BAB IV HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN
2. Perencanaan
6. Uji Lapangaan 5. Revisi Produk 4. Uji Lapangan
Utama Awal Awal
7. Revisi Produk 8. Uji Lapangan 9. Revisi Produk
44 1. Penelitian dan Pengumpulan Data
a. Studi Lapangan
Peneliti melakukan penelitian awal yang bertujuan untuk mengetahui kebutuhan Subjek terhadap produk yang akan dikembangkan diterima atau tidak. Analisis kebutuhan diperoleh dengan, melakukan observasi, wawancara kepada beberapa siswa dan guru bimbingan dan konseling. Dengan demikian produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan yang ada di sekolah.
b. Studi pustaka
Peneliti melakukan studi literatur dengan mempelajari literatur- literatur yang sesuai dengan variabel dari penelitian yang akan dikembangkan, yaitu literatur yang berhubungan dengan pengembangan media website untuk layanan bimbingan dan konseling.
2. Perencanaan
Setelah melakukan studi lapangan dan studi literatur, data dan informasi-informasi yang sudah didapat kemudian dihimpun untuk selanjutnya dijadikan acuan untuk mengidentifikasi kebutuhan, seperti konsep website, isi materi, sasaran, kisi-kisi dan instrumen dalam penelitian.
45 3. Pengembangan Produk Awal
Tahapan ini merupakan sebuah rangkaian proses produksi untuk menghasilkan produk awal yang akan dikembangkan. Produk dalam penelitian ini adalah website untuk layanan bimbingan dan konseling. 4. Uji Lapangan Awal
Pada tahap ini produk awal yang berupa website layanan bimbingan dan konseling akan dievaluasi oleh dua orang ahli, yaitu ahli media dan ahli materi. Ahli materi akan mengevaluasi segala sesuatu yang berhubungan dengan materi yang dimuat didalam website layanan bimbingan dan konseling, sedangkan ahli media akan mengevaluasi seluruh hal yang berkaitan dengan penciptaan seluruh kelengkapan dan aksesbilitas media yang berupa website layanan bimbingan dan konseling. Evaluasi ini dilakukan dengan memberikan lembar evaluasi yang berisi berbagai macam indikator materi dan media.
5. Revisi Produk Awal
Dalam tahap ini peneliti memperbaiki berbagai kekeurangan dan kelemahan pada produk website layanan bimbingan dan konseling, sesuai pertimbangan, penilaian dan saran dari ahli materi dan media. 6. Uji Lapangan Utama
Dalam tahap ini peneliti mengambil sampel 18 siswa yang masing- masing berbeda kelas yang dipilih secara acak dan 2 guru bimbingan
46
dan konseling, yang bertujuan mengumpulkan informasi untuk memperbaiki produk.
7. Revisi Uji Lapangan Utama
Dalam tahap ini peneliti memperbaiki berbagai kekurangan dan kelemahan pada produk website layanan bimbingan dan konseling yang diujikan. Perbaikan dilakukan sesuai dengan masukan, kritikan dan saran.
8. Uji Lapangan Operasional
Tahap untuk memvalidasi website layanan bimbingan dan konseling. Dengan uji lapangan operasional ini kapabilitas dari website layanan bimbingan dan konseling akan diukur. Uji coba ini akan memberikan informasi kepada peneliti tentang kekurangan dan kelemahan yang dimiliki dan apa yang harus diperbaiki atau direvisi. Website layanan bimbingan dan konseling akan diujicobakan terhadap 60 siswa yang masing- masing berbeda kelas.
9. Revisi Produk Akhir
Dalam tahap ini peneliti memperbaiki berbagai kekurangan dan kelemahan pada produk website layanan bimbingan dan konseling, sesuai kekurangan atau kelemahan dari hasil uji lapangan. Produk website layanan bimbingan dan konseling yang sudah melewati tahapan evaluasi ahli materi dan ahli media serta (uji lapangan awal), uji lapangan utama dan uji lapangan operasional.
47 C. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian pengembangan ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Piyungan Bantul dan dilakukan pada siswa serta guru bimbingan dan konseling. Adapun waktu pelaksanaan penelitian pengembangan media website untuk layanan bimbingan dan konseling, dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2015- 16 Januari 2016.
