• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.5.1 Perbandingan Risiko Yang Teridentifikasi Dengan Penelitian Zhang Xian Lu dan Lee Jia Pei (2008).

Penelitian yang dilakukan oleh Zhang Xian Lu dan Lee Jia Pei (2008) mengambil sample dari 3 perusahaan yang berada di Taiwan dan bergerak dalam bidang Service Oriented IT, sedangkan pada penelitian yang sekarang dilakukan dengan mengambil sample 2 proyek yang dilakukan oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang IT Consultant and Software Developer dan berada di negara Indonesia. Sehingga tentu memiliki perbedaan dari risiko – risiko yang teridentifikasi, berikut perbedaan dari risiko yang teridentifikasi dari masing – masing penelitian.

Berdasarkan Tabel Perbandingan Risiko yang teridentifikasi dengan penelitian Zhang Xian Lu dan Lee Jia Pei (2008) pada level ekonomi. Yang berada pada lampiran L-28, dimana risiko yang teridentifikasi pada penelitian ini dengan penelitian sebelumnya berbeda.

Pada penelitian sebelumnya, risiko TI pada level ekonomi pada kategori risiko ukuran adalah (1) Ukuran dan keragaman tim, (2) Kekurangan sumber daya teknologi, sedangkan pada penelitian ini risiko yang teridentifikasi pada kategori risiko ukuran adalah (1) Jadwal proyek yang kurang realistis, (2) Keragaman anggota tim.

Pada penelitian sebelumnya, risiko TI pada level ekonomi pada kategori risiko sumber daya adalah (1) Kekurangan sumber daya teknologi, sedangkan pada penelitian ini risiko yang teridentifikasi pada kategori risiko sumber daya adalah (1) Kekurangan dana.

Berdasarkan Tabel Perbandingan Risiko yang teridentifikasi dengan penelitian Zhang Xian Lu dan Lee Jia Pei (2008) pada level organisasi. Yang berada pada lampiran L-29, dimana risiko yang teridentifikasi pada penelitian ini dengan penelitian sebelumnya berbeda.

Pada penelitian sebelumnya, risiko TI pada level organisasi pada kategori risiko perubahan adalah (1) Kekurangan rantai fleksibilitas, (2) Kekurangan proses yang mendukung, (3) Kekurangan dukungan struktur organisasi, (4) Kekurangan respon dari organisasi, (5) Kekurangan modul dari tugas pengguna, (6) Kekurangan kemampuan pengguna, sedangkan pada penelitian ini risiko yang teridentifikasi pada kategori risiko perubahan adalah (1) Terjadi perubahan tugas anggota tim, (2) Turnover anggota proyek, (3) Pemindahan sumber daya ke dalam proyek yang lebih penting.

Pada penelitian sebelumnya, risiko TI pada level organisasi pada kategori risiko Intensitas Konflik adalah (1) Kekurangan perpaduan dan moral dalam aktivitas pengembangan servis, sedangkan pada penelitian ini risiko yang teridentifikasi pada kategori risiko Intensitas Konflik tidak ada

Pada penelitian sebelumnya, risiko TI pada level organisasi pada kategori risiko Kompleksitas Lingkungan adalah (1) Kekurangan spesifikasi eksekutif sebagai pemilik servis untuk setiap servis yang secara logis terhubung., (2) Kekurangan komunikasi dengan grup projek servis yang baru, (3) Kekurangan komunikasi dengan pelanggan, (4) Kekurangan pembagian informasi, sedangkan pada penelitian ini risiko yang teridentifikasi pada kategori risiko kompleksitas lingkungan tidak ada Pada penelitian sebelumnya, risiko TI pada level organisasi pada kategori risiko Ketidakstabilan Lingkungan Kerja tidak ada, sedangkan pada penelitian ini risiko yang teridentifikasi pada kategori Ketidakstabilan Lingkungan Kerja tidak ada.

Pada penelitian sebelumnya, risiko TI pada level organisasi pada kategori risiko Kurangnya Komitmen tidak ada, sedangkan pada penelitian ini risiko yang teridentifikasi pada kategori risiko kurangnya komitmen klien tidak ada.

Berdasarkan Tabel Perbandingan Risiko yang teridentifikasi dengan penelitian Zhang Xian Lu dan Lee Jia Pei (2008) pada level teknologi. Yang berada pada lampiran L-31, dimana risiko yang teridentifikasi pada penelitian ini dengan penelitian sebelumnya berbeda.

