• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Perbandingan Rerata Kadar LDL, HDL, dan Rasio Kadar LDL/HDL Responden

2. Perbandingan rerata kadar HDL responden pria pada RLPP<0,90 dan

Data rasio lingkar pinggang-panggul yang telah diklasifikasikan menjadi

dua kelompok diuji normalitasnya. Uji normalitas dengan Shapiro-Wilk

menghasilkan p=0,394 untuk kelompok RLPP<0,90 dan p=0,335 untuk kelompok RLPP≥0,90. Hal ini berarti data terdistribusi normal, sehingga dilanjutkan uji hipotesis komparatif dengan uji t tidak berpasangan. Uji t tidak berpasangan menunjukkan perbedaan rerata kadar HDL yang tidak bermakna antara kedua

kelompok.

Tabel XIII. Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 RLPP<0,90 (n=12) RLPP≥0,90 (n=24) P Kadar HDL 40,8±7,0 38,2±11,1 0,250

*p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna

Hasil yang diperoleh mendukung penelitian yang dilakukan oleh Rai dan

Jeganthan (2012) di India. Responden penelitian adalah 69 penyandang diabetes

melitus tipe 2. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa terdapat perbedaan

kadar HDL yang tidak bermakna pada kelompok pria penyandang diabetes melitus

penelitian yang dilakukan dengan penelitian Rai dan Jeganthan (2012) adalah pada

jumlah sampel dan kriteria rasio lingkar pinggang-panggul yang digunakan.

3. Perbandingan rerata rasio kadar LDL/HDL responden pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90

Data rasio lingkar pinggang-panggul yang telah diklasifikasikan menjadi

dua kelompok diuji normalitasnya. Uji normalitas dengan Shapiro-Wilk

menghasilkan p=0,511 untuk kelompok RLPP<0,90 dan p=0,949 untuk kelompok RLPP≥0,90. Hal ini berarti data terdistribusi normal, sehingga dilanjutkan uji hipotesis komparatif dengan uji t tidak berpasangan. Uji t tidak berpasangan menunjukkan perbedaan rerata rasio kadar LDL/HDL yang tidak bermakna antara

kedua kelompok.

Tabel XIV. Perbandingan Rerata Rasio Kadar LDL/HDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 RLPP<0,90 (n=12) RLPP≥0,90 (n=24) P Rasio Kadar LDL/HDL 2,8±0,8 3,5±1,2 0,082

*p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna

Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Parikh,

Mani, dan Iyer (2002) pada 28 responden pria penyandang diabetes melitus tipe 2

di India. Hasil penelitian tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang tidak

bermakna antara kadar HDL kelompok pria tanpa obesitas sentral, yaitu dengan

RLPP<0,9, dan kelompok pria dengan obesitas sentral, yaitu dengan RLPP≥0,9 (p>0,05).

D.Perbandingan Rerata Kadar LDL, HDL, dan Rasio Kadar LDL/HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm

Pada penelitian ini, ukuran lingkar pinggang diklasifikasikan berdasarkan

kriteria menurut IDF (2006) untuk wanita pada populasi Asia Selatan. Ukuran

lingkar pinggang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu LP<80 cm dan LP≥80 cm. Jumlah responden yaitu sebanyak 6 responden pada kelompok LP<80 cm dan 48 responden pada kelompok LP≥80 cm.

1. Perbandingan rerata kadar LDL responden wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm

Pada penelitian ini, data lingkar pinggang wanita diklasifikasikan menjadi

dua kelompok dan diuji normalitasnya. Uji normalitas dengan Shapiro-Wilk

menghasilkan p=0,841 untuk kelompok LP<80 cm dan p=0,008 untuk kelompok LP≥80 cm. Hal ini berarti data terdistribusi tidak normal, sehingga dilanjutkan uji hipotesis komparatif dengan uji Mann-Whitney. Hasil uji Mann-Whitney

menunjukkan perbedaan rerata kadar HDL yang tidak bermakna antara kedua

kelompok.

