Profil Perusahaan
1946
1955
1989
1992
1968
1986
1996
1997
1999
2004
1946 - 1988 1988 - 2004 2004 - SekarangBNI didirikan dengan nama “Bank Negara Indonesia” sebagai bank pertama yang dimiliki Pemerintah Indonesia dan mendapatkan amanah untuk mengatur pengeluaran dan peredaran mata uang Rupiah.
BNI diubah statusnya menjadi bank umum.
Sebagai bank umum dengan nama “Bank Negara Indonesia 1946”, BNI mendapatkan tugas memperbaiki ekonomi rakyat serta berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional dengan memberdayakan berbagai sektor industri di Indonesia.
BNI melaksanakan restrukturisasi operasional dan pembenahan korporasi, termasuk menyusun visi dan misi serta Performance Improvement Program (PIP).
Peluncuran logo baru BNI berupa “bahtera berlayar di tengah samudera” sebagai cerminan dan ungkapan harapan Perseroan. Bentuk hukum BNI diubah menjadi PT (Persero) sejalan dengan ketentuan Undang- Undang Perbankan.
BNI menawarkan saham perdana kepada masyarakat dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Hal ini menjadikan BNI sebagai bank pemerintah pertama yang menjadi perusahaan terbuka.
Krisis moneter melanda Asia dan Indonesia. Sebagaimana bank-bank lain, BNI juga terkena dampak negatif krisis tersebut, hal ini tercermin dari menurunnya indikator kinerja inansial.
BNI memperoleh tambahan modal dari Pemerintah melalui program rekapitalisasi perbankan. Pada tahun yang sama, BNI berhasil memperoleh sertiikat ISO 9002 sebagai pengakuan standar kualitas yang meliputi Unit Pemrosesan Bersama (UPB). BNI meluncurkan logo dan identitas korporat baru sejalan dengan upaya membangun citra Perseroan yang kokoh dalam menghadapi persaingan.
LAPORAN M ANA JEMEN IKHTISAR KINERJA 2015 PR OFIL PERUSAHAAN ANALISIS D AN PEMBAHASAN M ANA JEMEN TA TA KEL OLA PERUSAHAAN TANGGUNG JA W AB SOSIAL PERUSAHAAN INFORM ASI PERUSAHAAN
2007
2008
2009
2010
2012
2013
2014
2015
BNI Kantor Cabang Luar Negeri BNI Layanan Gerak
Di bawah tim Manajemen yang baru, BNI melangkah meningkatkan nilai di tengah tantangan krisis ekonomi global, dengan memperkuat landasan inansial melalui 5 (lima) strategi utama yaitu kecukupan pencadangan kerugian, peningkatan kualitas aktiva, fokus pada proitabilitas, menciptakan model bisnis yang berkelanjutan, serta mempertahankan struktur biaya yang eisien.
BNI menerbitkan saham baru yang dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, bersamaan dengan program divestasi saham pemerintah. Dengan selesainya kedua program tersebut, kepemilikan publik meningkat menjadi 23,64%.
Pemegang saham BNI menyetujui untuk memisahkan divisi Syariah BNI menjadi entitas bisnis yang independen.
BNI menerbitkan saham baru melalui Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) sehingga kepemilikan publik meningkat menjadi 40%.
BNI menerbitkan Global Bond melalui kantor cabang London senilai USD500 juta. Global Bond ini didaftarkan pada Bursa Efek Singapura
BNI melakukan kemitraan strategis dengan Sumitomo Life Insurance Company yang membeli saham baru yang diterbitkan PT BNI Life Insurance senilai Rp4,2 triliun.
Laba Bersih BNI untuk pertama kalinya menembus angka dua digit (Rp10,8 triliun), sebagai salah satu hasil program transformasi BNI yang dilakukan sejak 2008.
