• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Keuntungan Bank Percobaan A (Tidak Ada Alternatif) Dari hasil dotplot untuk respon keuntungan bank pada Percobaan A (tidak

DAFTAR LAMPIRAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Perbandingan Keuntungan Bank Percobaan A (Tidak Ada Alternatif) Dari hasil dotplot untuk respon keuntungan bank pada Percobaan A (tidak

ada alternatif) dapat dilihat bahwa untuk risiko usaha tinggi pada sistem

musyarakah dan mudharabah keuntungan yang diperoleh bank tidak menyebar

rata. Data keuntungan bank cenderung identik pada satu titik dan hanya satu data

Unt ung Bank S is te m 8400 7200 6000 4800 3600 2400 1200 Bunga Mudharabah Musyarakah

Dotplot of Untung Bank vs Sistem

Unt ung Bank

S is te m 8400 7200 6000 4800 3600 2400 1200 Bunga Mudharabah Musyarakah

Dotplot of Untung Bank vs Sistem

keuntungan yang diperoleh bank identik pada satu titik saja. Hal ini

mencerminkan bahwa perubahan keuntungan usaha tidak mempengaruhi

perubahan pada keuntungan yang diperoleh bank.

Gambar 4.4 Hasil Dotplot untuk Respon Keuntungan Bank Percobaan A (tidak ada alternatif) pada Kondisi High Risk

Dalam kondisi yang mencerminkan usaha risiko rendah juga didapati

hal sama bahwa baik pada sistem musyarakah dan mudharabah keuntungan yang

diperoleh bank cenderung identik satu sama lain. Sedangkan pada sistem bunga

keuntungan bank juga tidak berbeda dan hanya menggambarkan satu nilai

Rata-Rata Keuntungan Bank 1269.311269.31 981.24981.24 9000.00 9000.00 0.00 1000.00 2000.00 3000.00 4000.00 5000.00 6000.00 7000.00 8000.00 9000.00 10000.00 LR HR Musyarakah Mudharabah Bunga

Gambar 4.5 Hasil Dotplot untuk Respon Keuntungan Bank Percobaan A (tidak ada alternatif) pada Kondisi Low Risk

Dari Gambar 4.6 dapat dilihat bahwa dalam kondisi risiko usaha apapun

sistem bunga bank konvensional merupakan sistem pembiayaan yang

memperlihatkan keuntungan maksimum yang dapat diperoleh bank. Perbandingan

keuntungan untuk bank yang ditawarkan pun sangat berbeda nyata dari hasil

keuntungan yang diperoleh jenis-jenis bank syariah. Karena itulah tidak

mengejutkan kalau jumlah bank konvensional yang ada di Indonesia saat ini

masih didominasi oleh bank konvensional karena jenis pembiaayaan ini yang

memberikan keuntungan terbanyak apapun risiko usaha yang dilakukan oleh

nasabahnya selama tidak mempengaruhi pembayaran pinjaman ke bank maka

bank akan terus berkonsentrasi untuk mengembangkan sistem bunga ini.

Gambar 4.6 Keuntungan Rata-Rata Bank Percobaan A (tidak ada alternatif)

Sedangkan pada sistem musyarakah maupun mudharabah keuntungan

yang dihasilkan oleh bank syariah tidak berbeda nyata. Dilihat dari kondisi usaha

yang dibiayai oleh pihak bank, keuntungan bank pada kondisi usaha risiko tinggi

cenderung lebih rendah dibandingkan dengan keuntungan bank pada kondisi

mudharabah. Untuk membandingkan apakah terdapat perbedaan nilai tengah

antara sistem musyarakah dan mudharabah akan diuji kembali dengan

menggunakan statistik uji-t.

Tabel 4.3 Hasil Uji Perbedaan Nilai Tengah Sistem Musyarakah dan Mudharabah pada Kondisi Usaha Risiko Tinggi (High Risk)

Sistem N Mean St Dev SE Mean t hitung P DF t tabel Musyarakah 5 981.2 53.5 24

Mudharabah 5 981.2 53.5 24 0 1 8 -2.306<t<2.306

Dari hasil tabel diatas menunjukkan bahwa keuntungan bank pada sistem

musyarakah yang merepresentasikan sistem Musyarakah tidak berbeda nyata

dengan keuntungan bank pada sistem mudharabah yang merepresentasikan sistem

mudharabah. Hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung yang terletak diantara nilai

penerimaan t tabel yang berarti kesimpulannya terima H0 yang menyatakan bahwa

nilai tengah kedua sistem sama. Hal serupa juga ditunjukkan dari nilai p-value yang lebih besar dari taraf nyata 5% (0.05).

