kewajiban kontraktual PJPK, dalam hal mana sebagian atau keseluruhan faktor-faktor risiko tersebut dapat berdampak negatif terhadap kelayakan ekonomis proyek infrastruktur yang bersangkutan.
Dalam pengelolaan risiko ini (termasuk upaya mitigasinya), PT PII melakukan, antara lain, analisis terhadap probabilitas dan eksposur dari setiap peristiwa risiko yang tercakup dalam perjanjian penjaminan, mengevaluasi rencana mitigasi risiko yang diusulkan PJPK, memastikan alokasi risiko proyek yang optimal serta memberlakukan imbal jasa yang memadai untuk setiap penjaminan yang diberikan. Risiko penjaminan ini pada dasarnya merupakan bagian dari risiko proyek KPS yang dikelompokkan dalam suatu kategori risiko (“Kategori Risiko KPS”), sebagaimana diuraikan pada Box 1 berikut ini.
Risiko Operasional Umum
Risiko operasional terutama berkaitan dengan ketidakmampuan PT PII beroperasi secara efisien sehingga mengakibatkan kerugian operasional. Berbagai faktor risiko operasional antara lain adalah sumber daya manusia, struktur organisasi dan sistem operasional yang kurang andal; peralatan kerja yang tidak memadai; pengawasan intern yang lemah; tindakan yang melanggar hukum oleh personil PT PII. Upaya mitigasi dilakukan antara lain melalui perekrutan dan pelatihan personil secara profesional; penetapan organisasi, manual dan metode operasi sesuai best practice; penggunaan alat dan perlengkapan kantor yang memadai; serta pengembangan checks and balances yang memadai di setiap jenjang operasi.
KATEGORI RISIKO KPS
Kategori Risiko KPS dikembangkan sebagai suatu daftar kelompok risiko yang generik, yang dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi peristiwa-peristiwa risiko spesifik kepada setiap
obligations of CA of which the risk factors may have negative impact on the economic viability of the relevant infrastructure project, whether a whole or partially.
In managing these risks (including the mitigation efforts), IIGF performs, among other actions, analysis of the probability and exposure of each risk event covered in the Guarantee Agreement, evaluating the risk mitigation plan proposed by the CA, ensuring optimum risk allocation of the project, and applying appropriate fees to each guarantee provided. This guarantee provisioning risks are basically a subset of the PPP project risk, classified in a risk category (“PPP Risk Category”), as described in the following Box 1.
Operational Risks in General
Operational risk is generally related to the inability of IIGF to operate efficiently, which causes operational losses. Various factors of operational risk include: human resources; an unreliable organizational structure and operational system; inadequate working equipment; weak internal monitoring or violations of the law perpetrated by IIGF personnel. Mitigation efforts that can be implemented include, among others: professional recruitment and training of personnel; best practices in determining organization, manuals and methods of operation; utilization of adequate office tools and equipment; and development of adequate checks and balances at every level of its operation.
PPP RISK CATEGORY
The PPP Risk Category is developed as a generic list of risk groupings, which is expected to be helpful in identifying possible risk events in each specific PPP project.
Laporan Tahunan 2013 • PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)
88
Peristiwa-peristiwa risiko yang teridentifikasi tersebut dapat digunakan lebih jauh untuk tahapan penilaian risiko dan pengembangan matriks/ strategi alokasi risiko.
Kategori risiko ini tidak bermaksud untuk menjadi suatu daftar risiko yang menyeluruh dan berlaku pada setiap proyek KPS. Perbedaan situasi dan kondisi spesifik dalam suatu proyek KPS perlu juga dipertimbangkan.
1 Risiko Lokasi adalah kelompok risiko dimana lahan proyek tidak tersedia atau tidak dapat digunakan sesuai jadwal yang sudah ditentukan dan dalam biaya yang diperkirakan, atau bahwa lokasi dapat menimbulkan suatu beban atau kewajiban bagi pihak tertentu. Dengan demikian, risiko-risiko yang termasuk kategori ini adalah:
a) Risiko pembebasan lahan; b) Risiko ketidaksesuaian lokasi lahan; c) Risiko lingkungan.
2. Risiko Desain, Konstruksi dan Uji Operasi adalah risiko desain, konstruksi atau uji operasi suatu fasilitas proyek atau elemen dari prosesnya, dilakukan dengan cara yang menyebabkan dampak negatif terhadap biaya dan pelayanan proyek. Dengan demikian, risiko yang termasuk dalam kategori ini adalah: a) Risiko perencanaan;
b) Risiko desain; c) Risiko penyelesaian; d) Risiko kenaikan biaya; e) Risiko uji operasi.
3. Risiko Sponsor adalah risiko dimana Badan Usaha dan/atau sub-kontraktornya tidak dapat memenuhi kewajiban kontraktualnya kepada PJPK.
4. Risiko Finansial adalah risiko-risiko terkait aspek kelayakan finansial proyek. Risiko-risiko tersebut dapat berupa:
a) Risiko ketidakpastian pembiayaan; b) Risiko parameter finansial; c) Risiko struktur finansial; d) Risiko asuransi.
5. Risiko Operasional adalah risiko dimana proses penyediaan layanan infrastruktur sesuai kontrak - atau suatu elemen dari proses tersebut (termasuk input yang digunakan atau sebagai bagian dari proses itu) - akan terpengaruh
The identified risk events can be used further in the risk assessment stage and for the development of a risk allocation matrix/strategy.
The checklist of risk categories is not meant to be exhaustive and applicable for each and every PPP project. The particular circumstances in each specific PPP project should also be considered.
1. Site Risk is the risk that the project land will be unavailable or unable to be used at the required time, in the manner or at the cost anticipated, or that the site will generate unanticipated liabilities for certain parties. Thus, risks included into this category are: a) Land acquisition risk;
b) Landsite unsuitability risk; c) Environmental risk.
2. Design, Construction and Commissioning Risk is the risk that the design, construction or commissioning of the facility or certain elements of each of these processes, are carried out in a way which results in adverse cost and/or project delivery consequences. Thus, risks included into this category are: a) Planning risk;
b) Design risk; c) Completion risk; d) Cost overrun risk; e) Commissioning risk.
3. Sponsor Risk is the risk where the Project Company and/or its sub-contractors are unable to fulfill their contractual obligations to the CA.
4. Financial Risk is the risks related to financial viability aspects of the project. This may refers to any of the following:
a) Financial uncertainty risk; b) Financial parameter risk; and c) Financial structure risk. d) Insurance risk.
5. Operating Risk is the risk that the process for delivering the contracted services – or an element of that process (including the inputs used within or as part of that process) – will be affected in a way which prevents