D. Uji Produk
1. Desain Uji Produk
Uji produk merupakan tahap yang dilaksanakan setelah rancangan produk selesai. Ujiproduk dilaksanakan dengan tujuan mengetahui kelayakan produk yang telah dibuat serta melihat sejauh mana ketepatan sasaran produk. Uji produk dilakukan untuk mendapatkan data yang akan digunakan sebagai dasar melakukan revisi dalam pengembangan media website untuk layanan bimbingan dan konseling. Uji produk meliputi: a. Uji lapangan awal
Uji lapangan awal bertujuan untuk menguji cobakan produk yang telah dihasilkan oleh peneliti agar dapat diketahui validitas dan realibilitas yang ditinjau dari segi media dan materi. Ahli yang bertugas untuk memvalidasi produk terdiri dari ahli materi dan ahli media.
b. Uji lapangan utama
Uji lapangan utama yang selanjutnya yakni uji kelompok kecil. Pada uji lapangan utama ini peneliti mengambil 20 responden yang
48
terdiri dari 18 siswa yang masing-masing berbeda kelas dan diambil secara acak dan 2 guru bimbingan dan konseling.
c. Uji lapangan operasional
Uji lapangan bertujuan untuk memvalidasi website layanan bimbingan dan konseling. Dengan uji lapangan ini kapabilitas dari website layanan bimbingan dan konseling akan diukur. Uji lapangan operasional ini akan memberikan informasi kepada peneliti tentang kekurangan dan kelemahan yang dimiliki dan yang harus diperbaiki dan direvisi, sehingga produk akhir yang dihasilkan benar-benar layak untuk digunakan. Website layanan bimbingan dan konseling akan diujicobakan terhadap 60 siswa kelas VII, VIII dan XI secara acak, 60 siswa tersebut dipilih berdasarkan teori penarikan sampel menurut Suharsimi Arikunto (2005: 122), apabila Subjeknya tidak lebih dari 100 orang, maka dalam menentukan besarnya sampel lebih baik diambil semua sebagai anggota sampel. Apabila jumlah Subjeknya besar dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih. Di SMP Negeri 1 Piyungan jumlah siswa kelas VII, VIII, XI adalah 618 siswa. Sampel yang dambil 10% sehingga total sampel berjumlah 60 siswa.
Berikut ini tahapan uji media website untuk layanan bimbingan dan konseling :
1) Uji lapangan awal. 2) Analisi hasil. 3) Revisi produk I.
49 4) Uji lapangan utama.
5) Revisi produk II.
6) Uji lapangan operasional. 7) Revisi produk III.
8) Produk akhir media website untuk layanan bimbingan dan Konseling.
2. Subjek Uji Produk a. Subjek Ahli (Uji Awal)
Subjek ahli yang dipakai adalah ahli yang berkompeten dalam bimbingan dan konseling serta ahli dalam bidang media khususnya media website.
b. Subjek Uji Utama dan Subjek Uji Operasional
Subjek uji coba atau responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMP Negeri 1 Piyungan Bantul Yogyakarta yang dipilih secara acak (purposive sampling).Menurut Irawan Soehartono (2002: 63) purposive samplingadalah teknik pemilihan sampel yang didasarkan pada maksud dan tujuan tertentu dalam artian sampel mewakili informasi yang diperlukan dalam penelitianbukan mewakili individunya.
50 3. Jenis Data
Data yang diperoleh pada penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif akan dikonversi ke data kualitatif. Data tersebut diperoleh dari ahli materi dan media, guru bimbingan dan konseling dan siswa-siswi SMP Negri 1 Piyungan. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi :
a. Ketepatan rancangan software sebagai media layanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Piyungan. Aspek yang dikaji adalah aspek tampilan, aspek pemrograman dan aspek interaktivitas. Data tersebut diperoleh dari hasil evaluasi ahli media.
b. Ketepatan materi untuk layanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Piyungan. Aspek yang dikaji yakni aspek tampilan, aspek isi materi dan aspek interaksi. Data yang diperoleh dari hasil evaluasi ahli materi.
c. Tanggapan siswa dan guru Bimbingan dan konseling terhadap produk pengembangan media website untuk layanan bimbingan dan konseling. Adapun aspek yang dikaji yakni aspek tampilan, aspek pemrograman, aspek isi materi dan aspek layanan.
