A. Penelitian Terdahulu
1. Perbedaan model, pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran
a. Model pembelajaran
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pengajaran dan para guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar.4
b. Pendekatan pembelajaran
Pendekatan adalah suatu usaha dalam aktivitas kajian atau interaksi, relasi dalam kelompok melalui penggunaan metode tertentu secara efektif. Pendekatan pembelajaran adalah proses penyajian isi pembelajaran kepada siswa untuk mencapai
3 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember: STAIN Jember Press, 2104), 46.
4 Mulyono, Strategi Pembelajaran, (Malang: UIN-Maliki Press, 2011), 25.
17
kompetensi tertentu dengan suatu metode atau beberapa metode pilihan.5
c. Strategi pembelajaran
Strategi adalah ilmu dalam memanfaatkan segala sumber yang dimiliki dan yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien.6
d. Metode pembelajaran
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mimplementasinya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Jadi, Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk meingimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
e. Teknik pembelajaran
Metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.7
5 Asep Jihad dan Abdul Haris, Evaluasi Pembelajaran (Yogyakarta: Multipressindo, 2012), 24.
6 Mulyono, Strategi Pembelajaran, 14.
7 Ibid., 16.
a. Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar menciptakan interaksi sehingga sumber belajar bagi siswa bukan hanya guru dan buku ajar, tetapi juga sesama siswa.
Pembelajaran kooperatif adalah sistem pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas terstruktur, dan dalam sistem ini guru bertindak sebagai fasilitator.8
Model pembelajaran kooperatif menciptakan sebuah revolusi pembelajaran di dalam kelas, tidak ada lagi sebuah kelas yang sunyi selama proses pembelajaran. Para guru mengubah deretan tempat duduk siswa yang telah mereka duduki sekian lama, dan dengan menciptakan suatu lingkungan kelas baru tempat siswa secara rutin dapat saling membantu satu sama lain guna menuntaskan bahan ajar akademiknya.9
b. Strategi Pembelajaran CRH (Course Review Horay)
Strategi pembelajaran Course Review Horay adalah salah satu model cooperative learning dengan pengujian pemahaman siswa menggunakan soal, jawaban soal yang benar diberi tanda pada kotak yang telah dilengkapi nomor dan untuk siswa atau
8 Mudjia Rahardjo, Pemikiran Kebijakan Pendidikan Kontemporer (Malang: UIN Maliki Press, 2010), 188.
9 Mohamad Nur, Pembelajaran Kooperatif (Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah UNESA, 2005), 2.
19
kelompok yang mendapatkan jawaban benar harus berteriak horay atau menyanyikan yel-yel kelompoknya. Pembelajaran kooperatif tersebut dapat digunakan oleh guru agar tercipta suasana pembelajaran di dalam kelas yang lebih meriah dan menyenangkan, sehingga para siswa merasa lebih tertarik dan bersemangat.10
Model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay merupakan salah satu pembelajaran kooperatif kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan cara pengelompokkan siswa kedalam kelompok-kelompok kecil. Melalui pembelajaran kooperatif tersebut diharapkan dapat melatih siswa dalam menyelesaikan masalah dengan pembentukan kelompok kecil. Berikut merupakan langkah-langkah strategi pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay menurut Zainal:
1. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai.
2. Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing siswa.
3. Guru membacakan soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya telah disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (v) dan salah diisi tanda silang (x).
10 Miftahul Huda, Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014), 230.
diagonal harus berteriak hore atau yel-yel lainnya.
5. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan jumlah hore yang diperoleh.
6. Penutup.11
Kelebihan pembelajaran Course Review Horay:
1. Strukturnya yang menarik dan dapat mendorong siswa untuk terjun ke dalamnya.
2. Metode yang tidak monoton karena diselingi hiburan, sehingga suasana tidak menegangkan.
3. Semangat belajar yang meningkat karena suasana pembelajaran berlangsung menyenangkan.
4. Melatih siswa untuk bekerjasama.
Kelemahan pembelajaran Course Review Horay:
1. Penyamarataan nilai antara siswa pasif dan aktif.
2. Beresiko mengganggu suasana belajar kelas lain.12 3. Hakikat Hasil Belajar Siswa
a. Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan penggambaran tingkat penguasaan peserta didik yang diukur berdasarkan jumlah skor atau presentase jumlah skor jawaban benar atas soal tes yang disusun sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Gagne mengungkapkan
11 Zainal Aqib, Model-model, Media dan Strategi Pembelajaran Kontekstual Inovatif (Bandung:
Yrama Widya, 2013), 28.
