• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PENGOLAHAN BAHAN

3.3. Peraturan Perpustakaan

Perpustakaan IAIN Sumatera Utara Memiliki peraturan yang harus diperhatikan dan ditaati oleh penggunanya. Peraturan ini bertujuan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pengguna perpustakaan. Sehingga terciptalah suasana kondusif yang akan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna, staf pegawai, dan pustakawan dalam melakukan kegiatannya masing-masing.

Adapun peraturan yang berlaku di Perpustakaan IAIN Sumatera Utara adalah sebagai berikut :

1. Tidak boleh merokok dalam ruangan perpustakaan.

2. Dilarang membawa makanan dan minuman ke ruangan perpustakaan. 3. Buku yang boleh dipinjam maksikal 2 buku.

4. Jangka waktu peminjaman buku hanya 1 minggu. Apabila lewat dari hari yang ditentukan tanpa diperpanjang akan dikenakan denda sebesar Rp 300,-/hari.

5. Pengunjung perpustakaan harus berpakaian rapi, tidak boleh memakai sandal dan kaos oblong.

Perpustakaan IAIN Sumatera Utara mempunyai jam layanan/ waktu buka bagi pengguna perpustakaan sebagai berikut :

Tabel 1 : Jam buka Perpustakaan IAIN Sumatera Utara

Hari Pagi Istirahat Siang

Senin s/d Kamis & Sabtu

08.00-12.00

12.00-13.00 13.00-16.00

Jumat 09.00-11.30 11.30-13.30 13.30-16.00

Sumber : Perpustakaan IAIN Sumatera Utara

Peraturan yang diterapkan oleh Perpustakaan Sumatera Utara sudah tepat karena peraturan tersebut dibuat untuk kenyamanan pengguna yang melakukan

kegiatan belajar di perpustakaan. Tetapai jam buka perpustakaan yang telah ditetapkan kurang optimal karena jam istirahat terlalu lama, sehingga pengguna yang ingin meminjam bahan pustaka ke perpustakaan pada jam tersebut tidak dapat dilakukan.

3.4. Struktur Organisasi Perpustakaan

Perpustakaan IAIN Sumatera Utara dipimpin oleh seorang kepala perpustakaan yang dipilih oleh anggota senat. Kepala Perpustakaan IAIN Sumatera Utara dibantu oleh seorang wakil kepala perpustakaan yang bertanggung jawab membantu tugas-tugas kepala perpustakaan sehari-hari. Sedangkan untuk melaksanakan tugas-rugas administrasi kepala perpustakaan dibantu oleh seorang Kasubbag Tata Usaha yang membawahi dua orang staf administrasi. Pelaksanaan tugas perputakaan dibagi kedalam beberapa divisi yang dikepalai oleh seorang Koordinator Urusan yang membawahi beberapa orang staf. Divisi tersebut meliputi: bidang pengadaan, pengolahan, pemeliharaan, sirkulasi,dan referensi. Skema struktur organisasi ini dapat dilihat sebagai berikut.

Struktur Organisasi Perpustakaan IAIN Sumatera Utara

Sumber : Perpustakaan IAIN Sumatera Utara

KOUR KOMPUTERI- SASI Hidayati Radah KOUR REFERENSI M.Solly Pulungan KETUA KELOMPOK PUSTAKAWAN Ahmad Munir Hsb KOUR PENGADAAN Misdar KOUR PENGOLAHAN Imran Benawi KOUR PEMELIHARA- AN Supendi KOUR SIR KULASI Drs. Supril, M.Pd KOUR SIRKULASI PASCA Dra. M.dahlia M. Yusup 1. Paisal 2. Masdarita Wati 3. Hildayati Raudah 4. Hirawati Saparuddin 1. Nurliana 2. Yusri Zulbaidah 3. Hirawati 4. Amila 1. Sudaryani 2. Drs. Ahmad Munir Hasibuan Mardi Imran Benawi, BA 5. Dedi

KASUBBAG TATA USAHA Drs. Abdul Jalil Hasibuan

Nani Akhrani Habiburrahman STAF TU Yatimin STAF TU Yuli Arita ASISTEN DIREKTUR AMCOR

