• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Target dan Realisasi Indikator Kinerja

BAB 3 AKUNTABILITAS

3.1. Capaian Kinerja

3.1.2. Perbandingan Target dan Realisasi Indikator Kinerja

Berdasarkan hasil pengukuran terhadap indikator kinerja sasaran strategis diperoleh rata-rata capaian sasaran dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 3. 2 Pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat Tahun 2020

No. Indikator Kinerja Satuan

Tahun 2020 Target

Renstra 2020 Target Realisasi Capaian

(%)

Sasaran 1: Meningkatnya Produksi serta nilai tambah dan daya saing produk Kelautan dan Perikanan

1 Jumlah Produksi

Perikanan Ton 988.000 1.389.455,26** 140,63 988.000

Sasaran 2: Terwujudnya Pengelolaan Sumber daya Kelautan dan Perikanan yang Berkelanjutan

Keterangan : ** Data Sementara 3.1.3. Pengukuran Indikator Kinerja

Indikator Kinerja adalah barometer ukuran keberhasilan atau pencapaian yang akan dicapai dari kinerja program dan kegiatan yang telah direncanakan. Penetapan Indikator Kinerja ini adalah untuk :

a. Mendapatkan informasi kinerja yang penting dan diperlukan untuk penyelenggaraan manajemen yang baik dan benar.

b. Mengetahui ukuran keberhasilan dari pencapaian suatu tujuan dan sasaran strategis yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan progresivitas akuntabilitas kinerja.

Tabel 3. 3 Perbandingan Target dan Realisasi Indikator Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat Tahun 2020

No. Indikator

Kinerja Satuan Tahun 2020

Capaian Kinerja

(%)

Kategori Target Realisasi

Sasaran 1: Meningkatnya Produksi serta nilai tambah dan daya saing produk Kelautan dan Perikanan

1. Jumlah Produksi

Perikanan Ton 988.000 1.389.455,26** 140,63 Sangat Sasaran 2: Terwujudnya Pengelolaan Sumber daya Kelautan dan Perikanan yang

Berkelanjutan

Keterangan: ** Data Sementara

Penjelasan pencapaian masing-masing sasaran di Tahun 2020 adalah sebagai berikut (data terlampir pada lampiran 3) :

a. Meningkatnya produksi serta nilai tambah dan daya saing produk Kelautan dan Perikanan

Data sementara untuk produksi perikanan di Jawa Barat pada tahun 2020, mencapai 1.389.455,26 ton yang terdiri dari produksi perikanan budidaya sebesar 1.163.695,40 ton dan produksi perikanan tangkap sebesar 225.759,86 ton. Pencapaian ini melebihi target renstra 2020 untuk produksi perikanan sebesar 988.000 ton.

Pandemic covid-19 memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah produksi perikanan karena supply ke pasar berkurang akibat penerapan PSBB (Pembatasan

Sosial Berskala Besar) dan pembatasan ekspor komodiiti perikanan di negara-negara tujuan ekspor sehingga permintaan pasar menurun. Capaian jumlah produksi pada tahun 2020 mengalami penurunan dibanding pada tahun 2019 yang mencapai 1.527.547,84 ton.

Upaya pencapaian target konsumsi ikan di Jawa Barat terus dilakukan secara bertahap, adapun upaya-upaya yang sudah dilakukan untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat di antaranya melalui kegiatan promosi dan sosialisasi “Gemar Makan Ikan” untuk menggalang kesadaran masyarakat akan pentingnya protein hewani dari sumber ikan; serta mengupayakan pengadaan bahan pangan ikan melalui peningkatan

Gambar 3. 1 Kapal Perikanan

produksi sendiri dan impor antar provinsi. Data sementara untuk tahun 2020 tercapai sebesar 36,2 kg/kap/tahun dari target sebesar 29.95 kg/kap/tahun dengan persentase peningkatan konsumsi ikan dari tahun sebelumnya sebesar 1,1% dari target persentase peningkatan konsumsi ikan 1,1% dari tahun sebelumnya. Kesadaran masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi untuk menjaga kondisi tubuh selama pandemic Covid-19 mampu mendongkrak capaian angka konsumsi ikan di Jawa Barat.

