• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2020 dengan Capaian

Dalam dokumen KEMENTERIAN KESEHATAN RI (Halaman 38-50)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja

2. Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2020 dengan Capaian

AKUNTABILITAS KINERJA

2. Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2020 dengan Capaian Kinerja Tahun 2019

a. Perbandingan Realisasi Perjanjian Kinerja Tahun 2020 Terhadap Realisasi Perjanjian Kinerja Tahun 2019

TABEL 3.7

PERBANDINGAN CAPAIAN PERJANJIAN KINERJA

TAHUN 2020 DIBANDINGKAN DENGAN REALISASI TAHUN 2019

No. Sasaran Kegiatan Target Tahun 2020 Realisasi Tahun 2020 Tingkat Capaian Target Tahun 2019 Realisasi Tahun 2019 Tingkat Capaian (1) (2) (4) (5) (6) (7) (8) (9) A

1. Terpenuhinya SDM yang kompeten 1. Persentase karyawan yang memiliki kompetensi sesuai jabatan

90% 82% 91% 90% 80% 89%

2. Terpenuhinya SIMRS yang terintegrasi

2. Level IT terintegrasi SIMRS terintegrasi supra sistem

90% 90% SIMRS terintegrasi

supra sistem

92.19% 92.19%

3. Terpenuhinya SPA berteknologi sesuai best practice

3. Tingkat kehandalan sarana prasarana (OEE)

80% 100% 125% 80% 80.72% 100.90%

B

5. Peningkatan cakupan deteksi kelainan prenatal pada kehamilan berisiko kelainan kongenital

10% 0% -400% 10% 6.6% 66%

6. Angka keberhasilan kehamilan

30% 22% 75% 30% 23% 77%

7. Peningkatan jumlah siklus bayi tabung yang ditangani

10 siklus 8 siklus 98% 10 siklus 2 siklus 20%

8. Kemampuan menangani BBLSR <1500 gr

≥80% 85% 106% ≥80% 83% 100%

9. Peningkatan penegakkan diagnostik melalui bronkoskopi pada kasus anak

10% 61% 610% 10% 0% 0%

10. Angka keberhasilan tindakan endoskopi terapeutik pada anak

100% 98.5% 98.5% 100% 98% 98%

Indikator Kinerja

(3) Learning & Growth

6. Tercapainya pertumbuhan penelitian yang implementatif untuk inovasi

11. Pertumbuhan penelitian yang dipublikasikan

1.10 Internal Bussiness Process

5. Tersedianya layanan subspesialistik kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

29% 91% <10% 30.90%

4. Terwujudnya budaya kerja berorientasi pada pelayanan pelanggan

4. Indeks budaya entropi <10%

0.50 45%

AKUNTABILITAS KINERJA

No. Sasaran Kegiatan Target Tahun 2020 Realisasi

Tahun 2020 Tingkat Capaian Target Tahun 2019 Realisasi Tahun 2019 Tingkat Capaian (1) (2) (4) (5) (6) (7) (8) (9) B 13. Pertumbuhan jumlah program studi yang diselenggarakan di RSAB Harapan Kita

14 program studi 14 program studi

100% 14 program studi 14 program studi 100%

14. Persentase Dokter Pendidik Klinis yang mendapat TOT

100% 94% 94% 100% 95% 95%

16. Pertumbuhan jumlah binaan layanan primer dan sekunder

1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 0 unit 0%

9. Terwujudnya tata kelola klinis sesuai

best practice

17. Kepatuhan terhadap clinical

pathway 100% 70.6% 70.6% 100% 62% 62% C 20. Kecepatan Respon terhadap Komplain (KRK) 100% 100% 100% 100% 100% 100%

21. Kepuasan Peserta Didik 88% 94% 107% 88% 93.0% 106%

D

13. Terwujudnya efisiensi dan efektivitas biaya

23. Rasio pendapatan BLU terhadap biaya operasional (POBO)

74% 84.79% 114.58% 74% 116.05% 156.82%

Indikator Kinerja

(3)

Internal Bussiness Process

0.31 0.28

8. Terbinanya jejaring sistem rujukan primer dan sekunder kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

15. Pertumbuhan jumlah jejaring dalam negeri

2 dokumen

1.10 0.90 82%

7. Terselenggaranya pendidikan dalam bidang kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

12. Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan Kedokteran 1.10 82.13 82.13 7 dokumen 700% 2 dokumen 100% 1 dokumen Stakeholders