Triana Santi, S.Ag, SS

KEPALA/DIREKTUR AMCOR Dra. Retno Sayekti, M.LIS

3.5. Koleksi

Koleksi Perpustakaan IAIN Sumetera Utara terdiri dari berbagai jenis bahan pustaka buku dan bukan buku. Koleksi tersebut dikelompokkan menurut jenis koleksi. Adapun koleksi tersebut yaitu :

1. Koleksi sirkulasi umum, merupakan koleksi buku yang dipinjamkan kepada pengguna perpustakaan dengan ketentuan bahwa S1 hanya boleh meminjam maksimal 2 buku untuk maksimal 7 hari. Buku harus dikembalikan ke perpustakaan pada hari ke tujuh peminjaman. Keterlambatan pengembalian koleksi ini akan dikenakan denda sebesar Rp 300,-/buku/hari.

2. Koleksi referensi, yaitu suatu koleksi buku yang berisi informasi ringkas dan umum. Jenis koleksi ini sudah tertentu, misalnya: ensiklopedia, kamus, buku panduan, indeks, abstrak, who’s who, direktori, bibliografi, biografi, atlas, map, buku tahunan, proceeding, statistic, dan lain-lain. Koleksi ini biasanya digunakan untuk tujuan penelitian dan penulisan karya ilmiah atau untuk mendapatkan informasi ringkas dan umum; bukan informasi ilmu pengetahuan yang mendalam sebagaimana layaknya yang terdapat dalam buku teks. Oleh karena itu penggunaan informasi ini dapat dikatakan ‘berat’ dengan artian bahwa setiap orang dapat menggunakan informasi yang sama tanpa memandang disiplin keilmuannya. Mengingat penggunanya yang demikian, koleksi ini tidak boleh dipinjamkan dan hanya diizinkan untuk fotokopi saja.

3. Koleksi tandon berfungsi untuk menjamin ketersediaan (stock) apabila judul tertentu pada koleksi sirkulasi umum telah habis dipinjam oleh pengguna perpustakaan dan belum kembali. Sesuai dengan fungsinya tersebut, maka koleksi tendon, yaitu suatu koleksi buku yang merupakan copy satu dari setiap judul buku yang ada di perpustakaan, diletakkan berdekatan dengan koleksi referensi dan tidak diperbolehkan untuk dipinjam pulang.

4. Koleksi terbitan berkala merupakan karya cetak yang terbit secara reguler baik harian, mingguan, bulanan, atau tahunan. Yang dimaksud pada terbitan berkala ini adalah: surat kabar, jurnal ilmiah, majalah, brosur, dan lain-lain.

5. Koleksi skripsi, merupakan kumpulan tugas akhir mahasiswa S1 yang akan menyelesaikan pendidikannya di IAIN Sumatera Utara. Adapun koleksi skripsi yang ada di perpustakaan saat ini berasal dari masing-masing fakultas yang ada di IAIN Sumatera Utara, meliputi Fakultas Ushuluddin, Tarbiyah, Dakwah, dan Syariah sejak tahun 1995 sampai 2003. sejak tahun 2003 Perpustakaan IAIN Sumatera Utara tidak lagi menerima skripsi dari mahasiswa.

6. Koleksi depositmerupakan karya-karya dosen IAIN Sumatera Utara berupa laporan hasil penelitian, makalah dan diktat serta buku ajar perkuliahan. Koleksi ini hanya untuk dibaca di tempat dan tidak dipinjamkan. Koleksi ini juga lazim disebut grey literature.