4. Instrumen Pengumpulan Data
Berdasarkan sumber data yang relatif banyak, maka peneliti menggunakan metode pengumpulan data berupa angket. Mardalis (2004: 67) menyatakan angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan
51
data melalui formulir-formulir yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis pada seseorang atau sekumpulan orang untuk mendapat jawaban atau tanggapan dan informasi yang diperlukan oleh peneliti. Pendapat lain dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto (2002: 140) menjelaskan bahwa angket adalah seperangkat pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden untuk mengungkap pendapat, keadaan, dan kesan yang ada pada responden sendiri maupun luar dirinya.
Dalam penelitian pengembangan media website untuk layanan bimbingan dan konseling ini terdapat tiga buah instrumen, instrumen untuk penilaian ahli mediaahli materidan untuk uji coba produk.Pengembangan instrumen dilakukan berdasarkan indikator-indikator kebutuhan yang ada, baik dari aspek tampilan, aspek pemrograman, aspek aksesibilitas, aspek interaksi, aspek isi materi dan aspek kualitas layanan. Adapun kisi-kisi instrumen untuk ahli media (lihat Tabel 1), Ahli Materi (lihat Tabel 2) dan siswa serta guru bimbingan dan konseling (lihat Tabel 3) adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Kisi-kisi Instrumen untuk Ahli Media
No Aspek yang dinilai Indikator No
Item ∑ 1 Aspek Tampilan Kualitas tampilan website 1 9
Tampilan header/logo 2
Ketepatan tata letak/layout/conten 3 Ketepatan penempatan link dan situs 4
yang disajikan
Ketepatan letak teks dan gambar 5
Ketepatan komposisi warna 6
52
Ketepatan dan kelugasan bahasa 8 2 Aspek Aksesbilitas Kecepatan akses 10 3
Pemakaian pemilihan info/menu
pengambilan data 11
konsistensi navigasi 12
3 Aspek Interaksi
Tingkat interaktifitas dengan media lain
(konseling dan kotak saran) 13 2 Pengguna Pemberian umpan balik / respon dan 14
penangannya
Tabel 2. Kisi-kisi Instrumen untuk Ahli Materi
No Aspek yang dinilai Indikator No
Item ∑ 1 Aspek Tampilan
Kesesuaian materi dengan layanan
bimbingan 1 7
Kemenarikan Materi 2
Kebenaran isi dan kekinian materi 3, 4 Kualitas penyajian materi layanan BK 5
Ketepatan pemilihan gambar dan
animasi 6
Kesesuaian materi dengan visi dan misi 7
SMP Negeri 1 Piyungan
2 Aspek Aksesbilitas
Kejelasan petujuk layanan (konseling
dan kotak masalah) 8 2
Tingkat kebermanfaatan materi layanan 9 bimbingan dalam kehidupan sehari-hari 3 Aspek Interaksi Tingkat kemudahan layanan
10, 11 3 dan Kemudahan ( Konseling dan kotak saran) Pengguna Diseminasi informasi (publikasi dalam 12
website )
Tabel 3. Kisi-kisi Instrumen untuk Siswa dan Guru Bimbingan danKonseling
No Aspek yang dinilai Indikator No
Item ∑ 1 Aspek Tampilan Tampilan header/logo 1 7
Komposisi sajian pada halaman website 2
Ketepatan pemilihan warna pada
website 3
Ketepatan penempatan link dan situs 4
Ketepatan pemilihan jenis dan ukuran
huruf 5
53 link yang terkait
Kemenarikan gambar dalam materi 7 2 Aspek Isi Materi
Tingkat kemudahan materi yang
dipahami 8 6
Kejelasan prosedur layanan kotak saran 9 Kemudahan pemilihan materi layanan 10 Kejelasan sasaran program BK 11
Penumbuhan motivasi belajar 12
Kebermanfaatan materi dalam
kehidupan sehari- hari 13 3 Aspek Layanan
Kemudahan dan kebermanfaatan
layanan konseling dan konsultasi 14 4
melalui kotak saran
Kebermanfaatan cakupan materi