Pada penelitian sebelumnya, risiko TI pada level teknologi pada kategori risiko Kurangnya Keahlian adalah (1) Kekurangan standarisasi pengetahuan, (2) Kekurangan modulisasi pengetahuan, (3) Pengetahuan tim SI terhadap servis dan produk yang baru kurang. (4) Pengetahuan manajerial IT menengah terhadap proses servis pelanggan kurang, sedangkan pada penelitian ini risiko yang teridentifikasi pada kategori risiko Kurangnya keahlian adalah (1) Kurangnya pengalaman anggota tim dalam pengerjaan proyek,

Pada penelitian sebelumnya, risiko TI pada level teknologi pada kategori risiko kepegawaian tidak ada sedangkan pada penelitian ini risiko yang teridentifikasi pada kategori risiko kepegawaian adalah (1) Kekurangan anggota tim. Pada penelitian sebelumnya, risiko TI pada level teknologi pada kategori risiko pembaharuan teknologi tidak ada, sedangkan pada penelitian ini risiko yang teridentifikasi pada kategori risiko kepegawaian tidak ada.

Pada penelitian sebelumnya, risiko TI pada level teknologi pada kategori risiko kompleksitas teknologi tidak ada, sedangkan pada penelitian ini risiko yang teridentifikasi pada kategori risiko kompleksitas teknologi adalah (1) Kesulitan menjalankan sistem baru bersamaan sistem lama.

Pada penelitian sebelumnya, risiko TI pada level teknologi pada kategori risiko Risiko pengguna adalah (1) Keterlibatan pengguna, (2) Kekurangan pengembangan servis dan pembelajaran pasar, sedangkan pada penelitian ini risiko yang teridentifikasi pada kategori risiko kepegawaian adalah (1) Kurangnya pemahaman tim terhadap kebutuhan pengguna,

Terdapat beberapa perbedaan pada penelitian ini dengan penelitian sebelumnya Zhang Xian Lu dan Lee Jia Pei (2008), yaitu pertama, pada penelitian yang sebelumnya menggunakan sample dari 3 perusahaan yang mengimplementasi Service Oriented IT. Sementara pada penelitian ini sampel yang diambil berasal dari 2 proyek telah selesai dikerjakan perusahaan PT InterData Bhakti Mulya yang bergerak dalam bidang IT Consultant and Software Developer, dimana sample proyek yang digunakan adalah sistem yang digunakan dalam transaksi saham, dan sistem yang digunakan dalam pendistribusian.

Kedua pada penelitian sebelumnya, Zhang Xian Lu dan Lee Jia Pei (2008), hanya menggunakan 12 faktor dalam risiko proyek teknologi informasi yang telah di modifikasi sehingga hanya menjadi 6 faktor, yaitu :

(1) Resource Insufficiency (Ketidakcukupan Sumber Daya), yang merupakan gabungan dari risiko ukuran dan risiko sumber daya, tergabung dalam level ekonomi; (2) Organizational Misalignment (ketidakserasianorganisasi), yang merupakan gabungan dari risiko perubahan dan intensitas konflik, tergabung dalam level organisasi; (3) Ineffective Project Governance (Pengaturan proyek yang tidak efektif), yang merupakan gabungan dari kompleksitas lingkungan, ketidakstabilan lingkungan, kuranngya komitmen, dan risiko pengguna, tergabung dalam level organisasi;

(4) Lack of Expertise (Kurangnya Keahlian), yang merupakan gabungan dari kurangnya keahlian dan risiko kepegawaian, tergabung dalam level teknologi; (5) Insufficient Technology Planning (Perencanaan teknologi yang kurang baik), yang merupakan penamaan kembali dari kompleksitas teknologi, tergabung dalam level teknologi; dan (6) Technology Newness (Pembaharuan Teknologi), yang tidak mengalami perubahan, tergabung dalam level teknologi.

Sementara itu, pada penelitian ini menggunakan proses – proses manajemen risiko proyek berdasarkan buku Information Technology Project Management yang dikarang oleh Kathy Schwalbe sebagai framework dasar dan menggunakan 12 faktor dalam risiko proyek teknologi informasi Zhang Xian Lu dan Lee Jia Pei (2008) sebagai instrument untuk mengidentifikasi risiko.

Dokumen terkait