Tabel 4.4 Hasil Uji Perbedaan Nilai Tengah Sistem Musyarakah dan Mudharabah pada Kondisi Usaha Risiko Rendah (Low Risk)

Sistem N Mean St Dev SE Mean t hitung P DF t tabel Musyarakah 5 1296.3 87.4 39

Mudharabah 5 1296.3 87.4 39 0 1 7 -2.365<t<2.365

Hasil Tabel 4.4. diatas juga menguatkan pernyataan sebelumnya bahwa

tidak terdapat perbedaan nyata antara kedua sistem diatas terhadap keuntungan

bank. Hal ini ditunjukkan dari nilai t hitung yang berada di wilayah penerimaan

H0 yang berarti disimpulkan bahwa nilai tengah sistem musyarakah sama dengan

nilai tengah sistem mudharabah. Kesimpulan yang sama juga dapat dilihat dari

p-value yang lebih besar dari taraf nyata 5% (0.05) yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kedua sistem. Dari kedua hasil uji t diatas dapat

diketahui bahwa bank syariah mengharapkan tingkat bagi hasil yang sama untuk

modal yang sama yang dikeluarkan baik dengan akad musyarakah maupun

mudharabah.

Terdapat perbedaan cara analisis dalam membandingkan keuntungan bank

ini dengan cara analisis sebelumnya untuk membandingkan keuntungan nasabah.

Sebelum dilakukan uji untuk melihat perbedaan sistem yang mempengaruhi

keuntungan bank terlebih dahulu dilakukakan uji asumsi yang digunakan untuk

menguji keabsahan hasil yang diperoleh. Hasil uji asumsi pada data asli

menunjukkan bahwa data tidak layak untuk diolah dengan ANOVA sehingga

dilakukan transformasi data dengan melogaritmakan data asli. Pengujian statistik

nilai F selanjutnya mengindikasikan bahwa data hasil transformasi memenuhi uji

asumsi ANOVA sehingga bisa dilakukan pengujian lebih lanjut. Hasil pengujian

dapat dilihat pada Lampiran 6.

Tabel 4.5 Hasil Analisis Ragam terhadap Keuntungan Bank pada Percobaan A (tidak ada alternatif)

Sumber Keragaman DF JK KT F P Periode 4 0.00715 0.00179 6.91 0.001 Sistem 2 5.43606 2.71803 10507.9 0.000 Risiko 1 0.04033 0.04033 155.93 0.000 Sistem*Risiko 2 0.02017 0.01008 38.98 0.000 Galat 20 0.00517 0.00026 Total 29 5.50888 S = 0.0160831 R-Sq = 99.91%

Dari tabel hasil analisis diatas dapat diketahui bahwa respon keuntungan

bank berbeda secara statistik pada taraf nyata 5% yang ditunjukkan dari nilai p

yang kurang dari 0.05 (taraf nyata 5%). Hal ini berarti bahwa sistem pembiayaan

menunjukkan pengaruh nyata terhadap keuntungan yang diperoleh bank pada taraf

nyata 5%, artinya periode membentuk kelompok sehingga keputusan yang dibuat

antar periode berbeda. Demikian juga risiko yang menunjukkan pengaruh nyata

terhadap keuntungan bank pada taraf nyata 5% yang artinya perbedaan risiko

usaha tinggi dan risiko usaha rendah juga mempengaruhi keuntungan yang

diperoleh bank. Demikian juga interaksi risiko dan sistem yang menunjukan

pengaruh nyata pada taraf nyata 5% yang artinya interaksi antara sistem dan risiko

mepengaruhi keuntungan yang diperoleh pihak bank. Interaksi antara sistem dan

risiko yang menunjukkan bahwa antara sistem pembiayaan dan risiko usaha saling

bergantung dalam mempengaruhi respon.

Nilai R-Square sebesar 99.91% menunjukkan bahwa 99.91% keragaman

respon keuntungan bank dapat dijelaskan oleh model sedangkan sisanya sebesar

0.09% dijelaskan diluar model.

Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa walaupun dalam analisis ragam

menunjukkan bahwa sistem mempengaruhi respon dalam Gambar 4.2.

memperlihatkan bahwa untuk sistem musyarakah dan mudharabah sistem tidak

berpengaruh terhadap respon keuntungan bank. Perbedaan pengaruh respon dari

sistem hanya dapat dilihat dari sistem bagi hasil (musyarakah dan mudharabah)

dan bunga. Sedang risiko berpengaruh terhadap perbedaan respon keuntungan

bank pada sistem musyarakah dan mudharabah tetapi untuk sistem mudharabah

unga respon keuntungan bank tidak dapat dipengaruhi oleh perbedaan risiko.