b. Terwujudnya pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan

Pengelolaan kawasan konservasi tahun 2020 meliputi kawasan konservasi taman pesisir pantai penyu pangumbahan, pengajuan penetapan kawasan konservasi taman pesisir pangandaran dari gubernur kepada menteri KP, finalisasi penetapan kawasan konservasi taman wisata perairan pulau biawak dan perairan sekitarnya,

serta upaya rehabilitasi terumbu karang disekitar kawasan konservasi ciemas sukabumi.

Persentase kawasan konservasi perairan yang dikelola provinsi Jawa Barat pada tahun 2020 melebihi target, dimana target renstra 2020 sebesar 14,03%

sementara pencapaian persentase kawasan konservasi perairan yang dikelola pada tahun 2020 mencapai 19,04%.

Sebagai upaya dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, maka pelaku usaha perikanan harus patuh terhadap peraturan perundang-undangan. Namun, pada kenyataannya masih terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha perikanan (IUU fishing) diantaranya penggunaan API tidak ramah lingkungan dan dokumen kapal tidak lengkap. Fungsi

Gambar 3. 3 Kegiatan penanaman mangrove

pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan sangat vital dalam upaya meningkatkan kepatuhan pelaku usaha kelautan dan perikanan terhadap peraturan

perundang-undangan.

Persentase tingkat kepatuhan pelaku usaha perikanan dan kelautan terhadap peraturan perundang-undangan pada tahun 2020 mencapai 51,85%, angka tersebut melampaui target renstra 2020 yaitu sebanyak 51%.

.

3.1.4. Evaluasi Capaian Indikator Kinerja

Pelaksanaan program dan kegiatan Tahun Anggaran 2020 terhadap sasaran strategis pembangunan Kelautan dan Perikanan Jawa Barat pada Tahun 2020 dapat dilihat dari beberapa indikator sebagaimana diuraikan berikut ini:

Tabel 3. 4 Evaluasi Capaian Indikator Kinerja

Tujuan Meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kelautan dan perikanan

Sasaran 1

Meningkatnya Produksi serta nilai tambah dan daya saing produk Kelautan dan Perikanan. Jumlah produksi perikanan termasuk kategori “Sangat Baik” dengan nilai capaian kinerja sebesar 140,63%; Sementara capaian kinerja persentase peningkatan angka konsumsi ikan Jawa Barat senilai 100% termasuk dalam kategori Sangat Baik.

Sasaran 2

Terwujudnya Pengelolaan Sumber daya Kelautan dan Perikanan yang Berkelanjutan. Capaian kinerja Persentase kawasan

konservasi perairan yang dikelola sebesar 135,71% termasuk dalam kategori “Sangat Baik”, sementara capaian kinerja persentase tingkat kepatuhan pelaku usaha kelautan dan perikanan terhadap peraturan Gambar 3. 4 Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan

dengan nilai 101,67%.

Tabel 3. 5 Perbandingan Capaian Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 dan 2020

No. Indikator Kinerja Satuan Capaian Kinerja Tahun 2019

Capaian Kinerja Tahun 2020 Sasaran 1: Meningkatnya Produksi serta nilai tambah dan daya

saing produk Kelautan dan Perikanan 1. Jumlah Produksi

Perikanan % 105.79 140,63

2.

Persenstase

Peningkatan Angka Konsumsi Ikan Jawa Barat

% 378.18** 100

Sasaran 2: Terwujudnya Pengelolaan Sumber daya Kelautan dan Perikanan yang Berkelanjutan

3.

Persentase Kawasan Konservasi Perairan yang Dikelola

% 103.62 135,71

4.