Sedangkan menurut jumlahnya, keadaan koleksi Perpustakaan IAIN Sumatera Utara adalah sebaga berikut :

Tabel 2 : Jumlah koleksi Perpustakaan IAIN Sumatera Utara No Jenis Koleksi Jumlah Judul Eksemplar/Copy

1 Buku 54.644 24.1324 2 Karya ilmiah 5.114 5.233 3 Terbitan berseri 784 7.745 4 Surat kabar 7 2.736 5 Elektronik jurnal 1 6 DVD 20 20 7 CD 15 15 8 Kaset 5 5

9 Jurnal ilmuah luar negeri 4 40

Jumlah 60.597 257.126

Sumber : Perpustakaan IAIN Sumatera Utara

Jumlah pengguna Perpustakaan IAIN Sumatera Utara sekitar 5932 orang dengan jumlah pengguna 60.592 judul dan 257.126 eksemplar. Jika dibandingkan jumlah kolesi dengan jumlah pengguna maka perbandingannya sekitar 1:9. Angka tersebut menunjukkan bahwa koleksi perpustakaan kurang memadai dalam memenuhi kebutuhan

pengguna karena menurut standar perguruan tinggi jumlah koleksi perpustakaan minimal 1: 15 dengan jumlah pengguna. Dengan demikian Perpustakaan IAIN Sumatera Utara perlu menambah koleksi bahan pustaka supaya kebutuhan informasi pengguna dapat terpenuhi sesuai dengan standar perpustakaan perguruan tinggi.

3.6. Pengolahan Bahan Pustaka Bahan Pustaka Monograf

Pengolahan bahan pustaka monograf di Perpustakaan IAIN Sumatera Utara telah dilakukan dengan baik sesuai dengan proses dan standar pengolahan yang dilakukan pada umumnya di perpustakaan-perpustakaan lain. Proses pengolahan pustaka dimulai setelah buku masuk ke perpustakaan kemudian langsung dibawa ke bagian pengadaan untuk dilakukan pengecekan.

Setelah bahan pustaka monograf selesai di perikasa, maka kegiatan selanjutnya adalah inventarisasi bahan pustaka kedalam buku induk yang telah disediakan oleh bagian pengadaan sendiri. Setelah selesai diinventarisasi, bahan pustaka dibawa ke bagian pengatalogan untuk dilakukan proses pengolahan selanjutnya. Adapun kegiatan-kegiatan pengolahan bahan pustaka yang dilakukan di bagian pengatalogan yaitu penentuan tajuk subjek, klasifikasi, pembuatan deskripsi bibliografi, dan penyelesaian fisik. Kegiatan selanjutnya adalah penyususnan buku ke rak (shelving).

Pengolahan bahan pustaka di Peprustakaan IAIN Sumatera Utara bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam proses temu balik informasi melalui titik akses yang telah dibuat menurut standar yaitu, pengarang, judul, dan subjek dalam bentuk katalog berabjad dengan menggunakan kartu katalog dan katalog berbasis pangkalan data komputer yang menggunakan perangk lunak CDS/ISIS. Sedangkan program yang digunakan dalam katalogisasi adalah OPAC (Online Public Access Catalogue).

Kartu katalog tidak pernah digunakan pengguna lagi karena telah tersedia OPAC, meskipun katalog tersebut hanya dapat diakses di dalam ruangan Peprpustakaan saja melaluai terminal-terminal komputer yang disediakan. Maksudnya adalah OPAC tidak disediakan pada situs web Perpustakaan IAIN Sumatera Utara, sehingga tidak dapat diakses secara global. Oleh karena itu, pengguna yang tidak berada di perpustakaan

tidak dapat mengetahui koleksi bahan pustaka yang tersedia di Perpustakaan IAIN Sumatera Utara.

Penulis akan memaparkan lebih lengkap proses pengolahan bahan pustaka yang dilakukan pustakawan Perpustakaan IAIN Sumatera Utara berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di Perpustakaan IAIN Sumatera Utara.

3.7. Inventarisasi

Perpustakaan IAIN Sumatera Utara melakukan inventarisasi bahan pustaka setelah bahan pustaka masuk ke perpustakaan. Kegiatan inventarisasi dilakukan oleh bagaian pengadaan. Kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui jumlah koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan. Selain itu kegiatan inventarisasi juga perlu dilakukan untuk memeriksa bahan pustaka yang diterima apakah dalam keadaan rusak atau tidak.

Sebelum bahan pustaka dicatat kedalam buku induk, maka terlebih dahulu membuat nomor induk buku. Nomor induk buku tidak pernah sama dengan buku lain walaupun seluruh deskripsi fisik buku tersebut sama, karena setiap 1 eksemplar buku dibuat satu nomor induk yang berbeda.

