• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANGKAT ALAT BANTU ACM: SEBUAH CONTOH

CATATAN PENUTUP

PERANGKAT ALAT BANTU ACM: SEBUAH CONTOH

Lampiran 2 ini memaparkan suatu contoh perangkat alat bantu (tool kit) yang dapat digunakan dalam menerapkan ACM. Di dalam lampiran ini diuraikan berbagai alat bantu dan metode, masing-masing disertai penjelasan atau contoh tentang bagaimana menggunakannya. Di samping itu, diberikan juga sumber-sumber acuan sebagai bacaan lanjutan bilamana Anda ingin lebih memperdalam penggunaan alat-alat bantu atau metode-metode tertentu. Anda dapat memakai perangkat ini sebagai contoh untuk mengembangkan perangkat alat bantu Anda sendiri yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan fasilitasi Anda di tempat Anda menjalankan program Anda. Dari kumpulan alat bantu dan metode yang Anda temukan dalam perangkat alat bantu ini, akan terlihat bahwa suatu perangkat alat bantu dapat berupa sebuah kumpulan alat bantu yang sangat beragam.

178 • LAMPIRAN 2

Alat bantu/metodeUraianBagaimana menggunakannya/ contoh

Bahan bacaan Alat bantu visual/diagramAlat visual seperti peta, gambar, foto, dan diagram besar manfaatnya dalam membantu para pemangku kepentingan untuk menafsirkan apa yang mereka lihat, dengar, atau rasakan. Alat-alat ini juga sangat menolong dalam menganalisis hubungan yang rumit dan mengungkapkan pokok-pokok persoalan yang muncul, karena orang pada umumnya lebih bisa memahami informasi bergambar daripada informasi tertulis.

Sumber 1: A Trainer’s Guide for Participatory Learning and Action. Pretty, J.N., I. Guijt, I. Scoones & J. Thompson. 1995. Participatory Methodology Series. IIED, London, Inggris. Sumber 2: Berbuat Bersama. Berperan Setara. Acuan Penerapan Participatory Rural Appraisal. R. Djohani (penyunting). 1996. Studio Driya Media Bandung untuk Konsorsium Pengembangan Dataran Tinggi Nusa Tenggara, Bandung, Indonesia.

PERANGKAT ALAT BANTU ACM : SEBUAH CONTOH • 179

Alat bantu/metodeUraianBagaimana menggunakannya/ contoh

Bahan bacaan Kami ingin lebih bahagia. Ada banyak kekurangan. Tidak ada cukup uang untuk membeli minyak goreng dan keperluan lain. Tidak ada uang untuk belanja atau membeli pakaian. Kami ingin membantu orang-tua kami di kebun pekarangan atau di kebun karet sehingga kami, anak perempuan, dapat membantu dalam menyadap karet. Para anak muda yang banyak kegiatan masyarakat kebanyakan laki-laki dan tidak banyak perempuan. Organisasi pemuda memprakarsai koperasi, tetapi perempuan tidak terlibat. Kami harap mendapat peluang untuk memperoleh pengetahuan yang lebih baik (melalui hubungan dengan orang lain, ketersediaan bahan bacaan dan sebagainya). Kebanyakan pimpinan/tokoh masyarakat adalah laki-laki, padahal perempuan juga mampu. Kami mengharapkan kaum laki-laki dapat mengakui hal itu. Kami tidak mempunyai keinginan apa-apa di sana, yang kami inginkan adalah perbaikan keadaan desa kami. Lambang-lambang visual seperti pada fl ipchart ini telah kami gunakan pada kegiatan belajar remaja perempuan di Baru Palepat guna merangsang pemikiran tentang masa depan

Di rumah Di luar rumah Di dalam desa Di luar desa

pemukiman aslipemukiman transmigrasi Baru PelepatJakarta luar negeri

organisasi pemudakelompok perempuan tokoh masyarakat rumah orang aslirumah pendatang

180 • LAMPIRAN 2

Alat bantu/metodeUraianBagaimana menggunakannya/ contoh

Bahan bacaan Alat perencanaan bersamaAda berbagai alat yang dapat Anda gunakan dalam memfasilitasi pembuatan rencana bersama, misalnya, perencanaan desa atau perencanaan berbasis penelitian aksi partisipatif. Namun, karena Anda bekerja dengan berbagai pemangku kepentingan, alat apapun yang Anda gunakan, alat itu harus dapat mengungkapkan pandangan para pemangku kepentingan itu. Peran kunci Anda adalah membantu para pemangku kepentingan dalam mencapai keputusan-keputusan sepanjang proses perencanaan (lihat pengambilan keputusan bersama).