Persentase Tingkat Kepatuhan Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan Terhadap Peraturan Perundang undangan

% 102.36 101,67

Nilai rata-rata capaian

kinerja % 172.49 119,5

Keterangan: **Data sementara

3.1.5. Evaluasi Program dan Kegiatan yang Menunjang Capaian Kinerja

Program dan Kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun 2020 bersumber dari dana APBD dan APBN Dekonsentrasi. Program dan kegiatan tersebut menunjang dalam pencapaian target indikator kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat sebagai berikut

1. Program Peningkatan Produksi Perikanan Tangkap (APBD)

Program Peningkatan Produksi Perikanan Tangkap bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat terdiri dari 9 (Sembilan) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp.

2.605.227.713 yang terealisasi sebesar Rp. 575.216.750 atau sebesar 97.07%. Untuk realisasi fisik program ini mendapatkan nilai, yaitu 100.00%.

2. Program Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Wilayah Selatan (APBD)

Program Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Wilayah Selatan bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat terdiri dari 7 (Tujuh) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp.

862.797.668 yang terealisasi sebesar Rp. 860.855.104 atau sebesar 99.49%. Untuk realisasi fisik program ini mendapatkan nilai, yaitu 100.00%.

3. Program Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Wilayah Utara (APBD)

Program Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Wilayah Utara bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat terdiri dari 8 (Delapan) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 752.897.947 yang terealisasi sebesar Rp. 693.984.600 atau sebesar 96.34%.

Untuk realisasi fisik program ini mendapatkan nilai, yaitu 100.00%.

4. Program Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya (APBD)

Program Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat terdiri dari 3 (Tiga) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp.

329.686.249 yang terealisasi sebesar Rp. 315.936.050 atau sebesar 97.54%. untuk realisasi program ini mendapatkan nilai, yaitu 100.00%.

5. Program Peningkatan Teknologi Perikanan Air Payau dan Laut Wilayah Selatan (APBD)

Program Peningkatan Teknologi Perikanan Air Payau dan Laut Wilayah Selatan bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat terdiri dari 7 (Tujuh) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 1.511.381.785 yang terealisasi sebesar Rp.

1.502.968.985 atau sebesar 99.36% untuk realisasi program ini mendapatkan nilai, yaitu 100.00%.

6. Program Peningkatan Teknologi Perikanan Air Payau dan Laut Wilayah Utara (APBD)

Program Peningkatan Teknologi Perikanan Air Payau dan Laut Wilayah Selatan bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat terdiri dari 6 (Enam) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 2.080.772.050 yang terealisasi sebesar Rp. 1.996.047.856 atau

7. Program Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (APBD)

Program Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat terdiri dari 4 (Empat) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp.

255.396.700 yang terealisasi sebesar Rp. 219.047.100 atau sebesar 73.25%. Untuk realisasi fisik program ini mendapatkan nilai, yaitu 100.00%.

8. Program Peningkatan Mutu Produk Perikanan (APBD)

Program Peningkatan Mutu Produk Perikanan bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat terdiri dari 3 (Tiga) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 654.559.425 yang terealisasi sebesar Rp. 637.982.349 atau sebesar 98.75%. Untuk realisasi fisik program ini mendapatkan nilai, yaitu 100.00%.

9. Program Pengelolaan dan Pelestarian Sumber daya Kelautan dan Perikanan (APBD)

Program Pengelolaan dan Pelestarian Sumber daya Kelautan dan Perikanan bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat terdiri dari 11 (Sebelas) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 3.702.655.050 yang terealisasi sebesar Rp. 2.425.359260 atau sebesar 84.41%. Untuk realisasi fisik program ini mendapatkan nilai, yaitu 100.00%.

10. Program Pengelolaan dan Pelestarian Sumber daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan (APBD)

Program Pengelolaan dan Pelestarian Sumber daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat terdiri dari 10 (Sepuluh) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 2.829.191.263 yang terealisasi sebesar Rp.