Pembuatan nomor induk bahan pustaka dilakuakan berdasarkan jumlah bahan pustaka yang terdaftar. Hal ini dilakukan untuk menghindari nomor induk ganda. Setiap bahan pustaka masuk ke perpustakaan akan dilanjutkan dengan nomor urut induk selanjutnya menurut nomor induk bahan pustaka sebelumnya.

Setelah selesai membuata nomor induk buku, maka kegiatan selanjutnya adalah pencatatan bahan pustaka kedalam buku inventaris atau buku induk. Adapun format buku induk Perpustakaan IAIN Sumatera Utara dapat dilihat pada halaman selanjutnya.

Kegiatan selanjutnya adalah pengecapan stempel inventarisas perpustakaan. Perpustakaan IAIN Sumatera Utara mempunyai dua stempel inventaris, yaitu stempel tanda kepemilikan perpustakaan dan stempel informasi mengenai tangggal barepa buku diterima, nomor induk buku, dan asal buku. Bentuk stempel kepemilikan perpustakaan dan stempel informasi mengenai tanggal terima, nomor induk, dan asal buku dapat dilihat sebagai berikut :

Stempel kepemilikan perpustakaan

Stempel tanggal terima, nomor induk, dan asal buku

PERPUSTAKAAN

IAIN-SU

MEDAN TGL. TERIMA :……… NO. INDUK :……… ASAL :………

Tabel 3 :Buku Induk Koleksi Perpustakaan IAIN Sumatera Utara

Impresum Jumlah Ukuran Bahasa Sumber Keterangan

No Tanggal Terima

Nomor

Buku Pengarang

Edisi/

Cetakan Penerbit Tempat Tahun Set Jilid Ekp

Sumber : Perpustakaan IAIN Sumatera Utara

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa yang dicatat dalam buku induk adalah deskripsi fisik dari bahan pustak dan unsur-unsur lain yang dianggab penting untuk dicatat. Hal ini dilakukan untuk mengetahui lebih jelas mengenai informasi dari suatu bahan pustaka yang dimiliki oleh Perpustakaan IAIN Sumatera Utara. Inventarisasi bahan pustaka sebaiknya dilakukan secara komputerisasi supaya keamanan data koleksi bahan pustaka dapat terlindungi apabila terjadi kerusakan pada buku induk koleksi perpustakaan.

3.8 Katalogisasi

Katalogisasi merupakan proses penentuan deskripsi bibliografi bahan pustaka. Perpustakaan IAIN Sumatera Utara melakukan katalogisasi bahan pustaka untuk memudahkan pengguna dalam proses temu balik informasi yang dibutuhkan oleh pengguna.

Perpustakaan IAIN Sumatera Utara melakukan proses katalogisasi dengan berpedoman kepada alat bantu yang biasa digunakan dalam penentuan deskripsi bibliografi, yaitu AACR II (Anglo American Kataloging Rules II). Pembuatan katalog di Perpustakaan IAIN Sumatera Utara sudah berkembang daru manual (menggunakan kartu katalog) menjadi berbasis data komputer yang disebut dengan Sistem Pangkalan Data SIMPus 3.0 (Sitem Informasi Manajemen Perpustakaan). Sedangkan perangkat lunaka yang digunakan adalah CDS/ISIS. Sehingga sekarang pengolahan bahan pustaka di Perpustakaan IAIN Sumatera Utara telah menerapkan sistem pangkalan data berbasis komputer.

Sebelum data deskripsi fisik buku di input ke database, kegiatan yang terlebih dahulu dilakukan adalah mengisi lembar kerja pangkalan data buku. Format lembar kerja pangkalan data buku dapat dilihat sebagai berikut :

Lembar Kerja Pangkalan Data Buku

NOMOR REGISTRASI [a] [R] ^a %S/D^a

JUMLAH EKSEMPLAR ^a

BADAN PEMILIK [ a b ] ^a NOMOR SORTIRAN [ a ] [ R ] ^a PENGARANG UTAMA [ a b ] ^a ENT.UTAMA BADAN KORP. [ a b ] ^a ENT.UTAMA NAMA PERT. [ a n d c ] ^a

