• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

B. Kompetensi Keguruan Praktikan PPL II

5. Perangkat Kemampuan Lulusan Pendidikan Pra-Jabatan

Perangkat kemampuan yang diharapkan dikuasai lulusan program pendidikan pra-jabatan guru adalah sebagai berikut: (Dirjen Dikti, Depdikbud, 1991/1992:15-17)

a. Kesadaran dan kemampuan mengembangkan diri sebagai individu warganegara berpendidikan tinggi dan sebagai pekerja profesional. 1) Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2) Berperan dalam masyarakat sebagai warganegara yang berjiwa Pancasila.

3) Mampu berpikir mandiri termasuk pemanfaatan cara-cara memperoleh dan mengolah informasi serta mengemukakan proses dan hasilnya secara efektif dan efisien dalam bahasa yang baku, baik secara lisan maupun tertulis.

4) Mengembangkan sifat-sifat terpuji yang dipersyaratkan bagi jabatan guru-pendidik.

5) Mengetahui kemampuan dan keterbatasan diri di dalam pelaksanaan tugas-tugas profesional di samping kemampuan menemukan rujukan bagi keperluan pelaksanaan tugas-tugas tersebut.

6) Berinteraksi dengan sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional.

7) Berinteraksi dengan masyarakat untuk penunaian misi pendidikan. b. Menguasai bidang ilmu sumber bahan ajaran.

1) Memahami ruang lingkup, landasan serta keterbatasan ilmu sumber bahan ajarannya.

2) Menggunakan metodologi dan/atau peralatan yang diperlukan untuk pemahaman ilmunya.

3) Memahami kaitan antara berbagai konsep di dalam ilmunya dan kaitan antara konsep-konsep tersebut dengan bidang-bidang ilmu lain yang relevan.

4) Memahami implikasi sosial bidang ilmunya.

5) Mampu belajar secara mandiri untuk memutakhirkan penguasaan bidang ilmunya.

6) Memahami kaitan antara berbagai konsep bidang ilmunya dengan konsep-konsep bidang ilmu lain yang relevan bagi penerapannya untuk keperluan pengajaran.

7) Memilih dan menata konsep-konsep bidang ilmunya untuk keperluan pengajaran.

8) Mempresentasikan konsep-konsep bidang ilmu yang telah ditetapkan sebagai isi program pengajaran dalam bentuk yang meyakinkan derajat ketercernaan yang maksimal.

c. Mengasai prinsip-prinsip dasar kependidikan dan memahami hakekat subyek didik.

1) Mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat.

2) Mengenal karakteristik, potensi dan kebutuhan peserta didik sasaran layanan (TK, SD, SM) yang digunakan sebagai acuan di dalam menyelenggarakan layanan kependidikan.

3) Memahami prinsip-prinsip ilmu- ilmu yang relevan untuk dimanfaatkan di dalam mengelola proses belajar- mengajar.

4) Mengenal prinsip dan prosedur pembelajaran.

5) Memahami kaitan tujuan pendidikan (TK, SD, SM) dalam rangtka pencapaian tujuan pendidikan nasional maupun tujuan nasional. d. Kemampuan menyusun dan menyelenggarakan program pengajaran dan

tugas-tugas keguruan-kependidikan lainnya.

1) Menerapkan pengetahuan tentang bidang ilmu sumber bahan ajaran, wawasan kependidikan dan karakteris tik, potensi serta kebutuhan sasaran layanan (TK, SD, SM) untuk:

a) Menetapkan tujuan pengajaran.

b) Memilih dan mengembangkan bahan pengajaran (lihat juga butir b.6, b.7 dan b.8)

c) Memilih dan mengembangkan strategi belajar- mengajar. d) Memilih dan memanfaatkan media pengajaran.

e) Menciptakan iklim belajar- mengajar yang tepat. f) Mengatur ruangan belajar.

g) Mengelola interaksi belajar- mengajar.

h) Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran. i) Menilai proses belajar- mengajar yang telah dilaksanakan. j) Membina siswa yang mengalami kesulitan belajar.

k) Membimbing siswa yang berkelainan dan berbakat khusus. l) Membina wawasan siswa untuk menghargai berbagai pekerjaan

di masyarakat.

2) Mengenal dan memecahkan masalah- masalah nyata yang dihadapi di dalam penyelenggaraan pengajaran melalui kegitan penelitian.

3) Melaksanakan kegiatan administrasi sekolah.

4) Membina kegiatan-kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler.