2.792.630.200 atau sebesar 98.83%. Untuk realisasi fisik program ini mendapatkan nilai, yaitu 100.00%.

11. Program Pengelolaan dan Pelestarian Sumber daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Utara (APBD)

Program Pengelolaan dan Pelestarian Sumber daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat terdiri dari 7 (Tujuh) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 3.598.982.000 yang terealisasi sebesar Rp.

3.512.000.050 atau sebesar 98.62%. Untuk realisasi fisik program ini mendapatkan nilai, yaitu 100.00%.

12. Program Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan (APBD)

Program Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat terdiri dari 13 (Tiga belas) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 718.040.061 yang terealisasi sebesar Rp. 705.631.558 atau sebesar 98.01%. Untuk realisasi fisik program ini mendapatkan nilai, yaitu 100.00%.

13. Program Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan (APBD)

Program Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat terdiri dari 5 (Lima) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 989.698.137 yang terealisasi sebesar Rp. 986.633.500 atau sebesar 99.08%. Untuk realisasi fisik program ini mendapatkan nilai, yaitu 100.00%.

14. Program Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Utara (APBD)

Program Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Utara bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat terdiri dari 4 (Empat) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 728.962.628 yang terealisasi sebesar Rp. 728.480.628 atau sebesar 99.91%. Untuk realisasi fisik program ini mendapatkan nilai, yaitu 100.00%.

15. Program Pengelolaan Perikanan Tangkap (03) (APBN-DK)

Program Pengelolaan Perikanan Tangkap bersumber dari APBN Dekonsentrasi terdiri dari 5 (Lima) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 195.731.000 yang terealisasi sebesar Rp. 194.233.170 atau sebesar 99.23%. Untuk realisasi fisik program ini mendapatkan nilai, yaitu 100.00%.

16. Program Pengelolaan Perikanan Budidaya (04) (APBN-DK)

Program Pengelolaan Perikanan Budidaya bersumber dari APBN Dekonsentrasi terdiri dari 3 (Tiga) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp.

1,499,165,000 yang terealisasi sebesar Rp. 989,896,900 atau sebesar 66.03%. Untuk realisasi fisik program ini mendapatkan nilai, yaitu 100.00%.

17. Program Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (05) (APBN-DK)

Program Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan bersumber dari APBN Dekonsentrasi terdiri dari 3 (Tiga) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 174,972,000 yang terealisasi sebesar Rp. 165,533,420 atau sebesar

18. Program Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (06) (APBN-DK)

Program Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan bersumber dari APBN Dekonsentrasi terdiri dari 5 (Lima) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp.

101,073,000 yang terealisasi sebesar Rp. 100,221,500 atau sebesar 99.16%. Untuk realisasi fisik program ini mendapatkan nilai, yaitu 100.00%.

19. Program Pengelolaan Ruang Laut (07) (APBN-DK)

Program Pengelolaan Ruang Laut bersumber dari APBN Dekonsentrasi terdiri dari 4 (Empat) kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 233,750,000 yang terealisasi sebesar Rp. 205,092,600 atau sebesar 94.27%. Untuk realisasi fisik program ini mendapatkan nilai, yaitu 100.00%.

Permasalahan pada Sasaran Pertama

Sasaran pertama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, yaitu “Meningkatnya Produksi serta nilai tambah dan daya saing produk Kelautan dan Perikanan”. Tetapi sekarang dengan adanya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penangkapan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.) dan Rajungan (Portunus pelagicus spp.), nelayan menjadi terbatas dalam menangkap hewan tersebut. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa dalam menangkap Lobster, Kepiting dan Rajungan tidak boleh menangkap yang sedang bertelur dan tidak boleh yang berukuran masih kecil. Untuk Lobster hanya boleh menangkap dengan ukuran panjang karapas >8 cm (di atas delapan sentimeter) atau setara 300 gram, Kepiting dengan ukuran lebar karapas >15 cm (di atas lima belas sentimeter) atau setara 350-450 gram dan Rajungan dengan ukuran lebar karapas >10 cm (di atas sepuluh sentimeter) atau setara 55-80 gram. Padahal Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat mempunyai UPTD yang bergerak dalam bidang budidaya tambak dimana memerlukan benih-benih ikan tambak untuk dibudidayakan sampai ukuran dewasa dan siap untuk dikonsumsi.