11. Terwujudnya kepuasan pemangku kepentingan internal dan eksternal

19. Kepuasan pelanggan 80% Mempertahankan WBK 87,18 (Mempertahankan WBK Kemenkes RI) 87,18 (Mempertahankan WBK Kemenkes RI) 10. Terwujudnya tata kelola manajemen

sesuai Good Governance

18. Pembangunan WBK WBBM Mempertahankan WBK

12. Terwujudnya peningkatan pengelolaan keuangan rumah sakit

22. Tingkat pertumbuhan pendapatan 10% 75.65% 95% 80% 74.84% 10% 51.92% 519.20% -7.81% -7.81% Financial 94%

AKUNTABILITAS KINERJA

b. Perbandingan Realisasi Kinerja Pelayanan Tahun 2020 dengan Realisasi Kinerja Pelayanan Tahun 2019.

Hasil kerja yang merupakan pencapaian target kinerja kegiatan yang dilaksanakan dengan suatu pengukuran pencapaian kinerja sebagai berikut:

1) Perbandingan Capaian Kinerja Pelayanan Menurut Jenis Pembiayaan Penjamin

TABEL 3.8

PERBANDINGAN CAPAIAN KINERJA PELAYANAN MENURUT JENIS PEMBIAYAAN PENJAMIN

TAHUN 2020 DAN TAHUN 2019

TERHADAP TARGET 2020 PROPORSI BPJS NON BPJS TERHADAP TARGET 2019 PROPORSI BPJS NON BPJS RAWAT JALAN & IGD

Pengunjung Total 140,186 93,810 67% 135,561 132,864 98% (39,054) -29% BPJS 45,241 35,141 78% 37% 42,286 39,931 94% 30% (4,790) -11% Non BPJS 94,945 58,669 62% 63% 93,275 92,933 100% 70% (34,264) -37% RAWAT INAP Hari Perawatan Total 65,618 50,257 77% 79,149 59,340 75% (9,083) -11% BPJS 40,293 34,929 87% 70% 57,034 38,701 68% 65% (3,772) -7% Non BPJS 25,325 15,328 61% 30% 22,115 20,639 93% 35% (5,311) -24% PELAYANAN TARGET 2020 CAPAIAN TAHUN 2020 CAPAIAN % CAPAIAN KENAIKAN/ PENURUNAN % TARGET 2019 CAPAIAN TAHUN 2019 CAPAIAN % CAPAIAN

Berdasarkan data di atas, pencapaian kinerja pelayanan rawat jalan tahun 2020 sebesar 93.810 pengunjung atau sebesar 67% dari target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 140.186 untuk tahun 2020. Proporsi pasien rawat jalan BPJS 37% dan Non BPJS 63%. Capaian ini mengalami penurunan sebanyak 29% dibandingkan capaian tahun 2019 sebesar 132.864 pengunjung. Pencapaian kinerja pelayanan rawat inap tahun 2020 sebesar 50.257 hari perawatan atau sebesar 77% dari target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 65.618 untuk tahun 2020. Proporsi pasien rawat inap BPJS 70% dan Non BPJS 30%. Capaian ini mengalami penurunan dibandingkan capaian tahun 2019 sebesar 11% dari target 63.721 hari

AKUNTABILITAS KINERJA

Capaian ini sangat dipengaruhi oleh kondisi pandemi Covid-19 dimana RSAB Harapan Kita mulai merawat pasien Covid-19 sejak tanggal 21 Maret 2020. Sejak itu mulai dilakukan pembatasan dalam pelayanan di rawat jalan khususnya poliklinik dengan mulai memberlakukan telekonsultasi untuk beberapa poliklinik tertentu. Poliklinik yang bersifat elektif (seperti poliklinik bedah dan gigi) juga dilakukan pembatasan di saat lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta meningkat. Dengan pembatasan ini mempengaruhi jumlah pengunjung pada layanan poliklinik yang selanjutnya berdampak pada penurunan jumlah pasien yang dirawat. Walaupun pada bulan Juni pembatasan ini mulai dilonggarkan dan terlihat adanya peningkatan layanan namun tidak cukup signifikan meningkatkan volume layanan secara keseluruhan. Dari tabel capaian tersebut dapat dilihat bahwa jumlah pengunjung rawat jalan non BPJS masih tetap lebih tinggi dari pasien BPJS seperti tahun sebelumnya. Selain itu, beberapa jumlah tenaga kesehatan mengalami isolasi mandiri karena tertular penyakit Covid-19 sehingga hal itu juga menyebabkan pelayanan poliklinik menjadi buka-tutup. Peningkatan jumlah kasus pandemi Covid-19 di Indonesia (terutama Jakarta) yang makin terus meningkat hingga penghujung Desember tahun 2020, sehingga program Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di masyarakat terus diperpanjang juga memberikan dampak tersendiri dalam menurunnya kunjungan rawat jalan.