JUDUL [ a b c ] ^a EDISI/ CET [a b ] ^a ^b IMPRESUM [ a b c ] ^a ^b ^c JUDUL SERI ^a KOLASI [ a b c d ] ^a ^b ^c CATATAN UMUM [ a b ] ^a ^b NO. KELAS DDC [ a ] ^a

NO. PANGGIL SETEMPAT [ l a b ] ^a ^a ^b EDITOR ^a PENERJEMAH ^a

ENTRI TAMB. SUBJEK [ a x y z ] ^a

KATA KUNCI [ a b ] ^a

TANGGAL /KODE OPERATOR

NO. DOKUMEN

Setelah lembar kerja pangkalan data buku di atas diisi dengan lengkap sesuai dengan informasi yang terdapat pada buku yang akan dikatalog, maka data deskripsi yang ada dalam lembar kerja siap di input ke dalam database. Proses input data harus sesuai dengan aturan-aturan dan perintah program CDS/ISIS. Kalau proses input data tidak sesuai dengan perintahnya, maka akan terjadi kesalahan (error) sehingga informasi yang diinput tidak dapat ditelusuri dalam database. Selain itu jika terjadi

kesalahan dalam proses input data program tidak bisa dijalankan kecuali kembali ke awal.

Proses katalogisasi sudah dilakukan dengan baik karena Perpustakaan IAIN Sumatera Utara telah menggunakan perangkat lunak pengatalogan CDS/ISIS yang dibuat oleh UNESCO. Pustakawan yang melakukan proses input data kedalam komputer harus lebih cermat dan teliti supaya tidak terjadi kesalah sehingga proses intri data kedalam komputer dapat dilakukan dengan tepat.

3.8.1. Penentuan Tajuk Entri Utama

Tajuk entri utama ditentukan sesuai dengan bahan pustaka yang akan di indeks. Hal ini dapat ditentukan apakah bahan pustaka tersebut merupakan karya perorangan, kolompok, dan badan korporasi/ lembaga pemerintah atau sewasta. Tajuk entri utama terdiri atas tiga bagian yaitu :

1. Nama Pengarang 2. Judul

3. Badan Korporasi

Contoh kartu Katalog Perpustakaan IAIN Sumatera Utara dapat dilihat sebagai berikut :

1. Tejuk entri utama pada pengarang

1. EMOSI PADA ANAK I. Judul

II. Trikuncor, Alex

155.412

Sha Shapiro, Laurence E.

m Memngajarkan Emotional Intelligence pada Anak/ Laurence E. Shapiro; alih bahasa Alex Tri Kantjoro.--

ed. 2.-- Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,1997. xviii, 376 p.: ilus.; 25 cm.-- Seri Psikologi. Judul Asli : How to Raise A Child High IQ ISBN 979-605-791-3

2. Tajuk entri utama pada Judul

3. Tajuk entri utama pada badan korporasi 297.07

Pen Pendidikan Agama Islam/Departeman Pendidikan dan Kebudayaan.-- ed 3.—Jakarta: Departeman

Kebudayaan dan Pendidikan,2000. xi, 182 p.: ilus.; 25 cm

ISBN 979-405-321-4

1. Pendidikan Agama Islam I. Judul

II. Sulaiman

R

340.425 98

Ind Indonesia, Presiden,1967-1998 (suharto)

K Keterangan Pemerintah Jepang RAPBN Tahun

1995/1996/ Presiden Republik Indonesia.—Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1996.

xiii, 321 p.:ilus.; 26 cm.

ISBN 979-704-453-1

1. Peraturan I. Judul II. Soeharto

Penulisan tajuk entri utama pada Perpustakaan IAIN Sumatera Utara yaitu menuliskan tiga huruf pertama pada nama pengarang setelah ditetapkan sebagai tajuk entri utama. Tiga huruf pertama tersebut didahului dengan huruf besar pada huruf pertama. Setelah itu satu huruf pertama pada judul dan dirulis dengan huruf kecil.