Hasil RUPST 2014 menetapkan pergantian Manajemen BNI dan menunjuk Bapak Achmad Baiquni sebagai Direktur Utama BNI. Dengan melihat kondisi ekonomi Indonesia saat ini, manajemen mengambil langkah konservatif proaktif untuk memperkuat fundamental keuangan BNI.
Profil Perusahaan
KEGIATAN
USAHA
BNI menjalankan usaha dan kegiatannya di bidang perbankan sesuai dengan Anggaran Dasar sebagaimana termaktub dalam Akta No. 35, tanggal 17 Maret 2015. Kegiatan utamanya adalah sebagai berikut:
1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
2.Memberikan kredit
3.Menerbitkan surat pengakuan utang
4.Membeli, menjual, atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabah (seperti wesel, surat pengakuan utang/kertas dagang lainnya, kertas perbendaharaan Negara, surat jaminan
6.Menempatkan dana pada, meminjamkan dana dari, atau meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel unjuk, cek, atau sarana lainnya.
7. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga.
8.Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga.
9.Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak.
10.Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat
LAPORAN M ANA JEMEN IKHTISAR KINERJA 2015 PR OFIL PERUSAHAAN ANALISIS D AN PEMBAHASAN M ANA JEMEN TA TA KEL OLA PERUSAHAAN TANGGUNG JA W AB SOSIAL PERUSAHAAN INFORM ASI PERUSAHAAN
13.Melakukan kegiatan dalam valuta asing. 14.Melakukan kegiatan penyertaan modal
pada bank atau perusahaan lain di bidang keuangan.
15.Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan kredit, termasuk kegiatan kegagalan
pembiayaan berdasarkan prinsip syariah dengan syarat harus menarik kembali
penyertaannya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia.
16.Bertindak sebagai Pendiri Dana Pensiun dan Pengurus Dana Pensiun.
17. Melakukan kegiatan jasa keuangan,
commercial banking, investment banking
lainnya.
18.Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
Selain kegiatan usaha utama di atas, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha penunjang yang mendukung kegiatan usaha utama sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang- undangan.
Profil Perusahaan
SEGMEN
USAHA
Berdasarkan anggaran dasar dan strategi yang dilakukan oleh Perusahaan, kegiatan usaha BNI dibagi menjadi beberapa segmen usaha sebagai berikut.
PERBANKAN BISNIS
BNI fokus melayani para nasabah di segmen korporasi, menengah, dan kecil. Segmen Usaha Kecil menangani pemberian kredit hingga Rp15 miliar. Pemberian kredit ini disalurkan melalui Sentra Kredit Kecil (SKC). Saat ini BNI memiliki lebih dari 50 unit SKC yang dapat memfasilitasi kebutuhan kredit nasabah. Segmen Kredit Menengah mengelola pemberian kredit di atas Rp15 miliar hingga Rp150 miliar yang disalurkan melalui Sentra Kredit Menengah (SKM). Sampai dengan saat ini BNI memiliki lebih dari 20 unit SKM di seluruh Indonesia. Sedangkan Segmen Korporasi memberikan kredit kepada nasabah korporasi dengan skala yang lebih besar.
BNI juga menyediakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat diberikan ke calon debitur usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi atau lembaga linkage yang telah
feasible namun belum bankable. Kredit lainnya berupa Kredit kepada Lembaga Keuangan yang diberikan untuk diteruspinjamkan kepada end- user dalam bentuk aliansi strategis. Selain itu BNI menjadi salah satu bank yang dipercaya untuk menyalurkan kredit program pemerintah. BNI memberikan kredit berdasarkan 10 sektor ekonomi yaitu pertanian, perkebunan dan sarana pertanian, pertambangan, industri pengolahan, listrik, air dan gas, konstruksi, perdagangan, restoran dan hotel, pengangkutan, perdagangan, dan komunikasi, jasa-jasa dunia usaha, jasa-jasa sosial masyarakat, dan lain-lain.
Selain menyediakan fasilitas kredit, BNI juga menyediakan fasilitas simpanan dalam bentuk