5.3.1 Hasil Perancangan Vertical Greenery Lantai Empat Taman Menteng Square, Jakarta
5.3.1.1 Deskripsi Proyek
Proyek perancangan vertical greenery Menteng Square adalah bagian kegiatan perancangan dari proyek lanskap residential Menteng Square Jakarta. Perancangan vertical greenery pada proyek ini bertujuan untuk mendukung konsep lanskap residensial yang menciptakan integrasi antara bangunan dengan nuansa alami. Kondisi keterbatasan lahan pada bangunan membuat PT. ESCI mencoba memberikan solusi sebuah ruang terbuka berupa taman yang memanfaatkan ruang secara horizontal maupun vertikal. Untuk solusi pemanfaatan ruang secara vertikal, digunakan konsep vertical greenery
Klien dari proyek ini adalah PT. Bahama Development yang merupakan
holding company yang memfokuskan diri pada industri properti. Proyek properti
Bahama Group yang telah dibangun dan beroperasi dengan baik, antara lain adalah Menara Cawang, Menara Kebon Jeruk, Menara Latumenten, Menteng Square, Botani Square Bogor, dan lain lain.
5.3.1.2. Tahapan Kegiatan Perancangan
Kegiatan perancangan vertical greenery yang dilakukan PT.ESCI melalui
beberapa tahap. Tahapan tersebut adalah tahap persiapan, inventarisasi, analisis, konsep desain (concept design), konsep desain awal (preliminary concept design), konsep desain akhir (final concept design), rencana pelaksanaan (siteplan), pengembangan desain (design development). Mahasiswa magang berpartisipasi mulai dari tahap inventarsiasi dan analisis tapak di lapang serta pembuatan dokumen gambar di studio. Untuk alur dari tahap perancangan dapat dilihat pada Gambar 71
5.3.1.3. Inventarisasi
Taman Menteng Square terletak pada area seluas 1,6 ha yang berlokasi di Jalan Matraman no 30 E Jakarta Pusat. Area tersebut berbatasan dengan pemukiman dan Jalan Salemba I di sebelah utara, di sebelah selatan berbatasan dengan Jalan Matraman dan pemukiman padat, di sebelah barat berbatasan dengan Jalan Inpeksi Ciliwung dan di sebelah timur berbatasan dengan Jalan Raya Salemba. Data yang diperoleh dari proyek ini meliputi data fisik, biofisik, dan sosial baik berupa data primer dan sekunder. Lantai empat direncanakan oleh pihak klien sebagai area rekreasi terbuka hijau tropis. Luasan total area wall yang direncanakan untuk vertical greenery adalah 325 m2. Lokasi wall yang dirancang berada di beberapa spot lantai empat pada Tower A, B, dan C.
a. Aspek Fisik
Lokasi wall yang dirancang berada di beberapa spot lantai empat pada
Tower A, B, dan C. Setiap lantai empat tower dihubungkan dengan sky bridge Gambar 71. Tahap Perancangan Vertical Greenery Lantai Empat Menteng Square,
Jakarta
(Sumber: PT. Envirospace Consultant Indonesia, 2011)
Pengembangan Desain Rencana Tapak
Persiapan Inventarisasi Analisis Konsep Dasar Konsep desain awal
yang berfungsi sebagai akses penghubung (Gambar 72). Dasar pemilihan wall yang dirancang untuk vertical greenery adalah titik wall tersebut berada di area untuk beristirahat yang dirancang pada lanskap lantai empat. Hal tersebut bertujuan agar pengguna tapak dapat menikmati vertical greenery saat beristirahat. Selain itu, pada Tower A dan B terdapat vertical greenery yang dirancang untuk menutupi gudang.
Wall Tower A yang dirancang untuk vertical greenery berada pada area
yang mudah terlihat yaitu ruang transisi sampai ruang utama (Gambar 73). Wall yang direncanakan yaitu 6 (enam) wall yang memiliki luasan total 150 m2. Setiap
wall memiliki dimensi yang sama adalah 5 x 5 m (tinggi 5 m, lebar 5 m, dan luas
area wall 25 m2). Struktur wall menggunakan material beton bertulang dengan bentuk tembok massive. Bentuk struktur wall adalah bidang segi empat yang memiliki sudut 90º terhadap bidang lantai.