Maka dari itu dengan adanya peraturan perundang-undangan tersebut menjadi friksi dengan sasaran pertama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat itu sendiri karena akan mengurangi produktivitas Kelautan dan Perikanan.

Kemudian adanya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia yang menyebabkan anjloknya hasil tangkapan laut para nelayan. Dalam peraturan perundang-undangan tersebut dijelaskan bahwa alat tangkap Pukat Hela yang terdiri dari Pukat Hela Dasar (Bottom Trawls), Pukat Hela Pertengahan (Midwater Trawls), Pukat Hela Kembar Berpapan (Otter Twin Trals) dan Pukat Dorong dilarang untuk digunakan para nelayan juga Pukat Tarik yang terdiri dari Pukat Tarik Pantai (Beach Seines) dan Pukat Tarik Berkapal (Boat or Vessel Seines) sama halnya dilarang dalam peraturan perundang-undangan tersebut.

Adapun Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Waduk Cirata yang juga mengurangi produktivitas perikanan budidaya, khususnya dengan media Kolam Jaring Apung (KJA). Dalam regulasi tersebut dijelaskan bahwa terdapat pembatasan jumlah KJA di Waduk Cirata yang pada saat data terakhir yang dimiliki Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, yaitu sebanyak 52.000 petak. Saat ini produksi KJA (Ikan Nila, Ikan Mas dan Ikan Patin), yaitu sebesar 98.545 ton dan produksi penangkapan sebanyak 552 ton. Dengan adanya regulasi tersebut tentunya akan mengurangi jumlah produksi perikanan budidaya dan juga jumlah RTP di Jawa Barat.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat juga mempunyai UPTD yang bergerak dalam bidang pelayanan dan pengujian mutu hasil perikanan melalui laboratorium yang untuk melakukan hal tersebut sehingga diperlukan SDM yang cukup mumpuni atau berkompeten sehingga sasaran pertama ini masih menjadi permasalahan untuk meningkatkan nilai tambah produk Kelautan dan Perikanan.

Permasalahan pada Sasaran Kedua

Seperti diketahui Sasaran Kedua Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, yaitu “Terwujudnya Pengelolaan Sumber daya Kelautan dan Perikanan yang Berkelanjutan”. Hal yang masih menjadi masalah adalah kurangnya jumlah KELOMPOK PENGAWAS MASYARAKAT (POKMASWAS) yang bertugas untuk mengawasi pulau-pulau terawasi, seperti di Kabupaten Indramayu (Pulau Biawak, Pulau Gosong dan Pulau Candikian), Kabupaten Tasikmalaya (Pulau Nusa Manuk) dan 3 (tiga) pulau di Kabupaten Sukabumi. Saat ini jumlah POKMASWAS yang terbina

terdapat pada 10 kabupaten/kota untuk Tahun 2015 dengan target 71 POKMASWAS dan hal ini masih dirasa kurang untuk Provinsi Jawa Barat.

3.1.6. Rencana Program dan Kegiatan

Perencanaan program dan kegiatan Dinas Kelautan dan Perikanan dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Meningkatnya produksi serta nilai tambah dan daya saing produk Kelautan dan Perikanan

Tujuan dari sasaran ini untuk meningkatkan dan memberikan penguatan terhadap peningkatan produksi perikanan baik budidaya maupun penangkapan ikan melalui pengelolaan potensi sumber daya perikanan budidaya di Jawa Barat yang berdaya guna dan berhasil guna secara lestari, memberikan penguatan terhadap kemandirian masyarakat pembudidaya dan nelayan dalam melakukan pengelolaan sektor Kelautan dan Perikanan. Selain itu, program-program pada sasaran ini bertujuan untuk mendorong percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan Kelautan dan Perikanan di Jawa Barat secara terintegrasi.

