubungan yang hangat dan mendalam dapat memperbesar cinta antara suami isteri. Keserasian hubungan antara suami dan isteri tersebut dapat mempengaruhi perkembangan emosi janin

B. Peranan Suami waktu Isteri Melahirkan.

Akhir kehamilan biasanya juga merupakan masa yang sukar bagi calon ibu. Perut sudah demikian besar sehingga menghambat gerak. Ia cepat lelah dan sering merasa cemas sebagaimana terjadi pada awal kehamilan. Pada masa ini suami dapat membantu mengurangi kesukarannya, tunjukkan pengertian serta perhatian yang mendalam agar isteri merasa senang dan aman.

Adapun usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh suami antara lain:

1. Pada saat menjelang kelahiran bayi, suami hendaknya selalu siap mendampingi isteri, sekurang-kurangnya tidak berada jauh dari isteri.

2. Tunjukkan bahwa suami sepenuhnya ikut membantu perjuangan is~erinya dalam melahirkan, walaupun hanya berupa dorongan moril dan do'a.

Ktmuulian tatkala dia merasa berat, kedua suami isteri bertlo 'a kepada Allah, Tuhannya seraya berseru:

Ses1111gg11/mya jika Engkau mengaruniai kami anak yang s/uzlch, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyuk11r. (Q.S. Al-A 'raf: 189.)

3. Untuk mengurangi bahaya akibat persalinan hendaknya suami sejak awal mengikuti proses perkembangan kehamilan isteri dan berusaha untuk mengetahui infonnasi mengenai persalinan termasuk mengenal tanda-tanda yang membahayakan persalinan atau kelahiran.

4. Mendekati akhir kehamilan maka suami harus berusaha memenuhi kebutuhan isteri menjelang persalinan. Suami harus menunjukkan semangat kerja yang lebih dari biasanya untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga agar menambah rasa bangga dan semangat isteri menjelang persalinan:

~-'<r6~'-! /.<:(£-: ~;'J•\'\-t:~

I •, :'.Jl)

/~__JU-/~~.-'~(/'_) _,-~

l,)-\. r

,..r"t o~ /

Kewajiban suami memberi najkah kepada isteri dan anak-anaknya, demikian pula untuk kebutuhan pakaian mere/ca secara patut. (Q.S. Al-Baqarah: 233.)

Sckalipun isteri juga mencari nafkah, suami harus mcmandangnya hanya sebagai pelengkap saja. Dan tidak holch kcpada isteri terlebih sewaktu isteri baru saja mclahirkan. ..-".".:~/ ~ .,, /,)

'.I),,,""/,

~

/

, c~J\ .. ~ ~o .:.:1 iJ'b ~\.:A>~_,

, / 7 /

.I 1111g1111 ,\'c•kali-kllli memc/aratkan isterimu. (Q.S. At-'/1111/11q: (1.)

.. - .,, _:"fj ~ /. /,,.:' "-'r· ~ / ,,

"'("'' 0

>.J' .. ~ - /L~db ~-· , ~-'

Janganlah memelihara isterimu dalam kemadharatan seolah-olah seperti penganiayaan.

5. Apabila isteri sudah melahirkan maka suami wajib mensyukuri sekaligus harus bersabar dan bijaksana atas kondisi isterinya yang masih lemah dan harus merawat anaknya. Janganlah sikap isteri tersebut dijadikan alasan bahwa isteri sudah tidak memperhatikannya lagi.