Posisi wall yang dirancang pada Tower B berada di sekitar ruang transisi dari arah sky bridge Tower A sampai ruang utama (Gambar 74). Jumlah wall yang direncanakan adalah 4 (empat) wall yang memiliki luasan total 100 m2. Struktur material, dimensi, dan bentuk wall sama seperti pada Tower A.
Posisi wall yang dirancang pada Tower C di sekitar ruang transisi arah
skybride Tower B sampai ruang utama (Gambar 75). Jumlah wall yang
direncanakan adalah 3 (tiga) wall yang memiliki luasan total 75 m2. Struktur material, dimensi dan bentuk wall sama seperti pada Tower A dan B. Data inventarisasi lantai empat Menteng Square Jakarta Pusat dapat dilihat kembali pada Tabel 4. Untuk dokumentasi lokasi lantai empat dapat dilihat pada Gambar 76.
b. Aspek Biofisik
Posisi wall vertical greenery lantai empat Tower A, B, dan C berada di area yang 50% terkena cahaya matahari atau semi naungan. Cahaya matahari tersebut masuk melalui void pada struktur bangunan dan tembok kaca di sekitar
wall. Kondisi tersebut menjadi dasar dari pemilihan tanaman vertical greenery
dengan syarat tumbuh semi naungan. Suhu maksimum siang hari di sekitar tower adalah 25º-35ºC, sehingga dibutuhkan vegetasi yang berfungsi untuk menurunkan
suhu udara. Posisi lantai yang tidak langsung terkena cahaya matahari atau semi naungan, menyebabkan suhu maksimum berada sekitar 25º-30ºC.
c. Aspek Sosial
Aspek sosial yang diperoleh meliputi jenis rekreasi dan aktifitas yang dilakukan di lantai empat. Klien menginginkan lantai empat sebagai area rekreasi ruang hijau. Area rekreasi ruang hijau yang direncanakan adalah aktivitas berekreasi dengan suasana alam tropis. Untuk Tower A dan B, aktivitas yang direncanakan adalah jogging, fitness, dan bersantai. Pada Tower C aktivitas yang direncanakan adalah jogging, bersantai dan area bermain anak (children
playground). Penghuni tower apartemen berasal dari berbagai kalangan usia mulai
dari anak-anak, dewasa, dan orang tua. Selain itu status sosial penghuni berasal dari kalangan ekonomi menengah ke atas yang memiliki kesibukan cukup tinggi sehingga kurang waktu untuk rekreasi.
5.3.1.4. Analisis tapak
Tahap analisis tapak dilakukan pada beberapa aspek yang berkaitan dengan keoptimalan perancangan vertical greeney. Aspek tersebut meliputi aspek fisik, biofisik, dan sosial.
a. Aspek Fisik
Lantai empat merupakan area yang direncanakan oleh pihak arsitek untuk area rekreasi. Pada lantai tersebut terdapat beberapa wall yang tidak dimanfaatkan sehingga terkesan kaku untuk area rekreasi terbuka hijau. Bentuk tembok yang simetris berbentuk bujur sangkar dan memiliki kemiringan normal 90o menjadikan potensi struktur vertical greenery yang tidak rumit. Bentuk tembok tersebut lebih aman menopang struktur vertical greenery dan tidak membahayakan user.
b. Aspek Biofisik
Letak wall berada pada sudut yang berpotensi masuknya 50% cahaya matahari (semi naungan). Hal tersebut dikarenakan lantai empat memiliki beberapa tembok void yang memungkinkan masuknya cahaya matahari. Kondisi suhu di lantai empat sekitar 25º-30º C nyaman digunakan user. Bentuk lantai empat memiliki koridor sky bridge antar tower dan beberapa wall berbentuk void menjadikan potensi aliran angin yang cukup sejuk di area tersebut.
Gambar 72.
Base Map
Lantai Empat
Menteng Square
(sumber: PT
Gambar 73.
Base Map
Lantai Empat Tower A
(sumber: PT
. Envirospace Consultant Indonesia, 2011)
Area istir ahat Area istirahat Area istirahat Lift Barang Gudang
Gambar 74.
Base Map
Lantai Empat Tower B
(sumber: PT
. Envirospace Consultant Indonesia, 2011)
Area istirah at Area istirah at Area istirah at Lift Barang
Gambar 75.