AKUNTABILITAS KINERJA

2) Kinerja Pelayanan Rawat Jalan

TABEL 3.9

KINERJA PELAYANAN RAWAT JALAN TAHUN 2020 BPJS NON BPJS TINGKAT CAPAIAN KINERJA BPJS NON BPJS TINGKAT CAPAIAN KINERJA I PELAYANAN RAWAT JALAN

Pengunjung (Pendaftaran) Pengunjung 140.186 35.141 58.669 93.810 67% 135.561 39.931 92.933 132.864 98% (39.054) -29% - Rawat Jalan Anak Pengunjung 37.406 21.109 6.545 27.654 74% 38.358 20.260 18.952 39.212 102% (11.558) -30% - Rawat Jalan Obsgin Pengunjung 6.186 1.700 2.206 3.906 63% 8.448 2.354 3.926 6.280 74% (2.374) -28% - Rawat Jalan Spesialis Lain Pengunjung 13.859 3.596 6.162 9.758 70% 17.422 4.278 9.478 13.756 79% (3.998) -23% - Rawat Jalan Gigi dan Mulut Pengunjung 7.793 966 2.821 3.787 49% 6.693 1.532 6.413 7.945 119% (4.158) -62% - Rawat Jalan Bedah Pengunjung 9.552 3.867 2.137 6.004 63% 8.985 5.851 3.440 9.291 103% (3.287) -37% - Instalasi Eksekutif Edelweis Pengunjung 43.601 - 28.624 28.624 66% 36.500 37.559- 37.559 103% (8.935) -24% - Instalasi Gawat Darurat Pengunjung 21.789 3.903 10.174 14.077 65% 19.155 5.656 13.165 18.821 98% (4.744) -25%

% TARGET

RKT 2019

REALISASI TAHUN 2020 REALISASI TAHUN 2019

NO URAIAN SATUAN TARGET

RKT 2020

KENAIKAN/ PENURUNAN

Pengunjung rawat jalan pada tahun 2020 direncanakan sebesar 140.186 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 93.810 pengunjung. Dengan capaian kinerja sebesar 67% dengan rincian sebagai berikut:

a) Pengunjung rawat jalan anak pada tahun 2020 direncanakan sebesar 37.406 pengunjung, dan tahun 2020 terealisasi sebesar 27.654 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 74%.

b) Pengunjung rawat jalan obgin pada tahun 2020 direncanakan sebesar 6.186 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 3.906 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 63%. c) Pengunjung rawat jalan spesialis lain pada tahun 2020

direncanakan sebesar 13.859 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 9.758 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 70%.

AKUNTABILITAS KINERJA

d) Pengunjung rawat jalan gigi dan mulut pada tahun 2020, terealisasi sebesar 7.793 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 3.787 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 49%.

e) Pengunjung rawat jalan bedah pada tahun 2020 direncanakan sebesar 9.552 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 6.004 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 63%. f) Pengunjung rawat jalan eksekutif edelweis pada tahun 2020

direncanakan sebesar 43.601 pengunjung, pada tahun 2020 terealisasi sebesar 28.624 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 66%.

g) Pengunjung gawat darurat pada tahun 2020 direncanakan sebesar 21.789 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 14.077 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 65%.

Untuk kemajuan pelayanan rawat jalan saat pandemi Covid-19 perlu dilakukan upaya yaitu :

a) Peningkatan layanan di Instalasi Pelayanan di bawah Seksi Rawat Jalan, dibuat sistem pelayanan sesuai kaidah pencegahan penularan penyakit sehingga terwujud layanan kesehatan Safe

Hospital

b) Percepatan perencanaan dan program yang menunjang branding

Safe Hospital antara lain :

 Optimalisasi pendaftaran online, pengaturan kedatangan pasien, pengaturan jadwal, dan konsultasi online untuk mengurangi penumpukan pasien di poliklinik.