6. Apabila masa nifas isterinya belum selesai maka suami harus bersabar menunggu untuk tidak menggauli isterinya hingga selesai masa nifasnya, karena:

a. Pada masa nifas/haid tersebut vagina tidak kering, penuh dengan darah yang kadang-kadang berbau, sehingga akan mengurangi ni 'mat bersetubuh.

b. Dapat membahayakan isteri, karena pada vagina bagian luar terdapat cairan yang berfungsi sebagai pembunuh bakteri. Cairan ini akan dihanyutkan oleh darah haid/

nifas keluar hingga pertahanan vagina berkurang, sedangkan zakar tidak steril, sehingga ia dapat kemasukan hama dan menyebabkan infeksi vagina.

c. Wanita dali;tm keadaan nifas/haid adalah dalam keadaan yang tidak senang baik fisik maupun psikis.

d Tidak sedikit wanita yang pada waktu melahirkan harus dilakukan penjaitan pada vagina, untuk itu para suami jika akan melakukan hubungan sexual harus sabar

menunggu hingga jahitan tersebut kering.

Apabila keempat hal tersebut di atas dilanggar maka dapat menimbulkan bahaya bagi kedua belah pihak, terutama bagi pihak isteri. Oleh karena itu Allah SWT yang Maha Bijaksana melarangnya.

Mereka bertanya kepadamu tentang hairl. Katakan-lah: "Haid itu kotoran". Oleh sebab itu hendaknya kamu menjauhkan diri ljangan menyetubuhi wanita di waktu haid). Dan janganlah kamu mendekati wanita, sebelum wanita sucL Apabila mereka telah sue~ ma/ca campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah lcepadamlL Sesungguhnya Allah menyukai

orang-o':ang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (Q.S. Al-Baqarah: 222.)

Dari ayat di atas perlu juga diperhatikan akan pentingnya bersuci. Nifas itu para ulama mengkiyaskan dengan haid. Oleh sebab itu walaupun si isteri sudah sehat dan sudah berhenti nifasnya belum boleh digauli sebelum dia bersuci.

C. Peranan Suami waktu Isteri Menyusui.

Tatkala isteri menyusui anaknya sudah seharusnya

~eorang suami juga ikut berperanserta, dengan cara suami bersikap positif terhadap isteri. Khususnya terhadap ibu yang

baru pertama kali menyusui anaknya maka sikap positip tersebut sangat membesarkan hati serta menambah semangat isteri untuk menyusui anaknya:

Pada umumnya semua ibu-ibu ingin sekali menyusui anaknya, namun tidak semua dapat melakukannya dengan baik, karena adakalanya ASI keluar hanya sedikit atau tidak keluar sama sekali.

. Dalam kondisi tersebut suami dapat berperanserta agar isteri secara psikis lebih terdorong menyusui anaknya karena refleks pengeluaran ASI juga dipengaruhi oleh emosi ibu.

Pada minggu pertama atau bulan pertama sesudah kelahiran bayi, kondisi ibu belum begitu pulih benar, namun ibu harus menyusui anaknya yang sedang kuat-kuatnya menyusu, sehingga amat sedikitlah kesempatan bagi ibu untuk istirahat bahkan kondisi tersebut juga sering menghambat keluarnya ASI. Apabila isteri sedang dalam kondisi tersebut di atas maka suami dapat membantu menemani sewaktu isteri sedang menyusui terutama pada malam hari, walaupun suami tidak dapat menemani setiap malam namun sikap tersebut sudah cukup membahagiakan isteri.

Keunggulan ASI sebagai makanan yang terbaik bagi bayi diakui oleh semua orang karena mengandung nilai gizi yang sangat tinggi. ASI juga mengandung zat kekebalan bagi bayi dari penyakit sekaligus mengandung zat yang dapat menyembuhkan penyakit.

Dan ibu-ibu hendak/ah menyusui anak-anak mere/ca selama dua tahun penuh. (Q.S. Al-Baqarah: 233.)

Anjuran Allah untuk menyusui anaknya tersebut akan terlaksana dengan baik. apabila suami turut berperanserta.

Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh suami tatkala isleri sedang menyusui anaknya adalah:

1. Bersikap positif dalam arli ikut mendukung usaha isteri untuk menyusui anaknya.

2. Berusaha semampunya sehingga dapat memenuhi kebutuhan isteri yang sedang menyusui.

3. Tu rut .memperhatikan serla menjaga kesehatan i'steri.

4. Mengusahakan dan memperhatikan makanan isteri agar cukup gizi, kalori dan protein.

D. Peranan Suami dalam Mensejahterakan Anak.

Anak adalah amanah dari Allah SWT, menjadi kewajiban kedua orang tuanya untuk mengasuh, mendidik dan memeriksakan secara baik agar anak tumbuh dan berkembang. Anak lahir sebagai buah perkawinan kedua belah pihak. Nilai anak sebagai buah hati tersebut mempunyai arti yang penting bagi keluarga. la merupakan salah satu unsur yang sangat kuat untuk memperkokoh jalinan kemesraan dan kasih sayang antara ibu dan bapaknya. Sebagaimana yang digambarkan dalam hadits Nabi.

~ J "'"' /

,,,n''"

~ .Y. '

0

'-'.1 - .. ) .. ~.H o.il ~.u \~

ti' .7 ~

Anak itu adalah buah hati.

Pertumbuhan sena perkembangan anak baik dari segi fisik maupun mental sangat dipengaruhi oleh upaya orang tuanya dalam mensejahterakan anak, sebagaimana yang

digambarkan dalam hadits. Nabi SAW, bahwa awal kejadian dari seorang bayi adalah suci dan bersih. Kedua orang tuanya dapat mengukir dan mengisi pertumbuhan dan perkembangan bayi, sebagaimana sabda Nabi SAW:

/.'

·~

( '--:"...,...:' .. ' ' ) • • • / \ "'"" J . · lr .

...u

I a,.. ; A} "::i .) I J

Q "/

4"° : ~Lo ~

/

/ ~ '....7- ,,,,,, -

u,,,

Anak itu dilahirkan dalam keadaan suci.

Setiap kamu adalah penanggungjawab dan akan dimintai pertanggunganjawab atas apa yang dipercayakan kepadanya, seorang laki-laki bertanggungjawab atas kehidupan keluarganya dan a/can dimintai pertanggunganjawab atasnya.

Dan seorang isteri bertanggungjawab atas harta benda dan anak-anak suaminya dan a/can dimintai pertanggunganjawab atasnya.

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa suami bertanggungjawab ·alas kehidupan keluarganya, tennasuk di dalamnya adalah mensejahterakan anak, sesuai dengan hak anak itu sendiri. Sebagaimana yang digambarkan oleh Syaihul Islam Al-Hadad:

"Sesungguhnya bagi anak itu ada hak-hak yang

menjadi tanggungjawab orang tuanya ~DJenuhi kebutuhan hidupnya selama mereka masih membutuhkan bantuan (belum.

mampu berdiri sendiri), juga pendidikan, bimbingan budi pekerti, pengarahan kepada sifat-sifat yang baik, perilaku yang terpuji, juga upaya menjaga dan menghindarkan mereka terjerumus dari hal-hal yang buruk; demikian pula dalam hal memberi nama yang baik.

Dengan demikian suami berkewajiban untuk mensejahterakan anak baik dari segi lahiriah maupun batiniah.

Dari segi lahiriah seorang suami berkewajiban mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya termasuk anak-anaknya. Untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan serta papan/tcmpat tinggal bagi keluarganya dan juga anaknya. Kebutuhan anak tersebut belum cukup bila hanya terpenuhi kebutuhan lahiriah saja. Karena anak terutama dalam masa pertumbuhannya sangat membutuhkan kasih sayang dari orang tuanya, sehingga anak tumbuh sehat sesuai dengan keinginan orang tuanya.

Seberat apapun tugas suami harus mampu menyediakan waktu untuk anak-anaknya, agar suami juga dapat memperhatikan sekaligus memberikan pendidikan kepada anak-anaknya terutama pendidikan agama dan akhlak agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang dilarang oleh agama.

Dokumen terkait