Base Map
Lantai Empat Tower C
(sumber: PT
. Envirospace Consultant Indonesia, 2011)
Area istirah at Area istirah at Area istirah at
c. Aspek Sosial
Lantai empat memiliki sirkulasi yang berpotensi bagi pengguna untuk mengakses wall vertical greenery. Selain itu, terdapat beberapa titik view untuk menikmati vertical greenery. Pada lantai empat, interior ruang yang dirancang arsitek memiliki visibility view, sehingga berpotensi melihat wall vertical
greenery dari berbagai sudut. Titik view terdekat ke arah wall berpotensi untuk
menikmati wall vertical greenery meliputi bentuk daun, tektur daun, dan warna. Titik view terjauh sampai batas penglihatan manusia berpotensi untuk menikmati pola bentuk dan pola warna.
5.3.1.5. Konsep Dasar (Concept Design)
Tujuan awal dari pembangunan Menteng Square adalah membangun area komersial dan hunian yang mengintegrasikan karakter lanskap alami di interior bangunan yang modern. Konsep dasar vertical greenery pada tapak berfungsi sebagai lukisan untuk merefleksikan karakter lanskap alami pada lantai empat. Aspek yang direfleksikan adalah bentukan dari karakter pola desain dan warna tanaman. Konsep dasar ini digunakan untuk menciptakan unity antara vertical
greenery dan lanskap interior lantai empat.
5.3.1.6. Konsep Desain Awal (Preliminary Concept Design)
Preliminary concept design adalah pengembangan dari konsep dasar.
Untuk mengembangkan dan mendukung konsep dasar, PT. ESCI menggunakan Gambar 76. Foto Lokasi Wall Lantai Empat Menteng Square Jakarta
foto dan ilustrasi. Produk dari tahap ini diajukan kepada klien untuk mendapatkan masukan.
a. Conceptual Landscape Plan and Ilustration of Vertical Greenery
Conceptual landscape plan merupakan rencana perancangan yang
bertujuan untuk menunjukkan letak vertical greenery terhadap semua ruang. Pada tahap ini disertai ilustrasi desain vertical greenery (ilustrasi of vertical greenery) berdasarkan konsep dasar yang sudah ditentukan.
Konsep bentuk dan warna yang digunakan disesuaikan dengan pola desain lanskap secara keseluruhan dan jenis aktifitas. Pola desain lanskap lantai empat didominasi garis natural untuk menggambarkan bentukan alam yang tidak kaku. Untuk mendukung hal tersebut, pola bentuk yang digunakan pada vertical
greenery adalah pola natural melengkung meniru bentuk tumbuhan. Pola desain
ini digunakan pada vertical greenery Tower A, B, dan C.
Jenis aktivitas yang dominan pada Tower A dan B adalah olahraga dan bersantai. Untuk mendukung hal tersebut, tanaman berwarna hijau digunakan sebagai pemberi kesan sejuk dan sehat. Jenis aktivitas yang dominan pada Tower C adalah aktivitas olahraga, duduk, dan arena bermain untuk anak-anak. Untuk mendukung hal tersebut, digunakan tanaman dengan kombinasi warna hijau dan merah. Warna hijau memberikan kesan sejuk dan sehat, sedangkan warna merah memberikan kesan ceria dan aktif untuk anak-anak. Produk conceptual landscape
plan dan illustration of vertical greenery lantai empat dapat dilihat pada Gambar
77 dan 78. 5m 5m 5m 5m c a b
Gambar 77. Ilustration Of Vertical Greenery Lantai empat (a. Tower A, b. Tower B, c. Tower C)
b. Feature Image Softmaterial
Konsep softmaterial yang digunakan adalah kombinasi warna alami
tanaman dan tekstur yang ditimbulkan oleh tanaman. Hal tersebut digunakan untuk menghindari kemonotonan. Selain itu, pemilihan jenis tanaman memiliki syarat tumbuh semi naungan yang sesuai pada kondisi eksisting lantai empat.