 Pemeriksaan skrining pasien pra tindakan dan persiapan APD yang sesuai untuk tindakan yang akan dilakukan.

 Pemisahan pelayanan infeksi dan non infeksi terutama di IGD dan poliklinik.

AKUNTABILITAS KINERJA

 Memperhatikan penempatan pelayanan untuk kondisi yang sehat seperti Poliklinik Terpadu Anak Sehat (POTAS) dan ibu yang kontrol kehamilan.

 Memastikan protokol kesehatan bisa dijalankan oleh semua petugas dan pasien/keluarga.

3) Kinerja Pelayanan Rawat Inap

TABEL 3.10

KINERJA PELAYANAN RAWAT INAP TAHUN 2020

BPJS NON BPJS BPJS NON BPJS

TINGKAT CAPAIAN II PELAYANAN RAWAT INAP

Hari Perawatan (Akomodasi) Hari Perawatan 65.618 34.929 15.328 50.257 77% 79.149 38.701 20.639 59.340 75% (9.083)-11% a. Rawat Inap Level I (Instalasi

Rawat Inap & Inst. Peristi) Hari Perawatan 45.630 21.410 11.596 33.006 72% 57.667 25.317 15.246 40.563 70% (7.557)-13% b. Rawat Inap Level II Hari Perawatan 9.941 6.841 2.139 8.980 90% 9.616 5.806 2.638 8.444 88% 536 6% c. Rawat Inap Level III Hari Perawatan 8.377 6.507 933 7.440 89% 10.572 7.278 1.656 8.934 85% (1.494)-14% d. VK (Kamar Bersalin) Level I Hari Perawatan 1.670 171 660 831 50% 1.294 300 1.099 1.399 108% (568)-44%

TARGET RKT 2019

REALISASI TAHUN 2019 KENAIKAN/ PENURUNAN % TINGKAT

CAPAIAN KINERJA NO URAIAN SATUAN TARGET

RKT 2020

REALISASI TAHUN 2020

Akomodasi Rawat Inap pada tahun 2020 direncanakan sebesar 65.618 hari perawatan, dan tahun 2020 terealisasi sebesar 50.257 hari perawatan, dengan capaian sebesar 77%, dengan rincian sebagai berikut:

a) Akomodasi rawat inap level I pada tahun 2020 direncanakan sebesar 45.630 hari perawatan, dan tahun 2020 terealisasi sebesar 33.006 hari perawatan dengan capaian sebesar 72%. b) Akomodasi rawat inap level II pada tahun 2020 direncanakan

sebesar 9.941 hari perawatan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 8.980 hari perawatan dengan capaian sebesar 90%.

AKUNTABILITAS KINERJA

c) Akomodasi rawat inap level III pada tahun 2020 direncanakan sebesar 8.377 hari perawatan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 7.440 hari perawatan dengan capaian sebesar 89%. d) Akomodasi kamar bersalin level I pada tahun 2020 direncanakan

sebesar 1.670 hari perawatan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 831 hari perawatan dengan capaian sebesar 50%.

Untuk peningkatan pelayanan rawat inap saat pandemi Covid-19 dilakukan upaya yaitu:

a) Membuat sistem pelayanan optimal dengan membuat kebijakan sesuai dengan kaidah pencegahan penularan penyakit sehingga terwujud layanan kesehatan Safe Hospital. misalnya : penapisan pasien masuk, meniadakan jam kunjungan, penggunaan APD yang sesuai zonasi untuk seluruh tenaga kesehatan dan seluruh profesional pemberi asuhan dan seluruh pegawai yang bekerja di RSAB Harapan Kita.

b) Menetapkan protokol kesehatan kepada seluruh pengunjung dan pegawai di lingkungan RSAB Harapan Kita.

c) Melakukan upaya tindakan penapisan ketat yang diperlukan pada setiap layanan kesehatan yang diberikan sesuai Pedoman dan SPO yang berlaku sehingga pasien mendapatkan layanan yang optimal.

d) Melakukan upaya tindakan penapisan berkala terhadap tenaga kesehatan sebagai salah satu bentuk pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 di RSAB Harapan Kita.