Proses perencanaan pada dasarnya meliputi: Meninjau kembali pokok-pokok permasalahan yang ada Meninjau kembali visi/ pandangan yang berhubungan dengan permasalahannya Memikirkan strategi alternatif (misalnya dengan menggunakan metode skenario sebagai alat bantu) Merumuskan rencana penerapan Membuat rencana pemantauan Perhatikan bahwa proses ini mungkin saja tidak selurus (selinear) yang terkesankan dari daftar langkah-langkah ini. Yang penting adalah bahwa para pemangku kepentingan untuk mencapai keputusan bersama, saling berkomunikasi sepanjang proses. Tekankanlah bahwa rencana yang dikembangkan bersifat fl eksibel (lentur) dan bahwa melalui proses penelitian aksi partisipatif rencana itu akan senantiasa ditinjau ulang dan disesuaikan dengan kebutuhan- kebutuhan yang muncul.

Lihat sumber 2. Buku-buku petunjuk atau acuan lainnya tentang penggunaan alat- alat bantu PRA.

PERANGKAT ALAT BANTU ACM : SEBUAH CONTOH • 181

Alat bantu/metodeUraianBagaimana menggunakannya/ contoh

Bahan bacaan Alur sejarah dikombinasikan dengan metode distribusi kerikil

Alat ini dapat membantu dalam mengidentifi kasi kejadian-kejadian penting di wilayah proyek atau penyebab perubahan sumber daya.

Undanglah sebanyak mungkin orang yang tua atau yang telah tinggal lama di wilayah tersebut. Mulailah dengan menanyakan kepada mereka kejadian-kejadian penting, seperti “perang”, “Proklamasi Kemerdekaan”, atau suatu bencana alam. Lanjutkan dengan meminta mereka mengingat kembali kejadian-kejadian lain. Jangan lupa untuk mencakupkan juga peristiwa-peristiwa di tingkat nasional atau internasional yang mungkin juga mempengaruhi kehidupan masyarakat lokal, seperti Perang Dunia Kedua. Untuk mengumpulkan informasi tentang perubahan sumber daya, metode distribusi kerikil, sangat berguna di tingkat masyarakat desa atau kelompok-kelompok lokal lainnya. Untuk melakukan hal ini, gambarkan tabel pada kertas besar atau di tanah. Tuliskan nama sumber daya hutan yang penting di atas tabel (lajur horisontal) dan gunakan lajur vertikal untuk menandakan waktu dengan membaginya dalam beberapa periode, misalnya 10 tahunan. Mintalah para peserta untuk membagi 100 kerikil dalam tabel dengan pengertian bahwa jumlah kerikil mewakili ketersediaan sumber daya.

Lihat sumber 2. Buku-buku petunjuk atau acuan lainnya tentang penggunaan alat-alat bantu PRA. Sumber 3: Panduan Pendamping. Penilaian Dasar Kesejahteraan Manusia. Colfer, C.J.P. dkk. 1999. Perangkat Kriteria & Indikator No. 6. CIFOR, Bogor, Indonesia. Juga tersedia dalam bahasa Cina, Inggris, Spanyol, Perancis, dan Portugis. Dapat juga diambil dari: www.cifor. cgiar.org/acm/pub/toolbox.html

182 • LAMPIRAN 2

Alat bantu/metodeUraianBagaimana menggunakannya/ contoh

Bahan bacaan Belajar bersama (Co-learn)Belajar bersama (co-learn) adalah paket perangkat lunak komputer yang membantu penggunanya dalam bernavigasi berbagai alat dan proses pembelajaran. Anda dapat menggunakan alat ini sebagai “alat navigasi” untuk membantu para pemangku kepentingan dalam perencanaan dan kegiatan belajar lainnya. Perangkat ini sangat membantu dalam pembelajaran bersama berkenaan dengan pengelolaan sumber daya alam karena menjadikan proses pembelajaran sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Sumber 4: www.cifor.cgiar.org/ACM Curah pendapat dikombinasikan dengan pemeringkatan preferensi

Curah pendapat adalah kegiatan mengungkapkan pandangan atau gagasan secara bebas tanpa pembatasan, evaluasi, atau sensor.