Softmaterial pada vertical greenery lantai empat, menggunakan tanaman Asplenium nidus (paku sarang burung), Ophiopogon sp (opipogon), Asparagus densiflorus’mayer’ (asparagus), Peperomia argyreia (peperomia), Cryptanthus bivittatus 'Pink Starlight (criptantus merah muda) dan Cryptanthus bivittatus
(criptantus merah). Konsep softmaterial pada lantai empat dapat dilihat pada Gambar 79, 80, 81.
Gambar 78. Conceptual Plan Landscape Desain Vertical Greenery Lantai Empat (Sumber: PT. Envirospace Consultant Indonesia, 2011) (Di gambar oleh: Fauzi,
Gambar 79. Konsep Softscape Tower A (a. Asplenium nidus, b. Ophiopogon sp)
(Sumber: PT. Envirospace Consultant Indonesia, 2011) A
B
C
b
c. Feature Image Hardmaterial
Hardmaterial yang digunakan untuk vertical greenery antara lain
aluminium dan besi. VGM menggunakan material aluminum agar modul lebih ringan dan tidak menghantarkan panas yang berlebihan pada media dan tanaman.
Frame penyangga menggunakan besi yang dapat menopang modul. Produk feature image hardmaterial dapat dilihat pada Gambar 82.
Gambar 80. Konsep Softscape Tower B Lantai Empat (a. Peperomia argyreia, b. Asparagus densiflorus’mayer’ )
(Sumber: PT. Envirospace Consultant Indonesia, 2011)
Gambar 81. Konsep Softscape 3 Lantai Empat
(a.Cryptanthus bivittatus 'Pink Starlight, b. Cryptanthus bivittatus, c.Ophiopogon sp) (Sumber: PT. Envirospace Consultant Indonesia, 2011)
Gambar 82. Konsep Hardscape Vertical Greenery (a. Aluminium , b. Besi )
(Sumber: PT. Envirospace Consultant Indonesia, 2011)
a b b a c a b
d. Feature Image of Vertical Greenery,
Gambar usulan untuk vertical greenery lantai empat menjelaskan penggunaan pola bentuk natural melengkung dan kombinasi warna hijau tua, hijau muda, merah, dan merah muda (Gambar 83). Gambar tersebut berasal dari proyek perancangan vertical greenery yang pernah dikerjakan oleh PT.ESCI.
.
5.3.1.7. Rencana Tapak ( Site Plan)
Vertical greenery pada lantai empat berada pada area timber deck untuk
istirahat dan screen untuk bangunan lift barang dan gudang. Produk dari site plan
vertical greenery lantai empat dapat dilihat pada Gambar 84, 85, dan 86. Untuk
memperjelas site plan, dibuat beberapa gambar potongan (section) yang menggambarkan view vertical greenery (Gambar 87, 88, dan 89).
5.3.1.8. Tahap Pengembangan Desain (Design Development)
Tahap pengembangan desain (design development) adalah pengembangan dari konsep desain yang sudah ditentukan sebelumnya. Pengembangan dilakukan dari beberapa elemen desain. Elemen tersebut adalah softscape, hardscape, dan
irrigation system. Elemen softscape yang dikembangkan berupa desain
penanaman dan media tanam. Untuk elemen hardscape yang dikembangkan adalah pembuatan desain konstruksi untuk menjelaskan struktur desain menopang
vertical greenery. Irrigaton system yang dikembangkan untuk menunjukkan aliran
irigasi.