AKUNTABILITAS KINERJA

4) Kinerja Pelayanan Penunjang Medik

TABEL 3.11

KINERJA PELAYANAN PENUNJANG MEDIK TAHUN 2020

BPJS NON BPJS ∑ BPJS NON

BPJS III PENUNJANG MEDIK

a. Layanan Laboratorium Paket Pemeriksaan 191.486 100.809 74.126 174.935 91% 213.358 96.383 82.006 178.389 84% (3.454) -2%

b. Layanan Radiologi Pemeriksaan 11.792 6.156 4.233 10.389 88% 14.456 6.190 4.953 11.143 77% (754) -5%

c. Layanan Farmasi Item R/ 761.873 471.450 243.983 715.433 94% 786.744 470.109 259.144 729.253 93% (13.820) -2%

TINGKAT CAPAIAN KINERJA

NO URAIAN SATUAN TARGET

RKT 2020

REALISASI TAHUN 2020

TARGET RKT 2019

REALISASI TAHUN 2019 TINGKAT CAPAIAN KINERJA

KENAIKAN/ PENURUNAN %

Tingkat capaian pelayanan penunjang dengan uraian sebagai berikut: a) Layanan Laboratorium pada tahun 2020 direncanakan sebesar

191.486 paket pemeriksaan, dan tahun 2020 terealisasi sebesar 174.935 paket pemeriksaan, dengan capaian kinerja sebesar 91%. Belum tercapainya kinerja Laboratorium tahun 2020 dikarenakan dengan adanya pandemi Covid-19 ini menurunkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap sehingga berdampak pada menurunnya pemeriksaan laboratorium. Untuk mengurangi penurunan jumlah pemeriksaan laboratorium ini, Instalasi Laboratorium melakukan pengembangan pelayanan pemeriksaan terkait Covid-19 (antibodi, antigen dan PCR) melalui layanan layanan Swab Thru.

b) Layanan Radiologi pada tahun 2020 direncanakan sebesar 11.792 pemeriksaan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 10.389 pemeriksaan, dengan capaian kinerja sebesar 88%. Belum tercapainya kinerja pelayanan Radiologi tahun 2020 dikarenakan dengan adanya pandemi Covid-19 ini menurunkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap sehingga berdampak

AKUNTABILITAS KINERJA

pemeriksaan foto thorax mengalami peningkatan karena merupakan salah satu pemeriksaan penunjang untuk pasien yang dicurigai Covid-19.

c) Layanan Farmasi pada tahun 2020 direncanakan sebesar 761.873 item R/, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 715.433 item R/, dengan capaian kinerja sebesar 94%. Capaian kinerja layanan Farmasi seiring dengan capaian kinerja penunjang lainnya yaitu Laboratorium dan Radiologi. Peningkatan jumlah resep terjadi pada item peresepan suplemen untuk menjaga stamina agar tidak terpapar Covid-19. Menghadapi pandemik Covid-19 dilakukan inovasi oleh Instalasi Farmasi dengan pemisahan pelayanan resep pasien BPJS dan pasien eksekutif yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan sehingga tidak membeli obat keluar. Selain itu dilakukan pula optimalisasi penggunaan mesin robotic dan mesin robotic puyer untuk meningkatkan pelayanan pasien eksekutif.

AKUNTABILITAS KINERJA

5) Kinerja Tindakan Operatif/Non Operatif

TABEL 3.12

KINERJA TINDAKAN OPERATIF/NON OPERATIF TAHUN 2020 BPJS NON BPJS TINGKAT CAPAIAN KINERJA BPJS NON BPJS TINGKAT CAPAIAN KINERJA IV TINDAKAN OPERATIF/NON OPERATIF

a. Instalasi Bedah Sentral Tindakan 6.134 3.376 1.771 5.147 84% 5.592 3.679 2.320 5999 107% (852) -15% - Tindakan OK 6.134 3.376 1.771 5.147 84% 5.592 3.679 2.320 5999 107% (852) -15% b. Instalasi Gawat Darurat Tindakan 44.579 14.528 88.106 102.634 230% 42.196 17.780 20.801 38581 91% 64.053 152%

- Konsultasi 16.881 3.104 79.006 82.110 486% 15.770 4.889 9.835 14724 93% 67.386 427% - Tindakan 22.926 8.403 7.444 15.847 69% 22.587 10.198 9.473 19671 87% (3.824) -17% - Pemanfaatan fasilitas 4.772 3.021 1.656 4.677 98% 3.839 2.693 1.493 4186 109% 491 13% c. Instalasi Rawat Jalan Tindakan 349.255 32.313 52.309 84.622 24% 176.835 43.847 98.719 142566 81% (57.944) -33%