Tajuk entri utama pada karya pengarang tunggal adalah berada pada pengarang. Demikian juga karya pengarang ganda yang tidak lebih dari tiga tajuk entri utama tetap pada pengarang. Pengarang yang dijadikan sebagai tajuk entri utama adalah pengarang yang lebih besar partisipasinya dalam membuat karya tersebut, biasanya pengarang yang namanya pertama tertulis pada karya.

Sedangkan tajuk entri utama pada badan korporasi ditetapkan pada badan korporasi itu sendiri. Sebelum menulis nama badan korporasi sebagai tajuk entri utama terlebih dahulu menulis dimana tempat (negara atau kota) kerya itu diterbitkan.

Penentuan tajuk entri utama pada Perpustakaan IAIN Sumatera Utara telah memenuhi standar dengan berpedoman pada alat bantu yang digunakan dalam menentukan tajuk entri utama, yaitu AACR II. Sehingga penentuan tajuk entri utama dapat dilakukan dengan baik dan tepat.

3.8.2. Deskripsi Bibliografi

Pembuatan deskripsi bibliografi perlu dilakukan karena deskripsi bibliografi dapat digunakan sebagai alat temu balik informasi. Proses pembuatan deskripsi bibliografi harus berpedoman pada standar yang telah diakui secara nasional maupun internasional.

Dalam proses pembuatan deskripsi bibliografi Perpustakaan IAIN Sumatera Utara telah berpedoman pada standar internasional yaitu AACR II. Pembuatan deskripsi bibliografi dilakukan supaya dapat membantu pengguna dalam melakukan temu balik informasi. Pembuatan deskripsi bibliografi dilakukan untuk dicatat kedalam kartu katalog.

Sebelum pembuatan kartu katalog dilakukan deskripsi bibliografi dicatat pada T- Slip yang telah disediakan. Data-data yang dicatat pada T-Slip adalah seluruh informasi yang mengangkut deskripsi fisik bahan pustaka sesuai dengan ketentuan yang terdapat pada AACR II.

Perpustakaan IAIN Sumatera Utara membuat 3 (tiga) kartu katalog yang terdiri dari kataog pengarang, katalog judul, dan katalog subjek. Contoh kartu katalog tersebut dapat dilihat sebagai berikut :

1. Katalog Pengarang

2. Katalog Judul 297.5

Sam Samudra, Azhari Aziz

H Hakekat Akal, Jasmani, dan Rohani/Azhari Aziz Samudra.-- Cet.1.-- Jakarta: Yayasa Majelis Ta’lim,2004.

ix, 246.: ilus.; 18 cm.

ISBN 979-98890-1-4

Hakekat Akal, Jasmani, dan Rohani 297.5

Sam Samudra, Azhari Aziz

H Hakekat Akal, Jasmani, dan Rohani/Azhari Aziz Samudra.-- Cet.1.-- Jakarta: Yayasan Majelis Ta’lim,2004. ix, 246.: ilus.; 18 cm.

ISBN 979-98890-1-4

3. Katalog Subjek

AGAMA ISLAM - TASAUF 297.5

Sam Samudra, Azhari Aziz

H Hakekat Akal, Jasmani, dan Rohani/Azhari Aziz Samudra.-- Cet.1.-- Jakarta: Yayasan Majelis Ta’lim,2004. ix, 246.: ilus.; 18 cm.

ISBN 979-98890-1-4

Pembuatan kartu tatalog pada Perpustakaan IAIN Sumatera Utara telah dilakukan dengan baik sesuai dengan pedoman standar AACR II, yaitu terdiri dari tajuk entri utama, judul dan yang bertanggung jawab, edisi, publilikasi, dsksripsi fisik, seri, catatan, dan nomor standar.

3.8.3. Penentuan Tajuk Subjek

Penetuan tajuk subjek yang dilakukan oleh Perpustakaan IAIN Sumatera Utara sudah berpedoman pada standar nasional, yaitu Daftar Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Edisi 5. Pedoman tajuk subjek ini digunakan karena sampai saat ini pedoman tajuk subjek yang tersedia di Perpustakaan IAIN Sumatera Utara hanya Daftar Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Edisi 5.