Gambar 83. Feature Image of Vertical Greenery Lantai empat (Sumber: PT. Envirospace Consultant Indonesia, 2011)
Gambar 84. Site Plan Vertica l Green ery Lantai E m pat Tower A (sumber: PT
Gambar 85. Site Plan Vertica l Green ery Lantai E m pat Tower B (sumber: PT
. Envirospace Consultant Indonesia, 2011)
D’ D
Gambar 86. Site Plan Vertica l Green ery Lantai E m pat Tower C (sumber: PT
Gambar 87. Potongan Tampak Vertical Greenery Tower A (a.A-A’, b. B-B’) (Sumber: PT. Envirospace Consultant Indonesia) (Digambar Oleh: Fauzi, 2011)
a
b
Gambar 88. Potongan Tampak Vertical Greenery Tower B (a.C-C’, b. D-D’) (Sumber: PT. Envirospace Consultant Indonesia) (Digambar Oleh: Fauzi, 2011)
Gambar 89. Potongan Tampak Vertical Greenery Tower C (a.E-E’, b. F-F’) (Sumber: PT. Envirospace Consultant Indonesia) (Digambar Oleh: Fauzi, 2011)
a b vertical greenery vertical greenery vertical greenery
vertical greenery vertical greenery
vertical greenery vertical greenery
vertical greenery vertical greenery
timber deck timber deck
timber deck timber deck
timber deck timber deck
timber deck timber deck a b vertical greenery vertical greenery vertical greenery
vertical greenery vertical greenery vertical
greenery
timber deck timber deck
timber deck timber deck
a. Desain Konstruksi Vertical Greenery
Desain konstruksi vertical greenery yang digunakan PT.ESCI meliputi
perancangan vertical green module (VGM), frame module, dan rel module. Sistem ketiga komponen tersebut saling mendukung untuk menciptakan struktur vertical
greenery yang optimal dalam menopang media dan tanaman. VGM berfungsi
sebagai wadah atau planter media dan tanaman. VGM tersebut ditahan oleh frame
module seperti sistem bingkai foto untuk mempermudah pengaturan pola warna
dan bentuk tanaman. Frame module yang menahan VGM tidak langsung menempel pada bidang dinding, tetapi dihubungkan dengan rel module (Gambar 90). Beberapa Frame module ditahan oleh konstruksi rel module dengan sistem kerja seperti rel pada kereta api.
• Vertical Green Module (VGM)
Jenis VGM yang digunakan adalah VGM panel (2000x500)mm. VGM panel dipilih karena memiliki bobot yang cukup ringan untuk keamanan user. Selain itu, jenis ini lebih praktis karena media tanam terpasang langsung pada VGM. Jenis VGM ini dilengkapi tabung yang menghubungkan dengan pipa irigasi. Ukuran VGM (2000x500) mm digunakan agar sesuai dengan lebar dan tinggi wall (5000x5000) mm. Jumlah VGM panel yang digunakan adalah 20 panel untuk menutupi luasan wall eksisting.
Gambar 90. Ilustrasi Sistem Struktur Vertical Greenery (a.Tampak Samping, b. Tampak Depan)
(Digambar Oleh: Fauzi, 2011)
• Frame Module
Frame Module berfungsi seperti bingkai untuk menopang VGM panel
terhadap bidang vertikal. Frame module adalah struktur yang berbentuk balok kanal U. Struktur ini memudahkan dalam mengatur pemasangan VGM, karena memiliki prinsip kerja seperti bingkai foto. Selain itu, fungsi lain dari frame
module adalah untuk menyembunyikan instalasi pipa irigasi agar tidak
mengganggu keindahan view. Jumlah frame module yang digunakan adalah 4 (empat) buah masing-masing memiliki panjang 5 m disesuaikan dengan lebar
wall. Setiap 10 (sepuluh) modul VGM panel diapit oleh 2 buah frame module
bagian atas dan bawah yang dipasang secara horizontal. Bagian bawah untuk menopang beban dari VGM panel, sedangkan bagian atas untuk mengunci panel dan tempat pipa irigasi. Gambar VGM dan frame module dapat dilihat pada Gambar 91.
• Rel Module
Rel Module adalah struktur yang berbentuk balok segi empat berukuran panjang untuk menopang beberapa frame module. Rel module dipasang pada posisi vertical untuk menopang frame module. Jumlah rel module yang digunakan adalah 4 buah rel untuk menopang frame module sepanjang 5 m.
Pada proyek ini PT. ESCI mengajukan 2 (dua) alternatif desain yang menggunakan kedua jenis rel module sebagai alternatif. Alternatif I menggunakan rel module langsung untuk penghubung struktur vertical greenery langsung ke bidang dinding (Gambar 92). Penghubungnya menggunakan skrup pada rel module yang berfungsi mengunci struktur vertical greenery pada dinding. Alternatif II menggunakan struktur yang tidak menghubungkan langsung vertical
greenery dengan bidang dinding (Gambar 93). Struktur ini menggunakan rel
module tidak langsung yang memiliki pondasi tersendiri untuk menahan seluruh struktur vertical greenery. Desain konstruksi yang disetujui oleh klien adalah alternatif I.
Gambar 91.
