BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.4 Situs Web
2.4.3 Perancangan Situs Web
Dalam pembuatan sebuah situs web di perlukan dua bidang yang saling berhubungan satu sama lain, yaitu web programming dan web designing. Web programing adalah sebuah keahlian yang diperlukan untuk menuliskan kode pemrograman web, sedangkan web designing merupakan keahlian untuk merancang dan mendesain tampilan suatu web. Untuk membangun suatu website yang bagus, dinamis dan interaktif, keduanya harus ada dan saling melengkapi. Menurut Suparmanto (dalam Egganimation, 2007) ada beberapa langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam membangun sebuah situs web adalah sebagai berikut:
a. Perencanaan dan Tujuan
Dalam memulai pembuatan situs web sangat diperlukan perencanaan awal, sesuai dengan tujuan dari pembuatan situs web itu sendiri. Identifikasi awal perlu diperlukan misalnya: situs web apa yang ingin dibuat ?, siapa saja pengunjung yang diharapkan ?, targetan apa yang ingin dicapai dengan pembuatan situs web ini?. Dengan menjawab pertanyaan di atas, akan semakin jelas dan mempermudah dalam membangun sebuah situs web (Egganimation, 2007).
b. Pemilihan dan Penggunaan program
Dalam pembuatan situs web kita memerlukan program yang digunakan untuk proses desain dan pemrograman web. Pemakaian program ini dibagi menjadi dua bagian yaitu program untuk desain web dan program untuk pemrograman web. Program yang digunakan untuk mendesain web adalah Adobe Photoshop. Dan program untuk pemograman web antara lain, Adobe dreamwaver, PHP dan MySQL (Egganimation, 2007)
xxv
c. Desain Web
Dalam pembuatan layout serta desain situs web digunakan program desain yaitu Adobe Photoshop. Suatu desain yang baik yaitu dapat mengabungkan layout, warna, foto, image serta animasi secara baik, sehingga bagus untuk dipandang (Egganimation, 2007).
Gambar 2.1 Ruang Kerja Adobe photosop d. Pemrograman Web
Pada awalnya aplikasi web dibangun hanya dengan menggunakan bahasa yang disebut HTML dan protokol yang digunakan dinamakan HTTP. Pada perkembangan berikutnya, sejumlah skrip dan objek dikembangkan untuk memperluas kemampuan HTML (Kadir, 2002).
Pemrograman web yang digunakan dalam pembuatan situs web antara lain, Adobe Dreamweaver, PHP, dan MySQL. Penggunaan program ini disesuaikan dengan keinginanan
ataupun kemampuan seorang web programming dalam membuat suatu situs web. Perbedaan antara kode pemrograman satu dengan yang lainnya terletak pada cara penulisannya (Egganimation, 2007).
1. Adobe Dreamweaver
Adobe Dreamweaver merupakan program penyunting halaman web keluaran Adobe Systems yang dulu dikenal sebagai Macromedia Dreamweaver keluaran Macromedia. Program ini banyak digunakan oleh pengembang web karena fitur-fiturnya yang menarik dan kemudahan penggunaannya (Zaki, 2007).
Adobe Dreamweaver adalah aplikasi pembuat dan pengolah halaman web yang sangat populer sekarang ini. Penggunaannya lebih banyak dibandingkan aplikasi sejenis lainnya. Kelebihan Dreamweaver yang banyak disukai orang adalah fiturnya yang banyak, mudah dipakai dan tersedianya kemampuan berkolaborasi dengan software pendukung lain buatan Adobe Systems (Zaki, 2007).
Area kerja untuk mendesain halaman web pada Dreamweaver disajikan dalam bentuk desain, kode, html, atau keduanya. Hal ini untuk mempermudah proses eksplorasi desain sekaligus kode yang dipakai. Seorang web desainer yang berpengalaman pasti akan menggunakan kedua tampilan tersebut untuk mempercepat atau memperindah pendesainan. Format halaman web yang bisa dibuat antara lain:
a) HTML (Hypertext Markup Langguage)
HTML (Hypertext Markup Language) adalah suatu bahasa yang digunakan untuk menulis halaman web. HTML dirancang untuk digunakan tanpa tergantung pada suatu platform tertentu atau platform independent (Sutarman, 2003).
xxvii
Model kerja HTML diawali dengan permintaan suatu halaman web oleh browser. Berdasarkan URL (Uniform Resource Locator) atau dikenal dengan sebutan alamat internet, browser mendapatkan alamat dari web server, mengidentifikasi halaman yanng dikehendaki, dan menyampaikan segala informasi yang dibutuhkan oleh web server. Selanjutnya, web server akan mencari berkas yang diminta dan memberikan isinya ke browser. Browser yang mendapatkan isinya segera melakukan proses penerjemahan kode HTML dan menampilkannya ke layar pemakai (Egganimation, 2007). b)CSS (Cascading Style Sheet)
CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk menentukan deskripsi cara penampilan dokumen yang ditulis menggunakan bahasa markup. CSS biasanya digunakan untuk mengatur tampilan halaman web yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman HTML dan XHTML (Zaki, 2007).