bimbingan 15
Kebermanfaatan Informasi dalam
website 26
Kebermanfaatan layanan melalui media
lain (tes-tes) 17
5. Teknik Analisis Data
Untuk mengetahui kualitas produk, data kuantitatif yang telah diperoleh melalui angket dianalisis secara deskriptif kuantitatif kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif dengan skala 5. Konversi dilakukan dengan acuan konversi dari Sukardjo (2005: 55) seperti pada tabel berikut: Tabel 4. Konversi Data Kualitatifdengan Skala 5
Nilai Data Kuantitatif Rumus Rentang Interpretasi A 5 x > xi + 1,8 Sbi Sangat Baik
B 4 xi + 0,6 Sbi < x ≤ xi + 1,8 Sbi Baik
C 3 xi - 0,6 Sbi < x ≤ xi + 0,6 Sbi Cukup D 2 xi - 0,6 Sbi < x ≤ xi - 1,8 Sbi Kurang E 1 x > xi - 1,8 Sbi Sangat Kurang Keterangan :
x : skor empiris
xi : adalah rerata ideal dengan rumus =1/2 (skor maximum + skor minimum) Sbi : adalah simpangan baku ideal dengan rumus + 1/6 (skor maximum – skor
54 minimum)
Berdasarkan rumus konversi tersebut di atas, maka untuk mengubah data kuantitatif ke kualitatif, digunakan pedoman konversi sebagai berikut:
Xi = (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) = (5 + 1)
= 3 Sbi =
6 (skor maksimal ideal – skor minimal ideal)
= 6 (5 -1) = 0,67 Skala 5 = x > xi + 1,8 Sbi = x > 3 + (1,8 x 0,67) = x > 3 + 1,21 = x > 4,21
Skala 4 = xi + 0,6 Sbi < x ≤ xi + 1,8 Sbi = 3 + (0,6 x 0,67) < x ≤ 3 + (1,8 x 0,67) = 3 + 0,40 < x ≤ 3 (1,21)
= 3,40 < x ≤ 4,21
Skala 3 = xi + 0,6 Sbi < x ≤ xi + 0,6 Sbi = 3 - (0,6 x 0,67) < x ≤ 3 + (0,6 x 0,67) = 3 - 0,40 < x ≤ 3,40
= 2,60 < x ≤ 3,40
55 = 3 - (0,6 x 0,67) < x ≤ 3 - (0,6 x 0,67) = 3 - 1,21< x ≤ 2,60 = 1,79< x ≤ 2,60 Skala 1 = x ≤ 3 – (1,8 x 0,67) = x ≤ xi – (1,8 x 0,67) = x ≤ 3- 1,21 = x ≤ 1,79
Selanjutnya, skor yang diperoleh dikonversi menjadi nilai pada skala 5 seperti yang diuraikan pada tabel berikut ini:
Tabel 5. Pedoman konversi data kuantitatif ke data kualitatif pada skala 5
Skor Interval Kriteria
5 x > 4.21 Sangat baik (A)
4 3.40 < x ≤ 4.21 Baik (B)
3 2.60 < x ≤ 3.40 Cukup (C)
2 1.79 < x ≤ 2.60 Kurang (D)
1 x ≤ 1.79 Sangat kurang (E)
Keterangan:
a. Produk website yang dikembangakan dinyatakan sangat baik (A) apabilarata-rata skor yang diperoleh antara 4,22 sampai 5,00.
b. Produk website yang dikembangkan dinyatakan baik (B) apabila rata-rata skor yang diperoleh antara 3,41 sampai 4,21. c. Produk website yang dikembangkan dinyatakan baik (C)
56
d. Produk website yang dikembangkan dinyatakan kurang (D) apabila rata-rata skor 5. yang diperoleh antara 1,79 sampai 3,40.
e. Produk website yang dikembangkan dinyatakan sangat kurang (E) apabila rata-rata skor yang diperoleh kurang dari 1,79. Dalam penelitian pengembangan ini ditetapkan nilai kelayakan produk minimal dengan kategori B (baik), sehingga hasil penelitian yang diperoleh baik dari ahli materi, ahli media, maupun pengguna (siswa), apabila hasil skor penelitian dengan nilai minimal B (baik) maka produk media yang dikembangkan sudah dianggap baik.
57 BAB IV
HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengembangan
Pengembangan media website untuk layanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Piyungan dalam penelitian ini meliputi sembilan tahap pengembangan yaitu, penelitian awal serta pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk awal, uji lapangan utama, revisi produk awal, uji lapangan awal, revisi produk utama, uji lapangan operasional, dan revisi produk akhir.