Vertical Green Module
(VGM) dan
Frame Module Vertical Greenery Menteng Square
(sumber: PT
. Envirospace Consultant I
Gambar 92. Desain Konstruksi Alternatif
I Rel
Module
Langsung
Vertical Greeney
Menteng Square (a.
View
, b.
Section
)
(Sumber: PT. Envirospace Consultant I
ndonesia) (Digambar Oleh: Fauzi, 2011)
Eksist ing wa ll Eksist ing wa ll
Gambar 93. Desain Konstruksi Alternatif II Re l Module Tidak Langsung Vertica l Greeney
Menteng Square (a.
View , b. Section ) (Sumber: PT. Envirosp ace Consultant I ndonesia) (Digamb ar Oleh: Fau zi, 2011) Eksist in g wa ll Eksist in g wa ll
b. Desain Penanaman Vertical Greenery
Desain penanaman berfungsi untuk pengembangan konsep softscape yang sudah ditentukan sebelumnya. Pada tahapan ini sistem penanaman yang digunakan perusahaan adalah menggunakan VGM. VGM berfungsi sebagai wadah untuk menyimpan media dan tanaman. Desain penanaman yang dilakukan dengan sistem secara vertikal (vertical class). Sistem tersebut adalah penanaman dengan bidang vertikal sebagai cakupannya dan orientasi tanaman mengarah horizontal (Gambar 94).
Komposisi tanaman yang digunakan pada lantai Empat Tower A adalah 40 % Asplenium nidus (hijau muda), dan 60% Ophiopogon sp (hijau tua). Lantai Empat Tower B menggunakan komposisi tanaman 60% Asparagus densiflorus (hijau muda), 40% Peperomia hederaefolia (hijau tua), adapun Lantai Empat Tower C menggunakan komposisi tanaman 20% Cryptanthus bivittatus 'pink starlight' (merah muda), 20% Cryptanthus bivittatus (merah), dan 60%
Ophiopogon sp (hijau tua).
Setiap warna tanaman dan tekstur yang digunakan membentuk suatu komposisi desain. Untuk tanaman dengan komposisi warna yang lebih besar dan tekstur yang halus, digunakan sebagai background desain. Adapun tanaman dengan komposisi warna lebih kecil dan tekstur kasar daun lebar, digunakan sebagai pola desain. Pola penanaman setiap tower dapat dilihat pada Gambar 95.
a b c
Gambar 94. Contoh Penanaman Vertical Class (a.Tampak Samping, b. Tampak Depan, c. Ilustrasi)
a. Media Tanam
Gambar 95. Pola Penanaman
Vertica
l Greenery
Menteng Square (a. Tower A, b. Tower B, c. Tower C)
(Sumber: PT. Envirosp ace Consultant I ndonesia) (Digamb ar Oleh: Fau zi, 2011)
a
b
c
Pada lantai empat Tower A, Ophiopogon sp yang memiliki komposisi warna 60% dan karakter halus digunakan sebagai background. Asplenium nidus yang memiliki komposisi warna 40% dan karakter kasar digunakan sebagai pola bentuk (lihat kembali Gambar 79). Pada lantai empat tower B, Asparagus
densiflorus yang memiliki komposisi warna 60% dan karakter halus digunakan
sebagai background. Peperomia hederaefolia yang memiliki komposisi warna 40% dan karakter kasar digunakan sebagai pola bentuk (lihat kembali Gambar 80). Pada lantai empat tower C, Ophiopogon sp dengan komposisi warna 60% dan karakter halus sebagai background. Cryptanthus bivittatus 'pink starlight' dan
Cryptanthus bivittatus dengan total komposisi warna 40% dan karakter kasar
digunakan sebagai pola bentuk (lihat kembali Gambar 81).
Media tanam yang digunakan pada pengembangan desain vertical
greenery lantai empat adalah media pakis. Pakis tersebut berasal dari sampah sisa
perkebunan yang sudah tidak digunakan. Pakis yang digunakan berbentuk padatan lempeng agar lebih mudah pemasangannya pada VGM panel dibanding yang berbentuk serpihan (Gambar 96).