Pengelolaan potensi sumber daya perikanan tangkap di Jawa Barat yang berdaya guna dan berhasil guna menggunakan alat tangkap ramah lingkungan, memberikan penguatan terhadap kemandirian nelayan dan masyarakat pesisir dalam melakukan pengelolaan sumber daya perikanan tangkap. Selain itu, program pada sasaran ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas, daya dukung dan daya tampung sumber daya Kelautan dan Perikanan. Peningkatan daya saing produk perikanan yang diwujudkan melalui kegiatan fasilitasi dan pengembangan pemasaran dalam negeri dan luar negeri hasil perikanan, pengembangan industri pengolahan hasil perikanan, pengembangan produk perikanan non konsumsi, peningkatan produk olahan hasil perikanan, pengembangan sistem usaha perikanan pembinaan dan pengembangan sistem usaha peningkatan mutu dan penambahan nilai produk hasil perikanan, peningkatan pemanfaatan pengolahan ikan dan investasi perikanan. Selain itu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk Kelautan dan Perikanan, yang berdaya saing dan berbasis inovasi.

Program kegiatan yang menunjang pada sasaran ini diantaranya:

NO. PROGRAM DAN KEGIATAN

1 Program Peningkatan Produksi Perikanan Tangkap

NO. PROGRAM DAN KEGIATAN Operasional Pelabuhan Perikanan

Pelayanan Perizinan/Pendaftaran, Cek Fisik, dan Penandaan Kapal Perikanan

Pengelolaan Data dan Informasi Sumber Daya Ikan Pengembangan Pelabuhan Perikanan

Peningkatan Jaminan Kualitas Hidup Nelayan

Peningkatan Kompetensi, Diversifikasi Usaha, Akses Permodalan dan Kelembagaan Nelayan

Penyebarluasan teknologi penangkapan ikan

Pendampingan DAK Bidang Kelautan dan Perikanan (Bidang Perikanan Tangkap)

DAK Bidang Kelautan dan Perikanan (Bidang Perikanan Tangkap)

2 Program Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Wilayah Selatan

Pelayanan Pelabuhan Perikanan di Wilayah Selatan Jawa Barat

Pembangunan dan Pengembangan Pelabuhan

Perikanan di Wilayah Selatan Jawa Barat

Pembinaan usaha perikanan tangkap Wilayah

Selatan menuju Nelayan Juara

Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Wilayah Selatan Jawa Barat

Peningkatan sarana perikanan tangkap di wilayah Selatan

Penyebarluasan teknologi dan informasi penangkapan ikan Wilayah Selatan Sertifikasi Kompetensi Nelayan di Wilayah Selatana Jawa Barat

3 Program Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Wilayah Utara

Pelayanan Pelabuhan Perikanan di Wilayah Utara Jawa Barat

Pembangunan dan Pengembangan Pelabuhan

Perikanan di Wilayah Utara Jawa Barat

Pembinaan usaha perikanan tangkap Wilayah Utara menuju Nelayan Juara Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Wilayah Utara Jawa Barat

Peningkatan sarana perikanan tangkap di wilayah Utara

Penyebarluasan teknologi dan informasi penangkapan ikan Wilayah Utara

Rekomendasi Teknis Usaha Penangkapan Ikan

Berbasis Online di Wilayah Utara

Sertifikasi Kompetensi Nelayan di Wilayah Utara Jawa Barat

4 Program Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya Monitoring Hama dan Penyakit Ikan di Jawa Barat Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya

Pengendalian peredaran dan penggunaan pakan dan obat ikan

NO. PROGRAM DAN KEGIATAN Selatan

Akselerasi Tambak wilayah selatan Jawa Barat

Diseminasi Teknologi budidaya perikanan air payau dan laut Wilayah Selatan jawa Barat