2. PHP (Personal Home Page/ Hypertext Preprocessor)
PHP (Hypertxt Preprocessor) adalah sebuah bahasa pemrograman yang berbentuk scripting, sistem kerja program ini adalah sebagai interpreter bukan sebagai Compiler. PHP dikenal sebagai bahasa script yang menyatu dengan tag HTML.
PHP merupakan skrip yang dijalankan di server, dimana kode yang menyusun program tidak perlu diedarkan ke pemakai sehingga kerahasiaan kode dapat dilindungi (Kadir, 2001).
Secara khusus, PHP dirancang untuk membentuk web dinamis. Artinya, ia dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan terkini. Misalnya, bisa menampilkan isi database ke halaman web (Kadir, 2001).
Konsep Kerja PHP
Model Kerja HTML diawali dengan permintaan suatu halaman web oleh browser. Berdasarkan URL(Uniform Resource Locator) atau dikenal dengan sebutan alamat internet, browser mendapatkan alamat dari web server, mengidentifikasi halaman yang dikehendaki, dan menyampaikan segala informasi yang dibutuhkan oleh web server. Selanjutnya, web server akan mencarikan file yang diminta dan memberikan isinya ke web browser. Browser yang mendapatkan isinya segera melakukan proses penerjemahan kode HTML dan menampilkannya ke layar pemakai (Kadir, 2008). Permintaan HTTP (sesuatu.html) Tanggapan HTTP Gambar 2.2 Skema HTML 3. MySQL Database
MySQL merupakan multi-user database yang menggunakan bahasa Structured Query Language (SQL) (Sunarfrihantono, 2002).
Web server
Kode HTML
xxix
MySQL merupakan software sistem manajemen basis data (Database Management System-DBMS) yang sangat populer dikalangan pemograman web, terutama di lingkungan Linux dengan menggunakan skrip PHP dan perl. MySQL merupakan database sebagai sumber dan pengelola datanya (Sidik, 2003)
e. Menggabungkan Desain dan Pemrograman Web
Tahap berikutnya dari pembuatan situs web adalah dengan melakukan penggabungan desain dan pemrograman web yang telah dibuat sebelumnya. Tahap ini merupakan tahap yang paling penting, dan perlu keahlian dan perhitungan yang cermat (Egganimation, 2007).
Sebelum melakukan penggabungan desain dan pemrograman web, sebaiknya ditentukan terlebih dahulu jenis layout (tata letak) yang akan digunakan. Format layout banyak digunakan karena banyak menampung informasi dalam suatu halaman, disamping itu layout jenis ini dapat membuat desain yang telah dibuat terlihat seimbang dan enak dilihat. Model layout split dibagi menjadi lima bagian, yaitu header, menu kiri, menu kanan, body / content dan footer (Egganimation, 2007).
Bagian header ditempati oleh design header yang telah dibuat. Bagian menu kiri akan dipake untuk menampilkan menu kategori, menu login. Pada menu kanan ditampilkan menu popular, news, lastest dan shoot message. Dan terakhir bagian footer ditempati oleh keterangan siapa pembuat situs web (Egganimation, 2007).
f. Publishing
Setelah proses pembuatan situs web diatas telah selesai dan semua link dapat berfungsi dengan baik, maka langkah selanjutnya adalah dengan mem-publish
halaman situs web tersebut. Proses publishing ini dapat dilakukan dengan localhost (intranet) atau pun upload di internet (Egganimation, 2007).
Proses publishing dengan menggunakan localhost dapat menggunakan program web server seperti apache, iis, xamp dan lainnya. Dengan proses ini situs web yang kita buat dapat ditampilkan dikomputer tanpa terhubung dengan jaringan internet. Selanjutnya publishing yang terhubung dengan jaringan internet dapat dilakukan dengan pembelian tempat domain dan hosting, kepada perusahaan pengelola web yang menyediakan pembelian domain dan hosting (Egganimation, 2007).
g. Evaluasi dan perawatan
Setelah melalui proses sebelumnya, yaitu tahap perancangan, desain, pemrograman, penggabungan desain dan publishing, maka secara keseluruhan situs web sudah jadi dan siap diakses oleh semua orang lewat internet. Tahap selanjutnya adalah proses evaluasi terhadap situs web ini. Evaluasi situs web ini dapat berupa proses maintenance (perawatan) bagi suatu website serta pengembangannya (Egganimation, 2007).
xxxi