Lempengan pakis yang digunakan memiliki ketebalan 5 cm. Hal tersebut dikarenakan media pakis sulit diperoleh sehingga perusahaan melakukan penekanan pada volume media untuk menekan biaya pengadaan. Pakis sebagai media tanam memiliki fungsi mengikat akar, menyalurkan air irigasi, mengikat air irigasi, aerasi udara, dan mempengaruhi pertumbuhan daun.
Gambar 96. Media tanam (a. Pakis Lempeng, b. Pakis dengan VGM panel) (Sumber: PT. Envirospace Consultant Indonesia, 2011)
d. Sistem Irigasi (Irrigation System)
Sistem irigasi yang digunakan adalah irigasi tetes (drip irrigation). Sistem tersebut dipasang dengan instalasi penyiraman air otomatis. Air yang akan digunakan, dicampur dengan pupuk cair untuk kemudian distribusikan ke media tanam. Sistem penyiraman dilakukan dengan timer untuk memudahkan pemeliharaan. Untuk instalasi irigasi, pipa saluran tidak diekspos dan disembunyikan ke dalam konstruksi frame VGM. Hal tersebut digunakan agar pipa irigasi tidak mengganggu pandangan terhadap vertical greenery (Gambar 97).
e. Tahap Persiapan Tanaman dan VGM Panel
Setelah tahap pengembangan desain, selanjutnya perusahaan melakukan pengadaan tanaman, media dan frame module. Hal tersebut dilakukan agar VGM yang berisi tanaman dan media siap dipasang pada tahap implementasi. Persiapan tersebut meliputi penanaman pada media dalam posisi horizontal selama 3 – 4 minggu. Ini dilakukan agar akar pada tanaman menyebar dan mengikat kokoh pada media. Tanaman yang dipersiapkan adalah tanaman yang sudah tumbuh daun dan batang. Hal ini untuk memperpendek waktu persiapan dibandingkan dengan menggunakan bibit atau benih tanaman. Setelah 70% tanaman tumbuh
Pipa Irigasi Aliran Irigasi
Nodzle
Gambar 97. Sistem Irigasi Vertical Greenery Menteng Square (Sumber: PT. Envirospace Consultant Indonesia, 2011) (Fauzi, 2011)
dalam posisi normal (horizontal), selanjutnya tanaman dibiarkan tumbuh dengan posisi vertikal 4 – 8 minggu. Hal tersebut dilakukan agar tanaman dapat beradaptasi untuk berkembang pada lingkungan vertikal. Total waktu yang dibutuhkan agar VGM siap digunakan di lapang, adalah sekitar 2 – 3 bulan. Perlakuan pemeliharan seperti penyiraman, pemupukan dan pembersihan gulma dilakukan perusahaan agar produk VGM dapat menghasilkan visual yang maksimal untuk disusun sesuai pola desain. Contoh kegiatan pengadaan tanaman pada proyek lain di PT.ESCI dapat dilihat pada Gambar 98.
5.3.2 Pembahasan Perancangan Vertical Greenery Lantai Empat Menteng Square, Jakarta
5.3.2.1. Konsep Desain
Konsep desain vertical greenery Menteng Square adalah merefleksikan lanskap sekitar. Hal yang direfleksikan pada desain vertical greenery adalah karakter desain yang ada pada lanskap lantai empat. Hal tersebut sesuai dengan
Gambar 98. Contoh Kegiatan Pengadaan Panel Vertical Green Module Proyek Lain di PT. Envirospace Consultant Indonesia,
(a. Penanaman bibit tanaman, b. Pertumbuhan horizontal, c. Perlakuan awal pertumbuhan Vertikal, d. Penyusunan Vertical Greenery)
(Sumber: PT. Envirospace Consultant Indonesia, 2011) a
.
b .
tujuan perancangan vertical greenery menurut Sujayanto (2011), bahwa salah satu manfaat vertical greenery adalah merefleksikan atau memindahkan suatu pemandangan alam sekitar.
Konsep dasar lanskap lantai empat Menteng Square adalah mengintegrasikan lanskap alami dari unsur tanaman yang lembut ke dalam interior lantai empat yang bergaya modern. Tujuan dari konsep desain lantai empat adalah sebagai tempat rekreasi hijau dengan nuansa alami tropis. Rekreasi tersebut berupa kegiatan olahraga jogging, fitness, duduk santai dan gathering. Pola desainnya menggunakan dominasi warna alami hijau untuk area rekreasi