Koleksi yang dimiliki oleh Perpustakaan IAIN Sumatera Utara lebih dominan pada koleksi Agama Islam karena Perpustakaan IAIN Sumatera Utara adalah lembaga yang bernaung di bawah induknya yaitu IAIN Sumatera Utara yang merupaka perguruan tinggi berbasiskan Agana Islam. Dengan demikian sejau ini kataloger belum menemui kendala dalam proses katalogisasi bahan pustaka, karena yang dikatalog adalah kebanyakan bahan pustaka yang diterbitkan di Indonesia.

3.9. Klasifikasi

Seluruh bahan pustaka yang masuk ke perpustakaan IAIN Sumatera Utara telah diklasifikasi dan telah ditetapkan nomor kelasnya dengan spesifik. Klasifikasi bahan pustaka dilakukan untuk memudahkan pengguna dalam menemukan informasi yang dibutuhkan di Perpustakaan IAIN Sumatera Utara. Selain itu klasifikasi juga perlu dilakukan untuk memudahkan pustakawan dalam menyusun dan mengorganisir bahan pustaka di Perpustakan IAIN Sumatera Utara.

Perpustakaan IAIN Sumatera Utara telah menggunakan standar internasional dalam melakukan klasifikasi bahan pustaka yaitu DDC 20. Walaupun pedoman yang digunakan dalam klasifikasi bahan pustak bukan edisi terbaru tetapi klasifikasi bahan pustaka dapat dilakukan dengan baik.

3.9.1. Notasi Klasifikasi

Dalam menentukan notasi klasifikasi Perpustakaan IAIN Sumatera Utara sudah menggunakan DDC-20. Notasi klasifikasi dibuat spesifik sesuai dengan subjeknya. Hal ini dilakukan untuk membantu pengguna dalam menemukan informasi yang cepat dan tepat sesuai dengan informasi yang dibutuhkan.

Khusus bahan pustaka yang subjeknya Agama Islam Perpustakaan IAIN Sumatera Utara menggunakan Klasifikasi Islam dengan perluasan dari notasi 297 DDC yang telah dibakukan dengan SKB Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.: 159/1987 dan No.: 0543C/1987 tentang Klasifikasi Islam 2X0 – 2X9. Pembagian notasi klasifikasi tersebut adalah sebagai berikut :

Tabel 4 : Notasi pengembangan nomor klasifikasi bahan pustaka

No Nomor Klasifikasi Subjek

1 2X0 Islam Umum

2 2X1 Al-Qur’an dan Ilmu yng Berkaitan

3 2X2 Hadist dan Ilmu yang Berkaitan

4 2X3 Aqaid dan Ilmu Kalam

5 2X4 Fiqih

6 2X5 Akhlak dan Tasauf

8 2X7 Filsafat dan Perkembangan

9 2X8 Aliran dan Sekte

10 2X9 Tarikh dan Biografi

Sumber : Perpustakaan IAIN Sumatera Utara

Selain notasi klasifikasi di atas Perpustakaan IAIN Sumatera Utara juga menggunakan notasi klasifikasi DDC 20 yaitu :

Tabel 5 : Notasi klasifikasi Dewey Decimal Classification (DDC)

No Nomor Klasifikasi Subjek

1 000 Karya Umum 2 100 Filsafat 3 200 Agama 4 300 Ilmu Sosial 5 310 Ilmu Statistik 6 320 Ilmu Politik 7 330 Ilmu Ekonomi 8 340 Ilmu Hukum

9 350 Administrasi pemerintah dan militer

10 360 Ilmu Patologi dan Pelayanan social

11 370 Ilmu pendidikan 12 380 Ilmu perdagangan 13 390 Adapt istiadat 14 400 Ilmu bahasa 15 500 Ilmu murni 16 600 Ilmu terapan

17 700 Ilmu kesenian dan olah raga

18 800 Ilmu kesustraan

19 900 Ilmu sejarah, biografi dan geografi Sumber : Perpustakaan IAIN Sumatera Utara

Perpustakaan IAIN Sumatera Utara membuat notasi klasifikasi bahan pustaka sesuai dengan standar karena telah berpedoman pada alat bantu klasifikasi DDC-20.

Dokumen terkait