Ketika memfasilitasi acara curah pendapat anda perlu mendorong para pemangku kepentingan untuk mengembangkan gagasan kreatif yang baru, bahkan gagasan yang “aneh” atau “konyol” sekalipun.

Sumber 5: The Art of Building Facilitation Capacities. A Training Manual. Braakman L. & K. Edwards. 2002. RECOFTC, Bangkok, Thailand. Lihat sumber 1.

PERANGKAT ALAT BANTU ACM : SEBUAH CONTOH • 183

Alat bantu/metodeUraianBagaimana menggunakannya/ contoh

Bahan bacaan Setelah didaftarkan, setiap gagasan dibandingkan dengan gagasan lainnya dan diperingkatkan dari yang paling baik sampai yang paling buruk. Untuk pemeringkatan preferensi, Anda dapat menggunakan teknik Delphi. Curah pendapat (brainstorming)* Curah pendapat cukup dikenal di kalangan praktisi, tetapi teknik ini sering digunakan untuk tujuan yang terlalu terbatas. Dalam konteks pengelolaan hutan, curah pendapat dapat digunakan untuk berbagai tujuan, misalnya: mencari penyebab masalah-masalah kehutanan; mencari peluang untuk memperbaiki kondisi menurunnya ketersediaan sumber daya alam; mengeksplorasi pilihan-pilihan pemasaran untuk hasil hutan nonkayu; atau untuk memahami alasan mengapa pihak tertentu menentang upaya pemecahan masalah secara kolaboratif. Prinsip dasar dalam curah pendapat adalah apapun boleh, yakni mengungkapkan pandangan yang bebas tanpa evaluasi, koreksi, atau sensor. Curah pendapat harus disertai dengan teknik-teknik untuk menyimpulkan hasil curah pendapat itu secara efektif, seperti misalnya penentuan prioritas atau pengelompokan alternatif-alternatif keputusan secara efektif. Dalam curah pendapat peran fasilitator ACM adalah mengarahkan proses kelompok dalam mengeksplorasi dan memadukan alternatif- alternatif keputusan untuk mencapai suatu keputusan yang baik untuk setiap pihak. *) Diambil dari sumber 5.

184 • LAMPIRAN 2

Alat bantu/metodeUraianBagaimana menggunakannya/ contoh

Bahan bacaan Diagram laba-labaAlat ini membantu untuk berpikir secara holistik (menyeluruh) tentang pokok-pokok permasalahan yang saling berkaitan.

Mulailah dengan suatu pokok persoalan dan doronglah peserta untuk mendiskusikan hal ini melalui curah pendapat. Dalam melakukan ini, mintalah mereka untuk mengaitkan berbagai persoalan, tema, pertanyaan dengan pokok permasalahan pertama tadi. • Tuliskan pokok-pokok persoalannya pada fl ipchart, hubungkan pokok-pokok persoalan yang saling berkaitan dengan menggambar garis di antaranya. Lanjutkan dengan identifi kasi pokok-pokok persoalan yang saling berhubungan sampai semua kaitan yang mungkin telah terbahas.

Lihat sumber 1. Sumber 6: Participatory Systems Analysis: An Introductory Guide. Lynam, T.J.P. 2001. Institute of Environmental Sciences – University of Zimbabwe, Harare, Zimbabwe dan CIFOR, Bogor, Indonesia. Diagram VennAlat ini mengungkapkan keterkaitan dan hubungan di antara para pemangku kepentingan (apakah individu, kelompok, organisasi, atau lembaga). Di samping itu, alat ini juga bisa mengidentifi kasi perbedaan kekuasaan di antara mereka.

Mintalah peserta (yang mewakili seluruh pemangku kepentingan) untuk membuat daftar semua kelompok sosial, instansi, dan organisasi yang mereka ketahui di wilayah mereka. Setelah semua terdaftar, mintalah peserta untuk menggunting lingkaran kertas, satu lingkaran mewakili setiap kelompok, lembaga, atau organisasi.

Lihat sumber 1. Lihat sumber 2. Buku-buku petunjuk atau acuan lainnya tentang penggunaan alat- alat bantu PRA.