• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PERANGKAT PENYAMBUNGAN UNTUK

3.8 Perangkat Local Area Network

Untuk membangun suatu LAN, ada dua jenis perangkat yang dibutuhkan, yaitu perangkat lunak (sistem operasi jaringan) dan perangkat keras. Perangkat keras standar untuk membangun LAN sederhana adalah server, station, kabel dan konektor, adapter, repeater, serta Hub. Sedangkan untuk LAN yang skalanya lebih

luas, biasanya dibutuhkan perangkat tambahan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringannya yaitu bridge, switch, dan router.

3.8.1 Server

Server merupakan komputer yang berfungsi sebagai penyedia layanan untuk seluruh pemakai (user). Komputer ini memiliki spesifikasi yang lebih tinggi daripada komputer lain yang menjadi workstation yang terhubung padanya. Spesifikasi yang diterapkan untuk memilih sebuah server meliputi ketangguhan, keamanan, berkecepatan tinggi, memiliki fault tolerance, dan dilengkapi dengan interface I/O yang cepat.

3.8.2 Station

Dalam suatu rangkaian jaringan juga terdapat komputer-komputer yang berfungsi sebagai station atau terminal akses (workstation). Komputer-komputer ini akan menjadi sarana untuk memasukkan data dan memperoleh hasil pengolahannya.

3.8.3 Kabel dan Konektor

Kabel dan konektor merupakan komponen penting dalam jaringan. Kabel berfungsi sebagai media transmisi yang menghubungkan antar komputer atau periferal lainnya, kecuali jika menggunakan jaringan nirkabel (wireless). Ada tiga jenis kabel, yaitu coaxial, twisted pair, dan fiber optic. Pada implementasi saat ini,

biasanya kabel fiber optic digunakan pada backbone sedangkan twisted pair pada segmen-segmen jaringannya.

Konektor digunakan sebagai penghubung antar kabel atau antar kabel dengan perangkat. Konektor harus disesuaikan dengan jenis kabel, karena masing-masing kabel memiliki jenis konektor tertentu yang sesuai dengan kabel tersebut.

3.8.4 Adapter

Agar sebuah komputer dapat terhubung ke suatu jaringan, maka komputer tersebut harus dilengkapi dengan sebuah perangkat berupa adapter atau yang biasa disebut dengan Network Interface Card (NIC). Adapter ini berupa sebuah kartu ekspansi yang dipasang pada salah satu slot ekspansi pada mainboard komputer. Jenis adapter yang dipasang harus sesuai dengan teknologi jaringan yang akan dihubungkan. Gambar 3.7 menunjukkan salah satu contoh adapter.

3.8.5 Repeater

Repeater bekerja pada layer fisik jaringan, berfungsi menguatkan sinyal dan mengirimkan data dari satu repeater ke repeater yang lain. Repeater tidak merubah informasi yang ditransmisikan dan tidak dapat memfilter informasi. Repeater hanya berfungsi membantu menguatkan sinyal yang melemah akibat jarak, sehingga sinyal dapat ditransmisikan ke jarak yang lebih jauh. Perangkat repeater dapat dilihat pada Gambar 3.8.

Gambar 3.8 Repeater

3.8.6 Hub

Hub merupakan perangkat penghubung dalam jaringan yang berfungsi mengatur jalannya komunikasi dan transfer data dalam jaringan tersebut. Hub adalah repeater dengan jumlah port banyak (multiport repeater) yang tidak mampu menentukan tujuan. Hub hanya mentransmisikan sinyal ke setiap line yang terkoneksi dengannya, menggunakan mode half-duplex. Ukuran Hub ditentukan oleh jumlah port jaringan yang tersedia. Ada Hub 4 port, 8 port, 12 port, 16 port, dan seterusnya. Penggunaan jumlah port tersebut tergantung pada besar kecilnya jaringan. Semakin besar jaringan, maka dibutuhkan Hub dengan jumlah port yang lebih banyak. Perangkat Hub dapat dilihat pada gambar 3.9.

Gambar 3.9 Hub

3.8.7 Bridge

Bridge adalah perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa jaringan yang terpisah sehingga perangkat-perangkat yang terdapat pada LAN-LAN yang berbeda dapat terkoneksi dan berkomunikasi seolah-olah perangkat-perangkat tersebut berada di dalam satu LAN. Bridge dapat menghubungkan jenis jaringan yang sama maupun berbeda, misalnya untuk menghubungkan jaringan Ethernet dan Token Ring. Perangkat bridge dapat dilihat pada Gambar 3.10.

3.8.8 Switch

Switch LAN adalah perangkat yang secara tipikal mempunyai beberapa port untuk menghubungkan beberapa segmen LAN lain yang berkecepatan rendah, switch pada prinsipnya sama seperti Hub. Perbedaannya adalah switch dapat beroperasi dengan mode half-duplex dan mampu mengalihkan jalur dan memfilter informasi ke dan dari tujuan yang spesifik. Dengan kata lain, dapat menentukan jalur transfer data. Ada dua jenis arsitektur dasar yang digunakan pada switch, yaitu cut-through dan store-and-forward. Switch cut-through memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuannya sebelum meneruskan paket ke segmen tujuan. Sedangkan pada switch store-and-forward, ketika menerima paket, isi paket akan dianalisa terlebih dahulu sebelum meneruskannya ke alamat tujuan, sehingga memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu kerja jaringan. Adapun perangkat switch dapat diperlihatkan pada Gambar 3.11.

3.8.9 Router

Router adalah peningkatan kemampuan dari switch. Perbedaannya, router dapat menyaring lalu lintas data. Penyaringan dilakukan bukan dengan melihat paket data, tapi dengan menggunakan protokol tertentu. Router menangani pembagian jaringan secara logik, bukan secara fisik. Pada jaringan internet, sebuah router yang dikenal sebagai Internet Protokol router (IP-router) dapat membagi jaringan menjadi beberapa sub jaringan sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk alamat IP tertentu saja yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain.

Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut denga membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberap kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya komputer dengan menggunakan komputer denga

Router juga dapat digunakan untuk menghubungka

disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.

Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:

1. Static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan.

2. Dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang

membuat tabel routing-nya secara dinamis dengan memperhatikan lalu lintas jaringan yang berada di sekitarnya dan juga dengan cara berkomunikasi dengan router lainnya.

Cara kerja router mirip dengan menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, router berjalan pada lapisan ketiga pad yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya jaringan berjalan pada lapisan kedua pada model OSI menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni

Bridge, sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang sama (sebagai contoh: segmen jaringan berbasis IP dengan segmen jaringan IP lainnya). Selain itu, bridge juga dapat digunakan ketika di dalam jaringan terdapat protokol-protokol yang tidak bisa melakukan routing, seperti halnya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan jaringan IP dengan segmen jaringan dibandingkan dengan bridge jaringan dan dapat meningkatkan mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke jaringan yang dituju. Dan, penggunaan router yang paling sering dilakukan adalah ketika kita hendak menghubungkan jaringan kita ke

Dokumen terkait