1. Penelitian Awal dan Pengumpulan Data
Pada tahap penelitian awal, peneliti melakukan pengumpulan data melalui wawancara langsung dan observasi yang dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2015. Berdasarkan hasil wawancara langsung dengan guru bimbingan dan konseling dan siswa, peneliti mendapatkan informasi bahwa bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Piyungan masih memiliki banyak kekurangan, dalam pelaksanaanya guru bimbingan dan konseling tidak memiliki kesempatan untuk memberikan layanan secara klasikal. Secara kualifikasi pendidikan, guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Piyungan memiliki latar belakang pendidikan lulusan program bimbingan dan konseli, namun optimalisasi kinerja guru bimbingan dan konseling masih kurang. Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling yang selama ini dilakukan diantaranya konseling individual maupun kelompok, papan bimbingan, penyediaan kotak masalah. Kendala
58
utama yang dialami guru bimbingan dan konseling yakni tidak memiliki jam masuk kelas.
Berdasarkan pendapat beberapa siswa SMP Negeri 1 Piyungan memaparkan bahwa siswa cenderung memiliki masalah yang perlu diselesaikan, namun siswa memiliki ketakutan dan kekhawatiran apabila masuk ke ruangan bimbingan dan konseling.Pandangan siswa yakni bimbingan dan konseling seperti polisi sekolah yang bertugas memberikan poin apabila terjadi pelanggaran tata tertib,sehingga siswa manjadi kurang respon dengan guru bimbingan dan konseling. Kurangnya pandangan siswa tentang bimbingan dan konseling menjadikan siswa cenderung tidak tahu akan manfaat bimbingan dan konseling.
Berdasarkan hasil dari wawancara dan observasi dalam penelitian awal yang dilakukan di SMP Negeri 1 Piyungan, maka peneliti menganggap perlu adanya suatu media yang dapat dikembangkan dan meminimalisir kendala atau permasalahan yang terjadi pada pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Piyungan. Media yang akan digunakan atau dikembangkan oleh peneliti yakni dengan memanfaatkan media teknologi yang berupa website untuk layanan bimbingan dan konseling. Penggunaan media website untuk layanan bimbingan dan konseling dirasa perlu karena selain didukung dengan fasilitas teknologi yang sudah ada di sekolah dan untuk meminimalisir kendala yang terjadi, serta juga untuk menjawab eksistensi bimbingan dan konseling di zaman serba teknologi.
59
Media website ini dapat digunakan atau dimanfaatkan untuk mempermudah komunikasi antara siswa dan guru bimbingan dan konseling, misalnya konsultasi permasalahan pribadi, belajar, sosial, dan karir.
Pengembangan media website untuk layanan dalam bimbingan dan konseling mendapat tanggapan positif dan dukungan dari guru bimbingan dan konseling serta siswa di SMP Negeri 1 Piyungan, menurut siswa dengan website maka siswa akan lebih mudah berinteraksi dan lebih terbuka mengenai masalah yang dihadapinya, sedangkan untuk guru bimbingan dan konseling dengan media website selain untuk mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat juga karena media website tersebut mampu meringankan beban guru bimbingan dan konseling untuk kedepannya, seperti dalam pendataan siswa, penyimpanan data, penyampaian materi,dan pemberian layanan.
2. Perencanaan
Pada penelitian pengembangan ini, peneliti mengembangkan media websiteuntuk layanan bimbingan dan konseling.Media ini dibuat dengan tampilan yang mudah dimengerti dan dipahami oleh guru bimbingan dan konseling serta siswa.Website layanan bimbingan dan konseling ini dapat digunakan untuk membantu guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan dan mempermudah siswa dalam menerima layanan bimbingan dan konseling.
60
Media website untuk layanan bimbingan dan konseling meliputi layanan orientasi, layanan informasi, layanan konseling individu. Pada proses pembuatan media website penggunaan tampilan, logo, tata letak, komposisi warna, jenis atau ukuran huruf, kelugasan dan ketegasan bahasa disesuaikan dengan karakteristik bimbingan dan konseling serta berdasarkan pertimbangan ahli media dan materi, sehingga media website yang dihasilkan menjadi media website yang sesuai dan layak untuk mendukung pelaksanaan pemberian layanan bimbingan dan konseling.
Peneliti mengembangkan media website untuk layanan bimbingan dan konseling karena selain untuk meminimalisir kendala yang terjadi, juga untuk menjawab eksistensi bimbingan dan konseling di zaman serba teknologi, selain itu berdasarkan observasi di SMP Negeri 1 Piyungan fasilitas teknologi untuk mendukung media website untuk layanan bimbingan dan konseling sudah tersedia dengan baik. Website layanan bimbingan dan konseling berisi layanan orientasi, informasi dan konseling individu.