Kaji terap teknologi budidaya perikanan air payau dan laut wilayah Selatan Jawa Barat

Pelayanan Kesehatan Ikan dan Lingkungan Air Payau Wilayah Selatan Jawa Barat

Pembinaan dan Pelayanan Teknologi budidaya perikanan air payau dan laut wilayah selatan Jawa Barat

Restocking SDI air payau dan laut dai perairan umum wilayah selatan Jawa Barat

Uji Coba teknologi budidaya perikanan air payau dan laut wilayah selatan Jawa Barat

6 Program Peningkatan Teknologi Perikanan Air Payau dan Laut Wilayah Utara

Aplikasi teknologi dan produksi budidaya perikanan air payau dan laut wilayah utara Jawa Barat

Diseminasi Teknologi budidaya perikanan air payau dan laut Wilayah Utara jawa Barat

Kaji terap teknologi budidaya perikanan air payau dan laut wilayah Utara Jawa Barat

Monitoring hama penyakit ikan air dan lingkungan air payau wilayah utara Jawa Barat

Pembinaan Teknis budidaya perikanan air payau dan laut wilayah Utara Jawa Barat

Revitalisasi Tambak wilayah utara Jawa Barat

7 Program Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kegiatan Entrepreneur Ikan Juara

Peningkatan dan Pengembangan Pengolahan Hasil Perikanan

Kegiatan Peningkatan Konsumsi Ikan

Peningkatan pemasaran produk perikanan Jawa Barat

8 Program Peningkatan Mutu Produk Perikanan Kegiatan Pelatihan Peningkatan Mutu UMKM di UPTD PPMPP Cirebon

Kegiatan Penerapan LSPro HP di UPTD PPMPP Cirebon Reakreditasi KAN dan Pengujian Mutu Produk

Perikanan di UPTD PPMPP Cirebon

2. Terwujudnya pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan

Sasaran ini bertujuan untuk menurunkan jumlah kasus pelanggaran sektor kelautan dan perikanan (IUU Fishing), lalu untuk menyelesaikan tindak pidana kelautan dan perikanan secara akuntabel dan tepat waktu, sehingga dapat meningkatan kualitas

pengawasan pada sektor kelautan dan perikanan di Jawa Barat. Selain itu, sasaran ini juga memiliki tujuan untuk meningkatkan jumlah pemanfaatan dan pengelolaan kawasan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil, dan meningkatkan luas kawasan dan revitalisasi ekosistem perairan umum, serta untuk menjaganya kelestarian plasma nutfah.

Program kegiatan yang menunjang pada sasaran ini diantaranya:

NO. PROGRAM DAN KEGIATAN

1 Program Pengelolaan dan Pelestarian Sumber daya Kelautan dan Perikanan

Kegiatan Forum Pengelolaan Sumber daya WP3K Kegiatan Identifikasi dan Penyusunan Data Series Keanekaragaman Hayati kelautan

Kegiatan peningkatan kuantitas dan kualitas garam Kegiatan Peningkatan SDM Petambak Garam

Kegiatan Rehablitasi dan Edukasi Kawasan Mangrove Kegiatan Rehablitasi Kawasan Terumbu Karang Kegiatan Rencana Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulaupulau Kecil

Pengembangan Wisata Bahari Implementasi Perda RZWP3K

Pendampingan DAK Bidang Kelautan dan Perikanan (Bidang Kelautan)

DAK Bidang Kelautan dan Perikanan (Bidang Kelautan)

2 Program Pengelolaan dan Pelestarian Sumber daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan

Kegiatan Domestikasi Ikan di Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan

Kegiatan Aplikasi Teknologi Produksi Garam Rakyat di Wilayah Selatan

Fasilitasi Sarana Produksi Ikan Asli Daerah di Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan

Kegiatan Konservasi Penyu di Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan

Kegiatan Konservasi Penyu di Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan

Dokumen terkait