- Konsultasi 237.965 23.050 22.064 45.114 19% 108.166 36.403 69.524 105927 98% (60.813) -56% - Tindakan 111.290 9.263 30.245 39.508 36% 68.669 7.444 29.195 36639 53% 2.869 4% d. Instalasi Peristi Tindakan 140.057 113.637 31.654 145.291 104% 98.616 85.305 75.819 161124 163% (15.833) -16%

- Visite 21.633 16.329 6.007 22.336 103% 11.063 13.938 6.937 20875 189% 1.461 13% - Konsultasi 2.273 1.277 413 1.690 74% 1.870 1.967 858 2825 151% (1.135) -61% - Tindakan 74.439 63.183 18.128 81.311 109% 51.048 34.466 54.384 88850 174% (7.539) -15% - Pemakaian alat 41.712 32.848 7.106 39.954 96% 34.635 34.934 13.640 48574 140% (8.620) -25% e. Instalasi Rawat Inap Tindakan 140.094 83.401 28.272 111.673 80% 138.441 93.631 37.008 130639 94% (18.966) -14%

- Visite 47.142 22.335 9.597 31.932 68% 49.702 27.685 14.511 42196 85% (10.264) -21% - Konsultasi 3.159 2.076 563 2.639 84% 3.588 2.405 828 3233 90% (594) -17% - Tindakan 71.883 45.230 15.085 60.315 84% 67.498 51.261 17.741 69002 102% (8.687) -13% - Penggunaan alat 17.910 13.760 3.027 16.787 94% 17.653 12.280 3.928 16208 92% 579 3% f. Instalasi ICU Tindakan 104.798 51.091 6.650 57.741 55% 138.529 86.817 14.328 101145 73% (43.404) -31%

- Visite 4.871 3.852 517 4.369 90% 5.057 4.221 771 4992 99% (623) -12% - Konsultasi 1.689 956 130 1.086 64% 1.646 1.377 182 1559 95% (473) -29% - Tindakan Perawatan 98.238 46.283 6.003 52.286 53% 97.717 75.503 12.318 87821 90% (35.535) -36% - Tindakan Diagnostik - - - -- 34.109 5.716 1.057 6773 20% (6.773) -20% g. Instalasi Rehabilitasi Medik Tindakan 33.314 7.549 6.099 13.648 41% 34.610 20.050 12.908 32958 95% (19.310) -56%

- Registrasi Pengunjung 2.036 4.543 3.436 7.979 392% 20.260 12.201 7.996 20197 100% (12.218) -60%

REALISASI TAHUN 2019

KENAIKAN/ PENURUNAN % REALISASI TAHUN 2020

NO URAIAN SATUAN TARGET RKT TH. 2020

TARGET RKT 2019

AKUNTABILITAS KINERJA

Tingkat capaian tindakan operatif/non operatif dengan uraian sebagai berikut:

a) Tindakan operatif Instalasi Bedah Sentral pada tahun 2020 direncanakan sebesar 6.134 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 5.147 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 84%.

b) Tindakan operatif/non operatif Instalasi Gawat Darurat pada tahun 2020 direncanakan sebesar 44.579 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 102.634 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 230%.

c) Tindakan operatif/non operatif Instalasi Rawat Jalan pada pada tahun 2020 direncanakan sebesar 349.255 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 84.622 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 24%.

d) Tindakan operatif/non operatif Instalasi Peristi pada pada tahun 2020 direncanakan sebesar 140.057 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 145.291 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 104%.

e) Tindakan operatif/non operatif Instalasi Rawat Inap pada pada tahun 2020 direncanakan sebesar 140.094 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 111.673 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 80%.

f) Tindakan operatif/non operatif Instalasi ICU pada pada tahun 2020 direncanakan sebesar 104.798 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 57.741 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 55%.

g) Tindakan operatif/non operatif Instalasi Rehabilitasi Medik pada tahun 2020 direncanakan sebesar 33.314 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 13.648 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 41%.

AKUNTABILITAS KINERJA

3. Perbandingan Capaian Indikator Kualitas Tahun 2019 dan Tahun 2020

Dalam dokumen KEMENTERIAN KESEHATAN RI (Halaman 38-50)