Tabel XV. Perbandingan Rerata Kadar LDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm LP<80 cm (n=6) LP≥80 cm (n=48) p Kadar LDL 112,2±20,8 127,0±38,2 0,417

*p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna

Hasil penelitian yang diperoleh mendukung penelitian yang dilakukan

oleh Liao, et al. (2011) pada 79 wanita penyandang diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian tersebut menunjukkan perbedaan kadar LDL yang tidak bermakna antara kadar HDL dengan wanita pada kelompok LP<80 cm dan LP≥80 cm. Hasil

penelitian ini juga mendukung penelitian yang dilakukan oleh Elnasri dan Ahmed

(2008) di Sudan. Penelitian dilakukan pada 250 penyandang diabetes melitus tipe 2

(95 responden pria dan 155 responden wanita). Hasil penelitian tersebut

menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang tidak bermakna antara kadar LDL

dengan penyandang diabetes melitus tipe 2 yang mengalami obesitas sentral dan

tidak mengalami obesitas sentral (p>0,05). Pada penelitian Elnasri dan Ahmed

(2008) digunakan 2 kelompok responden, yaitu kelompok kontrol (tanpa diabetes

melitus tipe 2) dan kelompok dengan diabetes melitus tipe 2. Penggunaan kelompok

kontrol diperlukan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil korelasi baik pada

penyandang diabetes melitus tipe 2 maupun pada individu tanpa diabetes melitus

tipe 2, sehingga dapat diketahui dengan jelas kejadian dislipidemia pada kedua

kelompok responden.

2. Perbandingan rerata kadar HDL responden wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm

Uji normalitas dengan Shapiro-Wilk menghasilkan p=0,417 untuk kelompok LP<80 cm dan p=0,000 untuk kelompok LP≥80 cm. Hal ini berarti data terdistribusi tidak normal, sehingga dilanjutkan uji hipotesis komparatif dengan uji

Mann-Whitney. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan rerata kadar HDL yang tidak bermakna antara kedua kelompok.

Tabel XVI. Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm LP<80 cm (n=6) LP≥80 cm (n=48) p Kadar HDL 53,8±13,9 44,6±21,3 0,090

Hasil penelitian yang diperoleh mendukung hasil penelitian Zargar,

Wandroo, Wadhwa, Laway, Masoodi, dan Shah (2005) pada 50 responden

penyandang diabetes melitus tipe 2 di India. Hasil penelitian tersebut menunjukkan

bahwa terdapat perbedaan kadar HDL yang tidak bermakna (p>0,05) antara

kelompok penyandang diabetes melitus tipe 2 dengan obesitas dan tanpa obesitas.

Hasil penelitian ini juga mendukung hasil penelitian Liao, et al. (2011) pada 79 wanita penyandang diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian tersebut menyatakan

perbedaan kadar HDL yang tidak bermakna (p=0,71) antara kelompok wanita dengan LP<80 cm dan LP≥80 cm.

3. Perbandingan rerata rasio kadar LDL/HDL responden wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm

Uji normalitas dengan Shapiro-Wilk menghasilkan p=0,639 untuk kelompok LP<80 cm dan p=0,000 untuk kelompok LP≥80 cm. Hal ini berarti data terdistribusi tidak normal, sehingga dilanjutkan uji hipotesis komparatif dengan uji

Mann-Whitney. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan rerata rasio kadar LDL/HDL yang tidak bermakna antara kedua kelompok.

Tabel XVII. Perbandingan Rerata Rasio Kadar LDL/HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm LP<80 cm (n=6) LP≥80 cm (n=48) p Rasio Kadar LDL/HDL 2,2±0,7 3,5±2,2 0,074

*p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna

Hasil penelitian yang diperoleh mendukung hasil penelitian Gurung, et al. (2013) pada 100 responden penelitian di India. Responden penelitian tersebut

perbedaan rasio kadar LDL/HDL yang tidak bermakna antara kelompok responden

dengan obesitas dan kelompok responden tanpa obesitas (p>0,05). Pengelompokan

obesitas dan tanpa obesitas berdasarkan kriteria lingkar pinggang pada penelitian

tersebut.