Sehubungan dengan kompetensi guru menurut Ace Suryadi (9 Maret 2001), menyatakan bahwa guru yang bermutu ialah yang memiliki kemampuan profesional dengan berbagai kapasitasnya sebagai pendidik. Ia menambahkan, dalam studi Basic Education Quality (EPP,1992) ditemukan bahwa guru yang bermutu ditentukan oleh empat faktor utama yaitu :

1. Kemampuan profesional

Kemampuan profesional adalah intelegensi, sikap, prestasi di bidang pekerjaannya. Secara sederhana ditunjukan dengan kemampuan menguasai materi ajar dan metodologinya.

2. Upaya profesional

Upaya profesional adalah upaya seorang guru untuk mentransformasikan kemampuan profesional ke dalam tindakan mendidik dan mengajar secara berhasil. Upaya profesional ini antara lain diwujudkan dengan penguasaan keahlian dalam menyusun program pengajaran sesuai tahap perkembangan anak, menyiapkan pengajaran, menggunakan bahan-bahan ajar, mengelola kegiatan belajar murid, dan mendiagnosa keberhasilan.

3. Waktu yang tercurah untuk kegiatan profesional

Waktu yang tercurah untuk kegiatan profesional adalah intensitas waktu dari seorang guru yang dikonsentrasikan untuk tugas mengajar. Konsep waktu belajar (time on task) yang diukur dari intensitas belajar siswa secara perorangan dari berbagai studi di berbagai negara termasuk di Indonesia, telah ditemukan sebagai salah satu prediktor terbaik dari hasil belajar siswa.

4. Akuntanbilitasnya.

Guru bisa dikatakan profesional jika pekerjaannya itu dapat menjamin kehidupan meraka. Pendapatan seorang profesional ditentukan oleh kemampuan dan prestasi kerjanya. Ia terikat oleh kepentingan klien, yaitu siswanya sebagai pembayar pendidikan. Jika klien puas atas hasil kerjanya, guru akan memperoleh imbalan yang setimpal.

Guru yang profesional perlu melakukan pembelajaran di kelas secara efektif (Suryanto, 2001). Lantas ciri-ciri guru yang efektif menurut Suryanto (Kompas,16 Februari 2001) yang dikutip dari Gary A Davis dan Margaret A Thomas, mengungkapkan bahwa paling tidak ada empat kelompok besar ciri guru yang efektif yaitu :

1. Memiliki kemampuan yang terkait dengan iklim belajar di kelas, meliputi; a. Memiliki ketrampilan interpersonal, khususnya kemampuan untuk

menunjukkan empatik, penghargaan kepada siswa, dan ketulusan. b. Memiliki hubungan baik dengan siswa

c. Mampu menerima, mengakui, dan memperhatikan siswa secara tulus. d. Menunjukan minat dan antusias yang tinggi dalam mengajar.

e. Mampu menciptakan atmosfer untuk tumbuhnya kerja sama dan kohesivitas dalam dan antar kelompok siswa.

f. Mampu melibatkan siswa dalam mengorganisasikan dan merencanakan kegiatan pembelajaran.

g. Mampu mendengarkan siswa dan menghargai hak siswa untuk berbicara dalam setiap diskusi.

h. Mampu meminimalkan friksi- friksi di kelas.

2. Memiliki kemampuan yang terkait dengan strategi manajemen pembelajaran, meliputi:

a. Memiliki kemampuan untuk menghadapi dan menangani siswa yang tidak punya perhatian, suka menyela, mengalihkan pembicaraan, dan mampu memberikan transisi substans i bahan ajar dalam proses pembelajaran.

b. Mampu bertanya atau memberikan tugas yang memerlukan tingkatan berpikir yang berbeda untuk semua siswa.

3. Memiliki kemampuan yang terkait dengan pemberian umpan balik (feedback) dan penguatan (reinforcement), terdiri dari;

a. Mampu memberikan umpan balik yang positif terhadap respons siswa. b. Mampu memberikan respons yang bersifat membantu terhadap siswa

yang lamban belajar.

c. Mampu memberikan tindak lanjut terhadap jawaban siswa yang kurang memuaskan.

d. Mampu memberikan bantuan profesional kepada siswa jika diperlukan. 4. Memiliki kemampuan yang terkait dengan peningkatan diri, terdiri dari;

a. Mampu menerapkan kurikulum dan metode mengajar secara inovatif. b. Mampu memperluas dan menambah pengetahuan mengenai metode-

metode pengajaran.

c. Mampu memanfaatkan perencanaan guru secara kelompok untuk menciptakan dan mengembangkan metode pengajaran yang relevan.

Dokumen terkait