12 Huda,Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran, 231.
21
bahwa hasil belajar merupakan kapabilitas orang yang memungkinkan munculnya beberapa penampilan bentuk penampilan yang dapat diukur sebagai bukti belajar dalam program pembelajaran jumlahnya banyak dan beragam. Ragam penampilan itu terjadi dalam semua mata pelajaran. Tes hasil belajar tertentu bisa mirip satu sama lain, walaupun terjadi pada mata pelajaran yang berbeda.
Hasil belajar pada umumnya yang dikenal oleh pendidik dari tingkat pendidikan adalah klasifikasi yang dikemukakan Bloom yaitu ranah kognitif yang berhubungan dengan kemampuan berpikir, ranah afektif yang berhubungan dengan minat, perasaan, sikap, emosi, kepribadian, penghargaan, dan pembentukan karakteristik diri, ranah psikomotorik yang berhubungan dengan persoalan keterampilan motorik yang dikendalikan oleh kematangan psikologis.13
Hasil belajar dapat dilihat dari hasil ulangan, harian (tes formatif) nilai ulangan tengah semester (sub tes sumatif), dan ulangan semester (tes sumatif). Dalam penelitian tindakan ini yang dimaksud dengan hasil belajar siswa adalah hasil nilai ulangan harian yang diperoleh dari siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Ulangan harian ini terdiri dari seperangkat soal yang harus dijawab para peserta didik dan tugas-tugas terstruktur yang
13 Sarwan, Belajar dan Pembelajaran (Jember: STAIN Jember Press, 2013), 145.
harian adalah untuk memperbaiki modul dan program pembelajaran serta sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan nilai bagi peserta didik.14
b. Macam-macam tes sebagai alat penilaian hasil belajar 1) Tes uraian.
Tes uraian adalah pertanyaan yang menuntut siswa menjawabnya dalam bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan, membandingkan, memberikan alasan, dan bentuk lain yang sejenis sesuai dengan tuntutan pertanyaan dengan menggunakan kata-kata dan bahasa sendiri. Bentuk tes uraian dibedakan menjadi uraian bebas dan uraian terbatas.15 2) Tes objektif
a) Soal benar salah
Tes ini merupakan pernyataan, di mana peserta tes harus memilih mana pernyataan yang benar dan mana yang salah. Kelebihan tes ini antara lain: menyusunnya lebih mudah dari bentuk tes yang lain, waktu yang diperlukan untuk menjawab lebih sedikit, sebagian informasi dapat dimasukkan dalam satu soal.16
b) Jawaban singkat
14 Iskandar, Penelitian Tindakan Kelas (Jakarta: GP Press Group, 2012), 128.
15 Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), 35.
16 Asep dan jihad, Evaluasi Pembelajaran, 78.
23
Bentuk soal jawaban singkat merupakan soal yang menghendaki jawaban dalam bentuk kata, bilangan, kalimat, atau simbol dan jawabannya hanya dapat dinilai benar atau salah. Ada dua bentuk soal jawaban singkat yaitu bentuk pertanyaan langsung dan bentuk pertanyaan tidak lengkap.17
c) Menjodohkan
Tes ini meminta peserta didik untuk menjodohkan, memasangkan kata-kata yang terdapat dalam satu kelompok lain. Penggunaan tes ini dapat mengurangi keberhasilan peserta didik hanya dengan menerka, berguna untuk mengidentifikasi sejumlah tempat atau bagian pada peta, grafik dan diagram.18
d) Pilihan ganda
Tes pilihan ganda adalah suatu tes yang menyediakan 3 sampai 5 jawaban atau pilihan tetapi hanya satu yang paling benar atau paling baik daripada pilihan yang lain.
Dalam pengertian tersebut dapat juga dikatakan hanya satu yang paling salah atau yang paling jelas. Soal dapat berupa pertanyaan, pernyataan, kalimat tidak sempurna, dan
17 Nana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, 44.
18 Asep dan jihad, Evaluasi Pembelajaran, 79.
jawaban yang disediakan.
4. Hakikat Pendidikan Agama Islam