E.Perbandingan Rerata Kadar LDL, HDL, dan Rasio Kadar LDL/HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85

Pada penelitian ini, ukuran rasio lingkar pinggang-panggul

diklasifikasikan berdasarkan kriteria menurut WHO (2008) untuk wanita. Ukuran

lingkar pinggang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu RLPP<0,85 dan LP≥0,85. Jumlah responden yaitu sebanyak 15 responden pada kelompok RLPP<0,85 dan 39

responden pada kelompok RLPP≥0,85.

1. Perbandingan rerata kadar LDL responden wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85

Pada penelitian ini, data rasio lingkar pinggang-panggul wanita

diklasifikasikan menjadi dua kelompok dan diuji normalitasnya. Uji normalitas

dengan Shapiro-Wilk menghasilkan p=0,308 untuk kelompok RLPP<0,85 dan p=0,016 untuk kelompok RLPP≥0,85. Hal ini berarti data terdistribusi tidak normal, sehingga dilanjutkan uji hipotesis komparatif dengan uji Mann-Whitney. Hasil uji

Mann-Whitney menunjukkan perbedaan kadar LDL yang tidak bermakna antara kelompok RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85.

Tabel XVIII. Perbandingan Rerata Kadar LDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 RLPP<0,85 (n=15) RLPP≥0,85 (n=39) p Kadar LDL 110,1±25,8 131,2±39,0 0,120

*p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna

Hasil penelitian yang diperoleh mendukung penelitian yang dilakukan

oleh Arora, Koley, Gupta, dan Sandhu (2007) pada 40 penyandang diabetes melitus

tipe 2. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa terdapat perbedaan kadar LDL

yang tidak bermakna (p=0,61) antara responden diabetes melitus tipe 2 yang

mengalami obesitas dan tidak mengalami obesitas.

2. Perbandingan rerata kadar HDL responden wanita pada RLPP<0,85 RLPP≥0,85

Uji normalitas dengan Shapiro-Wilk menghasilkan p=0,417 untuk kelompok RLPP<0,85 dan p=0,000 untuk kelompok RLPP≥0,85. Hal ini berarti data terdistribusi tidak normal, sehingga dilanjutkan uji hipotesis komparatif

dengan uji Mann-Whitney. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan kadar

HDL yang tidak bermakna antara kelompok RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85.

Tabel XIX. Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 RLPP<0,85 (n=15) RLPP≥0,85 (n=39) p Kadar HDL 47,3±15,2 45,0±22,6 0,199

*p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna

Hasil penelitian yang diperoleh mendukung penelitian Parikh, Mani, dan

Iyer (2002) pada 22 wanita penyandang diabetes melitus tipe 2. Penelitian tersebut

kelompok wanita yang tidak mengalami obesitas sentral (RLPP<0,85) dan kelompok wanita yang mengalami obesitas sentral (RLPP≥0,85).

3. Perbandingan rerata rasio kadar LDL/HDL responden wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85

Uji normalitas dengan Shapiro-Wilk menghasilkan p=0,000 untuk

kelompok RLPP<0,85 dan p=0,000 untuk kelompok RLPP≥0,85. Hal ini berarti

data terdistribusi tidak normal, sehingga dilanjutkan uji hipotesis komparatif

dengan uji Mann-Whitney. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan rasio kadar LDL/HDL yang tidak bermakna antara kelompok RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85.

Tabel XX. Perbandingan Rerata Rasio Kadar LDL/HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 RLPP<0,85 (n=15) RLPP≥0,85 (n=39) p Rasio Kadar LDL/HDL 2,8±2,0 3,6±2,2 0,058

*p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna

Hasil penelitian yang diperoleh mendukung penelitian yang dilakukan

oleh Parikh, Mani, dan Iyer (2002). Responden penelitian berjumlah 22 wanita

penyandang diabetes melitus tipe 2 di India. Hasil penelitian tersebut menyatakan

bahwa terdapat perbedaan rasio kadar LDL/HDL yang tidak bermakna antara

kelompok wanita penyandang diabetes melitus tipe 2 dengan RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 (p>0,05).

F. Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar LDL, HDL, dan Rasio Kadar LDL/HDL pada Responden

Pria

Pada penelitian ini dilakukan uji korelasi antara lingkar pinggang dan rasio

lingkar pinggang-panggul terhadap kadar LDL, HDL, dan rasio kadar LDL/HDL

responden pria. Uji korelasi yang dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman

karena data responden pria pada penelitian ini terdistribusi tidak normal.

1. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar LDL pada responden pria

Hasil uji korelasi Spearman antara lingkar pinggang terhadap kadar LDL menunjukkan korelasi positif sangat lemah. Nilai koefisien korelasi (r) yang

dihasilkan sebesar 0,083, berarti kekuatan korelasi sangat lemah. Hasil nilai

signifikansi (Sig. (2 tailed)) pada uji ini sebesar 0,629 menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang tidak bermakna antara kedua variabel yang diuji. Hasil penelitian ini

sesuai dengan penelitian Seidell, Pérusse, Després, dan Bouchard (2001). Hasil

penelitian tersebut menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan korelasi sangat

lemah (r=0,08) dan korelasi yang tidak bermakna (p>0,05) antara lingkar pinggang

terhadap kadar LDL. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan hasil penelitian Okafor,

Fasanmade, dan Oke (2008). Responden penelitian adalah 192 penyandang diabetes

melitus tipe 2 di Nigeria. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa terdapat

korelasi positif dengan kekuatan sangat lemah (r=0,010) dan korelasi yang tidak

Pada uji korelasi Spearman antara rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar LDL menghasilkan korelasi positif lemah. Nilai koefisien korelasi

yang dihasilkan sebesar 0,250, menunjukkan kekuatan korelasi lemah. Nilai

signifikansi yang diperoleh (p=0,142) menunjukkan korelasi yang tidak bermakna

antara kedua variabel yang diuji. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hasil

penelitian Jung, Lee, dan Shon (2007). Pada penelitian tersebut diperoleh korelasi

positif dengan kekuatan lemah (r=0,386) dan korelasi bermakna antara rasio lingkar

pinggang-panggul terhadap kadar LDL (p<0,001). Hasil penelitian ini juga tidak

sesuai dengan penelitian Seidell, et al. (2001) pada 313 responden pria di Kanada. Hasil penelitian tersebut menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan lemah

(r=0,210) dan korelasi yang bermakna antara rasio lingkar pinggang-panggul

terhadap kadar LDL (p<0,0001).

Adanya perbedaan hasil ini dapat disebabkan oleh perbedaan range usia, di mana pada penelitian Jung, et al. (2007) pada penyandang diabetes melitus tipe 2 yang berusia lebih dari 65 tahun. Perbedaan hasil ini juga disebabkan karena

perbedaan jumlah responden penelitian yang digunakan, yaitu 95 responden pada

penelitian Jung, et al. (2007). Pada penelitian Seidell, et al. (2001), responden berusia lebih dari 18 tahun dan jumlah responden yang digunakan lebih banyak dari

penelitian ini, yaitu 313 responden pria. Usia sangat mempengaruhi kondisi

patologis dan fisiologis seseorang. Hal ini menyebabkan kondisi responden yang

berusia di atas 18 tahun dan di atas 65 tahun dengan responden yang berusia di atas

Tabel XXI. Korelasi LP dan RLPP terhadap Kadar LDL Responden Pria

Variabel r p

Lingkar Pinggang 0,083 0,629

Rasio Lingkar Pinggang-Panggul 0,250 0,142

Gambar 5. Diagram Sebaran Korelasi LP terhadap Kadar LDL Responden Pria

Diagram sebaran korelasi lingkar pinggang terhadap kadar LDL responden

pria dapat dilihat pada Gambar 4. Pada diagram tersebut dapat dilihat bahwa

sebagian besar responden memiliki lingkar pinggang lebih besar dari 90 cm.

Gambar 6. Diagram Sebaran Korelasi RLPP terhadap Kadar LDL Responden Pria

Diagram sebaran korelasi rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar

LDL responden pria dapat dilihat pada Gambar 5. Pada diagram tersebut dapat dilihat bahwa sebagian besar responden memiliki nilai RLPP≥0,90.

Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap

dapat dilihat dari garis yang terdapat pada diagram sebaran (Gambar 4 dan Gambar

5), yaitu arah garis dari kiri bawah menuju kanan atas. Hal ini berarti apabila lingkar

pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul semakin besar, maka kadar LDL akan

semakin tinggi.

2. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar HDL pada responden pria

Hasil uji korelasi Spearman antara lingkar pinggang terhadap kadar HDL menunjukkan korelasi negatif sangat lemah. Nilai koefisien korelasi yang

dihasilkan sebesar -0,003. Adanya tanda negatif pada koefisien korelasi

menunjukkan arah korelasi yang berlawanan arah. Hal ini berarti semakin besar

nilai satu variabel, semakin kecil nilai variabel lainnya. Nilai signifikansi yang

diperoleh sebesar 0,986 menunjukkan bahwa ada korelasi yang tidak bermakna

antara lingkar pinggang terhadap kadar HDL. Hasil penelitian ini sesuai dengan

penelitian Himabindu, et al. (2013). Hasil penelitian tersebut menghasilkan korelasi negatif dengan kekuatan korelasi sangat lemah (r=-0,042) dan korelasi yang tidak

bermakna antara lingkar pinggang terhadap kadar HDL (p=0,673). Hasil penelitian

ini juga sesuai dengan penelitian Jung, et al. (2007) di Korea pada 95 penyandang diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian tersebut menunjukkan korelasi negatif yang

tidak bermakna dengan kekuatan korelasi sangat lemah (r=-0,023; p>0,05).

Pada uji korelasi Spearman antara rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar HDL menghasilkan korelasi positif sangat lemah. Nilai koefisien

korelasi yang dihasilkan sebesar -0,184, menunjukkan kekuatan korelasi sangat

tidak bermakna antara kedua variabel yang diuji. Hasil penelitian ini tidak sesuai

dengan penelitian Himabindu, et al. (2013). Penelitian tersebut menunjukkan korelasi negatif lemah (r=-0,261) dan korelasi yang bermakna antara rasio lingkar

pinggang-panggul terhadap kadar HDL. Hasil penelitian ini juga tidak sesuai

dengan penelitian Öhrvall, Berglund, dan Vessby (2000). Hasil penelitian tersebut

menyatakan korelasi negatif dengan kekuatan lemah (r=-0,29) dan korelasi yang

bermakna antara rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar HDL responden

pria (p<0,0001).

Adanya perbedaan hasil ini dapat disebabkan karena range usia responden yang berbeda. Pada penelitian Himabindu, et al. (2013), responden penelitian adalah penyandang diabetes melitus tipe 2 yang berusia lebih dari 25 tahun. Jumlah

responden yang digunakan lebih banyak daripada penelitian ini, yaitu sebanyak 102

responden. Perbedaan hasil juga dapat disebabkan karena jumlah responden pada

penelitian Öhrvall, et al. (2000) yang berbeda jauh dengan jumlah responden pada penelitian ini, yaitu sebanyak 588 responden pria yang berusia 19-66 tahun.

Tabel XXII. Korelasi LP dan RLPP terhadap Kadar HDL Responden Pria

Variabel r p

Lingkar Pinggang -0,003 0,986

Gambar 7.Diagram Sebaran Korelasi LP terhadap Kadar HDL Responden Pria

Diagram sebaran korelasi lingkar pinggang terhadap kadar HDL

responden pria dapat dilihat pada Gambar 6. Pada diagram tersebut dapat dilihat

bahwa sebagian besar responden dengan lingkar pinggang ≥90cm menunjukkan kadar HDL yang rendah.

Gambar 8.Diagram Sebaran Korelasi RLPP terhadap Kadar HDL Responden Pria

Diagram sebaran korelasi rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar

HDL responden pria dapat dilihat pada Gambar 7. Pada diagram dapat dilihat

bahwa terdapat responden dengan rasio lingkar pinggang-panggul yang jauh dari

range sebaran. Hal tersebut dapat mempengaruhi hasil uji korelasi yang diperoleh. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap

dapat dilihat dari garis pada diagram sebaran (Gambar 6 dan Gambar 7), yaitu arah

garis dari kiri atas menuju kanan bawah. Hal ini berarti apabila lingkar pinggang

dan rasio lingkar pinggang-panggul semakin besar, maka kadar HDL akan semakin

rendah.

3. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap

Dokumen terkait